Anda di halaman 1dari 17

Strategi

Pemberdayaan
Individu
Kelompok 1
Asmi Azizah Nurhasani
Desvytasari Hutabarat
Gita Khristina Siregar
Irma Sari Ayu BR. Sipahutar
Lusi Mita Yustina
Novy Riantika
Permata Sari A
Safiah
Ulfa Nur Annisa H
Yuniar Susilo Wati

Strategi Pemberdayaan
Individu Melalui Bimbingan
Bimbingan adalah proses pemberian
bantuan yang dilakukan oleh orang yang
ahli kepada seorang atau beberapa orang
individu dalam hal memahami diri sendiri,
menghubungkan pemahaman tentang
dirinya
sendiri
dengan
lingkungan,
memilih, menentukan dan menyusun
rencana sesuai dengan konsep dirinya dan
tuntutan lingkungan berdasarkan normanorma yang berlaku

Tujuan Bimbingan

Tujuan secara umum


Tujuan secara khusus

Fungsi Bimbingan
Menjadi pendorong (motivator) bagi klien

yang terbimbing timbul semangat dalam


menempuh kehidupan;
Menjadi
pemantap
(stabilitator)
dan
penggerak (dinamisator) untuk mencapai
tujuan yang dikehendaki;
Menjadi
pengarah
(direktif)
bagi

pelaksanaan program bimbingan agar


sesuai
dengan
pertumbuhan
dan
perkembangan klien serta melihat bakat
dan minat yang berhubungan dengan citacita yang ingin dicapainya

Metode Bimbingan

Bimbingan Direktif (metode


mengarahkan)
Bimbingan Nondirektif (metode yang
tidak mengarahkan )

Strategi Pemberdayaan
Individu Melalui Konseling
Konseling adalah usaha membantu
konseli/klien secara tatap muka
dengan tujuan agar klien dapat
mengambil tanggung jawab sendiri
terhadap berbagai persoalan atau
masalah khusus. Dengan kata lain,
teratasinya masalah yang dihadapi
oleh konseli/klien.

Macam - macam Konseling

Konseling sukarela
Konseling Terpaksa
Konseli enggan
Konseli bermusuhan / menentang

Tujuan Konseling

Mengubah perilaku yang salah


penyesuaian
Belajar membuat keputusan adalah hal
yang paling penting bagi klien
Mencegah muculnya masalah

Teknik Konseling

Perilaku Attending.
Empati
Refleksi
Eksplorasi
Menangkap pesan utama
(parapharasing)
Bertanya untuk membuka
pertanyaan (open question)
Bertanya tertutup (Closed
Questions)
Dorongan minimal
Interprestasi
Mengarahkan (Directing)

Menyimpulkan
sementara
(Summarizing)
Memimpin (leading)
Fokus
Konfrontasi
Menjernihkan
(Clarifying)
Memudahkan
(Facilitating)
Diam
Mengambil Insiatif
Memberi nasehat
Pemberian informasi
Merencanakan

Fase Fase Proses


Konseling

Fase
Fase
Fase
Fase

pertama
kedua
ketiga
keempat

Strategi Pemberdayaan Individu


Melalui Stress Manajemen
Istilah manajemen stress merujuk
kepada identifikasi dan analisis
terhadap permasalah yang terkait
dengan stress, dan aplikasi dari
berbagai terapi terapeutik untuk
mengubah sumber stress atau
pengalaman stress

Cara melakukan manajemen


stress menurut Cotton :

Terapi individual
Terapi kelompok
Workshop
Bibliography

Strategi Pemberdayaan
Individu Melalui Crisis
Intervention (Intervensi Krisis)
Intervensi krisisadalah metode
pemberian bantuan terhadap mereka
yang tertimpa krisis, di mana masalah
yang membutuhkan penanganan yang
cepat dapat segera diselesaikan dan
keseimbangan psikis yang dipulihkan.

Tujuan dari intervensi krisis


antara lain:

Berfokus pada pemberian dukungan


terhadap individu sehingga individu
mencapai tingkat fungsi seperti
sebelum krisis, atau bahkan pada
tingkat fungsi yang lebih tinggi.
Membantu individu memecahkan
masalah dan mendapatkan kembali
keseimbangan emosionalnya.

Dalam intervensi krisis, pendekatan


pemecahan masalah digunakan
secara sistematis yang meliputi

Mengkaji persepsi individu terhadap


masalah, serta mengkaji kekurangan
dan kelebihan sistem pendukung
individu dan keluarga
Merencanakan hasil yang spesifik dan
tujuan yang didasarkan pada prioritas
Memberikan penanganan langsung

Peran petugas adalah


membantu individu dalam :

Menganalisa situasi yang penuh stress


Mengungkapkan perasaan tanpa penilaian
Mencari cara untuk beradaptasi dengan
stress dan kecemasan
Memecahkan masalah dan
mengidentifikasi strategi dan tindakan
Mencari dukungan ( keluarga, teman,
komunitas )
Menghindari stress yang akan datang

TERIMA KASIH