Anda di halaman 1dari 15

ENERGI ROTASI

MOLEKUL LINEAR
Sidikrubadi Pramudito

PERSAMAAN SCHROEDINGER
UNTUK ATOM HIDROGEN

x r sin cos
y r sin sin

z r cos
y

1 2
r
2
r r
r

sin r 2
r
r
2

sin

r sin

sin

sin

e2
V
4 0 r

2m
2 2 E V 0

1
2 2m
2 E V 0
2 2
2

r sin

2 2mr 2 sin 2
2
2

e2

E 0
4 0 r

PEMISAHAN VARIABEL
Dengan demikian kita dapatkan tiga buah persamaan diferensial
masing-masing dengan variabel tunggal:

d 2
2

m
l 0
2
d
ml2
1 d
d
sin
l l 1 2 0
sin d
d
sin
l l 1
1 d 2 dR 2m e 2
E
r
2
R0
2
2
r dr
dr 4 0 r
r

BILANGAN KUANTUM
l l 1
1 d 2 dR 2m e
E
r
2
R0
2
2
r dr
dr 4 0 r
r

1 d
d
ml2
sin
l l 1 2 0
sin d
d
sin

n = 1, 2, 3, . . .
Bilangan kuantum
utama
n l +1
l = 0, 1, 2, . . . ,(n-1)
Bilangan kuantum
orbital
l |ml|

d 2
2

m
0
l
2
d

Aeiml

ml = 0, 1, 2, . . . l
Bilangan kuantum
magnetik

BILANGAN KUANTUM UTAMA


l l 1
1 d 2 dR 2m e 2
E
r
2
R0
2
2
r dr
dr 4 0 r
r

Pemecahan persamaan di atas mensyaratkan harga E positip


berapa saja (elektron bebas) atau salah satu harga negatip En
(elektron terikat) yang ditentukan oleh:

me 4 1
En
2 2 2
2
32 0 n

Kuantisasi Energi

n = 1, 2, 3, . . .
n l +1

BILANGAN KUANTUM ORBITAL


hanya mempersoalkan
l l 1
1 d 2 dR 2m e 2
E
r
2
R 0 aspek radial (gerak
2
2
r dr
dr 4 0 r
r

mendekati / menjauhi
inti
Energi total E mengandung energi kinetik gerak orbital

e2
E Kr Ko V Kr Ko
4 0 r
1 d 2 dR 2m
2 l l 1

r
2 K r K o
2
2
r dr
dr
2m r

R0

Saling menghilangkan

2 l l 1
Ko
2m r 2

L l l 1

Kuantisasi momentum
sudut

BILANGAN KUANTUM MAGNETIK


d 2
2

m
0
l
2
d

Aeiml

ml2
1 d
d
sin
l l 1 2 0
sin d
d
sin

ml = 0, 1, 2, . . .
l
Bilangan kuantum
magnetik

Jika atom hidrogen diberi medan magnet pada arah


z, komposisi L pada arah z :
Lz ml

Kuantisasi ruang

BILANGAN KUANTUM ORBITAL & MAGNETIK


L l l 1
Lz ml

l=2

Kuantisasi momentum
sudut
Kuantisasi ruang
L 6

Lz 0, , 2

0
-
2

FUNGSI-FUNGSI GELOMBANG
l 0; ml 0; 00

1
2

6
cos
2
3
l 1; ml 1; 11
sin
2
10
l 2; ml 0; 20
3 cos 2 1
4
15
l 2; ml 1; 21
sin cos
2
15
l 2; ml 2; 2 2
sin 2
4
l 1; ml 0; 10

EFEK ZEEMAN

Energi potensial sistem


ini:

Vm B cos

Dipol magnet dalam


medan magnetik B
mendapat torka:

B sin

Untuk elektron yang


mengorbit inti:

e
Vm
LB cos
2m

EFEK ZEEMAN
Lz
L

dan L terkuantisasi
ml
cos
l l 1
L l l 1

Energi potensial
magnetik
e

Vm ml

2m

Magneton bohr:
e
b
9.27 10 24 J/T
2m

EFEK ZEEMAN
Dalam medan magnetik energi keadaan atomik tertentu juga bergantung
pada harga m
Tingkat-tingkatl energi terpecah menjadi (2l+1) buah karena pada suatu harga
l terdapat (2l+1) harga ml
Dengan demikian pada transisi dari dua keadaan dengan harga l
yang berbeda terjadi efek Zeeman Normal yaitu terpecahnya
spektra menjadi tiga komponen frekuensi:
e

B
4m

1 0 b

2 0
3 0 b

ml = 1

ml = 0

ml = -1

B
e
0
B

4m
B
e
0
B

4m

GERAK ROTASI MOLEKUL


Pusat
massa

m1

m2

r2

r1

I m r m r R
2
1 1

2
2 2

Momen inersia

m1m2

m1 m2
Massa
tereduksi

TINGKAT ENERGI ROTASIONAL

L2 J J 1 2
EJ

2I
2I

L I J J 1 ; J 0, 1, 2, . . .
Momentum sudut
terkuantisasi

Energi rotasi
terkuantisasi

L2 J J 1 2
EJ

2I
2I
Kaidah seleksi: J = 1

Tingkat Energi
Rotasional

TINGKAT ENERGI ROTASIONAL

E J J 1

J 1
J J 1

h
2I

J=3

J=2
J=1
J=0

Frekuensi yang diserap


Spektrum
rotasional