Anda di halaman 1dari 20

Albert Chandra Wijaya

102010249
Asidosis Metabolik, Gagal Ginjal
Akut et causa syok hipovolemik

ANAMNESIS

Identitas pasien
Riwayat penyakit sekarang
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat keluarga dan
lingkungan, social-ekonomi

PEMERIKSAAN FISIK

Pasien tampak lemas


Hipotensi
Takikardi
Samnolen dengan nafas cepat dan
dalam, kedua mata cekung
Turgor kulit menurun
Capillary refil 4 detik

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan analisis gas darah


da
darah arteri
Rentang nilai normal
pH : 7,35 7,45
PCO2 : 35 45 mmHg
PO2 : 80 100 mmHg
HCO3 : 22 26 meq/L
Saturasi O2 : 95 % atau lebih

WORKING DIAGNOSIS
- Gagal ginjal akut adalah hilangnya
kemampuan ginjal untuk menyaring
darah secara tiba-tiba. Ketika itu terjadi
maka cairan, elektrolit dan kotoran
akan bercampur di dalam darah
(homeostasis tubuh )
- GGA : kreatinin
ureum

Tanda dan gejala gagal ginjal akut antara lain:


Berkurangnya urin saat buang air
Terlalu banyak menyimpan cairan di dalam
tubuh yang menyebabkan pembengkakan
pada area kaki
Perasaan mengantuk
Napas pendek
Lelah
Mual

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

Gagal ginjal kronik merupakan keadaan gangguan


fungsi ginjal yang bersifat menahun berlangsung
progresif dan irreversible, Dimana kemampuan
tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme
dan keseimbangan cairan dan elektrolit yang
menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah
nitrogen lain dalam darah).

ETIOLOGI

Pra-renal: sebab-sebab sistemik (dehidrasi


berat, perdarahan)
menurunkan aliran
darah ke ginjal dan tekanan perfusi kapiler
glomerulus
penurunan laju filtrasi
glomerulus (GFR)
Renal : ada jejas pada parenkim ginjal
Pascarenal : uropati obstruktif

Dalam menghasilkan urin, terdapat tiga


proses dasar pembentukan urin yaitu
filtrasi, reabsorpsi dan sekresi. Filtrasi
berarti ginjal dalam hal ini glomerulus
menyaring darah yang masuk ke
kapiler glomerulus untuk melewati
saringannya yaitu membran filtrasi
glomerulus.

Reabsorpsi adalah penyerapan kembali


zat-zat hasil filtrasi tersebut (filtrat)
yang masih di butuhkan oleh tubuh dari
tubulus renalis ke kapiler peritubuler.
Sekresi adalah pengeluaran zat-zat
yang berlebihan dari tubuh (kapiler
peritubuler) ke tubulus renalis.

EPIDEMIOLOGI

Insidens GGA pada anak dengan umur


lebih tua diperkirakan sekitar 4/100000
populasi. Pada anak pra-sekolah, diare
yang diikuti oleh sindrom hemolitikuremik adalah penyebab terbanyak
dari GGA intrinsik/renal, terhitung 50%
pada semua kasus di kelompok ini

PATOFISIOLOGI

Pra-renal : volume sirkulasi darah total


atau efektif, curah jantung
darah
ke korteks ginjal
dan laju filtrasi
glomerulus
Renal : tubulus ginjal mengalami
kerusakan
iskemia atau oleh obat nefrotoksik
kelainan tubulus berupa tubular akut.

PATOFISIOLOGI

Pascarenal :
tekanan hidrostatik pada
ruang bowman, diikuti oleh perubahan aliran
darah kapiler
penurunan filtrasi
glomerulus.
Obstruksi melibatkan kedua ginjal.

ASIDOSIS METABOLIK

Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu


untuk membuang asam dalam jumlah yang semestinya.
Bahkan

jumlah

asam

yang

normal

pun

bisa

menyebabkan asidosis jika ginjal tidak berfungsi secara


normal.
Kelainan fungsi ginjal ini dikenal sebagai asidosis
tubulus renalis (ATR) atau rhenal tubular acidosis (RTA),
yang bisa terjadi pada penderita gagal ginjal

ASIDOSIS METABOLIK
Penyebab utama dari asidois metabolik:
Gagal ginjal
Asidosis tubulus renalis (kelainan bentuk ginjal)
Asidosis laktat (bertambahnya asam laktat)
Bahan beracun seperti etilen glikol, overdosis
salisilat, metanol, paraldehid, asetazolamid
atau amonium klorida
Kehilangan basa (misalnya bikarbonat) melalui
saluran pencernaan karena diare)

SYOK HIPOVOLEMIK

Syok hipovolemik juga bisa terjadi


karena kehilangan cairan tubuh yang
lain Menurunnya volume intravaskuler
Muntah hebat atau diare juga dapat
mengakibatkan kehilangan cairan
intravaskuler.

PENATALAKSANAAN

GGA pra-renal : pengukuran tekanan vena


sentral (CVP=Central Venous Pressure). CVP
normal = 6-20 cmH2O. Bila CVP <5cmH2O
menunjukkan adanya hipovolemia.
GGA pascarenal : pembedahan
GGA renal : Bila hasil pemeriksaan analisis
gas darah menunjukkan hasil asidosis
metabolik, dikoreksi dengan cairan natrium
bikarbonat

PROGNOSIS
Angka kematian pada gagal ginjal akut
tergantung pada penyebabnya, umur pasien
dan luas kerusakan ginjal yang terjadi. Pada
GGA yang disebabkan oleh sepsis, syok
kardiogenik, operasi jantung terbuka angka
kematiannya diatas 50%. Tetapi pada GGA
yang disebabkan oleh glomerulonefritis,
sindrom
hemolitik
uremik,
nefrotoksik
berkisar
antara
10-20%.

KESIMPULAN

Anak laki-laki berusia 6 tahun tersebut


menderita asidosis metabolik,
penyebab utama asidosis metabolik
adalah gagal ginjal sehingga ginjal
tidak mampu membuang asam dalam
jumlah yg semestinya dan kehilangan
basa ( misalnya bikarbonat ) melalui
saluran pencernaan karena diaere.