Anda di halaman 1dari 121

MEKANIKA TANAH

MEKANIKA TANAH 1

BAB 1

ASAL MULA BATUAN

DEFINISI
Menurut Talobre,
Batuan adalah material yang membentuk kulit bumi termasuk
fluida yangberada didalamnya (seperti air, minyak danlainlain).
(Talobre adalah orang yang pertama kali memperkenalkan Mekanika
Batuan di Perancispada tahun 1948.)

Menurut ASTM,
Batuan adalah suatu bahan yang terdiri dari mineral padat
(solid) berupa massa yangberukuran besar ataupun
berupafragmen-fragmen.

DEFINISI
Secara
Umum,
Batuan adalah campuran dari satu atau
lebih mineral yang berbeda, tidak
mempunyai komposisi kimia tetap.

JENIS - JENIS
Berdasarkan kejadiannya, tekstur dan komposisi
mineralnya, batuan dibedakan menjadi :
BATUAN BEKU (igneous rock)
BATUAN SEDIMEN (sedimentary rock)
BATUAN METAMORF (metamorphic rock)

BATUAN BEKU
BATUAN BEKU merupakan batuan penyusun kerak
bumi yang terbentuk ketika magma mendingin dan
membentuk kristal.
MAGMA adalah cairan silikat yang sangat panas
dengan suhu berkisar 600 C sampai 1250 C yang
terbentuk secara alamiah (Larsen, 1938).

KLASIFIKASI BATUAN BEKU


menurut Russel B. Travis

Berdasarka
n
TEKSTUR

Tingkat
Kristalinitas
Ukuran
Butiran
(Grain Size)
Susunan Butiran
(Grain
Relationship)
Tingkat
Perkembanga
n

Bentuk

Berdasarka
n
PEMBEKUA
N
Plutonik

Berdasarkan
KANDUNGAN
SILICA
Asam

Vulkanik

Menengah
Basa
Ultra Basa

TEKSTUR Tingkat Kristalinitas


menurut Russel B. Travis

Tingkat kristalinitas(degree of crystalline)


batuan beku terbagi atas:

Holocrystalline, seluruhnya kristalin


Hypocrystalline, sebagian tersusun dari kaca
Holohyaline, seluruhnya tersusun darikaca

TEKSTUR Ukuran Butiran


menurut Russel B. Travis

Ukuran butiran batuan beku terbagi atas:

Phaneritic, tersusun dari butiran yang kasat mata


Butiran kasar (coarse grained), berdiameter > 5mm
Butiran sedang (medium grained), berdiameter 1-5
mm
Butiran halus (fine grained), tersusun dari butiran <
1mm

Aphanitic, tersusun dari butiran tak kasat mata

Microcrystalline, dapat diamati dengan mikroskop


Cryptocrystalline, keseluruhan tersusun dari kristalin
Glassy, keseluruhan tersusun dari kaca

TEKSTUR Susunan Butiran


menurut Russel B. Travis

Susunan butiran batuan beku terbagi atas:

Granular,
tersusun dari butiran berdimensi hampir
serupa
Porphyritic,
tersusun dari butiran berukuran sama atau
berbeda di dalam satu kelompok yang mempunyai butiran
yang lebih halus dan seragam
Pegmatitic,
tersusun dari butiran yang menunjukkan rentang
ukuran lebar, namun umumnya terlihat lebih besar
dibandingkan pada batu induk
Aplitic, menyerupai gula dan umumnya memiliki butiran
halus

TEKSTUR Tingkat Perkembangan


menurut Russel B. Travis

Tingkat perkembangan batuan beku terbagi atas:

Euhedral(idiomorphic,automorphic), seluruh atau hampir


seluruhnya dikelilingi permukaan kristal.

Subhedral, sebagian dikelilingi permukaan kristal.

Anhedral(xenomorphic), seluruhnya tidak dikelilingi


permukaan kristal.

TEKSTUR Bentuk
menurut Russel B. Travis

Bentuk batuan beku terbagi atas:

Vesikular,

Amygdaloidal,

Pumiceous,

Scoriaceous,

Spherulitic,

memiliki vesikel menyerupai tabung


atau oval
memiliki amygdules (vesikel pengisi
yang tersusun atas mineral sekunder)
memiliki banyak vasikel dengan tekstur
halus
memiliki banyak vasikel dengan tekstur
kasar
mempunyai bentuk membulat yang
terbentuk dari material kristalin
(spherulites)

PEMBEKUAN Plutonik
menurut Russel B. Travis

Terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih


lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar
(cth : gabro, diorite, dan granit)
Berdasarkan kedudukannya terhadap perlapisan batuan yang
diterobosnya struktur tubuh batuan beku plutonik terbagi menjadi 2
yaitu :
a) Konkordan
Tubuh batuan beku plutonik sejajar dengan perlapisan
disekitarnya (sill, lacolith, lapolith)
b) Diskordan
Tubuh batuan beku plutonik yang memotong perlapisan
batuan disekitarnya (dike, batolith, stock)

PEMBEKUAN Vulkanik
menurut Russel B. Travis

Terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat


(misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral
penyusunnya lebih kecil (cth : basalt, andesit)
Beberapa struktur batuan beku vulkanik:

Masif, yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang terlihat
seragam.

Sheeting joint, yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan

Columnar joint, yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah


poligonal seperti batang pensil.

Pillow lava, yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal-gumpal.


Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air.

Vesikular, yaitu struktur yang memperlihatkan lubang-lubang pada batuan


beku. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan.

KANDUNGAN SILICA
menurut Russel B. Travis

Berdasarkan kandungan senyawa kimia (kandungan


silikanya) maka batuan beku dapat dibagi menjadi :
1.
2.
3.
4.

Batuan
Batuan
Batuan
Batuan

beku
beku
beku
beku

Asam
Menengah
Basa
Ultrabasa

: Silika > 65 %
: Silika 65 - 52 %
: Silika 52 - 45 %
: Silika < 45 %

BATUAN SEDIMEN
BATUAN SEDIMEN adalah batuan yang terjadi
karena pengendapan materi hasil erosi.
Sekitar 80% permukaan benua tertutup batuan
sedimen, walaupun volumenya hanya sekitar 5%
dari volume kerak bumi.

KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN


menurut Russel B. Travis

SEDIME
N

KIMIA

ORGANIK

SEDIMEN KIMIA
menurut Russel B. Travis

Batuan sedimen kimiawi adalah batuan sedimen yang


terangkut dalam bentuk larutan kemudian diendapkan
secara kimia di tempat lain.
Endapan kimia juga berasaldari sumber air panas dan
secara tiba-tiba mengalami pendinginan akan
menghasilkan endapan oval (kalsit).
Contoh : Evaporasi dari air laut dan air danau,
Batu tetes (Stalaktit & stalakmit)

SEDIMEN ORGANIK
menurut Russel B. Travis

Batuan sedimen organik adalah batuan sediemen yang


dibentuk atau diendapkan oleh organisme.
Ciri-ciri batuan sedimen :
1. Pada umumnya berlapis-lapis
2. Lebih lunak, ringan dan berwarna terang
3. Tempat utama fosil
Contoh: Batu bara terbentuk dari timbunan sisa-sisa tumbuhan
di dasar danau (rawa-rawa, berubah menjadi menjadi
gambut,
selanjutnya menjadi batu bara muda/batu bara)

BATUAN METAMORF
BATUAN METAMORF terbentuk dari proses
perubahan batuan asal (batuan beku maupun
sedimen), baik perubahan bentuk/struktur
maupun susunan mineralnya akibat pengaruh
tekanan dan /atau temperatur yang sangat tinggi,
sehingga menjadi batuan yang baru.

KLASIFIKASI BATUAN METAMORF


1. Calcic Metamorphic Rock
berasal dari batuan yang bersifat kalsik (kaya unsur Al), umumnya terdiri atas batu
lempung dan
serpih. Contoh: batu sabak dan Phyllite.
2. Quartz Feldsphatic Rock
berasal dari batuan yang kaya akan unsur kuarsa dan feldspar. Contoh : Gneiss.
3. Calcareous Metamorphic Rock
berasal dari batugamping dan dolomit. Contoh : Marmer.
4. Basic Metamorphic Rock
berasal dari batuan beku basa, semibasa dan menengah, serta tufa dan batuan
sedimen yang
bersifat napalan dengan kandungan unsur K, Al, Fe, Mg.
5. Magnesia Metamorphic Rock
berasal dari batuan yang kaya akan Mg. Contoh : Serpentit dan Sekis.

BAB 2

KOMPOSISI TANAH

DEFINISI TANAH
Dalam pengertian teknik secara umum,
TANAH adalah material yang terdiri dari

MINERAL
butiran mineral padat
yang tidak tersementasi
(terikat secara kimia)
satu sama lain.

&

BAHAN
ORGANIK
yang telah melapuk

dan yang berpartikel padat, disertai dengan zat cair dan gas yang mengisi
ruang-ruang kosong di antara partikel-partikel padat tersebut.

DEFINISI TANAH
Bidang ilmu teknik sipil, mendefinisikan tanah sebagai semua
bahan
pada
kulit
bumi
yang
tidak
terkonsolidasi
(unconsolidated).
Dianggap bahwa batuan merupakan mineral agregat yang
dihubungkan oleh berbagai kekuatan besar, sedangkan tanah
merupakan
partikel-partikel
alam
yang
dapat
dihancurkan dengan kekuatan rendah.
Dengan perkataan lain, tanah merupakan bahan lepas di
luar lapisan batuan, yang terdiri atas kumpulan butir-butir
mineral dengan berbagai ukuran dan bentuk serta kandungan
bahan .organik, air dan udara.

KOMPOSISI TANAH
UDARA
3
KOMPONE
N
TANAH

AIR
BAHAN
PADAT

Udara
dianggap
tak
mempunyai pengaruh teknis
sedangkan
air
sangat
mempengaruhi
sifat-sifat
teknis tanah.

Ruang di antara butiran-butiran tanah (pori atau


voids) sebagian atau seluruhnya dapat terisi
oleh air atau udara.

Bila pori (voids) terisi air seluruhnya tanah dikatakan dalam kondisi jenuh.
Sehingga jika beban diterapkan pada tanah kohesif yang jenuh maka
pertama kali beban tersebut akan didukung oleh tekanan air dalam
rongga pori tanahnya.
Pada kondisi ini butiran-butiran lempung tidak dapat mendekat satu
sama lain untuk meningkatkan tahanan geser selama pori di dalam
rongga pori tidak keluar meninggalkan rongga tersebut.
Karena rongga pori tanah lempung sangat kecil, keluarnya air pori
meninggalkan rongga pori memerlukan waktu yang lama. Jika sesudah
waktu yang lama setelah air dalam rongga pori berkurang butiran-butiran
lempung dapat mendekat satu sama lain sehingga tahanan geser
tanahnya meningkat.
Masalah ini tidak dijumpai pada tanah granuler yang rongga porinya
relatif besar karena sewaktu beban diterapkan, air langsung keluar dari
rongga pori dan butiran dapat mendekat satu sama lain yang
mengakibatkan tekanan gesernya langsung meningkat.

Diagram fase tanah ( Das,1994)

BAB 3

KLASIFIKASI TANAH

KLASIFIKASI TANAH
Sistem
Klasifikasi
Tanah
adalah
suatu
sistem
penggolongan sistematis yang terdiri dari jenisjenis tanah
yang mempunyai sifat yang sama kedalam kelompok dan
sub-kelompok berdasarkan pemakaiannya. (Das,1995).
USCS
2 Sistem
Klasifikasi Tanah

AASHTO

USCS Unified Soil Classification System


Dalam sistem ini,Cassagrandemembagi tanah atas
3 kelompok (Sukirman, 1992) yaitu :
1. TANAH BERBUTIR KASAR; < 50% lolos saringan
No. 200
2. TANAH BERBUTIR HALUS; > 50% lolos saringan
No. 200
3. TANAH ORGANIK yang dapat dikenal dari warna,
bau
dan
sisa-sisa
tumbuh-tumbuhan
yang
terkandung di dalamnya.

USCS Unified Soil Classification System


Sesuai dengan klasifikasi USCS, ukuran tekstur tanah seperti di bawah ini:
KERIKIL (GRAVEL)

partikel tanah berbutir kasar yang berukuran 4,76 (No. 4) sampai 75 mm (No. 3).

PASIR (SAND)

yaitu partikel tanah berbutir kasar yang berukuran 0,074 (No. 200) sampai
4,76 mm (No. 4). Berkisar dari kasar (3 sampai 5 mm) sampai halus (< 1 mm).

LANAU (SILT) dan LEMPUNG (CLAY)

yaitu tanah berbutir halus yang berukuran lebih kecil dari 0,074 mm (No. 200). Lanau
(dan lempung) dalam jumlah besar ditemukan dalam deposit yang disedimentasikan
ke dalam danau atau dekat garis pantai pada muara sungai..

KOLOID (COLLOID)

yaitu partikel mineral yang diam, berukuran lebih kecil dari 0,001
mm.

USCS Unified Soil Classification System


Istilah pasir, lempung, lanau, dan sebagainya, selain
digunakan untuk menggambarkan ukuran partikel
pada batas yang telah ditentukan, dapat juga digunakan
untuk menggambarkan sifat tanah yang khusus.
Seperti istilah lempung untuk jenis tanah yang bersifat
kohesif dan plastis, dan pasir untuk jenis tanah yang
tidak kohesif dan tidak plastis.

USCS Unified Soil Classification System

Dimana:
W
=
baik)
P
=
buruk)
L
=
H
=

well graded (gradasi


poorly graded (gradasi
low plasticity (LL <50)
high plasticity (LL > 50)

USCS Unified Soil Classification System

AASHTO American Association Of State Highway


and Transporting Official
Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh Hoentogler dan
Terzaghi, yang akhirnya diambil olehBureau Of Public
Roads.

Pengklasifikasian sistem ini berdasarkan kriteria ukuran butir


dan plastisitas. Maka dalam mengklasifikasikan tanah
membutuhkan pengujian analisis ukuran butiran, pengujian
batas cair dan batas plastis.

AASHTO American Association Of State Highway


and Transporting Official

AASHTO American Association Of State Highway


and Transporting Official

DIMANA :

AASHTO American Association Of State Highway


and Transporting Official

TANAH BERBUTIR KASAR (COARSE GRAINED)


Merupakan tanah yang rentang partikelnya terdiri dari rentang ukuran kerikil
dan pasir.

TANAH BERBUTIR HALUS (FINE GRAINED)


Merupakan tanah yang rentang partikelnya terdiri dari rentang ukuran lanau
dan lempung.

Tanah termasuk tipe pasir atau kerikil (disebut juga tanah berbutir kasar) jika
setelah kerakal atau berangkalnya disingkirkan, lebih dari 50% material
tersebut tertahan pada ayakan No. 200 (0,075 mm).

Tanah termasuk tipe lanau atau lempung (disebut juga tanah berbutir halus)
jika setelah kerakalnya atau berangkalnya disingkirkan, lebih dari 50%
material tersebut lolos ayakan No. 200.

Adapun batasan-batasan
interval dari ukuran
butiran/partikel tanah
lempung, lanau, pasir, dan
kerikil menurut
Bureau of Soil USDA,
ASTM, M.I.T,
International
Nomenclature, dan
British Standard BS 6930
dapat dilihat pada tabel
disamping.

BAB 4

ALIRAN DALAM
AIR TANAH

ALIRAN AIR DALAM TANAH


Susunan butiran padat tanah dan pori-pori yang saling berhubungan satu
sama lain membuat air dapat mengalir dari satu titik dengan energi
yang lebih tinggi ke titik dengan energi yang lebih rendah.
Sifat-sifat dari tanah akan berubah sesuai dengan air yang
mengisi pori-porinya,, khususnya tanah berbutir halus. Air juga
merupakan salah satu faktor penting dalam masalah teknis yang
berhubungan dengan tanah, seperti:

Penurunan (settlement)
Stabilitas pondasi, lereng, dinding penahan tanah, dll.
Perubahan kekuatan geser tanah

ALIRAN AIR DALAM TANAH


Air didalam tanah dibagi menjadi
2 zona, yakni:
1.Zona tidak jenuh (zone of
aeration)
Zona ini adalah suatu lapisan
tanah yang mengandung air yang
masih dapat kontak dengan
udara.
2.
Zona air jenuh (zone of
saturation)
Zona ini adalah suatu lapisan
tanah yang mengandung air
tanah yang relatif tak terhubung
dengan udara luar dan lapisan

klasifikasi air
dalam lapisan
tanah

KECEPATAN ALIRAN AIR DALAM


TANAH
Pada tahun 1856, Darcy memperkenalkan suatu persamaan sederhana
yang digunakan untuk menghitung kecepatan aliran air yang mengalir
dalam tanah jenuh, dinyatakan sebagai berikut.

Dimana :

Q = k.i.A

k
i
A

= Debit yang mengalir,


dalam (l/det) atau (m3/det)
= Koefisien permeabilitas (cm/det)
= Gradien hidrolik (cm)
= Luas penampang (cm2)

PERMEABILITAS TANAH
Tanah mempunyai sifat membiarkan air melalui lobang porinya
sebagaimana hujan jatuh di atas permukaan tanah. Sifat seperti ini
dikatakan PERMEABILITAS TANAH, yang lazim disebut dengan
Koefisien Permeabilitas (k) yang mempunyai dimensi sebagai
kecepatan, karena memang sebenarnya (k) adalah kecepatan aliran
yang melalui rongga.

Koefisien Permeabilitas (k) bergantung kepada :


-Ukuran butir (soil grain)
-Sifat dari pada air pori
-Angka pori (void ratio)
-Bentuk dan susunan pori (porositas)
-Derajat kejenuhan (Sr)
Kekentalan cairan

KOEFISIEN PERMEABILITAS TANAH

KOEFISIEN PERMEABILITAS TANAH


Ada 2 metode penentuan koefisien rembesan di
laboratorium, yaitu :
1.Uji tinggi konstan (constant head permeability test)
2.Uji tinggi jatuh (falling head permeability test)
Ada 2 metode penentuan koefisien rembesan di lapangan,
yaitu :
1.Unconfined flow
2.Confined flow

UJI TINGGI KONSTAN

Answer:

UJI TINGGI JATUH

Answer:

UNCONFINED FLOW
Istilah UNFONFINED FLOW disebut
juga dengan lapisan berair tanpa
batas, dan dipakai untuk keadaan
dimana batas atas dari daerah
rembesan adalah garis rembesan.

Dari penurunan hukum Darcy ,


dimana :

Q
=menjadi
k.i.A:
yang
k=

CONFINED FLOW
Istilah CONFINED FLOW disebut
juga dengan lapisan berair
dengan batas. Hal ini dipakai
untuk rembesan di bawah
suatu bangunan atau lapisan
yang tidak dapat dirembes air.
Diambil dari rumus luas
penampang aliran, yakni:

A = 2.

.r.Z

yang menjadi :
k=

BAB 5

KONSEP TEGANGAN
EFEKTIF

1. Pengertian
Berat tanah yang terendam air disebut berat
tanah efektif, sedangkan tegangan yang terjadi
akibat berat tanah efektif di dalam tanah
disebuttegangan efektif.Pada tanah granuler,
tanah pasir, dan kerikil dikenal dengantegangan
intergranuler. Tegangan efektif merupakan
tegangan yang mempengaruhi kuat geser dan
perubahan volume atau penurunan tanah.

2.Tegangan Efektif dan Tegangan Netral


Terzaghi (1923) memberikan prisip tegangan efektif yang
bekerja pada tanah jenuh air yang dinyatakan dalam
persamaan :

(1.1) = + u
dimana

=tegangan normal total pada suatu bidang di dalam


massa tanah (tegangan akibat berat tanah total termasuk
ruang pori, persatuan luas yang arahnya tegak lurus)
u
= tekanan pori (u), dikenal dengan tekanan netral
yang bekerja ke segala arah sama besar

= tegangan normal efektif (), yaitu tegangan yang


dihasilkan dari beban butiran tanah efektif per satuan
bidang luas

Tegangan efektif dalam tanah dapat ditentukan dengan cara


meninjau lapisan tanah dengan permukaan mendatar dan
dengan permukaan air tanah pada permukaan. Tegangan
vertikal total ( z) merupakan tegangan normal pada bidang
horisontal pada kedalaman z, dengan persamaan:
(1.2)

z = sat z

z = kedalaman titik di dalam tanah


sat= berat volume tanah jenuh

Jika air tidak mengalir maka tekanan air pori pada sembarang kedalaman akan
berupa tekanan hidrostatis. Karena itu pada kedalaman z tekanan pori (u),
dapat didefinisikan:
u = w z (1.3)

Menurut persamaan (1.1) tegangan vertikal efektif ( z) pada kedalaman z :


z = z u
z= zsat zw
z= (satw) z
(1.4)

z= z
dengan merupakan berat volume apung atau berat volume tanah efektif saat
tanah terendam air.

Tekanan air pori (uw) harus lebih kecil daripada tegangan yang terjadi dalam udara
(ua) akibat tarikan permukaan. Sehingga Bishop (1995) mengusulkan persamaan
hubungan tegangan total() dan tegangan efektif () untuk tanah jenuh
= + ua X (ua - uw)

(1.5)

dengan :
X = parameter yang ditentukan secara ekperimental
uw= tekanan air pori
ua = tekanan udara dalam pori
Untuk tanah jenuh (S = 1) nilai X = 1 untuk tanah kering sempurna (S = 0) maka X = 0

3. Tegangan pada Tanah Jenuh Air tanpa Rembesan


Pada gambar 1.3 menunjukan suatu massa tanah jenuh air di dalam suatu tabung tanpa
adanya rembesan air ke segala arah. Tegangan total di titik A dapat dihitung dengan cara :
= H w + (HA - H) sat

dimana
= tegangan total pada titik A
w = berat volume air
sat = berat volume tanah jenuh air
H = tinggi muka air diukur dari permukaan tanah di dalam bidang
HA= jarak antara titik A dan muka air
Tegangan total () dari persamaan (1.6) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
a)Bagian yang diterima oleh air di dalam ruang pori yang menerus (tegangan ini
bekerja ke segala arah sama besar)
b)Sisa dari tegangan total dipikul oleh butiran tanah padat pada titik-titik sentuhnya.

4.Tegangan pada Tanah Jenuh Air dengan Rembesan


Teganganefektifpadasuatutitikakanmengalamiperubahandikarenakanolehadanyarembesanair
yangmelaluinya.Teganganefektifiniakanbertambahbesarataukeciltergantungpadaarah
rembesan.
a)RembesankeAtas

Gambar 1.4
Padagambar1.4menunjukansuatulapisantanahberbutirdidalamsilinderdimanaterdapat
rembesanairkeatasyangdisebabkanadanyapenambahanairmelaluisaluranpadadasarsilinder.
Pada titik A
Pada titik B
Tegangantotal(A)=H1w
Tegangantotal(B)=H1w+H2sat

b. Rembesan Ke bawah

Keadaan di mana terdapat rembesan air ke bawah dapat dilihat dalam gambar. Ketinggian
air di dalam silinder diusahakan tetap, hal ini diatur dengan cara menambahkan air dari
atas dan pengaliran air ke luar melalui dasar selinder.
Tegangan total ( B) = H1w+ zsat
Tekaan air pori (uB) = (H1+ z iz)w
Tegangan efektif ( B)= B uB
= (H + z ) (H + z iz)

5.Penggelembungan pada Tanah yang Disebabkan oleh Rembesan di Sekeliling Turap


Gayarembesanpersatuanvolumetanahdapatdihitunguntukmemeriksakemungkinankeruntuhan
suatuturapdimanarembesandalamtanahdapatmenyebakanpenggelemmbungan(heave)pada
daerahhilirsesuaiyangditunjukanolehgambar.Terzaghi(1992)menyimpulkanbahwa
penggelembunganudarapadaumumnyaterjadipadadaerahsejauhD/2dariturap(dimanaD
adalahkedalamanpemancanganturap).

FS=W/U

Dimana:
FS=faktorkeamanan
W=berattanahbasahdidaerahgelembungpersatuanlebarturap
U=gayaangkatdisebabkanolehrembesanpadatanahdenganvolumeyangsama

CONTOH SOAL:
1. Hitung tegangan total dan tegangan efektif di A apabila sat= 10 kN/m3

2. Hitung tegangan efektif di A apabila sat= 15 kN/m3dan b= 10 kN/m3apabila


a. permukaan air di (a)
b. permukaan air di (b)

Jawab :
a.Tegangan di A (a)
A= 2 b
= 20 kN/m2
ua= 0
= A- ua
= 20 0
= 20 kN/m2

b.Tegangan di A (b)
A= 2 sat+ 2 w
= (2 x 15) + (2 x 9,8)
= 49,6 kN/m2
ua= 4 w
= 4 x 9.8
= 39,2 kN/m2
= A- ua
= 49.6 39.2
= 10,4 kN/m2

BAB 6

TEGANGAN PADA
SUATU MASSA
TANAH

TEGANGAN GESER PADA SEBUAH BIDANG

x
Z
zx
xz
X

xz

zx

zx
dz
z

xz
dx
x

z
dz
z

x
dx
x

zx

xz
zx
z

xz

xz

dx
x

zx
dz
z
Z

z
dz
z

x
dx
x

Dengan menyamakan momen-momen terhadap titik pusat elemen dan


mengabaikan deferensiasi orde tinggi, diperoleh bahwa xz = zx ,
dengan menyamakan gaya-gaya pada arah x dan z, didapat
persamaan-persamaan berikut :

x
zx

X 0
x
z
z
xz

Z 0
z
x
X dan Z adalah body force per satuan volume pada arah x dan
z. Ini merupakan persamaan keseimbangan dalam dua
dimensi yang dapat juga dinyatakan untuk tegangan efektif.

x
z

x
w

Regangan geser diperoleh

xz

u w

z
x

2 x
2 z
xz

0
2
2
z
x
xz

Persamaan yang tidak tergantung pada sifat material, dan dapat


digunakan dalam keadaan elastis dan plastis.

Tegangan geser

Regangan geser

V
1 2
x y z

V
E
V
0,sehingga 0,5
V
Apabilaterjadikonsolidasinilai adalahantra0s/d0,5
HubunganantaraModulusYoung, ModulusGeser,danangkaPoisson
E
G
21

TEORI BOUSINESQ
Analisis tegangan yang terjadi dalam massa tanah akibat pengaruh beban titik di permukaan
dapat dilakukan dengan menggunakan teori Boussinesq (1885).
Anggapan yang digunakan dalam analisis sebagai berikut :
1.Tanah berupa bahan elastis, homogen, isotropis, dan semi tak terhingga (semi-infinite)
2.Tanah tidak mempunyai berat
3.Hubungan tegangan regangan mengikuti hukum Hooke
4.Distribusi tegangan akibat beban tidak bergantung pada jenis tanah
5.Distribusi tegangan simetri terhadap sumbu vertikal (z)
6.Perubahan volume tanah diabaikan
7.Tanah tidak sedang mengalami tegangan sebelum beban Q

1. TEGANGAN VERTIKAL YANG DIAKIBATKAN OLEH BEBAN TITIK


Q

z
r

Q
1

rz

3Q

z
r
r

z = konstan

r=0
z = konstan

z = konstan

3Q

2z 2

5
2

1 r 2
z

3r 2 z
2

z2

rz 2
2

5 2

1 2

r2 z2 z r2 z
z

z2

3 2

2 1

r2 z2 z r2 z

5 2

3
1
Ip

2
2 1 r / z
sehingga
Q
z 2 Ip
z

5/ 2

2 12

2. TEGANGAN VERTIKAL YANG DIAKIBATKAN OLEH BEBAN GARIS

Q/m

2Q

2Q

xz

2Q

X
x

x
x
x

z3
2

z2

z
x2 z

z
xz 2

3. TEGANGAN VERTIKAL YANG DIAKIBATKAN OLEH BEBAN LAJUR

z
B1

B2
q

x
xz

sin cos 2
sin cos 2
sin cos 2

tan

B1 B 2

B1
tan

z

1

BEBAN JALUR MEMANJANG

BEBAN BUJUR SANGKAR

+2M

-0M
4M

0,21q

-12M

0,054q

4. TEGANGAN VERTIKAL DI BAWAH TITIK PUSAT BEBAN TERBAGI RATA


BENTUK LINGKARAN

dr
d
q

1
z q 1
2

R
z

1
2
1

R
z

Ic 1

3/ 2

3/ 2

z qI c
r
D = 2R

q
21 2
1
1 2

2 12
2
2

R
z
1

R
z

3 2

4. TEGANGAN VERTIKAL DI BAWAH TITIK PUSAT BEBAN TERBAGI RATA


BENTUK EMPAT PERSEGI PANJANG

L
B

L
B
;n
;changeable
z
z
z qI
m

z
Z

1 2mn m 2 n 2 1 m 2 n 2 2
m2 n2 1
1 2 mn
I
tan
4 m 2 n 2 m 2 n 2 1 m 2 n 2 1
m2 n2 1 m2n2
(REFadum,1948)

TEGANGAN DI BAWAH PONDASI PERSEGI


Contoh

Q = 10.000 kN
L=3m
B=2m
T=1m
Z=5m

L
Z

Mfp = 3 x 2 x 1 x 24 = 144 kN
q0 = (Q+Mfp)/(L x B)

= (10.144)/6 = 1.690,67 kN/m2

I1

I2

1
2

I4
1,5
q0

I3
1,5

I = I1 + I2 + I3 + I4
I = Ii

3
= 1.690,67 kN/m2

m = L/z = 1,5/5 = 0,3


n

= B/z = 1/5 = 0,2

= 0,026

4I

= 4 X 0,026 = 0,104

z = q 4I
= 1.690,67 x 0,104
= 175,83 kN/m2

0.026

5. DIAGRAM PENGARUH UNTUK TEGANGAN VERTIKAL

1
z q 1
2

R
z

1
Ic 1
2

R
z

R z

Nomor
lingkaran

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

p
1

Z
q
0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1

3/ 2

3/ 2

r/z

R lingkaran (AB) =
5

0
0.2698
0.4005
0.5181
0.6370
0.7664
0.9176
1.1097
1.3871
1.9083

0
1.3488
2.0025
2.5905
3.1848
3.8321
4.5881
5.5485
6.9354
9.5415

BEBAN TERBAGI RATA BENTUK TIDAK TERATUR

p q0 1

2z

R
p

1
z
q0

2 / 3

3/ 2

1/ 2

Newmark' schart,1942
p ( Iv) N q0
1
jumlahelemendalamchart
N jumlahelemenplatdalamchart
AB kedalamandaridasarpondasi,z
Iv

AB
z

AB
z

N(4X20)3016,8
126,8
p 0,005 126,8q 0

BAB 7

KEMAMPUMAMPATAN

TANAH

Konsolidasi adalah proses berkurangnya volume atau berkurangnya rongga pori dari
tanah jenuh berpermeabilitas rendah akibat pembebanan, dimana prosesnya
dipengaruhi oleh kecepatan terperasnya air pori keluar dari rongga tanah.

Diamati

dengan pemasangan piezometer, untuk mencatat perubahan tekanan air

pori dengan waktunya.

Alat ukur Tek. Hidrostatis

Seimbang (tek. Overburden)


Kelebihan tek. Air Pori
(Excess pore water pressure)
/ kond. undrained

Proses konsolidasi

Konsolidasi berakhir,
Tek. Air pori = 0

Pegas divisualisasikan sebagai tanah yang mudah mampat, air dalam piston sebagai air pori
dan lubang pada piston dilukiskan sebagai kemampuan tanah meloloskan air.

Pada

sembarang waktu, tekanan yang terjadi pada pegas identik dengan kondisi

tegangan efektif di dalam tanah.

Tekanan air dalam silinder identik


Kenaikan

dengan tekanan air pori.

tekanan akibat penerapan beban (p) identik dengan tambahan tegangan

normal yang bekerja.

Gerakan

piston menggambarkan perubahan volume tanah yang dipengaruhi oleh

kompresibilitas (kemudahmampatan) pegas.

Permodelan

menggambarkan apa yang terjadi bila tanah kohesif jenuh dibebani di

laboratorium maupun lapangan.

* Pondasi dibangun di atas tanah lempung jenuh yang diapit oleh lapisan pasir.
* Segera setelah pembebanan, lapisan lempung mengalami kenaikan tegangan sebesar p
* Air pori dalam lapisan lempung mudah mengalir ke lapisan pasir

* Tinggi air dalam pipa piezometer menyatakan besarnya kelebihan tekanan air pori (excess

pore water pressure) di lokasi pipa dipasang.


* Akibat tambahan tegangan p, tinggi air dalam pipa naik : h = p/w yang dinyatakan oleh
garis DE yang menunjukkan tekanan air pori awal.
* Kurva K1 menunjukkan dalam waktu tertentu, tekanan air pori lapisan lempung masih tetap
dibandingkan dekat dengan lapisan pasir yang cepat berkurang. Sesudahnya sesuai kurva
yang ditunjukkan K2
* kedudukan garis AC menunjukkan proses konsolidasi telah selesai, yaitu ketika kelebihan
tekanan air pori (u) telah nol.

*Menggambarkan sifat penting dari tanah lempung


*Tanah lempung yang biasanya terjadi dari proses pengendapan dan
akibat tanah di atasnya lempung mengalami konsolidasi atau
penurunan, suatu ketika tanah di atas mungkin kemudian hilang
karena proses alam sehingga tanah pernah mengalami tekanan
yang lebih besar dari tekanan sekarang yang biasa disebut
overconsolidated.

* Nilai banding overconsolidation (overconsolidation ratio, OCR) didefinisikan sebagai


nilai banding tekanan prakonsolidasi terhadap tegangan efektif yang ada, dalam
persamaan :

* Tanah normally consolidated mempunyai OCR = 1, overconsolidated mempunyai


OCR > 1

* Tanah dalam proses konsolidasi (underconsolidated) mempunyai OCR < 1, tanah yang
belum seimbang.

'

Pc
OCR
'
Po

*Beban P diterapkan di atas benda uji, penurunan diukur dengan


arloji pembacaan (dial gauge)

*Beban diterapkan dalam periode 24 jam dan benda uji selalu


terendam air

*Tiap penambahan beban selama pengujian, tegangan yang terjadi


berupa tegangan efektif

*Bila berat jenis tanah (specific gravity), dimensi awal dan

penurunan pada tiap pembebanan dicatat, maka nilai angka pori e


dapat diperoleh.

* Perubahan tinggi (H) per satuan dari tinggi awal (H) adalah

sama dengan perubahan volume (V) per satuan volume awal


(V), atau

H
V

H
V
H H

e
1 eo

Kemiringan kurva e p (av) didefinisikan


sebagai :

e
e1 e2
av

p
p2 ' p1 '

*Koefisien pemampatan adalah


koefisien yang menyatakan
kemiringan kurva e p

*Koefisien perubahan volume (mv) didefinisikan sebagai perubahan volume


persatuan penambahan tegangan efektif.

*Jika terjadi kenaikan tegangan efektif dari p1 ke p2 maka angka pori akan
berkurang dari e1 dan ke e2 dengan perubahan tebal H.

*Satuan dari mv adalah m2/kN


*Karena mv adalah perubahan
volume per satuan penam bahan tegangan, maka :

av p 1
av
mv

1 e1 p 1 e1

Hitunglah av dan mv untuk kenaikan tegangan dari 20


sampai 40 kN/m2 dari kurva uji Konsolidasi.
Penyelesaian :
Dari kurva diperoleh hubungan angka pori & tegangan
Untuk :
p1 ' 20 kN / m 2 , e1 1,77
Jadi,

p2 ' 40 kN / m 2 , e2 1,47
e1 e2
1,77 1,47
av

0,015 m 2 / kN
p2 ' p1 '
40 20

Dari kurva, untuk :

p1 ' 20 kN / m 2 , H 1 / H 0,24
p2 ' 40 kN / m , H / H 0,31
2

0,31 0,24
mv
0,0035 m 2 / kN
40 20

Hasil uji konsolidasi pada lempung jenuh :

Hasil uji terakhir stlh 24 jam, kadar air = 24,5 % dan Gs = 2,70.
Gambarkan hubungan angka pori vs tegangan efektif dan
tentukan av dan mv

* Contoh tanah jenuh berlaku hubungan, e = wGs


maka angka pori akhir pengujian : e1 = 0,254 x 2,70 = 0,662

* Tebal contoh kondisi akhir : H1 = 19,25 mm


* Angka pori awal pengujian e0 = e1 + e
* Umumnya hubungan antara e dan H dinyatakan :
e
1 e0
1 e1 e

H
H
H
H 20 19,25 0,75 mm
e
1,662 e

0,75
20
e 0,065
e0 0,662 0,065 0,727
e
1 e0
1,727

0,0864
H
H
20
e 0,0864 H
jadi ,

* Persamaan digunakan menentukan angka pori, dalam tabel :

0,00
0,351
0,481
0,652
0,849
1,050
0,750

0,000
0,030
0,042
0,056
0,073
0,091
0,065

0,727
0,697
0,685
0,671
0,653
0,636
0,662

* Dari grafik :

'

p1 250kN / m 2 , e1 0,665
'

p2 350kN / m 2 , e2 0,658
e
0,665 0,658
av

0,00007 m 2 / kN
p
350 250
av
0,00007
mv

0,000042m 2 / kN
1 e1
1,665

* Indeks kompresi adalah kemiringan dari bagian lurus grafik e log p

* Dinyatakan oleh persamaan :


e
e1 e2
e1 e2
Cc

log p '
log p2 ' log p1 '
log( p2 ' / p1 ' )

* Penelitian Terzaghi & Peck untuk tanah normally consolidation :


Cc 0,009( LL 10)

Cc 0,007( LL 10)
Dimana : LL = liquid limit

* Indeks rekompresi adalah kemiringan dari kurva pelepasan


beban dan pembebanan kembali pada grafik e log p

e
e1 e2
e1 e2
Cr

log p '
log p2 ' log p1 '
log( p2 ' / p1 ' )

* Dari hasil pengujian, tentukan besarnya Cr


e1 = 0,636; p1 = 800 kN/m2
e2 = 0,662; p2 = 10 kN/m2

e
e1 e2
0,636 0,662
Cc

0,013
log p '
log( p2 ' / p1 ' )
log(10 / 800)

* Ditinjau lapisan tanah lempung jenuh dengan tebal H dan akibat beban yang
bekerja, lapisan tanah menerima tambahan tegangan sebesar p.

* Dianggap regangan arah lateral nol


dengan :
V = volume awal
H = tebal tanah awal
V = perub. Volume
H = perub. Tebal
e = perub. Angka pori

e0 e1
V
H
e

V
H
1 e0
1 e0

* Bila H = Sc, maka persamaan umum :


e0 e1
e
Sc
H
H
1 e0
1 e0

* Untuk lempung tertentu, penurunan konsolidasi primer (pc = p0+p) :


a.Normally consolidated (pc = p0)
b.Overconsolidated (pc > p0) :

H
p1 '
S c Cc
log
1 e0
p0 '

* Bila p1 < pc :

H
p1 '
S c Cr
log
1 e0
p0 '

* Bila p1 > pc :
pc '
H
H
p1 '
S c Cc
log
Cr
log
1 e0
p0 '
1 e0
pc '

Hasil uji konsolidasi pada kedalaman 20 m, tek.


Overburden efektif p0 = 275 kN/m2 , e0 = 0,91.
Tentukan kemiringan kurva pemampatan asli
dan hitung penurunan konsolidasi jika tambahan
tegangan p1 = 800 kN/m2, H = 10 m

* Perpotongan di titik B ditentukan dari perpotongan garis mendatar 0,42e0 = 0,42 x


0,91 = 0,38

* Nilai Cc diperoleh pada kurva pemampatan :


untuk p1 = 900 kN/m2 ; e1 = 0,71
untuk p2 = 2000 kN/m2 ; e2 = 0,58

0,71 0,58
Cc
0,38
log 2000 log 900

* Untuk p1 = 800 kN/m2 maka e1 = 0,74, jadi :

e0 e1
0,91 0,74
Sc
H
.10 0,89 m
1 e0
1 0,91
* Penurunan untuk lempung normally consolidated :

disebabkan pengambilan data pada kurva.


* Kesimpulan : perbedaan
H
p '
10
800

S c Cc

1 e0

log

p0 '

0,38.

1 0,91

log

275

0,92 m

BAB 8

PEMADATAN

TANAH

tujuan

Uji pemadatan

Proctor (1933), telah mengamati bahwa ada hubungan yang


pasti antara kadar air dan berat volume kering yang padat. Untuk
berbagai jenis tanah pada umumnya salah satu nilaii kadar air
optimum tertentu untuk mencapai berat volume kering
maksimumnya.
Hubungan berat volume kering dengan berat volume basah dan
kadar air dinyatakan dalam persamaan

Uji Proctor

Uji proctor pada lab menggunakan alat pemadatan berupa silinder mould yang
mempunyai volume 9.44 x 10-4 m3.
Tanah dalam mould dipadatkan dengan penumbuk dengan tinggi jatuh 30,5 cm ,
dan dipadatkan dalam tiga lapisan dengan tiap lapisan ditumbuk 25x (Uji Proctor
Standart ASTM D 698)
Pada uji Proctor modifikasi (ASTM D 1557), mould sama, tetapi berat penumbuk
menjadi 4,54 kg, dan tinggi jatuh 45,72cm, dan diuji dalam 5 lapisan

Kurva hubungan kadar air dan berat


volume kering

Puncak kurva menyatakan nilai optimum dari berat volume


kering dan kadar air tanah. Tipikal kadar air optimum adalah
sedikit dibawah nilai batas plastis dan biasanya berhubungan
dengan derajat kejenuhan 80%

Faktor yang mempengaruhi pemadatan

Pengaruh pemadatan pada sifat


tanah berkohesi

Pemadatan menimbulkan perubahan-perubahan pada struktur


tanah berkohesi. Perubahan-perubahan tersebut meliputi
perubahan pada daya rembes, kemampumampatan, dan
kekuatan tanah.
Sifat-sifat kemampumampatan satu dimensi tanah
lempung yang dipadatkan pada sisi kering dan sisi basah dari
kadar optimum adalah pada tekanan rendah, suatu tanah yang
dipadatkan pada sisi basah dari kadar optimum akan lebih
mudah memampat dibanding tanah yang dipadatkan pada sisi
kering dari kadar air optimum. Kekuatan tanah lempung yang
dipadatkan umumnya berkurang dengan bertambahnya kadar
air. Harapdiperhatikan bahwa kira-kira kadar air optimum, terjadi
penurunan kekuatan tanah yang besar.

Pemadatan di lapangan
Hampir semua pemadatan di lapangan dilakukan dengan penggilas.
Jenis penggilas yang umum digunakan adalah:
1.Penggilas besi berpermukaan halus
2.Penggilas ban-karet (angin)
3.Penggilas kaki kambing, dan
4.Penggilas getar.
Penggilas besi berpermukaan halus cocok untuk meratakan
permukaan tanah dasar dan untuk pekerjaan penggilasan akhir
pada timbunan tanah pasir atau lempung.

PEMADATAN DI LAPANGAN
Penggilas ban-karet dalam banyak hal lebih baik daripada penggilas besi
bermukaan halus. Penggilas ban-karet pada dasarnya merupakan sebuah
kereta bermuatan berat dan beroda karet yang tersusun dalam beberapa
baris yang berjarak dekat.
Penggilas kaki kambing adalah berupa selinder yang mempunyai banyak
kaki-kaki yang menjulur ke luar dari drum. Alat ini sangat efektif untuk
memadatkan tanah lempung.
Penggilas getar untuk pemadatan tanah berbutir (pasir, kerikil, dan
sebaginya) alat getas apa saja dipasangkan pada penggilas besi
permukaan halus, penggilas ban-karet, atau pada penggilas kaki kambing
untuk menghasilkan getaran pada tanah.

Sekian &
Terima kasih