Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN Tn. D (52 TAHUN) DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN


AKIBAT POST OPERASI HERNIA INGUINALIS DEXTRA RUMAH SAKIT
PALABUHANRATU SUKABUMI

IRMA SURYANI
1111052

PROGRAM STUDI PROFESI NERS ANGKATAN XI


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RAJAWALI
BANDUNG
2015

Latar belakang
Hernia inguinalis lateral

Insiden hernia menduduki


peringkat ke lima besar yang
terjadi di Amerika Serikat pada
tahun 2007 sekitar 700.000
operasi hernia yang dilakukan
tiap tahunnya.
Secara umum hernia lebih
sering terjadi pada orang
yang sudah lanjut usia,
karena pada usia lanjut
dinding otot sudah lemah,
sehingga sangat
berpeluang terjadinya
hernia.

Salah satu penanganan yang dilakukan


pada klien hernia adalah herniotomi atau
herniorafi. Dampak kesehatan yang
ditimbulkan pada pasien yang dilakukan
herniorafi diantaranya nyeri, aktivitas
intoleran dan resiko terjadinya infeksi
(Sjamsyuhidayat & Wim de Jong, 2004).
. Insiden hernia inguinalis pada bayi dan
anak anak antara 1 dan 2%.
Kemungkinan terjadi hernia pada sisi
kanan 60%, sisi kiri 20-25% dan bilateral
15%. Insiden hernia inguinalis pada orang
dewasa kira-kira 2%.

Dan adapun faktor presipitasi yang


dapat mengakibatkan hernia antara
lain : obesitas, kehamilan, mengejan,
batuk kronis, mengangkat beban berat
(Sjamsyuhidayat & Wim de Jong, 2004).

Tujuan penulisan
Tujuan
umum

untuk mengetahui dan memahami


konsep dasar teori dan asuhan
keperawatan pada pasien
gangguan sistem pencernaan
dengan indikasi Post Operasi Hernia
Inguinalis Lateralis Dextra

Tujuan
khusus

Mampu melakukan pengkajian fisik


Analisa data Diagnosa
Intervensi Implementasi
Evaluasi.

Manfaat penulisan

Manfaat
teoritis

Manfaat
praktis

Konsep Dasar Teori


Pengerti
an

Hernia inguinalis adalah hernia yang melalui annulus inguinalis


internus yang terletak di sebelah lateral vasa epigastrika inferior,
menyusuri kanalis inguinalis dan keluar ke rongga perut melalui
analus inguinalis eksternus( Mansjoer A, dkk, 2000).

Umur , Jenis kelamin , Penyakit penyerta, Keturunan,


Penyeba obesitas, kehamilan, pekerjaan, dan kelahiran prematur.

Klasifika
si

Hernia hiatal , Hernia epigastrik, hernia umbilikal, hernia


inguinalis, hernia femoralis, dan hernia insisionalis.

Laporan kasus

Diagnosa Keperwatan

No.
1.

Nyeri akut berhubungan dengan adanya luka operasi atau insisi

2.

bedah.

3.

Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri pasca operasi.


Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan prosedur infasif, insisi
bedah.

perencanaan

Implementasi

Evaluasi

Pembahasan
Pengkajian
Dari hasil anamnesa didapatkan bahwa klien mengeluh nyeri pada lipatan
paha karena luka operasi,nyeri timbul bila klien bergerak dan aktivitas,
nyeri dirasakan dilipatan paha denga skala 4 (0-10) dan nyeri dirasakan
tidak menentu waktunya. Setelah dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital:
TD: 110/ 70 mmHg, RR: 20x/ menit, N: 80 x/menit, S: 36 0C.
Diagnosa Keperawatan
Nyeri akut berhubungan dengan adanya luka operasi atau insisi bedah.
Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri pasca operasi.
Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan prosedur infasif, insisi bedah.
Perencanaan
Nyeri akut b.d adanya luka operasi atau insisi bedah, tindakannya yaitu
penulis melakukan: observasi TTV yaitu tekanan darah, nadi, suhu dan
respirasi. Anjurkan klien untuk melakukan tindakan relaksasi nafas dalam.
Hambatan mobilitas fisik b.d nyeri luka operasi, tindakannya yaitu penulis
melakukan : berikan tindakan pengamanan.

Pelaksanaan
Adapun pelaksanaan yang dilakukan penulis adalah
mengobservasi keadaan umum, mengobservasi tanda-tanda vital,
memberikan anjuran terapi relaksasi nafas dalam, memfasilitasi
klien dan keluarga untuk mengungkapkan perasaannya, membina
hubungan baik dengan keluarga klien.
Evaluasi
Evaluasi yang dinilai berdasarkan perkembangan yang terjadi
pada pasien setelah dilakukan tindakan yang mengacu pada
tujuan dan kriteria hasil yang telah ditentukan. Evaluasi studi
kasus ada dua macam:
Evaluasi formatif : yang dilakukan setelah tindakan keperawatan
yang berupa respon hasil.
Evaluasi sumatif : berupa SOAP, sehingga dapat diketahui dengan
masalah yeng belum teratasi.

Terima kasih