Anda di halaman 1dari 22

PENERAPAN PRIMARY

HEALTH CARE DI
PUSKESMAS TEMPEL 1
Oleh: Kelompok 1

Sedikit tentang PHC ~~~

Pelayanan kesehatan primer (primary health carePHC) adalah pelayanan kesehatan pokok berdasarkan
metode yang dapat diterima secara umum baik oleh
individu maupun keluarga dalam masyarakat, melalui
partisipasi, serta biaya yang dapat dijangkau oleh
masyarakat untuk hidup mandiri (self reliance) dan
menentukan nasib sendiri (self determination)
Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD)
adalah konsep PHC di Indonesia

Unsur PHC
Mencakup upaya-upaya dasar
kesehatan
Melibatkan peran serta masyarakat
Melibatkan kerjasama lintas sektoral

Prinsip PHC
Pemerataan upaya kesehatan
Penekanan pada upaya preventif
Menggunakan teknologi tepat guna
Melibatkan peran serta masyarakat
Imunisasi terhadap penyakitpenyakit infeksi

Elemen-Elemen PHC
Dalam pelaksanaan PHC harus memiliki 8
elemen essensial yaitu :
Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara
pencegahan penyakit serta pengendaliannya
Peningkatan penyediaan makanan dan perbaikan
gizi
Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar
Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB
Imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama
Pencegahan dan pengendalian penyakit endemis
setempat
Pengobatan penyakit umum dan rudapaksa
Penyediaan obat-obat essensial

Hasil Identifikasi

Puskesmas Tempel 1 melaksanakan dua upaya pelayanan


kesehatan yaitu Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) tingkat
pertama dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat
pertama.
UKP (Upaya Kesehatan Perorangan)
Pemeriksaan Umum
Kesehatan Gigi dan Mulut
KIA/KB Yankes termasuk pelayanan imunisasi dan vaksin
Gizi Klinik
Kefarmasian
Laboratorium
Konsultasi Psikologi
Layanan kegawatdaruratan di ruang tindakan

Pelayanan di Puskesmas Tempel 1 yang


hanya melayani rawat jalan dilakukan
dengan jadwal sebagai berikut:
Senin kamis pukul 08.00 13.15 WIB
Jumat pukul 08.00 11.00 WIB
Sabtu pukul 08.00 11.15 WIB
Jadwal pelayanan di Puskesmas Tempel 1

Di puskesmas Tempel 1 juga melayani asuransi


kesehatan seperti jamkesmas, jamkesda, jamkesta,
BPJS, dan PBI.
Di Puskesmas Tempel 1 sebagian besar masyarakat
menggunakan jamkesta, hal ini disebabkan karena
pendapatan masyarakat di sekitar Puskesmas Tempel
1 lebih tinggi jika dibandingkan dengan puskesmas
Tempel 2.
Selain itu, puskesmas Tempel 1 juga memberikan
pelayanan khusus yaitu dengan langsung mengurus
kepemilikan jamkesda untuk bayi baru lahir, walaupun
bayi tidak dilahirkan di Puskesmas Tempel 1.

UKM ( Upaya Kesehatan Masyarakat), dibagi menjadi dua:


1. UKM Essensial
Promosi kesehatan, yang terdiri dari kegiatan:
Posyandu balita
Pos Binaan Terpadu (Posbindu)
Penyehatan lingkungan, yang terdiri dari kegiatan:
Kecamatan sehat yang meliputi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM), pengolahan air limbah, pengadaan jamban.
Sekolah bebas narkoba
Dusun bebas narkoba dan kawasan tanpa asap rokok
Pemberantasan penyakit
Untuk pencegahan penyakit melalui rapat koordinasi pimpinan
(Rakorpim) yang menyampaikan informasi pengendalian penyakit
kepada camat dan lurah, kemudian disampaikan pada masyarakat
melalui pertemuan kader dan posyandu untuk pengendalian dan
pemberantasan melalui protab yang berlaku tergantung jenis
penyakit. Ada pula upaya pencegahan penyakit dari Puskesmas
Tempel 1 dengan kegiatan:
Desa Universal Child Imunization (UCI)
Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk anak kelas 1 SD
Perbaikan gizi masyarakat, contoh kegiatannya seperti; Pemberian
Makanan Tambahan (PMT) untuk Penanganan Gizi Buruk
KIA-KB Kespro, contohnya seperti pelayanan kunjungan rumah dan
kunjungan neonatus

Untuk tempat rujukan, Puskesmas Tempel


1 bekerjasama dengan sembilan rumah
sakit diantaranya Queen Latifa, RSUD
Sleman, Grhasia, AT-Turots untuk
mengatasi penyakit berat yang tidak
dapat ditangani.
Dana untuk pelayanan di puskesmas
berasal dari pemerintah pusat.
Kendala yang biasanya dialami adalah
dana yang berasal dari kabupaten tidak
didapatkan sesuai dengan jadwal yang
sudah ditentukan

2. UKM Pengembangan
Kesehatan lansia khusus diperhatikan karena
alasan:
Angka Harapan Hidup di Kabupaten Sleman
mencapai 76 tahun, sehingga diharapkan lansia
juga dapat menjaga kesehatannya
Kunjungan lansia di Puskesmas Tempel 1 terus
meningkat dari tahun 2014 ke 2015
Menghindarkan lansia dari pola 10 besar
penyakit UKM ini terdiri dari kegiatan seperti
Posyandu Lansia

Primary Health Care (PHC) di Puskesmas Tempel 1


juga melibatkan kerjasama lintas sektoral. Wilayah
Puskesmas Tempel 1 yang mencakup empat Desa
yaitu Mororejo, Margorejo, Mardikorejo, Lumbungrejo
dengan 55 Dusun tentunya membutuhkan kerjasama
dari perangkat desa dalam menjalankan pelayanan
kesehatan pada masyarakat di wilayah tersebut.
Sarana kesehatan yang terdapat disana yaitu dua
Puskesmas Pembantu yang terdapat di Mororejo dan
Margorejo yang dijalankan oleh satu dokter, satu
perawat, dan satu bidan sebagai puskesmas
pembantu di daerah tersebut.
Selain itu juga diadakannya satu pos kesehatan di
Lumbungrejo, 60 posyandu balita, 32 posyandu
lansia, dan dua posbindu yang tentunya
membutuhkan peran dari kader dan pihak desa yang
mengadakan pada waktu yang telah ditentukan.

Puskesmas Tempel 1 juga bekerjasama dengan KUA,


Kodim, BNN Kabupaten, sekolah dan Kepolisian.
Kerjasama dengan KUA erat kaitannya dengan
pemberian imunisasi TT untuk calon pengantin dan
konseling pra-nikah.
Kerjasama dengan Kodim meliputi diadakannya program
KB kesehatan TNI yang diadakan satu tahun sekali.
Kerjasama dengan BNN Kabupaten yaitu ikut serta
dalam program kesehatan Desa Bebas Narkoba dan
Asap Rokok, kegiatan tersebut sudah terlaksana di
Dusun Plumbon Tengah, Margorejo, Tempel.
Kerjasama dengan sekolah meliputi program kegiatan
Dokter Kecil, UKS, dan Puskesmas Keliling.

PEMBAHASAN

Perbandingan teori dengan realisasi di lapangan (puskesmas Tempel 1)

Unsur PHC

Teori unsur
PHC

Hasil identifikasi/realisasi puskesmas

Mencakup
upaya-upaya
dasar
kesehatan

Upaya-upaya dasar kesehatan yang dilakukan di


Puskesmas Tempel 1 dengan kegiatan pelayanan
kesehatan tingkat pertama pada pasien sesuai dengan
penyakitnya. Adapun pelayanan kesehatan tingkat
pertama di Puskesmas Tempel 1 meliputi poli umum,
poli gigi, poli kesehatan ibu dan anak, poli gizi, poli
lansia, dan ruang konsultasi psikologi.

Melibatkan
peran serta
masyarakat
dalam
meningkatkan
kesehatan yang
lebih baik

Puskesmas Tempel 1 ikut serta dalam pelaksanaan


kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat di
bidang kesehatan, seperti Posyandu Balita, Posyandu
Lansia, Posbindu, dan UKM lainnya.

melibatkan
Puskesmas Tempel 1 bekerjasama dengan beberapa
kerjasama lintas sektor seperti KUA, Kodim, BNN Kabupaten, sekolah

Prinsip PHC
Teori prinsip
PHC

Hasil identifikasi/realisasi di puskesmas

Pemerataan
upaya
kesehatan

Upaya pemerataan kesehatan di daerah


ampuan puskesmas telah terbukti dengan
adanya program pelayanan kesehatan yang
menyeluruh, misalnya dengan adanya
Puskesmas Pembantu (Pustu), posyandu bayi
dan lansia, posbindu, dan lainnya.

Penekanan
pada upaya
preventif

Upaya preventif dilakukan dalam bentuk


kegiatan, misalnya kunjungan rumah oleh
petugas kesehatan lingkungan untuk
meninjau lingkungan masyarakat mengenai
rumah sehat, penanganan limbah rumah
tangga, air bersih, dan penanganan jentikjentik nyamuk penyebab penyakit Malaria
dan DBD yang dilakukan di desa.

lanjutan
Menggunakan teknologi tepat
guna

Puskesmas Tempel 1 telah


menggunakan teknologi tepat
guna sudah dilaksanakan sesuai
dengan arahan bidang pada
pengendalian penyakit dan
penyehatan lingkungan (P2PL)

Melibatkan peran serta


masyarakat

Peran serta masyarakat dalam


kegiatan pelayanan kesehatan
sangat baik, terbukti dengan
adanya 461 kader yang aktif ikut
serta dalam posyandu dan
pastisipasi masyarakat juga aktif
dalam setiap kegiatan pelayanan
kesehatan.

Imunisasi terhadap penyakitpenyakit infeksi

Puskesmas Tempel 1 aktif dalam


kegiatan imunisasi terhadap
penyakit- penyakit infeksi,
terbukti dengan keikutsertaannya

Elemen PHC

Teori elemen PHC

Hasil identifikasi/realisasi di
puskesmas

Pendidikan mengenai masalah


kesehatan dan cara
pencegahan penyakit serta
pengendaliannya

melalui kegiatan UKS, dokter kecil,


dan sekolah bebas narkoba.

Peningkatan penyediaan
makanan dan perbaikan gizi

melalui pemberian makanan


tambahan pada saat posyandu
balita

Penyediaan air bersih dan


sanitasi dasar

melalui kecamatan sehat yang salah


satu kegiatannya dengan STBM
(sanitasi total berbasis masyarakat)

Kesehatan Ibu dan Anak


termasuk KB

melalui kegiatan posyandu balita,


imunisasi, dan KB di puskesmas

lanjutan
Imunisasi terhadap penyakitpenyakit infeksi utama

melalui kegiatan posyandu balita,


imunisasi, dan KB di puskesmas

Pencegahan dan pengendalian


penyakit endemis setempat

melalui kegiatan Sanitasi Total


Berbasis Masyarakat (STBM) untuk
mencegah penyakit seperti malaria
(penyakit endemis).

Pengobatan penyakit umum


dan luka-luka

diterapkan dengan adanya poli


umum dan UGD di puskesmas
Tempel 1

Penyediaan obat-obat
essensial

dilakukan melalui pemenuhan obat


di apotek atau bagian farmasi
Puskesmas Tempel 1.

Untuk program hanya asuransi kesehatan,


pos kesehatan, dan kader kesehatan yang
telah dijalankan oleh Puskesmas Tempel 1.
Namun, Puskesmas Tempel 1 juga
mengembangkan program di luar program
yang terdapat di teori PHC seperti
pengembangan posyandu lansia,
kecamatan sehat, sekolah bebas narkoba,
dan lain-lain.

Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) yang


menjadi konsep PHC di Indonesia juga digerakkan oleh
Puskesmas Tempel 1.
Kegiatan pelayanan kesehatan yang pelaksanaannya
didasarkan melalui sistem pelayanan puskesmas, seperti
kecamatan sehat dan desa bebas narkoba dan tanpa asap
rokok yang mengikutsertakan anggota masyarakat berhasil
menimbulkan kesadaran secara aktif untuk membantu
mengembangkan usaha-usaha kesehatan di Desanya.
Desa tersebut memenangkan lomba karena usaha kreatif
yang mereka kembangkan salah satunya adalah pengelolaan
sampah, kemudian desa tersebut memasang jaringan internet
nirkabel (wifi) untuk menjual produk pengelolaan sampah
tersebut secara online.
Hal ini salah satu bukti keberhasilan Puskesmas Tempel 1
yang memulai kegiatan pelayanan kesehatan, kemudian
mendorong timbulnya kreatifitas dan inisiatif setiap individu
atau kelompok masyarakat untuk ikut secara aktif dalam
program-program kesehatan di daerahnya dan menentukan
prioritas program sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
masyarakat yang bersangkutan

Kesimpulan
Dari hasil identifikasi penerapan
pelayanan kesehatan primer (PHC) di
Puskesmas Tempel 1 dapat disimpulkan
bahwa jika dibandingkan dengan teori
yang ada secara umum telah sesuai.
Hal ini disesuaikan dengan aspek tiga
unsur PHC, delapan elemen PHC, prinsip
PHC, program PHC, dan konsep PHC di
Indonesia atau PKMD.

Thank you for your


attention