Anda di halaman 1dari 44

TUMOR COLOREKTAL

Celina Manna
11.2014.235

PENDAHULUAN
Karsinoma kolorektal banyak terdapat di Eropa
Barat,.Amerika Utara. Di Asia, banyak terdapat
di Jepang, diduga karena perbedaan pola hidup
dan makanan
Gejala klinik karsinoma kolorektal tergantung
dari lokasi tumor. Kanker cecum dan kolon
asenden biasanya tidak memberikan gejala
obstruksi, sedangkan kanker rekto sigmoid dapat
menyumbat lumen atau berdarah

ANATOMI
caecum, appendix, kolon
ascendens, kolon transversum,
kolon descendens, kolon
sigmoideum dan rektum serta
anus.
Mukosa usus besar terdiri dari
epitel selapis silindris dengan
sel goblet
Didalam mukosa dan
submukosa banyak terdapat
kelenjar limfa, terdapat lipatanlipatan yaitu plica semilunaris
dimana kecuali lapisan mukosa
dan lapisan submukosa ikut
pula lapisan otot sirkuler.

VASKULARISASI

Vaskularisasi kolon dipelihara


oleh cabang-cabang arteri
mesenterica superior dan
arteri mesenterica inferior,
membentuk marginal arteri
seperti periarcaden, yang
memberi cabang-cabang vasa
recta pada dinding usus.
Pada umumnya pembuluh
darah berjalan retroperitoneal
kecuali arteri colica media dan
arteri sigmoidae yang terdapat
didalam mesocolon
transversum dan mesosigmoid.
Pembuluh darah vena
mengikuti pembuluh darah
arteri untuk menuju ke vena
mesenterica superior dan
arteri mesenterica inferior
yang bermuara ke dalam vena
porta

LAPISAN OTOT

Lapisan otot longitudinal


kolon membentuk tiga
buah pita, yang disebut
tenia (tenia; taenia =
pita) yang lebih pendek
dari kolon itu sendiri
sehingga kolon berlipatlipat dan berbentuk
seperti sakulus (sakulus;
saculus=saccus kecil;
saccus=kantong), yang
disebut haustra (haustra;
haustrum=bejana).

ENDOMETRIOSIS
Biasanya endometriosis
terbatas pada lapisan rongga
perut atau permukaan organ
perut
Endometrium juga bisa
melekat pada lapisan luar usus
halus danusus besar,ureter
(saluran yang menghubungan
ginjaldengankandung kemih
),kandung kemih,vagina,
jaringan parutdi dalam perut
atau lapisan rongga dada
Endometriosis kebanyakan
pada colon terdapat di kolon
rektosigmoid

ENDOMETRIOSIS
Foto barium umumnya
menunjukkan penyempitan usus
tanpa kelainan permukaan selaput
lendir
Diagnosis endometriosis harus
dipikirkan pada wanita usia subur
dengan keluhan rektosigmoid
berupa nyeri kejang yang menjalar
ke rektum dan menghebat sewaktu
haid. Nyeri ini mungkin disertai
diare, dan/konstipasi
Terapi endometriosis adalah
tindakan konservatif. Kelainan usus
ini umumnya menghilang dengan
pengobatan hormonal

DIVERTIKULOSIS
keadaan di mana terdapat banyak
penonjolan mukosa yang menyerupai
kantong (divertikula) yang tumbuh dalam
usus besar, khususnya kolon sigmoid tanpa
adanya inflamasi.
sering disertai obstipasi yang dipengaruhi
oleh diet, terutama makanan kurang
berserat.
Patogenesis dipengaruhi tekanan intra
lumen dan defek dinding sigmoid. Tekanan
intra lumen bergantung pada kepadatan
feses yang meningkat bila kekurangan
serat.
serangan nyeri, obstipasi, dan diare oleh
ganggunan motilotas sigmoid. Pada
pemeriksaan, didapatkan nyeri tekan lokal
ringan, dan sigmoid sering dapat teraba
sebagai struktur padat. Tidak ada demam
atau leukositosis bila tidak ada radang.

Diverticular Disease.3gp

Pada foto rontgen, barium


tampak divertikel dengan
spasme lokal dan
penebalan dinding yang
menyebabkan
penyempitan lumen
Terapi konservatif berupa
anjuran diet kaya serat.
Reseksi kolon sigmoid
utuk divertikulosis tanpa
penyulit tidak dianjurkan

POLYP
Polip merupakan neoplasma yang berasal dari
permukaan mukosa dan meluas ke arah luar.
Polip pada usus besar dibagi atas polip nonepitelial dan polip epitelial. Polip non-epitelial
berasal dari jaringan limfoid, otot halus,
lemak, dan saraf.
Polip epitelial lebih sering terjadi
Symptoms of Colon Cancer.3gp
Adenoma atau golongan neoplastik. Jenis ini
sangat berpotensi menjadi ganas.
Terdapat 3 jenis adenoma yakni a) Adenoma
tubular, b) Adenoma villosa, c) Adenoma
tubulo-villosa.

(A) tubular adenoma

(B) villous adenoma

(C) tubulovillous adenoma

(D) karsinoma pada tangkai tubular adenoma

(E) karsinoma invasif yang muncul dari sebuah


villous adenoma.

Removal of Small Colon Polyp During Colonoscopy - Los Angeles Colonoscopy-1.3gp

CA KOLON
Karsinoma kolon/usus besar adalah tumbuhnya
sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus
besar atau rektum.
Karsinoma kolon adalah pertumbuhan sel yang
bersifat ganas yang tumbuh pada kolon dan
menginvasi jaringan sekitarnya.
Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa karsinoma kolon adalah
suatu pertumbuhan tumor yang bersifat ganas
dan merusak sel DNA dan jaringan sehat
disekitar kolon (usus besar).

PATOFISIOLOGI
Umumnya tumor kolorektal adalah adenokarsinoma yang
berkembang dari polyp adenoma
Pertumbuhan tumor secara tipikal tidak terdeteksi, menimbulkan
beberapa gejala. Pada saat timbul gejala, penyakit mungkin sudah
menyebar kedalam lapisan lebih dalam dari jaringan usus dan
oragan-organ yang berdekatan.
Metastasis ke kelenjar getah bening regional sering berasal dari
penyebaran tumor.
Awalnya sebagai nodul, kanker usus sering tanpa gejala hingga
tahap lanjut. Karena pola pertumbuhan lamban, 5 sampai 15
tahun sebelum muncul gejala.
Kanker kolon dan rectum terutama (95%) adenokarsinoma
(muncul dari lapisan epitel usus) dimulai sebagai polip jinak tetapi
dapat menjadi ganas dan menyusup serta merusak jaringan
normal serta meluas ke dalam struktur sekitarnya. Sel kanker
dapat terlepas dari tumor primer dan menyebar ke dalam tubuh
yang lain (paling sering ke hati).

TINGKATAN / STAGING / STADIUM KANKER KOLON

Stadium 1 : Kanker terjadi


di dalam dinding kolon
Stadium 2 : Kanker telah
menyebar hingga ke lapisan
otot kolon
Stadium 3 : Kanker telah
menyebar ke kelenjarkelenjar limfa
Stadium 4 : Kanker telah
menyebar ke organ-organ
lain

FAKTOR PREDISPOSISI
Polip
potensial untuk menjadi
kanker kolorektal.
Evolusi dari kanker itu
sendiri merupakan sebuah
proses yang bertahap,
dimana proses dimulai
dari hiperplasia sel
mukosa, adenoma
formation, perkembangan
dari displasia menuju
transformasi maligna dan
invasif kanker.

Symptoms of Colon Cancer.3gp

FAKTOR PREDISPOSISI
Kolitis ulseratif
Crohns disease

FAKTOR PREDISPOSISI
Faktor genetik; Seseorang dengan keluarga
terdekat yang mempunyai kanker kolorektal
mempunyai kemungkinan untuk menderita
kanker kolorektal dua kali lebih tinggi bila
dibandingkan dengan seseorang yang tidak
memiliki riwayat kanker kolorektal pada
keluarganya.
Diet; diet tinggi lemak, tinggi kalori, daging dan
diet rendah serat berkemungkinan besar untuk
menderita kanker kolorektal
Gaya hidup
Usia

GEJALA KLINIS
Tumor yang berada pada kolon kanan, dimana isi
kolon berupa cairan, cenderung tetap tersamar
hingga lanjut sekali. Sedikit kecenderungan
menyebabkan obstruksi karena lumen usus lebih
besar dan feses masih encer. Gejala klinis sering
berupa rasa penuh, nyeri abdomen, perdarahan dan
symptomatic anemia (menyebabkan kelemahan,
pusing dan penurunan berat badan
Tumor yang berada pada kolon kiri cenderung
mengakibatkan perubahan pola defekasi sebagai
akibat iritasi dan respon refleks, perdarahan,
mengecilnya ukuran feses, dan konstipasi karena lesi
kolon kiri yang cenderung melingkar mengakibatkan
obstruksi.

GEJALA SUB AKUT


perubahan warna feses menjadi gelap
perdarahan samar yang tidak disadari oleh
pasien
Sakit perut bagian bawah
perubahan pada pola buang air besar serta
adanya darah yang berwarna merah keluar
bersamaan dengan buang air besar.

GEJALA AKUT
obstruksi atau perforasi
tidak bisa flatus atau buang air besar, kram
perut dan perut yang menegang.
Perforasi juga bisa terjadi pada vesika urinaria
atau vagina dan dapat menunjukkan tanda
tanda pneumaturia dan fecaluria.
Metastasis ke hepar dapat menyebabkan
pruritus dan jaundice

DIAGNOSIS (PEMERIKSAAN FISIK)


Digital Rectal Examination
Metastasis intraperitoneal dapat
teraba pada bagian anterior rektusm
dimana sesuai dengan posisi
anatomis kantong douglas sebagai
akibat infiltrasi sel neoplastik.
Tonus sfingter ani : kuat atau lemah.
Ampula rektum: kolaps, kembung
atau terisi feses
Mukosa: kasar,berbenjol benjol, kaku
Tumor : teraba atau tidak, lokasi,
lumen yang dapat ditembus jari,
mudah berdarah atau tidak, batas
atas dan jaringan sekitarnya, jarak
dari garis anorektal sampai tumor

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Biopsy
Carcinoembrionik Antigen (CEA) Screening :
glikoprotein yang terdapat pada permukaan sel
yang masuk ke dalam peredaran darah, dan
digunakan sebagai marker serologi untuk
memonitor status kanker kolorektal dan untuk
mendeteksi rekurensi dini dan metastase ke
hepar

Colon Biopsy.3gp

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Colon in loop
double kontras barium enema, yang
sensitifitasnya mencapai 90%
Penonjolan ke dalam lumen (protruded
lession) Bentuk klasik tipe ini adalah
polip. Polip dapat bertangkai
(pedunculated) dan tidak bertangkai
(sessile). Dinding kolon seringkali masih
baik.
Kerancuan dinding kolon (colonic wall
deformity) Dapat bersifat simetris
(napkin ring) atau asimetris (apple core).
Lumen kolon sempit dan irregular.
Kerap kali hal ini sulit dibedakan
dengan colitis Crohn
Kekakuan dinding kolon (rigidity colonic
wall). Bersifat segmental, terkadang
mukosa masih baik. Lumen kolon dapat
tidak menyempit. Bentuk ini sukar
dibedakan dengan colitis ulseratif.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Endoskopi ; menilai
seluruh mukosa kolon
karena 3% dari pasien
mempunyai synchronous
kanker dan
berkemungkinan untuk
mempunyai polip
premaligna.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Kolonoskopi
menunjukan gambaran
seluruh mukosa kolon dan
rectum.
Komplikasi lebih sering terjadi
pada kolonoskopi terapi
daripada diagnostik
kolonoskopi, perdarahan
merupakan komplikasi utama
dari kolonoskopi terapeutik,
sedangkan perforasi
merupakan komplikasi utama
dari kolonoskopi diagnostik.

colonoscopy with Obstructed CA Colon.3gp

PEMERIKSAAN PENUNJANG
CT SCAN
mengevaluasi abdominal cavity dari pasien
kanker kolon pre operatif. CT scan bisa
mendeteksi metastase ke hepar, kelenjar
adrenal, ovarium, kelenjar limfa dan organ
lainnya di pelvis.
CT scan sangat berguna untuk mendeteksi
rekurensi pada pasien dengan nilai CEA yang
meningkat setelah pembedahan kanker kolon

PENATALAKSANAAN
Pembedahan
Laparoskopik

Colorectal Cancer Surgery 3D Medical Animation - Laparoscopic Procedure.3gp

Open procedure
Colorectal Cancer Surgery 3D Medical Animation - Open Procedure.3gp

PENATALAKSANAAN
Terapi radiasi
penanganan kanker dengan menggunakan x-ray
berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker
Eksternal radiasi (external beam therapy)
merupakan penanganan dimana radiasi tingkat
tinggi secara tepat diarahkan pada sel kanker.
Sejak radiasi digunakan untuk membunuh sel
kanker, maka dibutuhkan pelindung khusus
untuk melindungi jaringan yang sehat
disekitarnya. Terapi radiasi tidak menyakitkan
dan pemberian radiasi hanya berlangsung
beberapa menit.

PENATALAKSANAAN

Internal radiasi (brachytherapy, implant


radiation) menggunakan radiasi yang diberikan
ke dalam tubuh sedekat mungkin pada sel
kanker. Substansi yang menghasilkan radiasi
disebut radioisotop, bisa dimasukkan dengan
cara oral, parenteral atau implant langsung pada
tumor. Internal radiasi memberikan tingkat
radiasi yang lebih tinggi dengan waktu yang
relatif singkat bila dibandingkan dengan
eksternal radiasi, dan beberapa penanganan
internal radiasi secara sementara menetap
didalam tubuh.

PENATALAKSANAAN
Adjuvant kemoterapi
Obat kemoterapi bisa dipakai sebagai single agen
atau dengan kombinasi, contoh : 5-fluorouracil
(5FU), 5FU + levamisole, 5FU + leucovorin.

PENCEGAHAN
Diet
Menurunkan lemak total dari 40 ke 30% dari
total kalori
Meningkatkan konsumsi makanan yang
mengandung serat
Membatasi makanan yang diasinkan, diawetkan
dan diasapkan
Membatasi makanan yang mengandung bahan
pengawet
Mengurangi konsumsi alkohol

PENCEGAHAN
Non Steroid Anti Inflammation Drug
Penelitian pada pasien familial poliposis dengan
menggunakan NSAID sulindac dosis 150 mg secara
signifikan menurunkan rata-rata jumlah dan diameter dari
polip bila dibandingkan dengan pasien yang diberi plasebo
Hormon Replacement Therapy (HRT)
Penelitian oleh the Nurses Health Study yang melibatkan
partisipan sebanyak 59.002 orang wanita postmenopouse
menunjukkan hubungan antara pemakaian HRT dengan
kanker kolorektal dan adenoma. Pemakaian HRT
menunjukkan penurunan risiko untuk menderita kanker
kolorektal sebesar 40%, dan efek protektif dari HRT
menghilang antara 5 tahun setelah pemakaian HRT
dihentikan.

CA RECTI
Perubahan pada kebiasaan BAB atau
adanya darah pada feses, baik itu darah
segar maupun yang berwarna hitam.
Diare, konstipasi atau merasa bahwa isi
perut tidak benar benar kosong saat
BAB
Feses yang lebih kecil dari biasanya
Keluhan tidak nyaman pada perut
seperti sering flatus, kembung, rasa
penuh pada perut atau nyeri
Penurunan berat badan yang tidak
diketahui sebabnya
Mual dan muntah,
Rasa letih dan lesu
Pada tahap lanjut dapat muncul gejala
pada traktus urinarius dan nyeri pada
daerah gluteus.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan CEA (Carcinoma
Embrionik Antigen) dan Uji faecal occult blood test (FOBT) untuk
melihat perdarahan di jaringan
Digital rectal examination (DRE) dapat digunakan sebagai
pemeriksaan skrining awal. Kurang lebih 75 % karsinoma rektum
dapat dipalpasi pada pemeriksaan rektal, pemeriksaan digital
akan mengenali tumor yang terletak sekitar 10 cm dari rektum,
tumor akan teraba keras dan menggaung.

STAGING CA RECTI
Stadium 0; Pada stadium 0, kanker ditemukan hanya pada
bagian paling dalam rektum.yaitu pada mukosa saja. Disebut
juga carcinoma in situ.
Stadium I; Pada stadium I, kanker telah menyebar menembus
mukosa sampai lapisan muskularis dan melibatkan bagian
dalam dinding rektum tapi tidak menyebar kebagian terluar
dinding rektum ataupun keluar dari rektum. Disebut juga Dukes
A rectal cancer.
Stadium II; Pada stadium II, kanker telah menyebar keluar
rektum kejaringan terdekat namun tidak menyebar ke limfonodi.
Disebut juga Dukes B rectal cancer.
Stadium III; Pada stadium III, kanker telah menyebar ke
limfonodi terdekat, tapi tidak menyebar kebagian tubuh lainnya.
Disebut juga Dukes C rectal cancer.
Stadium IV; Pada stadium IV, kanker telah menyebar kebagian
lain tubuh seperti hati, paru, atau ovarium. Disebut juga Dukes
D rectal cancer

TERAPI
Pembedahan
Eksisi lokal : jika kanker ditemukan pada
stadium paling dini, tumor dapat dihilangkan
tanpa tanpa melakukan pembedahan lewat
abdomen. Jika kanker ditemukan dalam bentuk
polip, operasinya dinamakan polypectomy.
Reseksi: jika kanker lebih besar, dilakukan
reseksi rektum lalu dilakukan anastomosis. Jiga
dilakukan pengambilan limfonodi disekitan
rektum lalu diidentifikasi apakah limfonodi
tersebut juga mengandung sel kanker.

Radiasi
untuk banyak kasus stadium II dan III lanjut,
radiasi dapat menyusutkan ukuran tumor
sebelum dilakukan pembedahan. Peran lain
radioterapi adalah sebagai sebagai terapi
tambahan untuk pembedahan pada kasus tumor
lokal yang sudah diangkat melaui pembedahan,
dan untuk penanganan kasus metastasis jauh
tertentu

Kemoterapi
Adjuvant chemotherapy, dipertimbangkan pada pasien
dimana tumornya menembus sangat dalam atau tumor
lokal yang bergerombol ( Stadium II lanjut dan
Stadium III).
Terapi standarnya ialah dengan fluorouracil, (5-FU)
dikombinasikan dengan leucovorin dalam jangka
waktu enam sampai dua belas bulan.
5- FU merupakan anti metabolit dan leucovorin
memperbaiki respon. Agen lainnya, levamisole,
(meningkatkan sistem imun, dapat menjadi substitusi
bagi leucovorin. Protopkol ini menurunkan angka
kekambuhan kira kira 15% dan menurunkan angka
kematian kira kira sebesar 10%.

THANK YOU