Anda di halaman 1dari 25

PENYAKIT KATUP JANTUNG

Risa Anindia Putri


030.14.167

PENYAKIT KATUP JANTUNG


Penyakit katup jantung ditandai oleh kerusakan atau cacat dalam salah satu dari
empat katup jantung: mitral, aorta, trikuspid atau pulmonal.
Katup mitral dan trikuspidmengontrol aliran darah antara atrium dan ventrikel.
Katup pulmonal mengontrol aliran darah dari jantung ke paru-paru, dankatup
aortamengatur aliran darah antara jantung dan aorta.
Mitral dan katup aortaadalah yang paling sering terkena penyakit katup jantung.
fungsi normal katup untuk memastikan bahwa darah mengalir dengan kekuatan yang
tepat dalam arah yang benar dan pada waktu yang tepat.
Pada penyakit katup jantung, katup menjadi terlalu sempit dan mengeras (stenosis)
untuk membuka sepenuhnya, atau tidak dapat menutup sepenuhnya (insufisiensi).

ETIOLOGI PENYAKIT KATUP


JANTUNG
Malformasi kongenital
Degenerasi
Demam rematik
Infeksi pada lapisan dalam otot jantung dan katup jantung
Tekanan darah tinggi dan atherosclerosis dapat merusak katup aorta
Serangan jantungdapat merusak otot-otot yang mengontrol katup
jantung.

STENOSIS MITRAL
Kelainan struktur mitral ini menyebabkan gangguan pembukaan sehingga
timbul gangguan pengisian ventrikel kiri pada saat diastol.
Penyebab tersering adalah endocarditis reumatika, akibat reaksi yang
progresif dari demam reumatik oleh infeksi streptokokus.
Stenosis mitral juga dapat terjadi karena stenosis mitral kongenital,
deformitas parasut mitral, vegetasi systemic lupus erythematosus (SLE),
karsinosis sistemik, deposit amyloid, akibat obat
fenfluramin/phentermine, RA, serta kalsifikasi annulus maupun daun
katup pada usia lanjut akibat proses degeneratif.

PATOGENESIS
- proses perusakan katup mitral pada demam rematik adalah proses
antigen antibodi atas infeksi kuman streptokokus beta hemolitikus grup
A.
- antibodi yang terbentuk ternyata juga menyerang katup mitral dan
merusak katup dan juga anulus katup
- katup mitral yang terkena akan menebal, mengalami fibrosis dan terjadi
perlengketan pada tepi katup mitral
- dapat melibatkan pemendekan chorda tendineae yang lebih
menghambat gerakan katup mitral

PATOFISIOLOGI

GEJALA KLINIS

lelah
sesak nafas
nocturnal dyspnea
batuk darah

PEMERIKSAAN FISIK
Mitral facies
palpasi:
pulsasi nadi biasanya lemah dan kecil
aktivitas ventrikel kanan teraba keras
bunyi jantung II yang kerasa bisa teraba

auskultasi:
bunyi jantung I yang mengeras
bunyi jantung II normal atau mengeras jika sudah terjadi hipertensi pulmonal

PENATALAKSANAAN

medikamentosa:
diuretik
beta blocker
intervensi mekanik yaitu bedah

PROGNOSIS
Tanpa penatalaksanaan (valvotomi bedah, dilatasi balon, atau
penggatian katup) hanya sekitar 10 pasien yang dapat bertahan
dalam 10 tahun pertama setelah Mitral Stenosis menimbulkan gejala

REGURGITASI MITRAL
Suatu keadaan dimana terdapat aliran darah balik dari ventrikel kiri ke
atrium kiri pada saat sistolik.
Etiologi: prolaps katup mitral (sindrom barlow), endokarditis rematik atau
bakterialis, penyakit jantung koroner, atau sindrom marfan

PATOFISIOLOGI

GEJALA KLINIS
Sesak nafas
Oedem pulmo
Orthopnea
paroksimal nocturnal
dispnea
syok kardiogenik

PENATALAKSANAAN
Terapi Farmakologis
nitrat
Nitroprisside
ACEI (angiotensin conventing enzyme inhibitor) atau
ARB (angiotensis receptor blocker)
Terapi Invasif Non Bedah
Rekonstruksi katup mitral perkutan menggunakan Mitral Clip
adalah teknik terbaru untuk terapi MR serve dimana pendekatan
bedah konvensional dinilai berisiko tinggi oleh karena fungsi
jantung yang rendah, adanya ko-morbiditas yang lain atau pada
usia tua. Tindakan bias dilakukan kalau kondisi daun katup jantung
masih baik.
Terapi Bedah

STENOSIS AORTA
Etiologi:
Malformasi katup stenosis kongenital (apabila manifestasi pada usia
<15tahun)
Malformasi katup bikuspid kongenital (manifestasi pada usia 65tahun) :
menimbulkan gejala disebabkan perubahan degeneratif bersama dengan
kalsifikasi
Stenosis inflamasi rematik pada katup trikuspid (endokarditis)

PATOFISIOLOGI

GEJALA KLINIS
Chest pain -> Angina Pectoris,
Syncope
Sesak nafas (Dispnea)

PENATALAKSANAAN
Pasien stenosis aorta berat yang simtomatik harus menjalani penggantian
katup, pasien dengan stenosis aorta berat yang menjalani operasi
jantung, stenosis aorta berat disertai disfungsi ventrikel kiri, dan stenosis
aorta sedang yang menjalani operasi jantung

REGURGITASI AORTA
Kondisi dimana sebagian dari volume curah jantung dari ventrikel kiri mengalir
kembali ke ruang ventrikel selama diastol
Etiologi:

Dapat terjadi akibat :


Anomali kongenital (co: Katup bikuspid dengan kalsifikasi sekunder)
Inflamasi daun katup (Demam rematik, endokarditis bakterialis)
Penyakit pada radiks aorta (co: sifilis, sindrom marfan, artriris,
hipertensi, atherosklerosis)

PATOFISIOLOGI

GEJALA KLINIS
Rasa lelah
Dyspnea saat aktivitas
Palpitasi
Angina dengan hipertropi ventrikel kiri

PENATALAKSANAAN
farmakologi
Pemberian vasodilator kerja-langsung (direct acting).
Inhibitor-enzim konvensi angiotensin (ACE-Inhibitor) atau penghambat
acceptor angiotensin (ARB) mungkin tidak efektif sampai sitem reninangiotensin diaktifkan, sehingga mungkin ada peran untuk antagonis kalsium
kerja panjang (long-acting Ca antagonist) dihidropiridin, seperti nifedipine
dan amlodipine, dalam upaya untuk mengurangi fraksi regurgitasi.

bedah
regurgitasi aorta kronis berat adalah pasien yang mulai timbul gejala, pasien
tanpa gejala tapi dengan disfungsi ventrikel kiri, dan pasien yang menjalani
operasi jantung

STENOSIS TRIKUSPID
Akan menghambat aliran darah dari atrium kanan ke ventrikel kanan selama
diastolik.
Etiologi: berkaitan dengan penyakit katup mitralis dan aorta yang terjadi akibat
penyakit jantung rematik berat.
Stenosis katup trikuspidalis meningkatkan beban kerja atrium kanan,memaksa
pembentukan tekanan yang lebih besar untuk mempertahankan aliran normal
melalui katup yang tersumbat. Kemampuan kompensasi atrium kanan terbatas
sehingga atrium akan mengalami dilatasi dengan cepat.
Peningkatan volume dan tekanan atrium kanan mengakibatkan penimbunan darah
pada vena sistemik dan peningkatan tekanan. Temuan klasik gagaljantung kanan
diantaranya peregangan vena yang besar, edema perifer, asites,pembesaran hati,
serta nausea dan anoreksia akibat bendungan darah pada saluran cerna.
Regurgitasi trikuspidalis murni biasanya disebabkan gagaljantung kiri yang
sudah lanjut atau hipertensi pulmonalis berat

KATUP PULMONALIS
Stenosis katup pulmonalis biasanya merupakan kelainan
congenital,bukan akibat penyakit rematik jantung.
Stenosis katup pulmonalis meningkatkan beban kerja ventrikel kanan
sehingga menyebabkan hipertrofiventrikel kanan.

Anda mungkin juga menyukai