Anda di halaman 1dari 18

Doping

Pertanyaan dan Jawaban


Hasil Diskusi

Pertanyaan ke-1
Kapan doping dikonsumsi?
Doping dapat dikonsumsi sebelum
pertandingan (mis : diuretik, stimulan, beta
bloker) atau selama pertandingan (mis :
alkohol)
Tergantung dari mekanisme doping
tersebut bekerja

Pertanyaan ke-2
Bagaimana penggunaan alkohol sebagai
doping, padahal alkohol memiliki efek
terhadap kesadaran?
- Alkohol berefek pada SSP dan bersifat
depressant yg mengganggu kerja otot
- Penggunaannya biasanya oleh atlet dibidang
race yaitu untuk menghilangkan rasa takut
untuk memacu kendaraan, shg hanya
memikirkan untuk melaju kencang saja.

Pertanyaan ke-3
Bagaimana penggunaan kafein pada atlet yang
hipotensi?
- Kafein tdk termasuk dlm bahan doping sejak th
2004. tapi sebagai bahan yg harus dimonitoring.
- Kafein dapat menyebabkan penyempitan
pembuluh darah dan memacu jantung u/
memompa lebih keras.
- Sehingga penggunaannya jarang untuk atlet yg
hipotensi (biasanya menggunakan pilihandoping
yang lain)

Pertanyaan ke-4
Kafein kan banyak terdapat di minuman yg
biasa dikonsumsi sehari-hari,kapan kafein
bisa disebut doping ?
- Kafein bisa dimasukkan ke dalam doping
(dulu, sblum thn 2004) apabila kadarnya
dalam darah 12 mcg/ml darah

Pertanyaan ke-5
Apa yang dimaksud dengan doping gendan
bagaimana cara kerjanya?
- Doping gen adalah pemanfaatan gen,
elemen genetik, atau sel diluar untuk
bertujuan pengobatan yg dpt meningkatkan
unjuk kerja. Contoh, gen sintetik yg ditransfer
ke dalam sel tubuh manusia, untuk
memanipulasi / merangsang respon tubuh
spesifik yg dpt meningkatkan unjuk kerja atlet

cont
doping gen dengan cara memanipulasi
gen dalam bentuk apa pun untuk
meningkatkan atau menurunkan faktor
fisiologis, misalnya mengubah kontrol
produksi hormonal dari zat-zat normal
dalam tubuh dengan hormon
pertumbuhan (erythropoietin).

Pertanyaan ke-6
Bagaimana cara pengetesan apakah atlet tersebut
memakai doping?
Alur pemeriksaan doping :
1. Penentuan atlet
dilakukan dengan pertimbangan :
- atlet yg memecahkan rekor nasional, regional,
internasional
- juara 1,2, dan 3 atau dipilih acak
2. Pengisian blanko
pada blanko diisi kolom ttg pemakaian obatan dan
indikasi pemakaian

cont
3. Pengambilan wadah
atlet akan mengambil botol dlm paket yang sudah
disegel
4. Pengambilan sampel urin
Atlet didampingi petugas u/ mengambilkan sampel
urine dg botol khusus yg sudah tersedia dlm paket
tdi
5. Pemeriksaan sampel botol A
Urin yg terkumpul dimasukkan dlm botol A dan B.
Urin A dikirim ke lab, urine B disimpan dlm pendingin

cont
6. Penyimpanan sampel botol B
Botol B disimpan sampe hasil pemeriksaan sampel botol A
deketahui.
7. Pengumuman hasil sampel botol A
Dalam wktu 24 jam, sudah dpt diketahui
(-) : atlet tdk menggunakan doping
(+) : curiga pakai doping lanjut p(x) botol B
8. P(x) botol B
Dilakukan di lab yg sama, jika (-) maka atlet tdk menggunakan
doping
9. Pemberian sanksi
jika (+) sanksi berupa :
pencabutan gelar, skors, pembayaran denda

Pertanyaan ke-7
Apakah extra joss (energy drinks) merupakan doping?
Extra joss bukan merupakan doping. Karena doping
adalah zat kimia/alami yang secara sengaja digunakan
untuk meningkatkan kemampuan fisik/psikis atlet.
Sedangkan energi drinks termasuk suplemen makanan
(minuman berenergi) yang mengandung multivitamin,
makronutrien (karbo, protein), efedrin, taurin, kafein,
dan biasanya ditambahkan herbal sprt gingseng, jahe.
Enegy drinks biasanya digunakan untuk menambah
tenaga, kesegaran, stimulasi metabolisme, memelihara
kesehatan dan stamina tubuh.

Pertanyaan ke-8
Apa itu suplemen makanan/ suplemen berenergi, apakah
juga disebut sbg doping? Apa indikasinya?
- Tidak,
Karena doping adalah zat kimia/alami yang secara
sengaja digunakan untuk meningkatkan kemampuan /
penampilan fisik/psikis atlet.
Sedangkan suplemen makanan mengandung
multivitamin, makronutrien (karbo, protein), efedrin,
taurin, kafein (tapi sejak 2004 sudah bukan doping lagi),
dan biasanya ditambahkan herbal sprt gingseng, jahe
dengan bentuk cair, serbuk dan tablet yg dilarutkan
menjadi minuman, dlm setiap kemasan mengandung
energi minimal 100 kkal.

cont

Indikasi : Untuk menambah tenaga,


kesegaran, stimulasi metabolisme,
memelihara kesehatan dan stamina
tubuh, yang diminum pada saat bekerja
keras, olah raga, atau setelah beraktivitas
yg melelahkan. (www.pom.go.id)

Pertanyaan ke-9
Mengapa sejak tahun 2004 kafein bukan lagi disebut
sebagai doping?
- Kafein tidak dianggap doping
- Kafein ini merupakan zat yg terkandung dalam kopi,
coklat, dan koka
- Kafein tdk dianggap sbg doping oleh bdan
internasional anti doping karena 2 alasan :
a. Kafein terkandung dalam bahan pangan yg legal untuk
dikonsumsi sehari-hari dan kdarnya dalam bahan
konsumsi itu dlm batas aman/wajar, contohnya pada
coklat, kopi

cont
b. Untuk mnimbulkan efek doping membutuhkan
konsumsi kafein dg konsentrasi tinggi untuk
mencapai kadar minimum doping (12 mcg/ml
darah).
Untuk menimbulkan efek, dibutuhkan minimal 15
cangkir kopi. Tentunya hal ini sangat tdk praktis
bagi para atlet untuk minum 15 cangkir kopi
sblm pertandingan. Shg penggunaan kafein sbg
doping mulai ditinggalkan dan berlaih ke zat
lain yg lebih praktis, misalnya steroid anabolik .

Pertanyaan ke-10
Apa perbedaan orang tersebut kecanduan atau
menggunakan doping?
- DOPING :
Penggunaan doping biasanya bertujuan u/ memperoleh
prestasi trtentu dlm bidang olahraga.
Penggunaan doping terkait pada ketergantungan secara
fisik saja
Sehingga penggunaannya terbatas pada sebelum / saat
pertandingan
Penggunaan doping tentunya akan menimbulkan gejala
akibat afek samping pemakaian, gejala hanya tampak
sementara waktu setelah penggunaan. Gejala bervariasi
tergantung zat apa yang dikonsumsi

cont
- KECANDUAN :
Merupakan ketergantungan secara fisik maupun psikis.
Hal ini didasarkan pada pengertiannya sendiri.
Kecanduan / ketagihan adalah saat tubuh/pikiran kita
dengan parahnya menginginkan / memerlukan sesuatu
agar bekerja dengan baik.
Kita sebut pecandu apabila memiliki ketergantungan fisik
dan psikologis
Pada kecanduan , konsumsinya tdk hanya sebelum/ saat
pertandingan, tapi juga pada keadaan sehari-hari karena
adanya dorongan psikis bahwa dengan mengonsumsi
zat-zat tersebut keadaan tubuh terasa lebih baik

cont
Gejala yang ditimbulkan karena kecanduan
terlihat menetap dan ditambah dengan gejala
kecanduan, seperti menghalalkan segala cara
untuk mendapatkan zat tsb, mulai
berhalusinasi, membahayakan diri sendiri dan
sekitar serta perubahan mood dan perilaku.
Pada kecanduan narkoba yg lanjut bisa berupa
berat badan yg turun, jalan sempoyongan,
terlihat mengantuk bahkan hilang kesadaran