Anda di halaman 1dari 29

DERMATOFITOSI

S
Disusun oleh:

Hanifah Khoirunnisa (20110310108)


Dokter Pembimbing:

dr. Lucky Handaryati, Sp.KK


PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
FKIK UMY
RSUD SALATIGA

DEFINISI

Dermatomikosis: penyakit pada kulit, kuku, rambut, &


mukosa yg disebabkan infeksi jamur

Dermatofitosis: salah satu dermatomikosis superfisialis


yg disebabkan jamur dermatofit yg menyerang jaringan
dgn kandungan keratin/ zat tanduk seperti stratum
korneum kulit, rambut dan kuku pd manusia & hewan
MIKOSIS
Superfisialis

Dermatofitosis

Non Dermatofitosis

Tinea capitis
Tinea barbae
Tinea corporis
(T. imbrikata
& T. favosa)
Tinea manum
Tinea pedis
Tinea kruris
Tinea unguium

Pitiriasis versikolor
Piedra hitam
Piedra putih
Tinea nigra palmaris
Otomikosis

Profunda
Intermediet
Kandidiasis
Aspergillosis

Subkutis

Sistemik

Misetoma
Kromomikosis
Sporotrikosis
Fikomikosissubkutan
Rinosporodiosis

Aktinomikosis
Nokardiosis
Histoplasmosis
Kriptokokosis
Koksidioidomikosis
Blastomikosis
Fikomikosissistemik

ETIOLOGI

Dermatofit

Sekelompok jamur yg memiliki kemampuan membentuk


molekul yg berikatan dgn keratin dan menggunakannya sbg
sumber nutrisi utk membentuk kolonisasi

Tiga genus

Trichophyton kulit, rambut & kuku

Microsporum kulit & rambut

Epidermophyton kulit

Spesies terbanyak: M. audiouinii (14,6%), T. rubrum


(12,2%), T. mentagrophytes (7,3%)

EPIDEMIOLOGI

Usia, jenis kelamin, dan ras

Umumnya laki-laki 5x lbh banyak

Tinea kapitis krn T. tonsurans lbh sering pd wanita dewasa


dan lbh sering pd anak-anak Afrika Amerika pengaruh
kebersihan perorangan, lingkungan yg kumuh dan padat
serta status sosial ekonomi dlm penyebaran infeksinya

Perpindahan manusia dpt dgn cepat memengaruhi


penyebaran endemik dari jamur

Pemakaian bahan-bahan material yg sifatnya oklusif,


adanya trauma, dan pemanasan meningkatkan
temperatur dan kelembaban kulit infeksi tinea

Jamur penyebab tinea kapitis ditemukan pd sisir, topi,


sarung bantal, mainan anak-anak atau bahkan kursi di
gedung teater

PATOGENESIS

Tiga cara penularan dermatofisis

Antropofilik, transmisi dari manusia ke manusia, scra


langsung/ tdk langsung, dgn/tanpa reaksi peradangan
(silent carrier)

Zoofilik, transmisi dari hewan ke manusia, melalui kontak


langsung maupun tidak, sumber penularan utama: anjing,
kucing, sapi, kuda dan mencit

Geofilik, transmisi dari tanah ke manusia, secara sporadis


menginfeksi manusia dan menimbulkan reaksi radang

Tiga langkah utama terjadinya infeksi dermatofit

Perlekatan pd keratinosit

Penetrasi melewati dan di antara sel

Pembentukan respon pejamu

PATOGENESIS

Perlekatan artrokonidia pd jaringan keratin

Max stlh 6 jam

Serabut dinding terluar dermatofit memproduksi


keratinase (keratolitik) yg dpt menghidrolisis keratin dan
memfasilitasi pertumbuhan jamur ini di stratum korneum

Dermatofit melakukan aktivitas proteolitik dan lipolitik


dgn mengeluarkan serine proteinase (urokinase dan
aktivator plasminogen jaringan) katabolisme protein
ekstrasel dlm menginvasi pejamu

Ini dipengaruhi oleh kedekatan dinding dari kedua sel,


dan pengaruh sebum antara artrospor dan korneosit yg
dipermudah oleh adanya proses trauma/ lesi kulit

Tidak semua dermatofit melekat pada korneosit karena


tergantung pada jenis strainnya

PATOGENESIS

KLASIFIKASI

DIAGNOSIS

Anamnesa

Px fisik

Gejala klinis

Gambaran klinis

Px penunjang

Sediaan langsung + lar KOH 10-20%

Woods light (T.kapitis, T.kruris eritrasma, P.versicolor)

Biakan pd agar Sabouraud spesies jamur penyebabnya

Gejala Klinis

Rasa gatal

Bercak-bercak pada bagian tepi berbatas tegas, bagian


tengah tampak terang, polimorfik

Bagian tepi lesi lebih aktif dari pada bagian tengah

Keratinofilik (sentral healing)

Ciri-ciri Dermatofit

Ciri-ciri Dermatofit

Ciri-ciri Dermatofit

Keterangan :

PDA = Potato Dextrose Agar, media pertumbuhan jamur pada kultur

SDA = Sabouraud Dextrose Agar, media pertumbuhan jamur pada kultur

TINEA KAPITIS
KLINIS

GAMBAR

Infeksi jamur pd kulit, rambut kepala, alis & bulu


mata

Etiologi: Trichophyton, Microsporum

Diagnosis

Klinis: Grey patch


ringworm, kerion, black
dot ringworm, favus

Lab: KOH, kultur jamur,


lampu Wood

TINEA KAPITIS

Bentuk klinis tinea kapitis :

1.Gray patch ring worm M.


Auduonii
Papul merah kecil melebar dan
membentuk bercak di sekitar
muara rambut yang menjdi pucat
dan bersisik, warna rambut abu
abu tidak mengkilat, mudah
patah dan terlepas dari akarnya
menimbulkan alopesia.
2. Black dot ring worm T. Tonsurans, T.

Violaceum DD : Dermatitis
Seboroik Capitis
Infeksi jamur di dalam atau di luar
rambut, rambut putus tepat pada
permukaan kulit, menyebabkan
titik titik hitam pada permukaan
kulit/black dot (ujung rambut
penuh spora)

Woods Lamp

Fluoresensi hijau kekuning-kuningan pada rambut yg


sakit melalui batas-batas grey patch tsb

Management

Pencegahan

Ketokonazole atau Selenium Sulfide Shampo memberntas


asymtomatik carrier

Agen anti jamur topikal

Tidak efektif harus jangka waktu yang panjang

Preparat anti jamur ( krim mikonasol 1%, krim klotrimasol


1%, krim tolnaftat 2%)

Agen anti jamur sistemik (oral)

Griseofulvin (125mg/500mg) : anak 10-25mg/kgBB/hr;


dewasa 500mg/hr 6 minggu

Ketokonazole 200mg: anak 5-10mg/kgBB/hr; dewasa


200mg/hr 7-14 hari

TINEA KRURIS

Infeksi jamur dermatofita


pd daerah pubis & lipat
paha

Etiologi: E. floccosum, T.
rubrum, T. mentagrophytes

Klinis

Lesi berbatas tegas

Tepi lebih aktif,


polimorfik

Bila menahun
hiperpigmentasi dgn
sedikit skuama

Skrotum sangat jarang


menunjukkan gambaran
klinis

Management

Pengobatan

Umum : Higiene kulit

Sistemik : Griseofulvin 250mg/hari per oral.

Topikal : Salep Whitfield, krim mikonasol 2%,


krim klotrimasol 1%, krim tolnaftat 2%.

TINEA KORPORIS

Infeksi jamur dermatofit


pd badan, tungkai, lengan

Etiologi

Trichophyton

Microsporum

Epidermophyton

Bentuk Klinis

Lesi bulat/ lonjong,


berbatas tegas

Pinggir lebih aktif,


polimorfik,
kadangkadang polisiklik

Management

Pengobatan

Umum : perbaikan higiene kulit

Sistemik : Griseofulvin diberikan per oral


dengan dosis 250mg/hari (anak), 500 mg/hari
(dewasa) selama 4-6minggu

Topikal : salep acidum salicylicum 3%, salep


sulphur preacipitatum 3%, salep whitfield,
krim mikonasol 2%, krim klotrimasol 1%, krim
haloprogin, salep tolnaftat 2%

TINEA PEDIS

Infeksi dermatofit pd
kaki, terutama di sela
jari dan telapak kaki

Etiologi: T.rubrum,
T.mentag, E.floccosum

Patogenesis: Jamur
Host Lingkungan

Predisposisi

Lama pakai sepatu,


panas, lembab

Atlet, lantai, kolam

Alat mandi, sepatu


bersama

Ada 3 bentuk klinis

Interdigitalis

Hiperkeratotik (moccasin foot)

Antara jari IV-V fisura dgn skuama halus


Seluruh kaki (telapak, tepi, punggung) kulit
menebal & bersisik, eritema ringan di tepi lesi

Sub akut

Sela jari yg meluas ke punggung kaki atau ke


telapak kaki dgn efloresensi: vesikel/ vesiko-pustel

TINEA PEDIS

Pengobatan

Umum : Higiene kulit kaki, pemberian bedak


antiseptik setelah mandi

Sistemik : Griseofulvin peroral

Topikal : salep acidum salicylicum 2-6%, salep


Whitfield, krim mikonasol 2%, krim klotrimasol
1%, krim haloprogin, krim tolnafat 2%

TINEA UNGUIUM

Kelainan kuku akibat infeksi


jamur

Etiologi: T. rubrum, T.
mentagrophytes

Diagnosis

Klinis: OSD, OSP, OSPT

Lab: KOH, kultur, PA

Pengobatan

Sistemik : terapi dengan


Griseofulvin per oral
(kuku tangan 6 bulan,
kuku kaki 1 tahun)
Liver Fungtion Test

Topikal : Salep Whitfield,


krim ekonasol 1%

Tinea Manus

Lokasi : interdigitalis,
permukaan palmar, dan
dorsum manus.

Penyebab :
T.Mentagropytes, T.
Rubrum.

Bentuk tersering :
hiperkeratosis difusa

UKK : Vesikel atau


squama eritem yang
berbatas tegas disertai
rasa gatal.

Tinea Inkognito
Tinea Inkognito

Infeksi dermatofit yang berubah karena kortikosteroid sistemik


atau topikal yang diberikan karena kelainan yang telah ada atau
salah diagnosa tinea

Tinea Barbae
(Tinea Sycosis, barbers itch)

Infeksi jamur pada daerah dagu

Etiologi : T. Mentagrohpytes, T. Violaceum, T.


Verrucosum, T. Rubrum)

Gejala Klinis

2 bentuk :

Lesi profunda yang bersifat supuratif dan


noduler (T. Mentagrohpytes, T. Violaceum) :
penebalan noduler seperti kerion, bersifat
konfluen, tampak pus melalui pori folikel.

Lesi superfisial yang bersifat keras dengan


bagian botak disertai folikulitis (T.
Verrucosum, T. Rubrum) : menyebabkan
folikulitis pustular dengan atau tanpa
disertai rambut patah. Rambut kering,
rapuh.

Laboratorium
KOH

HIFA PANJANG + SPORA

Kerokan kulit, potongan kuku, rambut

+ KOH 10-20%

Anda mungkin juga menyukai