Anda di halaman 1dari 20

DETEKSI DINI PERKEMBANGAN

ANAK
Mengenal Tumbuh Kembang
Anak
Presented By
KKN UNS Periode Januari-Februari
2016
Desa Genengduwur

Tujuan :
Untuk mengetahui apakah seorang
anak perkembangannya normal atau
tidak artinya sesuai dengan usianya
atau tidak.
Untuk mengetahui berbagai masalah
perkembangan
anak
yang
memerlukan
intervensi
sedini
mungkin.

Perkembangan
Perkembangan

Perkembangan motorik (gerak


tubuh)

Beberapa kelainan gerak dan


fungsi tubuh :
Cerebral Palsy (CP) : kelainan motorik
dan postur tubuh karena kerusakan
sel syaraf ditandai dengan kekakuan
anggota
gerak,
kesulitan
menggerakan
seluruh/sebagian
anggota tubuh, atau gerakan tak
terkendali.
Polio (Lumpuh kaku)

Stimulasi perkembangan motorik


anak
Motorik kasar
Ajaklah si kecil untuk mengangkat kepalanya. Ibu
bisa menempatkan cermin atau gambar besar di
depannya, atau sejajarkan wajah ibu dengan dia
sambil memanggil namanya (3 bln).
Pada usia 6 bulan si kecil belum bisa duduk sendiri,
namun Anda sudah bisa memposisikannya untuk
duduk saat digendong atau diletakkan di kereta bayi.
Untuk melatihnya berjalan, pegang kedua tangan
dan beri semangat dengan meminta si kecil untuk
mengayunkan kaki selangkah demi selangkah (10-12
bln).

Motorik halus
Ketika si kecil mengepalkan telapak tangannya,
Ibu bisa membuka kepalan tangannya, sentuh
jari jemarinya satu persatu dan luruskan (3 bln).
Berikan sendok plastik kecil untuk melatihnya
makan dengan menggunakan sendok (7-9 bln).
Berikan mainan susun yang berwarna-warni dan
biarkan si kecil memasukkan benda-benda
tersebut untuk melatih kemampuan koordinasi
mata dan tangannya (10-12 bln).

Perkembangan berbicara

Contoh gangguan perkembangan


berbicara :
Speech Delayed : keterlambatan bicara,
misal usia 36 bulan belum bisa bicara 3
kata dalam kalimat. Biasanya ada juga
pada anak Retardasi Mental, CP, dan autis.
Speech Disorder : berupa kesalahan
artikulasi berupa ucapan yang tidak bisa
dipahami,
gangguan
fonasi
(serak),
gangguan ritme (gagap).
Autisme : gangguan komunikasi, interaksi
dan perilaku cenderung menghindar.

Stimulasi kemampuan bicara anak :


Banyaklah berbicara kepada anak
Berikan kesempatan anak untuk
merespon
Bernyanyi
Pengulangan
Berikan anak pujian

Perkembangan sosial
Dilihat dari tiga aspek :
a. Kognisi sosial : sejauh mana anak mengerti
tingkah laku orang lain, misal tahu jika
ibunya memanggil berarti ia harus datang.
b. Kecakapan bergaul dengan orang lain,
misal bilang terima kasih saat diberi.
Kecakapan ini perlu dilatih sejak dini.
c. Kemampuan berhubungan dengan nilainilai sosial, misal mengerti akan perbuatan
buruk yang tidak boleh dilakukan.

Stimulasi dini perkembangan sosial


pada anak :
Sering-seringlah
berkomunikasi
dan
beratatap muka dengan anak.
Cobalah untuk meninggalkan ruangan
selama
beberapa
menit,
dan
lihat
bagaimana kelanjutannya. Jika bayi Anda
mulai blubbing, membawanya kembali dan
menghiburnya, dan coba lagi lain waktu.
Bergabung dengan playgroup atau kursus
musik/olahraga untuk memberikan anak
kesempatan bersama anak-anak lain.

Perkembangan inteligensi

Penggolongan taraf IQ :

Very Superior : >140


Superior : 121-140
Di atas rata-rata : 111-120
Normal/rata-rata : 90-110
Lambat belajar : 80-89
Boderline : 71-79 Cacat (retardasi mental) : 70<
CM ringan (debil) : 50-70 => mampu dididik
CM moderate (embisil) : 25-49 => mampu dilatih
CM berat (idiot) : 25< => tidak bisa dilatih dan
dididik

Gangguan-gangguan pada
perkembangan Inteligensi :
Gangguan pemusatan perhatian
Gangguan pemusatan perhatian
dengan hiperaktif
Lambat belajar
Gangguan membaca
Retardasi mental
Sindrom down

Stimulasi perkembangan inteligensi


anak :
Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi misalnya
yang mengandung zat besi, omega-3, vitamin B6 dan B12
serta DHA dan lain-lain.
Menatap mata bayi, mengajak tersenyum dan berbicara,
mendengarkan musik, memijat bayi. (0-6 bulan)
Menggantung mainan atau meletakkannya agak jauh agar
anak berusaha meraih, menggunakan kaca agar anak
mengenal bagian dirinya, serta mengenalkan anak pada
buku bergambar agar ia mengenal berbagai objek (6 bulan)
Mengajak
anak
menggelindingkan
bola,
mengajari
merangkak atau memanjat kursi, melatih anak menyusun
mainan balok, memberikan anak kesempatan untuk
menggambar, serta mengajari anak menirukan kata-kata.
(9-12 bulan)

Lanjutan
Mengajari berjalan mundur, naik turun tangga, melempar
dan menangkap bola, memasukkan benda yang lebih
kecil ke benda yang lebih besar, memberi kesempatan
anak untuk melepas pakaian sendiri (12-15 bulan)
Melatih anak berjalan jinjit, mengajari anak menggambar
benda sederhana dan wajah, mengajari anak membentuk
benda sederhana dari lilin (malam) atau tanah liat. (18
bulan)
Ajak anak mengenal alam, mengajari anak sopan santun
(24 bulan)
Biarkan anak bermain dengan puzzle cat crayon, malam,
musik, bola, dll, serta penerapan pujian dan penghargaan
atas usaha anak. (36 bulan)

Waspada saat ibu hamil :

Terkena TORCH
Pernah keracunan
Jatuh/mengalami trauma fisik
Kurang gizi
Mengonsumsi obat
Stress/gangguan psikologis
Usia lebih dari 35 tahun

Waspada saat kelahiran :

Kelahiran paksa (vacum, dijepit)


Asfiksia/bayi tercekik
Prematur
Berat badan lahir rendah (<2,5
tahun)

Terima Kasih