Anda di halaman 1dari 15

Intoksikasi solvent

Diagnosis klinis
Anamnesis
Nama : Usia : 30 tahun
Pekerjaan : karyawan pabrik sepatu yang bekerja merekatkan sol
sepatu
KU: mengalami pusing , sulit berkonsentrasi saat kerja, sulit tidur
RPS:
Sejak kapan gejala-gejala mulai timbul?
Apakah sering mengalami hal seperti ini? Apakah yang
menyebabkan gejala?
Sudah berobat atau minum obat? Apa jenis obat dan sudah
berapa banyak?
RPD: -

Riwayat Pekerjaan
Sudah berapa lama bekerja?
Riwayat kerja sebelumnya? Apakah ada
pekerjaan lain?
Alat, bahan dan proses yang digunakan dalam
pekerjaan?
Berapa lama waktu kerja dalam sehari?
Kemungkinan pajanan yang dialami?
APD yang digunakan saat bekerja?

Pemeriksaan fisik

Ttv dalam batas normal


Pemeriksaan penunjang
rontgen thorax dalam batas normal

Keluhan terbanyak berupa kesulitan

berkonsentrasi dan mengingat. Selain itu,


pasien dapat melaporkan sakit kepala, kepala
terasa ringan, vertigo, pandangan buram,
koordinasi buruk,tremor dan kelemahan
ekstremitas.
Pada kasus yang lebih berat, keluhan yang
disampaikan berupa kesulitan memperhatikan
dan mengorganisasi kemampuan disertai
depresi secara umum, cepat tersinggung, dan
rasa lelah.

Pajanan yang dialami :


solvent
Pelarut (solvent) pada umumnya adalah zat

yang berada pada larutan dalam jumlah yang


besar, sedangkan zat lainnya dianggap
sebagai zat terlarut (solute).
Pelarut adalah benda cair atau gas yang
dapat melarutkan benda padat, cair, atau gas,
yang menghasilkan sebuah larutan.

Hubungan Pajanan Dengan


Penyakit
Cara masuk zat kimia ke dalam tubuh
Inhalasi
Pencernaan (Ingesti)
Kulit
Mata

Faktor yang mempengaruhi toksisitas:


Karakteristik kimiawi: komposisi, derajat
toksisitas
Karakteristik fisik: ukuran partikel, metode
formulasi,suhu proses
Karakteristik pajanan: dosis pajanan, frekuensi
dan durasi
Lingkungan kerja: suhu dan kelembaban,
tekanan udara, penerangan,
Ketentuan individu

Jumlah pajanan
Intoksikasi benzene:
Benzena, yang dikenal dengan nama lain C6H6,
PhH, dan benzol, adalah senyawa kimia organik
yang merupakan cairan tak berwarna dan
mudah terbakar serta mempunyai bau yang
manis. Benzena adalah sejenis karsinogen.
Benzena adalah salah satu komponen dalam
bensin dan merupakan pelarut yang penting
dalam dunia industri terutama sebagai lem
pada industri sepatu

Pada keterpajanan kronik, benzen dapat

menyebabkan depresi sum-sum tulang dan


anemia aplastik fatal, tetapi hal ini tidak
memperlihatkan keterpajanan singkat
terhadap penggunaan pelarut

Faktor individu
Permasalahan penggunaan solvent bertumpu

pada dua hal yaitu kuantitas jumlah pekerja


yang sangat besar dan secara kualitas kurang
memadai karena faktor pendidikan yang
umumnya rendah sehingga tidak jarang
pekerja tidak membaca petunjuk pengunaan
solvent

Faktor di luar pekerjaan


Dari gaya hidup
Pekerjaan di luar pabrik

Diagnosis oklupasi
Intoksikasi solvent e.c PAK

Pencegahan Keracunan
Pelarut
Mempunyai pengetahuan akan bahaya dari setiap bahan kimia/zat

pelarut sebelum melakukan analisis, bisa melihat pada MSDS.


Simpanlah semua bahan kimia/zat pelarut pada wadahnya dalam
keadaan tertutup dengan label yang sesuai dan peringatan bahayanya.
Jangan menyimpan bahan kimia/zat pelarut berbahaya dalam wadah
bekas makanan/minuman, gunakanlah botol reagen.
Jangan makan/minum atau merokok didekat zat pelarut terutama di
laboratorium.
Gunakan lemari asam untuk bahan-bahan yang mudah menguap dan
beracun.
Gunakan alat pelindung diri ketika berhubungan dengan pelarut,
terutama masker, sarung tangan dan jas laboratorium.
Mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan bila terjadi keracunan
pelarut

Kesimpulan
Dari hasil 7 langkah diagnosis PAK

disimpulkan bahwa laki laki usia 30 th


tersebut mengalami intoksikasi solven karena
pasien bekerja tanpa mengenakan apd
selama 10 tahun dan kita tahu bahwa benzen
biasanya menyebabkan gejala intoksikasi jika
seseorang terpajan dalam kurun waktu yang
lama