Anda di halaman 1dari 63

LUKA

DAN
PERLAKUANNYA

Dr. M. Jailani SpBP

07/11/16

Luka adalah hilangnya


kontinuitas jaringan yang dapat
diakibatkan oleh trauma tumpul ,
trauma tajam dan luka yang
sengaja dibuat yaitu luka operasi

07/11/16

Perlakuan terhadap luka sangatlah penting


mengingat semua bahan yang ada pada luka
akan berakibat pada fase penyembuhan luka
Untuk itu perlu dipahami;
1.
Proses atau Fase-fase penyembuhan luka,
2.
Mengenal material yang dipakai pada jenis
jaringan.
3.
Tehnik yang digunakan.
Lamanya benang diangkat diri kulit.
07/11/16

Proses Penyembuhan Luka.

Merupakan rangkaian peristiwa yang


rumit. Proses penyembuhan luka
dapat dibagi dalam 3 fase(4.5

07/11/16

Fase1.
Lag,Substrat,Inflamasi.
Segera setelah terjadinya luka akan terjadi
vasokonstriksi pembuluh darah yang disebabkan
oleh katekolamin dari sistem saraf simpatis.
Retraksi pembuluh darah dan reaksi hemostasis
dari agregasi trombosit bersama jala fibrin dalam
usaha menghentikan perdarahan. Platelet akan
menempel ke kolagen , kemudian akan terjadi
agregasi trombosit dan degranulasi.
Fase ini dapat berlangsung sampai hari ke 5 sejak
terjadinya luka. Vaskularisasi baru akan
diselesaikan dalam 6-7 hari (2) . Akan tetapi
pertumbuhan selesai dalam tempo 12-16 hari.
07/11/16

07/11/16

07/11/16

Fase2. Proliferasi, Fibroplasi,


Regenerasi, Kolagen.

Fibroblas pada fase ini sangat menonjol


perannya.
Fibroblas membentuk kolagen. Jenis
fibroblas yang muncul dalam luka memiliki
ciri khas yaitu lebih mobil dari pada fibroblas
yang tidak aktif (2.4.5) . Jenis ini dapat
berkontraksi. Migrasi sel-sel fibroblas
didorong oleh transforming growth factor
beta (TGF).

07/11/16

Serat kolagen yang terbentuk


menyebabkan adanya pertautan luka.
Sintesis kolagen berlangsung
maksimal antara 14 sampai 21 hari.
Setelah hari ke 21 kecepatan sintesis
dan kepadatan kolagen dalam luka
kembali pada tingkat normal (2).

07/11/16

Fase 3.
Maturasi, Remodelling,
Resorbsi, Diferensiasi.

Fase ini dimulai pada minggu ke 3 sampai


terjadinya pematangan parut luka kira-kira 69 bulan atau lebih dari 1 tahun ditandai
dengan perubahan parut menjadi tipis,
lemas, pucat, tidak nyeri dan gatal. Levenson
dkk mengamati terjadinya perubahan
histologi pada kolagen. Kolagen yang terjadi
pada hari ke 5 masih tipis, dengan fibril-fibril
yang tidak teratur, dalam beberapa minggu
atau bulan diameter fibril meningkat dan
(2.8.).
07/11/16 serabutnya menjadi kompak
10

Kolagen.

Kolagen adalah serabut protein yang berdiameter 1-12 mikron


(sebesar eritrosit). Didalam jaringan pengikat longgar biasanya
berjalan bergelombang.
Kolagen dibentuk oleh mikrofibril
(tropokolagen) yang
merupakan polimerisasi dari mikromolekuler yang dihasilkan oleh
fibroblas. Sel ini banyak terdapat dalam jaringan ikat longgar,
bentuknya relatif besar, memiliki tonjolan tonjolan yang
berfungsi sebagai pembentuk protein interseluler yang disebut
sebagai kolagen .
Sekurang-kurangnya terdapat 13 tipe kolagen
dalam jaringan mamalia(1.9).

07/11/16

11

Rangkaian asam amino dari


tripel heliks.

07/11/16

12

Sintesis Kolagen.

07/11/16

13

Histamin.

07/11/16

Histamin atau Beta-Imidazoliletilamin ialah 4(2aminoetil)-imidazol, yang dibentuk dari asam


amino histidin oleh pengaruh enzim histidin
decarboxilase (11). Histamin adalah suatu
persenyawaan endogen yang disintesis,
disimpan dan dilepaskan terutama oleh sel
mast dalam jaringan trauma ataupun sel basofil
dari dalam sistem sirkulasi, setelah dilepas
akan memberikan efek-efeknya pada berbagai
jaringan dan alat-alat tubuh (12).
14

Antihistamin.

07/11/16

Semua antihistamin memiliki efek anti alergi dan


karena itu digunakan untuk pengobatan reaksireaksi alergi termasuk udem dan reaksi obat
dan reaksi transfusi. Peninggian permiabilitas
kapiler dan udem akibat histamin dapat
dihambat dengan efektif oleh Antihistamin1
(AH1). Reseptor histamin H2 berperan dalam
efek histamin terhadap sekresi asam lambung,
perangsangan jantung. Beberapa jaringan
seperti otot polos pembuluh darah mempunyai
kedua reseptor yaitu H1 dan H2 (11.12.14.15).
15

Efek pelepasan histamin dalam tubuh dapat dihilangkan /


dikurangi dengan beberapa cara (15).
1. Antagonis fisiologis, Epinefrin mempunyai kerja berlawanan
terhadap histamin pada otot polos melalui reseptor yang
berbeda. Hal ini penting diklinik karena pemberian epinefrin
menyelamatkan penderita pada anafilaksis sistemik yang
disebabkan adanya pelepasan histamin yang masif.
2.
Cromolyn sodium mempunyai sifat stabilisasi membran
mast sel atau pun sel basofil sehingga mencegah pelepasan
histamin.
3.
Menghambat kerja enzim L-histidin decarboxylase yang
berperan merubah asam amino histidin menjadi histamin,
contohnya Glucocorticoid.

4. Menghilangkan efek histamin dengan cara kompetitif pada reseptor


histamin, contohnya Antihistamin.

07/11/16

16

Menjahit luka
Mempertautkan luka dari kondisi diskontinuitas
ke posisi se anatomis nya.
Syarat;
1. Debridement luka.
a. Eksisi tepi luka yang nekrotik.
b. Mengurangi jumlah kuman dalam luka.
2. Pertautkan luka.

07/11/16

17

TEHNIK MENJAHIT.
Needle Holder.
Yang pertama dipahami adalah mengenal secara
umum jenis Needle Holder,
Penjepit jarum pada ujung NH ini ada jenis kasar
dan halus, yang kasar buasanya dipakai untuk
benang yang besar dan yang halus dipakai
untuk no. benang antara 4-0 sampai 7-0. Ini
utntuk menjaga agar NH tidak rusak.

07/11/16

18

07/11/16

19

07/11/16

20

Orientasi Needle dan Eversi


Luka.

07/11/16

Memasukkan jarum pada tepi luka harus


dengan sudut 90 derajat dari atas luka
agar pertautan luka setelah dibuat simpul
menjadi rapat dan simetris, jarak tempat
jarum masuk dan jarum keluar harus
sama demikian pula ketebalannya.

21

07/11/16

22

Ketegangan Jahitan dan Simpul


Pengaman.

07/11/16

Benang monofilament biasanya licin dan


saat membuat simpul akan kembali longgar.
Untuk itu simpul pertama dibuat dua kali
putar ( two throws ), simpul kedua dibuat
satu putar dan simpul ketiga juga satu putar.
Simpul kedua yang menentukan tingkat
ketegangan yang kita kehendaki sementara
simpul ketiga untuk menjaga simpul kedua,
atau sering disebut simpul akhir atau simpul
mati.
23

07/11/16

24

07/11/16

25

Simple Interrupted Suture.

07/11/16

Jahitan ini paling disukai untul daerah


yang sedikit bergerak, sebaiknya daerah
subcutis dilindungi terlebih dahulu dengan
benang yang cepat serap, agar saat
benang dibuka luka masih terjaga oleh
benang subkutis. Simple Interrupted dapat
mengatur jarak atau sudut eversi luka.

26

07/11/16

27

Vertical Mattress Suture.

07/11/16

Cara ini sering dipakai pada kondisi kulit yang


tidak sejajar, ketebalan antara kedua sisi luka
tidak sama tinggi. Sebaiknya antara dua jahitan
Vertical Mattress diselingi oleh jahitan simple
interrupted karena luka masih tetap tebuka
antara dua simpul tersebut

28

07/11/16

29

Horizontal Mattress Suture.

07/11/16

Cara ini adalah mempertautkan luka


dengan tidak membuat benang
menyeberang garis luka. Cara ini sering
dipakai untuk jaringan yang terkontaminasi
dan tepi luka miskin pembuluh darah, sering
diantara dua jahitan ditambah dengan
Simple Interrupted.

30

07/11/16

31

Running Suture.

07/11/16

Suatu jahitan yang terus menerus untuk


mempertautkan luka. Jahitan pertama
dibuatkan simpul dan jahitan terakhir juga
dibuatkan simpul, kelemahan cara ini
adalah tidak semua tepi luka berada
dalam posisi eversi. Jarang dipakai pada
luka yang terkontaminasi. Ada dua bentuk
cara ini yaitu;
1.Simple running suture.
32

1.Simple running suture.

07/11/16

33

2. Running Locked suture.

07/11/16

34

Intradermal Buried Suture.

Simpul jahitan diletakkan pada bagian bawah


jahitan kulit.

07/11/16

35

Running Subcuticular Suture

07/11/16

Semua jahitan diletakkan dibawah kulit


secara terus menerus sejak simpul
pertama sampai simpul akhir cara ini
dilakukan dengan benang absorbable,
sebaiknya dilakukan dengan benang
nonabsorbable tetapi simpul pertama
berada diluar kulit dan simpul terakhir
juga berada diluar kulit.

36

07/11/16

37

07/11/16

38

07/11/16

39

07/11/16

40

07/11/16

41

07/11/16

42

07/11/16

43

07/11/16

44

07/11/16

45

07/11/16

46

07/11/16

47

07/11/16

48

07/11/16

49

07/11/16

50

07/11/16

51

07/11/16

52

07/11/16

53

07/11/16

54

07/11/16

55

07/11/16

56

07/11/16

57

07/11/16

58

07/11/16

59

07/11/16

60

07/11/16

61

Yang terbaik

jangan buat luka


kalau tidak perlu

07/11/16

62

07/11/16

Dr. M. Jailani SpBP

63