Anda di halaman 1dari 12

Rangkaian Arus dan

Tegangan AC
ANANDA AZARIA ZANDRA
DHIA FEBRIAN AKBAR
I DEWA GEDE RYAN ANDHIKA
IZDIHAR FAKHRIYAH
M. IQBAL
SHAFIRA RIZKI ANANDA
KELOMPOK III - XII MIPA 5

A. Rangkaian Hambatan Murni (R)


Fungsi tegangan V dan kuat arus I
V Vm sin t
i im sin t

Hubungan antara V dan I


Sepassa/fasenya sama
( perhatikan diagram fasor
Vektor V dan vektor I searah

B. Rangkaian Induktor ( L )
Sebuah kumparan induktor
mempunyai induktansi diri L
dipasangkan tegangan bolakbalik V, maka pada ujung2
kumparan timbul GGL induksi
V Vm sin t
i im sin(t 12 )
Hambatan induktif XL
mempunyai harga :

X L .L 2f .L

XL = hambatan induktif (Ohm)


Hub. Antara Vdan I berbeda
fase 1/2 dengan I
tertinggal thd.V

C. Rangkaian Hambatan Kapasitif


Sebuah kapasitor dengan kapasitas C dihubungkan
dg tegangan bolak-balik V, maka
pada kapasitor itu
menjadi bermuatan, sehingga pada plat2nya mempunyai
beda potensial

V Vm sin t

Q
V
C
i im sin(t 12 )

Besar hambatan kapasitif XC :


XC

1
1

.C 2f .C

Hub. Antara V dan I berbeda


Fase 1/2 dengan mendahului
Thd. V

D. Rangkaian R-L Seri


Hambatan seri R dan XL dihubungkan dg teg. bolak-balik V.
Hukum Ohm I :
VR V= Tegangan
pada R
iR

VL = Tegangan pada XL

BesarVtegangan
total V ditulis secara vektor :
L iX L

V VRR dan
VL XL juga dijumlahkan secara vektor :
Hambatan

Z = impedansi (Ohm)
2

2
Z

R
XL
Kuat arus ygmengalir
pada

rangkaian ini adalah :

V
R2 X L

E.

Rangkaian R-C Seri

Hambatan seri R dan XC dihubungkan dg teg. AC


Hukum Ohm I :
VR iR

VC VRiX=C Tegangan pada R

VC = Tegangan pada XC

Besar tegangan total V ditulis secara vektor :


2

V VR VC

Hambatan R dan XC juga dijumlahkan secara vektor :


Z R2 X C

Z = impedansi (Ohm)

V
Z

Kuat
i arus
yg mengalir pada rangkaian ini adalah :
R2 X C

F. Rangkaian R-L-C Seri


Hambatan seri R, XL dan XC dihubungkan dg teg. AC.
Hukum
Ohm I :
VR iR
VL iX L
VC iX C

VR = Tegangan pada R
VC = Tegangan pada XC
VL = Tegangan
pada XL2
2

Besar tegangan total V

V VR (VL VC )

Z R 2 ( X L X C )2

Hambatan total Z = R+ XL+ XC


Z = impedansi (Ohm)

V
V

Kuat
Z arus
R 2 yg
( X Lmengalir
X C )2
i

pada rangkaian

G. Rangkaian Resonansi
Jika dalam rangkaian RLC seri XL = XC maka
Z R2 0 R

Arus efektif pada rangkaian akan mencapai harga


terbesar yaituV pada
i

Dikatakan rangkaian dalam keadaan resonansi. Dalam hal


ini berlaku X L X C
1
L
C

1
Jadi frekuensi
resonansinya
adalah
f
2 LC

Hubungan antara harga maksimum dan efektif


im
Vef = tegangan efektif (V)
ief
2
Vm = tegangan maksimum (V)
Vm
Vef
ief = arus efektif (A)
2
im = arus maksimum (A)

2im antara harga maksimum dan rata-rata


Hubungan
i
r

2V
Vr m

Vr = tegangan rata-rata (V)

Vm = tegangan maksimum (V)


ir = arus rata-rata (A)
im = arus maksimum (A)

H. Daya Arus Bolak-balik


Daya dalam arus searah dirumuskan P = V.i, dengan V dan i
harganya selalu tetap.
Tetapi untuk arus bolak-balik daya listriknya dinyatakan
sebagai : perkalian antara tegangan, kuat arus dan faktor
daya.

P Vi cos

atau

Dengan :
P = daya listrik bolak-balik (Watt)
V = tegangan efektif (V)
i = kuat arus efektif (A)
Z = impedansi rangkaian (Ohm)
Cos = faktor daya =

cos

R
Z

P i 2 Z cos

Lanjutan Contoh Soal


1.

4.Pada rangkaian RLC seri dengan


R = 40 Ohm, XL = 50 Ohm, dan XC
= 20 Ohm, disambungkan dengan
sumber tegangan bolak-balik yang
mempunyai tegangan efektif 110
V. Tentukan daya yang digunakan
oleh seluruh rangkaian.

Fasor
Fasor adalah sebuah vektor yang yang
berotasi dalam arah yang berlawanan
dengan arah perputaran jarum jam
dengan laju sudut konstan yang sama
dengan frekuensi sudut dari gerak
sinusoidal tersebut.