Anda di halaman 1dari 19

Poliomyelitis

Anamnesis
Identitas
Keluhan utama
RPS
RPD
RPK

Pada anamnesis penderita poliomielitis akan

didapatkankeluhan antara lain :


Demam
Sakit Kepala
Muntah
Peradangan TenggorokanSulit buang air besar
Nyeri
Kelumpuhan
Riwayat Imunisasi Polio

Pemeriksaan Reflek Fisiologis


Reflek fisiologis adalah mucle strectch

reflexes (reflek regang otot) sebagai jawaban


atas rangsangan dimana respon tersebut
muncul pada orang normal.
Pemeriksaan reflek fisiologis dilakukan pada
kasus orang yang mudah lelah, sulit berjalan,
kelumpuhan, kesemutan, nyeri otot anggota
gerak, gangguan atrofi otot anggota gerak ,
nyeri punggung atau pinggang dan gangguan
fungsi otonom.

Pemeriksaan Reflek Patologis


Pemeriksaan reflek patologis merupakan respon

yang tidak umum dijumpai pada individu normal


Jenis
Hoffman Trommer

Reaksi fleksi dan adduksi ibu jari disertai dengan


fleksi telunjuk dan jari-jari lainnya.
Babinski
Pemeriksa menggores bagian lateral telapak kaki
dengan ujung palu reflek. Reaksi yang terjadi
pada penderita dorsofleksi ibu jari kaki disertai
plantarfleksi dan gerakan melebar jari-jari lainnya.

Pemeriksaan Penunjang
Viral Isolation
Uji Serologi
Cerebrospinal Fluid (CSF)
Pemeriksaan Radiologis

Etiologi
Poliomielitis disebabkan oleh infeksi virus dari genus

enterovirus yang dikenal sebagai poliovirus


(PV).Strukturnya sederhana, tersusun oleh satu genom
RNA yang terbungkus protein yang disebut capsid.
Ada 3 serotipe yang telah diidentifikasi yakni tipe 1
(PV1, Bruhilde), tipe 2 (PV2, Lansing) dan tipe 3 (PV3,
Leon).
PV1 adalah strain yang paling sering ditemukan, dan
paling sering menyebabkan kelumpuhan.
Masa inkubasi biasanya antara 7-10 hari, tetapi
kadang-kadang terdapat kasus dengan inkubasi antara
3-35 hari

Epidemiologi
Sejak tahun 1980, Indonesia telah mengenal

program imunisasi polio dengan Oral Polio


Vaccine (OPV). Dan sejak tahun 1990 telah
mencapai UCI (universal of child
immunization).

Patofisiologi

Gejala klinis
Gejala lumpuh layuh (paralisis) yang dapat

ditemukan pada anak, gejalanya bervariasi


antara lain :
Berjalan pincang atau tidak dapat berjalan
Tidak dapat meloncat menggunakan satu kaki
Tidak dapat berjongkok lalu berdiri lagi
Tidak dapat berjalan pada ujung jari atau tumit
Tidak dapat mengangkat kakinya saat ditempat

tidur
Terasa lemas, tidak ada tahanan
Kaki mengecil (atrofi otot)

Pada setiap anak yang datang dengan panas

disertai dengan kesulitan menekuk leher dan


punggung, kekakuan otot yang diperjelas
dengan tanda head drop, tanda tripod saat
duduk, tanda brudzinsky dan Kernique, harus
dicurigai adanya poliomyelitis

Diagnosis banding
Sindroma guillain-barr (neuritis infeksiosa)

Adalah penyakit saraf yang disebabkan system imun


tubuh yang menyerang sel saraf.
Gejala klinis neuritis infeksuosa:
a.Kelumpuhan pada anggota gerak, biasanya simetris
b.Adanya penurunan kerja otot pernafasan dan
pencernaan.
c.Tidak ada demam saat onset
d.Arefleksia/tidak ada reflek
e.Progresifitas dalam beberapa hari sampai 4 minggu

Mielitis transversa

Myelitis transversalis adalah suatu proses


inflamasi akut yang mengenai suatu area pada
medulla spinalis. (Krishnan dan Kerr D, 2004).
Gejala klinis:
a.Bersifat akut
b.Disertai demam
c.Simetris
d.Mati rasa

Botulisme

Adalah suatu penyakit saraf yang disebabkan bakteri


clostridium botulinum yang biasanya terdapat pada
makanan kaleng.
Gejala klinis:
a.Progresifitas 24 jam setelah toksin masuk
b.Disertai mual dan muntah
c.Reflek pupil berkurang
d.Penglihatan ganda
e.Terjadi pelemahan otot tungkai dan pernafasan
f.Sensibilitas menurun

Terapi
Terapi supportif
Tujuan utama pengobatan adalah mengontrol

gejala sewaktu infeksi berlangsung

Vaksin Polio
Oral Polio Vaccine (OPV)
Vaksin ini dibuat dengan virus polio yang
dilemahkan
Vaksin Polio oral diberikan pada bayi baru lahir
sebagai dosis awalKemudian diteruskan dengan
imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan yang
diberikan tiga dosis terpisah dengan interval 68 minggu. Satu dosis sebanyak 2 tetes (0.1 ml)
diberikan per oral pada umur 2-3 bulan dapat
diberikan bersama vaksin DPT dan Hib

Inactivated Polio Vaccine (IPV)


Vaksin tipe ini berisi PV 1,2,3 yang dibiakkan
pada sel-sel vero ginjal kera dan diinaktivasi
dengan formaldehid. Pada vaksin tersebut juga
ada neomisin, streptomisin dan polimiksin B
Dosis 0.5 ml dengan suntikkan subkutan dalam
3 kali berturut-turut dengan jarak 2 bulan
antara masing-masing dosis akan memberikan
imunitas jangka panjang

Prognosis
Hasil akhir dari penyakit ini tergantung

bentuknya dan letak lesinya. Jika tidak


mencapai korda spinalis dan otak, maka
kesembuhan total sangat mungkin.
Keterlibatan otak dan korda spinalis bisa
berakibat pada paralysis atau kematian
(biasanya dari kesulitan bernafas)

Kesimpulan
Poliomyelitis adalah penyakit yang sangat menular

yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyerang


pusat saraf dan bisa menyebabkan paralysis total
Gejala bervariasi dari asimtomatik (silent), sampai
gejala nonspesifik seperti demam, kelelahan, sakit
kepala, muntah kaku kuduk, nyeri pada ekstremitas.
Cukup sering bermanifes hingga terjadi paralysis
atau kelumpuhan.
Terapi pada poliomyelitis hingga kini belum ada.
Yang bisa dilakukan adalah penanganan suportif
saja