Anda di halaman 1dari 92

METODE PELAKSANAAN

REHABILITASI GEDUNG PASAR DARMARAJA


DAK BIDANG PERDAGANGAN PASAR

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 2 METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN
BAB 3 SISTEM MANAGEMENT
BAB 4 PENUTUP

BAB 1 PENDAHULUAN

DATA ADMINISTRASI

RINGKASAN ADMINISTRASI KONTRAK


1. NAMA PROYEK

: REHABILITASI GEDUNG PASAR DARMARAJA

2. LOKASI

: KECAMATAN DARMARAJA KABUPATEN SUMEDANG

3. PEMBERI TUGAS

: DINAS KOPERASI UKM KABUPATEN SUMEDANG

4. KONSULTAN PERENCANA

: CV. MITRUST PERKASA

5. PAGU

: RP.

6. WAKTU PELAKSANAAN

: 120 HARI KALENDER

7. SUMBER DANA

: APBD KABUPATEN SUMEDANG TAHUN ANGGARAN


2016

8. JENIS KONTRAK

: HARGA SATUAN

LOKASI PEKERJAAN

LOKASI
PROYEK

MANAJEMEN SITE
SITE LAYOUT

PENJELASAN
Perencanaan lapangan kerja (site planning) dibuat untuk mengatur penempatan peralatan, stok material
dan sarana penunjang lainnya yang akan digunakan dalam pelaksanaan proyek, misalnya: direksi keet,
gudang stok material, dan lain-lain.
Melihat ketersediaan lapangan, pengaturan site installation sangat mempengaruhi operasional proyek,
kenyamanan lingkungan sekitarnya. Dalam menempatkan barang dan material kebutuhan pelaksanaan baik
digudang maupun dihalaman terbuka akan diatur sedemikian rupa sehingga:
Tidak mengganggu kelancaran dan keamanan lingkungan
Memudahkan pemeriksaan dan penelitian bahan-bahan oleh konsultan pengawas
Tidak menyumbat saluran air
Keamanan terjamin
Memudahkan pelaksanaan
Tidak menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja
Terjamin kebersihannya
Penerangan lokasi kerja akan digunakan daya listrik genset. Lalu lintas keluar masuk kendaraan proyek
atau jalan kerja akan diproteksi / dibatasi dengan menggunakan pagar seng sehingga tertutup kemungkinan
terhadap keamanan, ketertiban maupun gangguan di sekitar area proyek. Disamping tersebut diatas, proyek
juga dilengkapi dengan fasilitas:
Tempat cuci roda kendaraan pengangkut tanah
Pekerjaan rutin / tetap untuk menjaga kebersihan dan lalu lintas kendaraan proyek
Urinoir pekerja

Pintu pagar
Stock material dan Los
kerja besi
Los kerja kayu
Gudang
Keet kontraktor
Keet MK & Owner
Pos Jaga
= Pagar Proyek
= Arah masuk mobilisasi alat dan material

Semua
manajemen
proyek akan
ditempatkan
secara terpusat
tepat berada di
angan samping
:
site.

SITE LAYOUT

BAB 2
METODE
PELAKSANAAN

PEKERJAAN PERSIAPAN

MOBILISASI ALAT DAN MATERIAL

Mobilisasi alat dan material menggunakan truck dan mobil pick up


Pada pintu masuk maupun keluar proyek di pasang lampu rotary tanda peringatan
HATI-HATI KELUAR MASUK KENDARAAN PROYEK
Agar lalu lintas tetap terkendali ada petugas flagman yang mengatur lalu lintas keluar masuk
kendaraan proyek.

RENCANA PAGAR SEMENTARA


Pada Proyek ini direncanakan pagar proyek menggunakan pagar seng tinggi 2 m yang .
Seperti terlihat dalam visualisasi berikut dibawah:

Pagar proyek di sekeliling proyek

Pagar proyek di sekeliling proyek

STANDAR FASILITAS SEMENTARA

Direksi Keet Sementara

Fabrikasi bekisting

Fabrikasi besi

Gudang kayu

Stock besi tertata rapi

Kebersihan fabrikasi
bekisting

Stock besi dipisahkan


menurut diameter
masing-masing

Bekisting tertata rapi

Besi yang telah dipabrikasi


Ditata secara rapi

KESESUAIAN METODE TERHADAP SITE


Dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi gedung belakang Dinas KUKM Jawa Barat
pekerjaan akan dimulai dari sisi utara atas sampai barat bawah , hal ini dilakukan untuk
memudahkan manuver alat.

START

FINISH

PEMBUATAN DAN PERSETUJUAN SHOP DRAWING


Shop Drawing adalah detail gambar konstruksi dan harus dipersiapkan sebelum pekerjaan yang
bersangkutan dilaksanakan. Shop Drawing digunakan sebagai acuan bagi pelaksana di lapangan.

Mulai

Pemeriksaan
Shop Drawing
Kontraktor
1 day

Evaluasi & Koreksi


Shop Drawing
Pengawas

Revisi Shop Drawing


Kontraktor

Revisi ?
Tidak
Persetujuan SD
Dikirim kembali
Pengawas
Selesai

2 days

Ya

1 days

PERSETUJUAN DAN PENDATANGAN MATERIAL


Start
Persetujuan
Material
Kontraktor

Pemesanan ke Vendor
Kontraktor

Evaluasi
Material
Pengawas
Tidak

Produksi
Vendor

Disetujui ?
Tidak
Ok
Material yang disetujui
Dikembalikan ke
Pengawas

Check ?
Ok
Dikirim ke lokasi
Vendor

Memeriksa Daftar
Vendor terseleksi
Kontraktor

Standar Penyimpanan
Contractor

Finish

Repair / Reject
Vendor

SETTING OUT/ METODE PENGUKURAN


MULAI
ALAT YANG AKAN DIGUNAKAN:
1.

THEODOLITH

3.

STATIF

2.

WATERPASS

4.

ROLL METER

UKUR JARAK ATAU LEVEL YANG DIMINTA OLEH


SHOP DRAWING YANG TELAH DISETUJUI

BERI TANDA PADA HASIL


PENGUKURAN (CAT
PERMANEN)

PERIKSA HASIL PENGUKURAN

OK
SELESAI

No

PENJELASAN

Proyek REHABILITASI GEDUNG PASAR DARMARAJA ini merupakan paket pekerjaan yang terbagi menjadi :
1.Pekerjaan Persiapan
2.Pekerjaan Bongkaran
3.Pekerjaan Kios Blok A
1.Pekerjaan Tanah
2. Pekerjaan Struktur
3. Pekerjaan Atap dan Rangka Utama
4. Pekerjaan Atap Entrance
4. Pekerjaan Kios Blok B
1.Pekerjaan Tanah
2. Pekerjaan Struktur
3. Pekerjaan Atap dan Rangka Utama
5. Pekerjaan Kios Blok C
1.Pekerjaan Tanah
2. Pekerjaan Struktur
3. Pekerjaan Atap dan Rangka Utama
6. Pekerjaan Elektrikal
7.Pekerjaan Pelengkap
8. Pekerjaan Pengecatan
9. Pekerjaan Finishing

Agar proyek ini dapat berjalan lancar, tepat waktu dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan, maka
adanya koordinasi, pelaksanaan dan metode yang tepat merupakan hal yang sangat diperlukan untuk
pelaksanaan proyek ini. Mengingat lokasi proyek berada di dalam kota, maka harus diperhatikan dan
diminimalisir gangguan terhadap lingkungan sekitar atau kegiatan operasional Pasar Darmaraja, terutama
gangguan suara, getaran, dan lalu lintas.
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 150 hari kalender.

SITE EKSISTING

DIBONGKAR ATAP DINDING DAN PONDASI BANGUNAN

PEKERJAAN STRUKTUR

LANTAI 1
PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN TANAH
LAYOUT GALIAN DAN URUGAN

GALIAN DAN URUGAN TANAH PONDASI

PEKERJAAN GALIAN TANAH PONDASI


1.GALIAN TANAH PONDASI PILE CAP DAN BATU KALI

Penggalian untuk pondasi yang akan dilakukan mempunyai lebar yang cukup untuk
pembangunan dan juga untuk mengadakan pembersihan.
Urutan kerja :
a) Lahan yang akan digali dipersiapkan sebelumnya dengan melakukan pemasangan patok
elevasi panjang, lebar, dan kedalamannya sesuai dengan rencana kebutuhan di lapangan
b) Melakukan pemasangan rambu keamanan untuk menjaga hal-hal yang tidak diharapkan pada
saat pelaksanaan pekerjaan.
c) Penggalian dilakukan secara manual, dengan tenaga tukang.
d) Hasil galian dibuang ke lokasi proyek dengan menggunakan kereta dorong.
e) Penggalian akan dilakukan sesuai dengan kedalaman yang ditetapkan pada gambar
perencanaan.
f) Sekelompok pekerja akan merapikan hasil galian.

BUANGAN TANAH DAN BARANGKAL DARI SITE

Flow Chart Pembuangan


Tanah

Management
Transportasi

Start

Mobil Masuk Bak Cuci

Semprot dgn Air bertekanan

Keringkan Dengan Kompressor

Bersih / Tidak

Kembali

Inspek
si

1.

Dibuat area khusus untuk Mencuci Ban truck


(cleaning pit).

Selesai

2.

Dibuat juga saluran sementara untuk


mengalirkan air Waktu pembersihan truck.
Disediakan Pompa air tekanan tinggi untuk
menyemprot kotoran yang melekat pada mobil.
Dump truck boleh keluar

3.
4.

BUANGAN TANAH DAN BARANGKAL DARI SITE

Management Pembuangan Management Transportasi


Hasil Galian
Tutup dengan Terpal
Plastik, utuk meghindari
jatuhnya tanah pada jalan
yang dilalui.
To Disposal

Semprot meggunakan air


bertekanan tinggi dan
keringkan dengan angin
bertekanan tinggi

Dibuat Rambu2 Peringatan.


Disediakan tenaga pengatur lalu
lintas keluar masuknya mobil
dengan menggunakan rompi,
senter dan bendera.

PEKERJAAN PONDASI DAN


SLOOF

DENAH PONDASI DAN SLOOF

1. PONDASI PILE CAP


METODE PELAKSANAAN PILE CAP

1. Pembuatan tanda-tanda yang menyatakan as-as atau level dengan menggunakan cat warna
yang jelas dan tahan lama.
2. Pekerjaan galian dilakukan dengan menggunakan Back Hoe untuk ruangan yang memungkinkan
dan dengan tenaga manusia untuk ruang-ruang yang sempit.
3. Pekerjaan galian dilakukan sesuai gambar rencana dan dilakukan pengukuran dengan
menggunakan waterpass sampai pada elevasi yang diinginkan.
4. Setelah pekerjaan galian poer & sloof kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan urugan pasir dan
lantai kerja untuk dudukan poer & sloof sesuai dengan elevasi rencana.
5. Pembuatan tanda-tanda yang menyatakan as-as atau level dengan menggunakan cat warna
yang jelas dan tahan lama.
6. Pekerjaan galian dilakukan dengan menggunakan Back Hoe untuk ruangan yang memungkinkan
dan dengan tenaga manusia untuk ruang-ruang yang sempit.
7. Pekerjaan galian dilakukan sesuai gambar rencana dan dilakukan pengukuran dengan
menggunakan waterpass sampai pada elevasi yang diinginkan.
8. Setelah pekerjaan galian poer & sloof kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan urugan pasir dan
lantai kerja untuk dudukan poer & sloof sesuai dengan elevasi rencana.
9. Buat profil pada tiap sudut atau tempat yang telah ditentukan. Profil dibuat dari kayu kaso yang
berfungsi sebagai patokan ketegakan pasangan bataco, sehingga profil harus benar-benar
tegak.
10.Profil-profil diberi tanda setiap ketebalan bataco dan adukan, biasanya digunakan pensil/spidol
untuk menandai profil tersebut.
11.Pasang benang untuk setiap lapis (atau tiap dua lapis) dari profil ke profil untuk mengontrol
kelurusan pasangan.

METODE PELAKSANAAN PILE CAP


1

2
Galian Pondasi
Lantai kerja
Pasir urug
Tanah urug

50 cm

Pengecoran
Pembesian

Bekisting

DESKRIPSI

DESKRIPSI

DESKRIPSI

Pekerjaan Pondasi
Telapak:
1. Galian Pondasi
2. Pekerjaan urugan pasir
3. Pengecoran lantai
kerja
4. Pemasangan Bekisting

6. Install pembesian pondasi

7. Pengecoran pondasi
dengan truck mixer.

VISUALISASI PEK. PILE CAP

2. PONDASI BATU KALI DAN SLOOF


METODE PELAKSANAAN BATU KALI
Urutan Kerja :

1. Pemasangan patok-patok profil dimensi bentuk pasangan batu yang sesuai dengan kondisi
lahan yang akan dipasang pasangan batu dan sesuai dengan gambar pasangan batu pada shop
drawing.
2. Pondasi dialasi dengan pasir urug yang bersih dengan ketebalan sesuai dengan

gambar.

Kemudian disiram dengan air secukupnya hingga jenuh.


3. Batu yang akan dipasang dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya.
4. Pasangan batu kosong(aanstamping) dipasang dengan ketebalan sesuai gambar kerja kemudian
diisi pasir dan disiram dengan air sampai semua lubang batukarang penuh berisi pasir.
5. Semen / Pc, pasir dan air di campur kemudian diaduk menjadi pasangan dengan menggunakan
alat Concrete Mixer dengan adukan campuran 1PC : 5 Psr.
6. Batu kali terpasang padat dan diantara batukali harus dilapisi adukan serta pasangan
permukaan atasnya harus datar/rata dan waterpas
7. Pekerjaan pemasangan dilakukan oleh tukang batu dengan jumlah tukang sesuai dengan
pengerjaan harian dilapangan serta dibantu oleh beberapa tenaga kerja. Penyelesaian dan
perapian dikerjakan setelah pemasangan selesai dilaksanakan.

2. PONDASI BATU KALI DAN SLOOF


METODE PELAKSANAAN SLOOF
Urutan Kerja :

1. Besi sloof yang telah dipotong dan dirakit selanjutnya dipasang di atas pondasi. Buat stek besi
untuk sambungan besi kolom di sloof.
2. Bekisting sloof dipasang dengan skor kayu bekisting tiap 30 cm.
3. Sebelum pengecoran sloof, semua jarak dan ukuran dicek kembali oleh pengawas. Baik itu
jumlah dan jarak tulangan maupun ukuran sloof lantai.
4. Sloof lantai dicor dengan campuran semen pasir dan kerikil. Pencampuran dilakukan dengan
menggunakan alat concrete mixer. Terlebih dahulu pasirdengan kualitas baik yang rendah kadar
lumpurnya dicampur dengan kerikil.
5. Setelah itu ditambahkan semen dan dicampur rata lalu terakhir ditambahkan air.
6. Bila campuran telah rata lalu dituang ke bak pencampuran dan diisi ke ember campuran untuk
diangkut dan dituang ke bekisting sloof lantai.
7. Rencana pengecoran sloof lantai hinga bekistingnya dilepas adalah selama 2 minggu.

PEKERJAAN STRUKTUR
KOLOM

FLOWCHART PEKERJAAN KOLOM


Mulai

- Survey (uitzet)
- Shop drawing

Cek
Engineer

Persiapan
Besi IWF

Tidak

Diperbaiki

Ya
Pengelasan

Inspeksi 1
Ya
Selesai

Tidak

Diperbaiki

DENAH KOLOM

PEKERJAAN BALOK

DENAH RING BALOK

PEKERJAAN BALOK

FLOWCHART PEKERJAAN
Mulai

Persiapan
Panel Bekisting
& Scaffolding

Persiapan
Pembesian

- Survey (uitzet)
- Shop drawing

Cek

Tidak

Pembersihan

Diperbaiki

Ya

Fabrikasi
Inspeksi 3

Pasang Bekisting
Plat & Balok

Ya

Tidak
Inspeksi 1

Tidak

Diperbaiki

Ya

Pengecoran
Curing

Pasang Tulangan
Pembongkaran
Bekisting

Tidak
Inspeksi 2
Ya
A

Diperbaiki
Selesai

Diperbaiki

DESAIN BEKISTING BALOK


H Beam dimensi < 70 cm, menggunakan kowel/penjepit bagian bawah
b = 30-40 cm
Kayu Balok 5/7

Kayu Balok 5/7


Setiap jarak 60 cm

H < 70 cm

Plywood

1/2b

Bekisting Bawah
Plywood 12 mm
Siku setiap 60 cm
kayu 6/12 setiap
90 cm

1/2b

Kayu Balok 5/7


U head

variable

Kayu 6/12
Kowel 16 mm
Jarak 60 cm

Scaffolding
T Frame

PEKERJAAN BALOK

Pipe support
Scaffolding

Detail pemasangan bekisting dan


perancah

Pemasangan besi tulangan dan


bekisting balok

Pengecoran balok dan plat lantai


menggunakan Concrete Pump. Beton
Install besi tulangan untuk plat lantai
dipadatkan dengan vibrator

Pemasangan bekisting multipleks


untuk plat lantai

Finishing pengecoran plat lantai


menggunakan Trowel.

Pekerjaan Atap Baja WF


Urutan Kerja :
Penempatan dan pemasangan angkur :
As-as kolom, cara menentukan adalah ;
* Buat Bouwplank setempat.
* Mal pengangkuran dari multiplex t = 9 mm dan diberi as
* Angkur dipasang di mal dan diberi 2 baut dan dipasang pada atas dan
bawah mal.
* Ditarik benang / as ditarik 2 arah sesuai mal membentuk 2 arah siku
* Angkur di las dengan besi beton kolom dengan elevasi atas waterpass.
* Begesting kolom dipasang.
* Kolom dicor
* Mal angkur dilepas
Untuk plat landas yang lebih tebal dari 16 mm sebaiknya tebal mal sesuai dengan
tebal plat atau angkur dicheck vertikalnya satu persatu.
Berdasarkan tumpuannya :
a. Tumpuan pada kolom pedestal
Fungsi : Jepit - sendi ----> harus sesuai dengan perhitungan struktur.
b. Tumpuan pada kolom atas.
Fungsi : Jepit - Jepit
Sendi - Sendi
Sendi - Rol
Pengangkuran baja dilaksanakan oleh Sipil di bawah Supervisi dari divisi baja, hal ini
dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bila terjadi masalah pada
saat erection oleh divisi baja.
PENGELASAN
Peralatan :
1. Generator / Genset
2. Onvomer/ Trafo las
3. Kabel las + dan 4. Stang las (handle)
5. Topeng las
6. Kawat las
Kawat las yang biasa dipakai ada 3 jenis :

Diameter 2,6 mm untuk Pelat baja tipis, diameter 3,2 mm, dan 4,0 mm untuk plat baja yanglebih tebal
Selain itu type Kawat RD 460 dan RD 260, yang biasa dipakai adalahtype RD 460.
Energi / daya yang digunakan untuk pengelasan yang sempurna :
- Untuk kawat diameter 2,6 mm -----> 3.000 Watt - 8.000 Watt
- Untuk kawat diamater 3,2 dan 4,0 mm ------> 5.000 Watt - 12000 Watt
Dihindarkan adanya pengelasan pokok setelah kap baja terpasang terhadap bahayakeruntuhan.
Yang sangat penting untuk hasil yang ingin kita capai dalam melas konstruksi baja, ialah
cara melas, dimana yang perlu diperhatikan adalah keserbasamaan (keseragaman) dan
rupa las, serta kematangan pengelasan.
Setelah pengelasan biasanya akan timbul kerak-kerak las ini harus dibersihkan dengan
cara diketok-ketok dengan palu (hammer).
ERECTION
Persiapan dan peralatan :
1. Box
2. Tali tambang
3. Tali baja
4. Liyer
5. Takel
6. Peralatan Las
7. Blander
8. Kunci / Kunci momen
9. Alat Bantu (bbalok-balok kayu, dll)
Man Power untuk Erection :
Untuk Erection baja harus dipersiapkan tenaga kerja yang memadai. Tenaga kerja ini da-
pat dibagi menurut pekerjaannnya :
- Langsiran baja yang telah difabrikasi ditempatkan di lokasi menurut kode-kode yang ada.
- Tenaga penarik Liyer dan tali baja.
- Tenaga yang menempat baja pada posisi untuk dipasang baut-baut.
- Tenaga pemasangan tali baja / tali tambang
- Tenaga pengelasan, pasang gording dan pasang mur baut, serta supervisi.

Erection Atap Baja

PEKERJAAN ARSITEKTUR

POTONGAN DETAIL

Pekerjaan Dinding Bata merah


Metode pengerjaan dinding bata adalah sebagai berikut :
Alat kerja
Persiapan
Persiapan tempat kerja dan permukaan yang akan dipasang
bata.
Pasanglah petunjuk-petunjuk yang cukup untuk kerataan
pasangan bata
Bersihkan tempat yang akan dipasang dari kotoran, minyak,
karat, maupun rekatan adukan, kemudian basahi dengan air.
Sendok semen

Palu karet

Waterpass

Leveling
Membuat lay out garis dinding pada slab menggunakan benang
Membuat lapisan dasar di atas slab dengan menggunakan
adukan semen-pasir. Bila perlu aplikasikan pula bonding agent untuk
lebih merekat kuat
Pasang bata ringan pertama pada area sudut diatas adukan
semen-pasir
Persiapkan adukan PC+PP untuk adukan.
Pasang bata pada area sudut dengan mengaplikasikan adukan
pada bagian head joint dengan trowel
Lakukan hal yang sama pada pasangan bata yang selanjutnya,
sampai level yang di tentukan

Plesteran dan acian


Berikut merupakan tahap-tahap pelaksanaan plesteran dinding :
Pasang dinding batu bata sesuai dengan rencana dinding yang sudah dibuat sebelumnya, pastikan
dinding benar-benar tegak dan rapi karena akan menghemat pekerjaan plesteran.
Basahi permukaan dinding batu bata dengan menggunakan air sampai basah dan rata dalam kondisi
jenuh air.
Buat adukan untuk plesteran sesuai dengan perbandingan material yang direncanakan.
pasang benang untuk menentukan ketegakan horizontal dan vertikal untuk keperluan penggunaan
caplakan atau kepalaan plesteran dan cek kembali ketegakan dan kerataanya, ketebalan kepalaan plesteran
disesuaikan dengan rencana ketebalan plesteran yaitu sekitar 1.5 cm s/d 3 cm.
tentukan letak instalasi mekanikal elektrikal yang tertanam dalam plesteran , pastikan instalasi sudah
terpasang semua agar tidak terjadi pekerjaan bobok pasang dikemudian hari.
pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan , selalu mengecek kerataanya dengan menggunakan alat jidar.
setelah pekerjaan plesteran selesai lakukan penyiraman selama +/- 7 hari agar tidak terjadi keretakan
dinding.
pekerjaan acian dinding baru bisa dimulai setelah plesteran dinding benar-benar kering, kuat, karena
jika terlalu terburu-buru melakukan pekerjaan acian maka terjadi pemanasan pada dinding yang menyebabkan
finishing dinding menjadi retak-retak rambut.

Pekerjaan Lantai keramik / homogenous tile


Persiapan :
Setelah lantai dasar siap, maka ubin-ubin yang akan dipasang
diseleksi setempat untuk mendapatkan ubin yang baik dan
warna yang sama dengan lay-out plan (Rencana Pola Lantai),
sesuai dengan gambar serta tidak ada bagian yang gompal
retak atau cacat lain dan yang telah mendapat persetujuan
dan petunjuk Tim Teknis / Konsultan Supervisi.
Pemotongan unit ubin hanya diperkenankan dengan
menggunakan mesin potong dan dihaluskan dengan mesin
gurinda
Pemasangan :
Setelah dasar lantai rata, miring yang tepat dan dilapisi
waterproofing dan dicover mortar (untuk toilet) ubin dipasang
dengan menggunakan tile adhesive.
Lebar siar (naad) dilaksanakan dengan rata, sama besar dan
setiap perpotongan siar ujung-ujung runcing dan rapi,
membentuk dua garis lurus yang saling tegak lurus.
Bidang ubin harus rata, aduk terisi padat serta siku dan
waterpass.
3 x 24 Jam setelah pemasangan ubin selesai, siar (naad) diisi
dengan grouting warna sesuai persetujuan Tim Teknis /
Konsultan Supervisi, sedemikian rupa sehingga lubang-lubang
terisi padat.
Kelebihan air semen, dalam keadaan basah langsung
dibersihkan dari permukaan
Selama masa pengeringan yaitu 3 x 24 jam setelah
pemasangan ubin, bidang ubin tidak boleh diinjak/diberi beban
apapun.
Sisa air semen dibersihkan hati-hati dengan menggunakan
sikat kuningan serta larutan lemah air keras.
Bahan-bahan yang dapat merusak unit-unit ubin seperti :
minyak, residu, teak oil harus dijauhkan dari permukaan lantai.

Pekerjaan kusen, pintu dan jendela


Metoda Pelaksanaan :
a. Bahan yang digunakan untuk kusen pintu dan jendela adalah
bahan alumunium.
b. Bahan yang digunakan adalah bahan yang tahan karat, korosi dan
tidak akan mengalami penyusutan akibat pengaruh cuaca.
c. Sebelumnya kami akan mempelajari bentuk, pola penempatan,
cara pemasangan dan detail sesuai dengan gambar kerja.
d. Untuk bahan sambungan/pengikat dari besi, sebelum dipasangan
akan diberi lapisan anti karat yang memenuhi persyaratan.
e. Pemasangan kusen akan dilaksanakan setelah pekerjaan penutup
atap dan plesteran selesai dilaksanakan agar kusen tidak terkena
benturan dan kotoran adukan plesteran.
f. Penyambungan antar sambungan kusen yang diperkuat dengan
lem atau rivet.
g. Pemasangan kusen dengan waterpass baik dari segi vertikal
maupun horisontal dan dipasang dengan ketinggian dari lantai
sesuai dengan Gambar Kerja.
h. Kayu yang dipakai merupakan kayu yang cukup tua, lurus, kering
dengan permukaan rata, bebas dari cacat serta disetujui oleh
Direksi Pekerjaan.
i. Kami akan mengecek ukuran tinggi dan lebar daun pintu/jendela
dan dimensi bahannya.
j. Kami juga akan mengecek bentuk dan kondisi daun pintu/jendela
yang akan dipasangan apakah sudah sesuai dengan persyaratan
yang ditentukan.
k. Pengecekan ketinggian dan perbedaan elevasi menggunakan
waterpass.
l. Malkan daun pintu/jendela pada kusen yang sesuai.
m. Buat perletakan engsel dan kunci sesuai dengan Gambar Kerja.
n. Setelah selesai pekerjaan diatas kemudian daun pintu/jendela
akan dipasang sesuai dengan Gambar Kerja.

METODA PEMASANGAN
PLAFOND

Pemasangan Sanitair
Termasuk dalam pekerjaan pemasangan sanitair ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pekerjaan ini hingga tercapai hasil
pekerjaan yang bermutu dan sempurna dalam pemakaiannya/operasinya.
Pekerjaan pemasangan wastafel, urinal, klosed, keran, perlengkapan kloset, floor drain, clean
out dan metal sink.
Pelaksanaan
Sebelum pemasangan dimulai, Kontraktor harus meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi
dilapangan, termasuk mempelajari bentuk, pola, penempatan, pemasangan sparing-sparing, cara
pemasangan dan detail-detail sesuai gambar.
Bila ada kelainan dalam hal ini apapun antara gambar dengan gambar, gambar dengan spesifikasi
dan sebagainya, maka Kontraktor harus segera melaporkannya kepadaPerencana/Konsultan Management
Konstruksi.
Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat bila ada kelainan/berbedaan ditempat
itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan.
Selama pelaksanaan harus selalu diadakan pengujian/pemeriksaan untuk kesempurnaan hasil
pekerjaan dan fungsinya.
Kontraktor wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa
pelaksanaan dan masa garansi, atas biaya Kontraktor, selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan
Pemilik.

Pengecatan

Tahap persiapan material produksi

Proses Persiapan Material Produksi merupakan Proses Pembelian Bahan Baku d


an Bahan Mentah dimana Volume atau Kuantitas dari bahan bahan tersebut didap
at melalui product cost Estimation yang di kalkulasikan dan disediakan oleh Tenaga
ahli/Teknis

Proses pengecatan

Setelah bahan tersedia, maka dilakukan pekerjaan pengecatan pada area yang t
elah ditentukan, ketebalan cat, kerapihan, dan kebersihan pekerjaan, mutlak harus
diperhatikan dalam pengerjaan pekerjaan ini. Tenaga Ahli dan tenaga teknis perlu m
emperhatikan sisi pekerjaan ini secara detail, dan menyeluruh, agar didapat hasil ya
ng memuaskan
Finishing / perapihan

Pekerjaan Perapihan wajib dilakukan, setelah seluruh tahapan pekerjaa


n sebelumnya, telah selesai dilakukan. Finishing untuk jenis-jenis pekerjaa
n tertentu yang membutuhkan Setting terhadap Layout Ruangan, juga dil
aksanakan dalam tahapan pekerjaan ini, termasuk juga dengan mobilisasi
peralatan, dan sisa-sisa bahan yang tidak digunakan

PEKERJAAN MEKANIKAL
ELEKTRIKAL

Pekerjaan sparing instalasi plumbing (air bersih & Air Kotor)


Instalasi Air bersih :
Hal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah denah Plumbing serta Diagram
sometri dimana dapat diketahui jalurjalur instalasi pipa itu diletakkan.
Pemasangan pipa dilaksanakan setelah pasangan bata dan sebelum
pekerjaanplesteran dan acian, fungsi untuk menghindari bobokan yang
menyebabkan keretakan dinding. (Untuk instalasi dalam bangunan).
Untuk pemasangan di luar bangunan seperti pipa saluran air hujan dikerjakan
setelah pekerjaan plesteran diselesaikan.
Pipa yang melewati plat dak atau balok atau kolom beton harus dipasang sparing
atau pemipaan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan pengecoran.
Pipa yang posisi/letaknya sudah betul segera ditutup dengan plug/dop yang tidak
mudah lepas (menghindari kotoran/adukan masuk sehingga terjadi
penyumbatan).
Hindari belokan pipa/ knik pipa dengan pembakaran.
Posisi pipa pada kamar mandi harus disesuaikan dengan saniter
Rencana instalasi air bersih diletakkan pada perempatan nat keramik / as
keramik, simetris dengan luas keramik.
Setelah instalasi terpasang segera diadakan test tekanan pipa :

Untuk pipa Gip maximum 10 Ba

Untuk pipa PVC maximum 6 Bar

Instalasi air Kotor


a. Hal yang perlu diketahui : Denah instalasi dan diagram isometris pipa air kotor serta jalur pembuangan.
b.Hindari /jangan terlalu banyak percabangan.
c.Sambungan harus betulbetul rapat.
d.Untuk air bekas (mandi/cuci) harus dibuat Manhole untuk kontrol pembersihan (bak kontrol) pada tempattempat
tertentu.
e.Untuk lubang saluran pembuang harus diberi saringan.
f. Sparing harus melebihi rencana peil lantai beton & tebal beton. ( diatas plat = 25 cm, dibawah plat = 15 cm ), bagian
atas supaya ditekuk atau digepengkan / ditutup dengan cara dipanaskan.
g.Posisi sparing harus sesuai dengan type saniter (jika saniter telah ditentukan).
h.Jika saniter belum ditentukan , dipakai sistem Block Out.
i. Sparing Clean out harus dipasang bersamaan dengan sparing closet (bila ada), dimana letak sparing clean out berada
di samping atau dekat dengan sparing closet, fungsinya adalah untuk pembersihan apabila closet terjadi
penyumbatan.
j. Fan out dipasang bila dalam instalasi saluran kotor banyak percabangan dengan saluran pembuangannya lewat shaft.
Fungsinya untuk mengurangi tekanan udara pada pipa pada saat closet di gelontor dengan air.
k.Floor drain supaya diletakkan jauh dari pintu dan dekat dengan kurasan bak.
Saluran Air Hujan.
l. Pipa diletakkan persis dibawah lobang talang yang telah diberi torong talang.
m.Pipa saluran air hujan dapat dipasang menempel di dinding luar dengan mengguna klem atau dapat ditanam di
dinding bila berukuran < 2 ".
n.Bila saluran pembuang air hujan berupa saluran tertutup harus dibuat bak kontrol pada pertemuan pipa air hujan
dengan saluran pembuang.
o.Bila terdapat sambungan, arah shock harus sebelah atas, dan penyambungannya harus benarbenar kuat.
Saluran Pipa Wc ke Septictank
p.Pipa saluran dari closet menuju ke septictank harus diperhatikan kemiringannya, karena kemiringan pipa dapat
memperlancar penyaluran kotoran apabila digelontor dengan air, kemiringan minimal 2 %.
q.Pipa sebaiknya dipergunakan kwalitas yang baik atau minimal type D.
r.Jangan ada percabangan untuk pipa yang ditanam di tanah (bangunan 1 lantai), karena bila ada penyumbatan susah
untuk perbaikannya. Untuk bangunan bertingkat (ada shaft) harus dibuat clean out dan fan out.

Penyambungan pipa

a.

Alat :

Gergaji

Amplas

Lem PVC

Shell tape

Kunci Pipa

b.

c.

d.

Untuk pipa PVC, dipotong sesuai dengan ukuran ujungnya diamplas terlebih dah
ulu dan dibersihkan oleskan lem pada ujung dan dalam shock (penyambung) seg
era masukkan gerakan arah lurus jangan diputar, tunggu sampai kering. Apabila
belum kering betul posisi sambungan jangan digerakkan, karena akan menyebab
kan lem yang telah dioles menjadi tidak rekat.
Pada sambungan pipa yang mempunyai drat terlebih dulu dibungkus sheeltape s
ecukupnya pada drat sisi luar baru dimasukkan drat dalam dan diputar sampai k
encang dan rapat.
Pada penyambungan pipa besi lebih banyak dipakai sistem drat dan las Untuk pe
nyenaian pipa minimum 4 baris/alur/drat.
Pekerjaan pemasangan alatalat sanitair

DENAH INSTALASI TITIK LAMPU

Pekerjaan elektrikal/listrik
Pengertian dan fungsi :
Suatu sistem instalasi/jaringan yang meliputi penerangan, instalasi daya, box pembagi tegangan. Material penghantar
listrik adalah kabel (NYM, NYY, NYF, NYA) serta pipa baik PVC atau besi untuk pelindung hantaran yang tertanam.
Merek dapat dikenali pada pembungkus (isolasi) sepanjang kabel beserta jenis dan jumlah kawat atau diameter
kawat tembaganya.

Peralatan dan bahan listrik :Panel dan kotak pembagi


Saklar dan zekeringzekering
Alatalat ukur (voltmeter & Ampre meter
MCB
Stop kontak / stop kontak daya
Lampu penerangan
Grounding atau pentanahan
Tatalaksana lapangan
a.Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan tidak tampak dari luar (tertanam)
b.Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum pengecoran.Pemasangan sparingsparing listrik yang melintas di
plat, balok, kolom betonharus dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel diusahakan dimasukkan
bersamaan dengan pemasangan sparing.
c.Pipa yang dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran dan acian dikerjakan.
d.Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah dicapai untuk perbaikan
(perawatan).
e.Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung dengan baik sehingga tidak tersentuh
atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada Te Dos.
f.Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata (untuk memudahkan penarikan kabel).
g.Jaringan arde harus dipasang tersendiri / terpisah dengan arde penangkal petir.
.tidak boleh ada sambungan
.dihubungkan dengan elektroda pentanahan
.ditanam sampai minimal mencapai air tanah
h.Pada hantaran di atas langitlangit, harus diklem pada bagian bawah plat / balok atau pada balok kayu rangka
langitlangit.
i.Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton pada shaft harus diklem atau dengan papan dan
kabeltrey bila jaringan terlalu rumit (banyak).
j.Stop kontak dan saklar.
k.Pemasangan stop kontak setinggi > 40 cm dari lantai, saklar dipasang setinggi 180 cm dari lantai (bila tidak
ditentukan spesifikasinya).Pemasangan stop kontak dan saklar harus rata dengan dinding.

Instalasi titik cahaya/penerangan


Dalam pelaksanaan instalasi titik cahaya yang perlu diperhatikan adalah dihindarkannya sambungan yang terlalu
banyak, oleh sebab itu perlu diukur secara cermat sebelum kabel dipotong. Pemasangan jalur instalasi harus benar
benar rapih sehingga mudah dalam pemeriksaan pada saat pemeliharaan/pengecekan. Pembengkokan pipa sparing
tidak boleh dengan cara pembakaran/pemanasan tetapi harus menggunakan alat khusus, hal ini menghindarkan
terjadinya pengerasan dalam pipa yang dapat menyebabkan kabel akan sobek jika dimasukan dalam pipa tersebut.
Pekerjaan pemasangan fixture dan armature
Untuk pemasangan fixture dan armature perlu dipelajari terlebih dahulu gambar teknis dari alatalat tersebut
sehingga akan memudahkan dalam pelaksanaannya, apakah dari segi dudukannya maupun dari segi ukurannya,
khususnya untuk armature yang dalam pelaksanaannya sangat berhubungan dengan pembuatan lubang pada
plafond. Untuk armature ini akan ditest penerangan selama 2 x 24 jam, yakni bersamaan dengan rencana
pengetesan instalasi titik cahaya.

Panel panel
a.Semua panel harus dibuat dari plat dengan tebal minimal 2,0 mm. Panel mempunyai ukuran yang
proporsional seperti yang disyaratkan dalam syarat teknis.
b.Frame / Rangka panel harus digrounding / ditanahkan.
c.Kabinet dengan kabel kabel Trought Feeder harus diatur sedemikian sehingga saluran dengan
lebar tidak kurang 10 cm untuk branch circuit panel board.
d.Pasangan kabel sedemikian rupa sehingga setiap peralatan dalam panel dengan mudah dapat dijangkau,
tergantung dari pada macam/type panel.
e.Semua material dan tombol transfer yang dipersyaratkan dikelompokan pada satu papan panel yang
berengsel.
f.Setiap pemutus daya ( circuit breaker ) harus dilengkapi dengan papan nama.
g.Bus bar minimal harus dari bahan tembaga, dengan ukuran sesuai dengan kemampuan arus 180 % dari
arus beban terpasang yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran PUIL.Semua busbar/rel harus dicat,
dipegang oleh beban isolator dengan kuat dan baik ke rangka panel.
h.Kontaktor harus dilengkapi dengan proteksi beban lebih.
i.Panel harus dilengkapi dengan alat alat ukur sesuai dengan syarat teknis Transformator arus harus
terpasang kuat dan dapat menahan gaya gaya mekanis.
j.Kabel kabel pengontrol dari panel harus terpasang dengan rapih dan dilindungi terhadap kerusakan
mekanis.
k.Tutup muka dari panel harus dilengkapi pilot lamp untuk menyatakan adanya tegangan R.S.T.
l.
m.Pemasangan panel COS
Dengan terlebih dahulu mempersiapkan dudukan panel COS serta parit untuk jalur kabel, maka panel COS
dapat dipasang dengan menyambungkan ke genset.
-.Agar diperoleh sistim pembagian beban yang sesuai dengan RKS maka ditarik kabel dari panel PUSB ke
panel COS dan dari COS ke panel PUSB . kemudian dilaksanakan penyambungan grounding pada panel COS
dengan grounding integrasi.
-. Pemasangan panelpanel penerangan setiap lantai dan panel penerangan luar
Sebelum tahap ini dilaksanakan, perlu diadakan pengukuran tahanan isolasi kabel power yang telah
dipasang dengan menggunakan peralatan megger, antara : Phase R S dan R N Phase R T dan S N
Phase S T dan T N.

Pekerjaan Instalasi Tata Udara

a.Dalam pelaksanaan pekerjaan Tata Udara ini yang


pertama tama dikerjakan adalah pemasangan, pipa
refrigerant dan pipa drain indoor untuk unit AC.
b.Seluruh pipa yang terpasang tidak boleh mengalami
kebocoran dan harus diisolasi untuk mencegah
kehilangan suhu serta mencegah terjadinya pengembunan.
c.Pipa refrigerant harus diberi isolasi yang ditutup dengan
alumunium foil.
d.Seluruh pipa serta ducting di atas ditumpu / digantung pada
konstruksi bangunan secara kokoh. Pipa tidak boleh menempel
dengan support secara langsung tetapi perlu diberi sekat atau
e.
Belokan
tajam
90 derajat
) harus diberi sudut sudut pengarah ( vanes ) yang berbentuk profil aerodinamis yan
cincin
( washer
) (bahan
non metal.
tepat.
f. Belokan lengkung dengan jari jari dalam lebih kecil dari pada sisi duct, belokan harus diberi sudut sudut
pengaruh tipis ( single thickness vanes ). Pemasangan duct ini harus benar benar tepat agar tidak
mempengaruhi tinggi dari langit langit. Pada tiap cabang utama dari duct harus dipasang volume damper dari
jenis Butter Fly atau Multiple Blade. Sedangkan untuk tiap cabang utama dari duct yang menembus dinding
harus dipasang fire damper
g. Untuk pemasangan grille harus tepat sesuai dengan gambar. Seluruh grille harus dipasang rapat dan diberi karet
penyekat atau gasket Setiap fresh air grille harus dilengkapi dengan volume damper. Unit AC dipasang sesuai
dengan titik perencanaan perlantai bangunan

Pekerjaan Instalasi Telepon

h. Instalasi telepon menggunakan kabel berpenampang sesuai dengan kebutuhan kabel telepon yang diletakan
dalam pipa conduit dengan ukuran disesuaikan dengan jumlah kabel yang ada di dalamnya. Instalasi di atas lang
langit di klem pada beton / plat lantai, dengan jarak pengkleman setiap 50 cm. Saluran telepon ini harus terpisa
dari instalasi lainnya. System penyambungan harus sesuai dengan ketentuan / peraturan PerumTel.
i. Sambungan sambungan dari pipa conduit seperti Tee, Elbouw, Doos, dan sebagainya, harus dari bahan yang
sama dengan bahan pipanya.
j. Roset roset dipasang serendah rendahnya 40 cm dari lantai jadi untuk lokasi dinding dan dipasang sesuai loka
pada Under Floor Duct / Lantai.
k. Setelah instalasi selesai dikerjakan maka pengecekan akan dilaksanakan dengan bantuan perangkat system
telepon yang akan kami uraikan dalam Bab Standard Mutu Kerja berkait dengan Quality Control.

BAB 3 SISTEM
MANAJEMENT

QUALITY PLAN

PENGENDALIAN MUTU
Pengendalian Mutu (Quality Control)
Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang
disyaratkan, perlu dilakukan pengendalian mutu (quality control) dengan cara melakukan
pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan
pekerjaan, maupun terhadap cara pelaksanaan pekerjaan sendiri
Alat-alat ukur secara berkala dikalibrasi agar selalu dapat berfungsi dengan akurat.
Peralatan yang lain setiap selesai digunakan dibersihkan dan bagian-bagian yang perlu
secara berkala dilumasi. Setiap bagian diperiksa barangkali ada suku cadang yang perlu
atau sudah waktunya diganti agar peralatan tersebut dapat beroperasi dengan baik selama
digunakan dan tidak mengalami kerusakan secara tiba-tiba ditengah-tengah pelaksanaan
pekerjaan.
Meskipun untuk hal-hal tersebut di atas sudah ada penanggung jawabnya langsung,
kiranya perlu ditunjuk petugas khusus quality control yang dikoordinasi oleh bagian teknik.

SISTEM MANAJEMEN MUTU

Planning
PembentukanTim Juklak
Spesialis
Manajer Profesional
Tim proyek
Pembuatan Juklak
Standard Format
Bank Data Engineering
Quality Target
Presentasi dan Persetujuan Juklak
Di depan Direksi
Early Warning System

INPUTAN

Handing Over
Defect Form
Continuous Improvement
Customer Satisfaction

Procurement
Seleksi Vendor
Seleksi Subkontraktor
Seleksi Mandor

Project Execution
Training
Juklak
Quality Target
Safety
QIP
Quality Control
Assessment Board
Procedures/WI
Monitoring
Head Office
Branch and DVO

MODEL SISTEM MANAJEMEN MUTU BERDASARKAN PROSES

Perbaikan berkelanjutan dari SMM

Tanggung Jawab
Manajemen

Pengukuran
Analisis dan
Perbaikan

Manajemen
Sumber Daya

input

Realisasi
Produk

ALIRAN
ALIRAN

INFORMASI

AKTIVITAS BERNILAI TAMBAH

output

Produk/
Service

QUALITY TARGET PEK. BETON

Tanpa geripis pd sudut balok & kolom

Tanpa Plin pada sambungan

Tidak keropos

Tidak keropos

SAFETY PLAN

PENGAMANAN (SECURITY)
Untuk pengawasan dan pengamanan proyek, Pihak kontraktor akan menyediakan tenaga keamanan
sesuai dengan kebutuhan. Yang bertugas dalam hal ini:
Pengawas terhadap para pekerja
Pengawas terhadap bahan-bahan dan peralatan untuk mencegah pencurian
Mencegah dan menghindari terjadinya kebakaran di proyek dengan melarang para pekerja membuat api
untuk keperluan apapun dan menyediakan tabung pemadam kebakaran yang mudah dicapai, baik
ditempat pekerjaan maupun dikantor lapangan.
Melakukan pengawasan terhadap pemakaian alat-alat keselamatan kerja seperti topi pengaman, sabuk
pengaman, sepatu, sarung tangan, dan lain sebagainya.
Melakukan pengawasan dan penyiapan pagar-pagar pengaman di tempat-tempat yang berbahaya
maupun yang sifatnya mengganggu terhadap protokoler
Mengawasi pemakaian peralatan untuk mencegah terjadinya kecelakaan
Menjaga keamanan para petugas proyek terhadap gangguan /ancaman dari pihak luar, serta mencegah
kemungkinan terjadinya perkelahian di dalam lingkungan proyek
Menjaga kelancaran lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan akibat pembangunan ini.
Untuk menjaga keselamatan kerja seluruh staf dan pekerja yang terlibat dalam kegiatan proyek, akan
dibentuk unit K-3 yang akan membuat program seperti tersebut di atas dan akan diawasi oleh tenaga
inspector K3 di samping tenaga satpam. Dalam menaggulangi hal-hal yang mungkin akan terjadi, maka unit
K-3 akan bekerja sama dengan Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit maupun instansi-instansi terkait terdekat
dengan lokasi proyek.
Sebagai sarana komunikasi di proyek, digunakan handy talky (HT) ,baik oleh para petugas keamanan, para
pelaksanan (supervisor) dan petugas-petugas lain yang memerlukan

DEKLARASI K3 DI PROYEK

Komitmen Karyawan dan Pekerja


1. Mengutamakan Keselamatan Kerja
dalam setiap tahap pekerjaan
2. Tidak ada Toleransi Bagio Pelanggar
Keselamatan Kerja
3. Mentaati Semua Peraturan
Keselamatan
4. Sanksi bagi Setiap Pelanggaran

TARGET BERSAMA :

ANGKA KECELAKAAN NOL


PEMAKAIAN HELM DAN ALAT KESELAMATAN DIRI
KONDISI GUDANG MATERIAL RAPI
AREA PROYEK RAPI, BERSIH DAN SEHAT

STRUKTUR ORGANISASI K3 DI PROYEK


Project Manager

SHE O

Safety & Enviro Spv

Site/Lapangan

Kantor

Fasilitas Kantor

Gedung&Lingkungan

Peralatan

Workshop
-

Gudang

Dalam & Luar Kantor

PROSEDUR PELAKSANAAN
Subkontraktor Terseleksi
dan
Pengawas Lapangan

- Dikerjakan oleh Construction Manager ( Engineering )


- Pelatihan Standar Pelaksanaan, dilaksanakan oleh SEM.
Diadakan untuk Subkontraktor dan Pengawas Lapangan
- CM membuat Surat Ijin Bekerja

Surat Ijin Pelaksanaan


Pekerjaan

- Setiap Sub kontraktor/Mandor harus mengajukan ijin pekerjaan


- Surat ijin pekerjaan harus dibuat maksimal 3 hari sebelum
pelaksanaan
- Surat ijin pekerjaan harus diserahkan kepada Safety Health
Officer (SHO)
- SHO menjelaskan peraturan keselamatan kerja yang harus
dilaksanakan Subkontraktor/mandor

Inspeksi Keselamatan
Kerja

- SHO memeriksa peralatan yang digunakan


Subkontraktor/mandor disesuaikan dengan Surat Ijin Pekerjaan
yang telah dibuat
- Setelah seluruh perlengkapan keselamatan terpenuhi dan Surat
Ijin Pekerjaan telah ditanda tangani SHO, SHO meneruskan Surat
Ijin Pekerjaan tersebut ke pada Construction Manager
- SHO mengadakan Pengenalan Keselamatan Kerja kepada pekerja
- CM tidak boleh mengijinkan Subkontraktor/mandor memulai
pekerjaan sebelum SHO menanda tangai Surat Ijin Pekerjaan

Sasaran

- Angka Kecelakaan Nol


- Kondisi Proyek bersih, rapi, sehat dan nyaman

PROGRAM KESELAMATAN KERJA

PROGRAM KESELAMATAN KERJA

RENCANA
KESELAMATAN
KERJA
SAFETY PLAN

SASARAN
TARGET :
ANGKA
KECELAKAAN
NOL

SAFETY
INDUCTION

SAFETY TALK

- PEKERJA BARU
- PERUSAHAAN
- SUBKONTRAKTOR
- MANDOR

SETIAP
JUMAT

SAFETY
INSPECTION &
SAFETY PATROL

SAFETY
MEETING

TRAINING K3

HOUSE
KEEPING

- LINGKUNGAN YANG
-SAFETY PATROL
SETIAP RABU- DASAR-DASAR
SAFETY
BERSIH, RAPI DAN
HARIAN
- PPPK
SEHAT
-SAFETY INSPECTION
- PEMADAM
-PROGRAM JUMAT
( MINGGUAN )
KEBAKARAN
- TANGGAP DARURAT BERSIH

SAFETY PATROL :

ROUTINE DAILY PATROL AT 09.00 10.00


OCLOCK (ALL PARTICIPANTS)
WHICH AIMED TO MONITOR WORKER ACTIVITIES
ON SITE.

SAFETY PLAN DILAKSANAKAN DI LOKASI PROYEK


TARGET ANGKA KECELAKAAN NOL
PENGENALAN KESELAMATAN KERJA KEPADA
PEKERJA BARU SEBELUM MELAKSANAKAN
PEKERJAAN YANG BERESIKO TINGGI
PENJELASAN SINGKAT MENGENAI KESELAMATAN
KERJA DAN KONDISI PROYEK KEPADA SELURUH
PEKERJA.DILAKSANAKAN SETIAP JUMAT JAM 08.00

INSPECTION IS DONE TO MONITOR SAFETY


IMPLEMENTATION AND TO KEEP IT RUNNING
CONSISTENTLY
SAFETY INSPECTION HELD EVERY FRIDAY
( BIWEEKLY )

SAFETY MEETING :
INTERNAL MEETING ON WEDNESDAY AT 10.00
TO DISCUSS PROBLEMS THAT MIGHT HAPPEN &
PREVENTIF ACTION ALSO REPORT THE ACCIDENT
THAT HAPPENED AND ITS CORRECTIVE ACTION
SAFETY TRAINING

:SAFETY TRAINING FOR EMPLOYEES, SITE SPV,


SUB CONTRACTOR ABOUT SAFETY PRINCIPALS,
FIRST AID, HOW TO EXTIGUISH FIRE AND
EMERGENCY PROACTIVE (TANGGAP DARURAT)

ENVIRONMENTAL :

CLEAN, NEAT, AND HEALTHY WORKING


ENVIROMENT .

SAFETY AUDIT

:
AUDIT TO CHECK THE IMPLEMENTATION OF
SAFETY BY OTHER PROJECT

SAFETY
AUDIT
SETIAP
3 BULAN

PENANGANAN KECELAKAAN RINGAN

KECELAKAAN
RINGAN
MELAPOR
KE SOM

Ya

DIBAWA
KE RUMAH
SAKIT ?

Tidak
DILAKSANAKAN
PENGOBATAN
DI PROYEK

DIBAWA
KE RUMAH SAKIT

SELESAI

PENANGANAN KECELAKAAN BERAT

KECELAKAAN BERAT

LAPORKAN KE SOM
PENANGANAN ADMINISTRASI
KECELAKAAN OLEH SAM

LAPORAN KE ASTEK
(MENGISI FORM)

KORBAN DIBAWA
KE RUMAH SAKIT

KLAIM KE ASTEK

MONITORING PENYAKIT
DAN PERAWATANNYA

PEMBERIAN
ASURANSI JAMSOSTEK

PEMBERIAN
ASURANSI JAMSOSTEK
SELESAI

PENANGANAN KORBAN MENINGGAL

ADANYA KECELAKAAN
DENGAN KORBAN MENINGGAL

JENAZAH DIBAWA
KE RUMAH SAKIT
UNTUK MENDAPAT
VISUM

LAPORKAN KE SOM

MELAPOR
KE POLISI

MELAPOR KE SEM

MELAPOR KE KCB
PENGUBURAN
JENAZAH

MELAPOR KE PM

SELESAI

PENYELESAIAN
KLAIM ASURANSI
JAMSOSTEK

SAFETY TALK DAN SAFETY MEETING


SAFETY TALK BULANAN :

SAFETY MEETING MINGGUAN :

SAFETY TALK BULANAN dihadiri oleh seluruh


karyawan dan pekerja. Dilakukan juga pemberian
hadiah kepada karyawan dan pekerja yang paling
disiplin

SAFETY MEETING MINGGUAN, Membahas dan


mendiskusikan seluruh masalah yang berhubungan
dengan keselamatan dan kesehatan kerja yang
ditemukan selama masa pelaksanaan konstruksi.

SITE SAFETY MEETING :


SITE SAFETY MEETING :
Mendiskusikan tentang :
Bagaimana memperbaiki cara kerja yang tidak sesuai
dengan peraturan keselamatan kerja
Bagaimana memperbaiki cara kerja agar penyimpangan
tidak terjadi lagi

SAFETY INDUCTION DAN PELATIHAN


SAFETY INDUCTION PEKERJA:

SAFETY INDUCTION
PROYEK OK !!!!

PELATIHAN SAFETY :

Stiker safety induction


dipasangkan pada helm pekerja
sebagai tanda telah
mendapatkan safety induction

ALAT PENGAMAN DIRI (APD)

Helm
Proyek
Masker

Kaca mata
pelindung

Tutup
telinga

Tali
helm
Sarung tangan

Sepatu
safety

Sabuk
pengaman

STANDAR HELM PROYEK


1
HELM
KARYAWAN PP
( PUTIH BERGARIS )

2
HELM
MANDOR

= UNTUK PM

WARNA BIRU
MANDOR PEK.PENGECORAN

= UNTUK SOM & SEM

WARNA HIJAU
MANDOR PEKERJAAN TANAH

= UNTUK GSP

= UNTUK SP & STAFF

HELM TAMU
( PUTIH POLOS )

CONTOH
HELM PROYEK
1.HELM PP

WARNA KUNING
MANDOR PEK.BEKISTING

1.HELM PEKERJA

= UNTUK SHO
= UNTUK SO

WARNA MERAH
MANDOR PEK.PEMBESIAN

PEMAKAIAN APD

Kaos Tangan dan Masker

Sepatu Lapangan

Kacamata Las, Kaos Tangan

Kaos tangan
dan masker

Sabuk
Keselamatan

Kaos Tangan, Helm, Masker dan Kacamata

Sabuk Keselamatan

KESELAMATAN DI AREA PROYEK

Safety Net

Railing sementara disekitar void

Railing pada tangga

Railing sementara disekitar void

STANDAR ENVIRONMENTAL LOKASI PROYEK

KONDISI WORKSHOP

Suplai Listrik di lokasi kerja

Lokasi bersih

Workshop bersih dan rapi

Stok diklasifikasikan berdasarkan


ukuran

STANDAR ENVIRONMENTAL LOKASI PROYEK

KEBERSIHAN DAN KERAPIAN LOKASI PROYEK

Lokasi proyek bersih

Sekeliling kantor bersih

Jalan akses bersih

Area proyek bersih

STANDAR ENVIRONMENTAL LOKASI PROYEK

PENERANGAN

Panel listrik tegangan tinggi

Perencanaan titik lampu

Panel dipilah berdasarkan


kapasitas

Perencanaan lokasi panel

STANDAR ENVIRONMENTAL LOKASI PROYEK

FASILITAS KEBERSIHAN UNTUK PEKERJA

Tempat Sampah

Toilet untuk Pekerja

Tempat Merokok

Tempat Pakaian Pekerja

SEBELUM BEKERJA

Pekerja harus tahu bagaimana


cara bekerja yang aman

Pekerja harus bertanya kepada


atasan, jika tidak jelas bagaima
na cara menjalankan pekerjaa
n

Gunakan selalu alat pelindung


diri yang tepat untuk melindun
gi diri dari potrensi kecelakaan

PELINDUNG TELINGA
Pekerja harus mengikuti
dan m

Gunakan pelindung telinga


entaati prosedur kerja yang a
untuk melindungi
man setiap waktu
pendengaran anda dari suara
bisin yang terus-menerus

Suara bisisng yang melampaui


batas dapat menyebabkan
telinga menjadi tuli
MASKER

Gunakan masker saat bekerka,


sayangi paru-paru anda dari
debu, limbah dan bahan kimia

HELM PROYEK

Selalu gunakan Helm selama


berada di area kerja, karena
kecelakaan dapat terjadi
sewaktu-waktu.
SARUNG TANGAN

Sarung tangan dapat


melindungi tangan dari luka
dan penyakit kulit

Gunakan sarung tangan yang


tepat untuk pekerjaan anda.
SEPATU SAFETY

Lindungi kaki dan gunakan


sepatu safrty saat bekerja

Menggunakan sepatu safety


dapat menolong dari luka
karena menginjak paku,
menendang benda keras,
tertimpa benda, dll.

ALAT BERAT

Periksa kondisi Alat Berat


seperti Excavator sebelum
digunakan

Dilarang mengoperasikan alat


berat selain operator

Operator alat berat harus


memiliki Surat Ijin Operator
(SIO)

Semua alat berat harus


mempunyai Surat Ijin Kelayakan
Alat

Siapkan tabung APAR pada


semua alat berat.

Bagian bergerak dari suatu


mesin dapat berbahaya bagi
kita saat digunakan
Pekerja dapat terlindas,
terjepit bahkan terperangkap
dan terluka oleh bagian mesin
yang bergerak
Jangan menggeser dan
memperbaiki mesin saat
mesin sedang bekerja
Laporkan keatasan anda
sesegera mungkin saat anda
mendapatkan peralatan atau
mesin yang rusak
Jangan memperbaiki sendiri
kalau tidak terlatih untuk
memperbaiki mesin yang
rusak
Gunakan sarung tangan yang
sesuai saat menggunakan
peralatan anda

PEKERJAAN TANAH

Jangan menumpuk tanah di


pinggir lubang galian

Gunakan tangga untuk


keluar masuk ke dalam
lubang

Jangan bekerja atau


beristirahat di dalam lubang
galian saat turun hujan

Jauhi alat atau kendaraan


selama penggalian untuk
mencegah terjadinya
kecelakaan.

Jangan melakukan
penggalian di dekat
scaffolding yang terpasang
karena dapat menyebabkan
scaffolding runtuh

Mintalah Surat Ijin Bekerja


ke petugas K3 sebelum
memulai pekerjaan
penggalian

BAHAYA DI TEMPAT GALIAN

Hati-hati, pekerjaan penggalian


adalah pekerjaan yang bahayanya
cukup tinggi

Lubang galian harus dipasang


proteksi dan rambu peringatan
untuk menghindari pekerja
terperosok di dalam lubang.

Jangan melompat atau


menyeberangi lubang hanya
dengan menggunakan papan kayu

Gunakan jembatan atau tempat


berjalan yang semestinya saat
anda perlu menyeberangi lubang

Sebelum bekerja di dalam lubang


galian pastikan bahwa sisi lubang
telah terpasang penopang

Setiap kali ada pergeseran


penopang, segera laporkan ke
atasan anda.

Tanpa penopang di sisi lubang


galian dapat mengakibatkan tanah
jadi runtuh

KEBAKARAN

Kebakaran terjadi apabila ketiga unsur


penyebab kebakaran yaitu: Benda/bahan
bakar, udara dan panas berada dalam
satu tempat dan waktu yang bersamaan.

Peralatan pemadam kebakaran harus


selalu tersedia

Letakkan alat pemadam kebakaran di


tempat yang mudah dijangkau

Setiap pekerja harus mengetahui


penempatan alat pemadam api di daerah
kerjanya masing-masing.

Tabung kebakaran harus selalu diperiksa


secara rutin dan yang telah kosong harus
segera diisi

Jangan gunakan tabung pemadam


kebakaran untuk jadi bahan mainan

Jagan letakkan tabung pemadam


kebakaran di atas lantai dan di daerah
yang lembab karena tabung pemadam
kebakaran dapat tidak berfungsi

KEBAKARAN

Seluruh pekerja harus tahu cara


menggunakan alat pemadam kebakaran
dan cara memadamkan api

Bila terjadi kebakaran kecil, api segera


dipadamkan

Cara menyelamatkan diri waktu terjadi


kebakaran di saat anda berada di dalam
ruangan:

Pada waktu anda melewati pintu


ruangan, anda harus menutup
setiap pintu di belakan anda.

Pintu yang tertutup akan


melindungi anda dari panas dan
asap.

Guanakan jendela jika jalan


keluar melalui pintu tidak aman

Bila banyak asap, merangkaklah


dengan kedua belah tangan dan
lutut, dan cari jalan keluar.

Jangan merangkak dengan perut


menempel di lantai

HATI-HATI! Asan kebakaran


merupakan pembunuh yang
hebat.

HOUSE KEEPING:

Jagalah selalu kebersihan dan


kerapian tempat kerja anda.

Lingkungan kerja yang tidak


bersih dapat mempengaruhi
kesehatan anda

Jangan membuang sampah


sembarangan, buanglah
sampah pada tempatnya.
Jangan membiarkan puingpuing dan sisa material
berserakan di lantai
Cabut atau bengkokkan paku
yang ada di potongan kayu
sebelum dibuang.

KESEHATAN

HOUSE KEEPING

Susun dan rapikan


barang/material yang belum
digunakan maupun yang sudah
digunakan

Bersihkan alat dan area kerja


anda setelah pekerjaan selesai

Bersihkan dan rawat diri anda


selalu agar tidak sakit

Laporkan segera ke atasan


anda bilamana anda menderita
sakit

Segera lapor ke atasan anda


jika anda menderita luka saat
bekerja

Jangan memaksakan diri


untuk bekerja jika anda
mengalami luka yang cukup
serius

Periksakan kesehatan diri


anda secara teratur

Jangan minum minuman yang


beralkohol

Jangan tidur terlalu larut


malam

Selesai bekerja istirahatlah


yang cukup

SHE PLAN SECURITY PLAN


I. Prosedur Masuk Dan Keluar Barang
A. Barang Masuk
a.
Catat di buku harian untuk tanggal dan jam masuk, jenis kendaraan,
jenis barang, dan volumenya.
b.
Cek kebenaran barang tersebut dan cocokan dengan surat jalan.
c.
Catat jam keluar kendaraan.
d.
Dicek kondisi kendaraan, apakah barang sudah turun semua (tidak
membawa keluar barang proyek).
B. Barang Keluar
a.
Catat dibuku harian untuk tanggal dan jam keluar, jenis
kendaraan, jenis barang, dan volumenya.
b.
Cek kebenaran barang tersebut dan cocokan dengan surat jalan.
c.
Laporkan ke Penanggung jawab lapangan dan minta
persetujuannya.
d.
Bila sudah ada persetujuan baru diperbolehkan keluar.
II. Prosedur Penerimaan Tamu :
a.
Setiap orang yang masuk kelokasi dan tidak dikenal wajib ditanya.
b.
Catat di buku harian tamu ; - tanggal, jam kedatangan, identitas tamu
dan keperluannya.
c.
Tamu dipersilakan Menunggu.
d.
Beritahu kepada yang dituju tentang kedatangan tamu dan
keperluannya.
III. Prosedur Pelaksanaan Lapangan :
b.
Melakukan monitoring kegiatan pekerjaan (Safety Patrol).
IV. Prosedur Penanganan Kecelakaan.
a.
Mengamankan lokasi terjadinya kecelakaan
b.
Menghubungi Subkon / Mandor dari korban.

BAB 4 PENUTUP

Demikian pemahaman RKS dan Apresiasi serta interprestasi ini dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagai Metode Pelaksan
aan untuk REHABILITASI GEDUNG PASAR DARMARAJA. dapat kami sampaikan sebagai Bagian dari Lingkup Penawaran Kami mengenai T
eknis tentang lingkup pekerjaan dan Acuan pelaksanaan dalam tujuan agar Mendapatkan hasil yang maksmal,baik dari nilai m
utu dan waktu.Pekerjaan ini akan terlaksana baik apabila mendapat dukungan yang positif dari semua pihak serta usaha yang k
eras dalam melaksanakan langkah-langkah setiap pekerjaan sehingga dapat menghasilkan sebuah hasil karya yang terbaik yang bisa
diberikan.

Bandung, Juni 2016


PT....................................

DIREKTUR