Anda di halaman 1dari 23

ASMA BRONCHIAL EKSASERBASI

AKUT
Priscilia Lewerissa
B9

Anamnesis

1. Identitas
- Laki-laki usia 28 thn

2. RPS
- Keluhan Utama : sesak napas sejak 2 jam smrs
- Keluhan Penyerta : batuk sjk 3 hari lalu, dahak sulit keluar jika keluar kental wrn
putih

3. RPD
- Sesak srg timbul 2 bln ini tp tdk sesesak skrg, biasa pd malam hari, mudah timbul bila
dingin & berdebu
- 1 bln terakhir sdh 4x sesak dini hari
- Sesak mereda seiring wkt dgn pasien istirahat
- Riwayat pengobatan (-)

4. RPK (-)

5. RS
- Merokok sejak usia 17 thn

Pemeriksaan Fisik
1.

TTV : N 98x/mnt, TD 110/80, RR


28x/mnt, Suhu : 36c

2.

Inpeksi : Retraksi sela iga


simetris

3.

Palpasi : simetris

4.

Perkusi : sonor

5.

Auskultasi : Fase ekspirasi >


inspirasi, Wheezing ++

Pemeriksaan Penunjang
1.

Spirometri

2.

Electroradiografi

3.

Pemeriksaan tes kulit

4.

Pemeriksaan radiologi

5.

Pemeriksaan darah

6.

Pemeriksaan sputum

FEV1 atau FVC > 20%

Pemeriksaan Penunjang
1.

Spirometri

2.

Electroradiografi

3.

Pemeriksaan tes kulit

4.

Pemeriksaan radiologi

5.

Pemeriksaan darah

6.

Pemeriksaan sputum

perubahan aksis jantung :


right axis deviasi & clock wise
rotation.
hipertropi otot jantung : RBB
( Right bundle branch block).
Hopoksemia : depresi segmen
ST negative

Pemeriksaan Penunjang
1.

Spirometri

2.

Electroradiografi

3.

Pemeriksaan tes kulit

4.

Pemeriksaan radiologi

5.

Pemeriksaan darah

6.

Pemeriksaan sputum

faktor alergi dengan berbagai


alergen yang dapat
menimbulkan reaksi yang
positif pada asma.

Pemeriksaan Penunjang
1.

Spirometri

2.

Electroradiografi

3.

Pemeriksaan tes kulit

4.

Pemeriksaan radiologi

5.

Pemeriksaan darah

6.

Pemeriksaan sputum

Normal
hiperinflasi pada paru-paru :
radiolusen >> & peleburan
rongga intercostalis, serta
diafragma yang menurun.
(serangan)

Pemeriksaan Penunjang
1.

Spirometri

2.

Electroradiografi

3.

Pemeriksaan tes kulit

4.

Pemeriksaan radiologi

5.

Pemeriksaan darah

6.

Pemeriksaan sputum

SGOT dan LDH


Hiponatremia dan kadar
leukosit : >>15.000/mm3
faktor-faktor alergi : Ig E
(serangan)

Pemeriksaan Penunjang
1.

Spirometri

2.

Electroradiografi

3.

Pemeriksaan tes kulit

4.

Pemeriksaan radiologi

5.

Pemeriksaan darah

6.

Pemeriksaan sputum

Netrofil dan eosinopil :


mukoid dengan viskositas
yang tinggi dan kadang
terdapat mucus plug.

Diagnosis Kerja
Asma

bronkial :gangguan peradangan kronik


disaluran nafas yang sifatnya keterbatasan aliran
udara reversible dan gejala pernapasan episodik
berulang mengi, sesak, dada terasa tertekan, dan
batuk, terutama malam dan/atau dini hari.

PPOK (emfisema)

TBC paru

Bronkiektasis

Asma bronchial

Riwayat/et

Lama merokok

Mycobacterium
tuberculosis

Tergantung
distribusinya.
-bronkiektasis lokal trjdi
setelah pneumonia
berat.
-Bronkiektasis
generalisata : defek
imun (peny.
Granulomatosa kronis )
infeksi persisten dan
kerusakan dinring
bronkus.

-Alergi,rinitis dan atau


eksim
-Riwayat asma dalam
keluarga

Keluhan

Sesak saat aktivitas


Gejala progresif lambat
Batuk
Sputum berlbihan

-Gejala respiratoris:
batuk, batuk
darah,sesak nafas,nyeri
dada
- Gejala sistemik:
demam, keringat
malam,anoreksia,
penurunan berat badan,
serta malaise.

-batuk kronik
-sputum mukoid,
purulen, bau mulut
-dispnea (sesak napas)
disertai wheezing,
demam
berulang,sianosis, jari
tabuh.
-Kasus berat cor
pulmonal kronik
maupun payah jantung.
-hemoptisis

-Gejala bervariasi dari


hari ke hari
-Batuk
Sesak napas
-Gejala pada waktu
malam/dini hari

Pemeriksaan fisik

Hipersonor

Ronki basah kasar

Wheezing

Hambatan aliran udara

Ireversibel

reversibel

Etiologi

Epidemiologi
Penyakit
300

kronik yang paling umum di dunia

juta penduduk dunia yang menderita penyakit

ini

anak-anak maupun dewasa

Patofisiologis

Manifestasi Klinis
Episodik

batuk,mengi sesak napas

Awal

serangan gejala tdk jelas seperti rasa berat


di dada

Alergi

disertai pilek/bersin

Gejala

asma memburuk pada malam hari.

Penatalaksanaan
Pengobatan non farmakologik:
-Memberikan penyuluhan
-Menghindari faktor pencetus
-Pemberian cairan
-Fisiotherapy
-Beri O2 bila perlu.

Pengobatan farmakologik :
Bronkodilator : obat yang
melebarkan saluran nafas.
a. Simpatomimetik/ andrenergik
(adrenalin dan efedrin) :
- Orsiprenalin (Alupent)
-Fenoterol (berotec)

b. Santin (teofilin)
- Aminofilin (Amicam supp)
- Aminofilin (Euphilin Retard)
- Teofilin (Amilex)

Prinsip umum pengobatan asma


bronchial :
-menghilangkan obstruksi jalan nafas dengan
segara.
-mengenal dan menghindari fakto-faktor yang
dapat mencetuskan serangan asma
- memberikan penerangan kepada penderita
ataupun keluarganya mengenai penyakit asma

Pencegahan

Mengontrol asma dalam jangka panjang dan biasanya digunakan setiap hari
untuk mencegah timbulnya serangan asma
-kortikosteroid inhaler
-kromolin atau nedokromil inhaler
-bronkhodilator kerja panjang
-teofilin.

Menyembuhkan secara cepat gejala asma yang timbul


-bronkhodilator kerja singkat
- kortikosteroid sistemik
-ipratropium + bronkhodilator inhaler

Pencegahan

Komplikasi

Status asmatikus

Atelektasis

Hipoksemia

Pneumothoraks
Gagal nafas

KESIMPULAN

Hipotesis diterima.
Tn. A menderita asma bronkiale persisten ringan