Anda di halaman 1dari 51

1

Blok-5

Allergy,
Immunology
and
Infection

Blok-5
Membahas prisip dasar tentang terjadinya suatu
penyakit.
Memahami materi pada blok ini diharapkan akan
menjadi dasar pemahaman tentang proses dasar
penyakit,
Terutama yang berhubungan dengan proses alergi,
imunologi dan infeksi.

Blok-5

Metoda Problem_Based Learning.


6 SKS
7 minggu.
6 minggu untuk kegiatan dan 1
minggu terakhir untuk evaluasi akhir
blok.

URGENSI
BLOK Allergy, immunology & infection

Diharapkan mahasiswa akan mempunyai pola


dasar yang baik tentang penyebab suatu
penyakit
Sehingga akan memudahkan untuk
merencanakan tindakan selanjutnya terhadap
penyakit tersebut.

HUBUNGAN DENGAN BLOK


SEBELUMNYA
Blok 4 The Cells
Aktivitas metabolisme di tingkat selular.
Pada kenyataannya proses imun banyak
terjadi di tingkat sel.
Demikian proses infeksi, merupakan
kerjasama antar sel untuk meminimalisir
efek mikroorganisme patogen dalam
tubuh manusia.
6

HUBUNGAN DENGAN BLOK BERIKUTNYA


Akan lebih mudah untuk memahami proses penyakit
pada blok-blok berikutnya,
Yang merupakan rangkaian blokblok sistem organ
dalam tubuh manusia:
Blok 7 Sistem Respirasi, Blok 8 Sistem
Kardiovaskular sampai dengan Blok 12 Sistem Panca
Indera. Khususnya di blok 19 Kedokteran Tropis,
Pengalaman di blok 5 ini akan sangat membantu
mahasiswa untuk memahami dasar-dasar infeksi
dan melanjutkan ke tahap berikutnya yakni infeksi
menular.

Tujuan blok-5
TUJUAN UMUM
Pada akhir blok ini mahasiswa diharapkan mampu
memahami dan menjelaskan tentang dasar- dasar
imunologi, mikrobiologi, parasitologi.

TUJUAN KHUSUS
Mampu menjelaskan tentang dasar-dasar
imunologi
Mampu menjelaskan tentang struktur, fungsi dan
klasifikasi mikroorganisme
Mampu menjelaskan tentang mekanisme infeksi
8

AREA KOMPETENSI
YANG INGIN DICAPAI
Area 1. Komunikasi Efektif
Mampu menggali dan bertukar informasi secara
verbal dan non verbal dgn pasien pada semua
usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega, dan
profesi lain.
Area 2. Keterampilan Klinis
Memperoleh dan mencatat informasi yang akurat
serta penting tentang pasien dan keluarganya.
Mengidentifikasi, memilih dan menentukan
pemeriksaan laboratorium yang sesuai
9

AREA KOMPETENSI
Area 3. Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran
Menjelaskan prinsip-prinsip ilmu kedokteran dasar
yang berhubungan dengan terjadinya masalah
kesehatan, beserta patogenesis dan patofisiologinya.
Menjelaskan masalah kesehatan baik secara molekuler
maupun seluler melalui pemahaman mekanisme
normal dalam tubuh
Area 4. Pengelolaan Masalah Kesehatan
Mengidentifikasi, memberi alasan, menerapkan dan
memantau kegiatan strategi pencegahan primer yang
tepat, berkaitan dg pasien, keluarga dan masyarakat.

10

AREA KOMPETENSI
Area 5. Pengelolaan Informasi
Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
(internet) dengan baik
Menggunakan data dan bukti pengkajian ilmiah
untuk menilai relevansi dan validitasnya.
Area 6. Area Mawas Diri dan Pengembangan Diri
Mengenali nilai dan keyakinan diri yang sesuai
dengan praktik kedokterannya.
Menyadari kinerja profesionalitas diri dan
mengidentifikasi kebutuhan belajarnya
11

AREA KOMPETENSI
Area 7. Area Etika, Moral, Medikolegal
dan Profesionalisme serta Keselamatan
Pasien
Menjaga kerahasiaan dan kepercayaan
pasien
Mempertimbangkan aspek etis dalam
penanganan pasien sesuai standar
profesi.
12

DAFTAR PENYAKIT
Merupakan penyakit-penyakit yang dipilih menurut
beban penyakit yang timbul berdasarkan perkiraan
data kesakitan,
Lulusan Dokter layanan primer harus mempunyai
tingkat kemampuan yang memadai agar mampu
merujuk, membuat diagnosis yang tepat, memberi
penanganan awal atau penanganan tuntas.
Ada 4 kelompok penyakit imunologi dan infeksi yang
harus dikuasai pada blok 5 ini sesuai dengan 4
tingkat kemampuan seorang dokter layanan primer:

13

TOPIC TREE
Bakteriologi
Dasar-dasar
Infeksi

Virologi
Mikologi

Allergy, Imunologi &


Infection

Parasitologi

Dasar-dasar
imunologi

Sistem Imun
Respon Imun
(Spesifik & Non
Spesifik)
Aglutinasi

Imunodiagnostik

Presipitasi
Elisa

Imunologi lanjut
(Hipersensitivitas)

Dot Blot

Tingkat kemampuan
4

Uncomplicated SLE

Polymialgia rheumatica

Complicated SLE

Polyarteritis Nodosa

Immunodeficiency _HIV

Rheumatoid Arthritis

Scleroderma

Vasculitis Lupus

Superficial infections,
including folliculitis,
hidradenitis suppurativa,
carbuncle

Anaphylactic Reaction

Juvenile Chronic Arthritis

Transplantation
Immunology

Staphylococcal pneumonia

Rheumatic Fever

Henoch-Schonlein Purpura
Erytema Multiforme

Osteomyelitis
Gram Negatif Coccus:
Nasopharyngitis
Gram-negative bacilli
-Urinary tract infection (UTI)
-Typhoid fever
-Dysentry bacilli
-Cholera

Chancroid

Mycobacterial diseases:
Tuberculosis kutis
Leprosy

Lepra reaction

Viral infections
Influenza

Avian influenza
15

Tingkat kemampuan
4

Viral gastroenteritis
Poliomyelitis
Rabies
Morbilli
Varicella
Herpes zoster
Herpes simplex
Mumps
CMV infections
Dengue hemorrhagic fever
(DHF)
Superficial fungal
infections
-Tinea capitis
-Tinea barbae
-Tinea faciale
-Tinea corporis
-Tinea manus
-Tinea unguinum
-Tinea cruris
-Tinea pedis
-Tinea versicolor
-Candidiasis

Atopy
HIV-AIDS

Steven-Johnsons
Syndrome

16

Tingkat kemampuan
Tingkat Kemampuan 1
overview level. Bila menghadapi pasien dengan GK
ini dan menduga penyakitnya, Dokter segera
merujuk.
Tingkat Kemampuan 2
Dokter mampu merujuk pasien secepatnya ke
spesialis yang relevan dan mampu menindaklanjuti
sesudahnya.
Tingkat Kemampuan 3
Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi
pendahuluan, merujuk ke spesialis yang relevan.
Tingkat Kemampuan 4
Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani
problem itu secara mandiri hingga tuntas.

17

MODUL DAN TOPIK

Blok ini terdiri dari 4 modul dan 14 topik:


Dasar-dasar Immunologi
Sistem Imun
Respon Imun ( Spesifik & Non Spesifik)
Imunologi Lanjut ( Hipersensitivitas )
Imunodiagnostik
Aglutinasi
Presipitasi
Elisa
Dot Blot
Dasar-dasar Infeksi
Bakteriologi
Virologi
Mikologi
Parasitologi
18

AKTIVITAS BELAJAR

Dalam bentuk PBL (Problem Based_Learning)


dengan beberapaaktivitas belajar:
Diskusi tutorial
Belajar mandiri
Kuliah pakar/ seminar
Praktikum
Aktivitas di Laboratorium Ketrampilan Medik/
skills lab
Konsultasi pakar

PENILAIAN

Nilai akhir terdiri atas :


Nilai proses (60%)
Nilai proses terdiri atas :
Nilai Tutorial 80%
Nilai Praktikum (20%)
Nilai ujian akhir blok (40%)

Sumber bacaan
Brooks, Jawetz, Melnick & Adelberg: Mikrobiologi Kedokteran,
EGC, Bagian II: Imunologi*
Collier, L, Topley & Wilsons Microbiology and Microbial
Infections, 9th edition, Volume 4 : Medical Mycology, Arnold,
London.*
Cook, Mansons Tropical Disease, 21st edition, Elsevier, 2003,
Section 6 ; Immunological Aspects of Tropical Disease.*
Fischbach, F, A Manual of Laboratory and Diagnostic Test, 7 th
edition, Lippincott, 2004: section 8 ; Immunodiagnostic
studies, ANA test for SLE, pp 585 *
Emond, Colour Atlas of Infectious Diseases, Mosby,
Mycobacterial Infection and HIV.*
Ganiswarna, Farmakologi dan Terapi, Bagian Farmakologi FKUI,
Seksi 12 : Antimikroba, dan Seksi 13: Immunosupresan.*
21

Gilman, Goodman and Gilmans The Pharmacological Basis


of Therapeutics, 8th edition, Pergamon Press, Section 11:
Chemotherapy of Microbial Diseases, Section 13: Drugs
Used for Immunosuppression*
Guerrant, R, Tropical Infectious Diseases, Principles,
Pathogens & Practice, Churchill Livingstone Elsevier, 2006,
Vol 1 Section 1:Chapter 11: Immunology, Host defense,
Immunodeficiencies, and Vaccines, Section 2: Patogens..*
Isslbacher, Harrison: Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam,
EGC. Volume 1: bagian 2: Manifestasi Utama Penyakit:
Seksi 8: Perubahan pada kulit, Volume 2: bagian 6:
Infeksi, Seksi 1-19, volume 4: bagian 11 Gangguan system
imun, jaringan ikat dan sendi.*
Kumar, S, Buku Ajar Patologi I, EGC, bab 5: KelainanKelainan Imunitas.

ALLERGY

Reaksi yg berlebihan dari sistim kekebalan tubuh


terhadap apa yg sebenarnya merupakan substans
asing yg tdk berbahaya
Alergi: von Pirquet (1906)
reaksi pejamu yang berubah
pada paparan selanjutnya

(Utk menjadi alergi seseorang hrs ada sensitisas

alergen

APC

Immunology

Ilmu yang mempelajari antigen,


antiobodi dan fungsi pertahanan tubuh
host yang diperantarai oleh sel,
terutama yg berhubungan dengan
imunitas thd penyakit, reaksi biologis
hipersensitivitas, alergi dan reaksi
tubuh terhadap masuknya/penolakan
benda asing.

Berdasarkan data statistik,


hampir 20% manusia menderita alergi,
dan beberapa kasus merupakan alergi
yang serius.

Respon imun:
Kumpulan respon thd substansi asing yg
terkoordinasi
timbul reaksi yang tidak diinginkan
(berlebihan atau kurang)

- berlebihan
- kurang

reaksi alergi,
penyakit autoimun
imunodefisiensi

Respon imun spesifik

Sel B menemukan
Ag dan
menangkap

Kmd sel plasma


memproduksi Ab untuk
menyerang Ag

Sel B menunggu
aktivasi dari
sel T helper

Sel Ab memfagosit Ag

Kemudian sel B
mengktivasi
sel plasma dan sel
memori

Sel memori mengingat


terus apbl ada Ag
yang sama

Sistim imun:
Sel & molekul yg bertanggung jawad
dlm imunitas
pertahanan tubuh terhadap antigen
asing
Misi:
Mengenali dan menghancurkan
para penyusup asing,
Sebelum kerusakan terjadi pada tubuh

Fungsi sistem imun :


1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab
penyakit; menghancurkan & menghilangkan
mikroorganisme atau substansi asing (bakteri,
parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang
masuk ke dalam
tubuh atau sel yg mati atau
2. Menghilangkan
jaringan
rusak untuk perbaikan jaringan.
3. Mengenali dan menghilangkan sel yang
abnormal Sasaran utama: bakteri patogen &
virus.
Leukosit merupakan sel imun utama
(disamping sel plasma, makrofag, & sel mast)

Sistem imun yang sehat adalah sistem imun yang


seimbang yang bisa meningkatkan kemampuan tubuh
dalam melawan penyakit.

Fisik

- Tersebar diseluruh tubuh


- Dalam sumsum tulang, timus, darah, KGB, limpa, sal nafas, saluran cerna,
sal kemih dan jaringan
- Berasal dari sel prekursor multipoten dalam sumsum tulang

Barier fisik
Barier kimiawi
Flora bakterial

Barier fisis
Barier kimiawi

Membran mukosa
Membran mukosa
Epitel bersilia

Asam dan basa


Flora bakterial

Kemampuan mengenal benda asing/antigen spesifik


menghancurkan antigen yg sdh dikenal sebelumnya

Cara sistem ini didapat :


1. Aktif
2. Pasif
Dasar INGATAN/MEMORI !!

Reaksi Hipersensitivitas

Respon imun yang patologis


akibat
reaksi imun yang
berlebihan
Menimbulkan kerusakan
jaringan
Umumnya disebut reaksi
alergi
Tidak semua reaksi

Classification Gel & Coombs:


kecepatan & mekanisme
Manifestasi
A.

B.

mekanisme

Berdasarkan Etiologi/ Proses


a. Immediate Alergi

Ab

b. Delayed Hypersensitivity

T Lymphpcyte

GELL & COOMBS: (4 + 2) type


Type 1: Anaphylactic type/ Immediate

Biasanya IgE,IgG4

Type II: Cytotxic type

IgG atau IgM,C

Type III: Immune Complex Mediated type

Biasanya IgG

Type IV: Delayed Hypersensitivity type

Sel T yg disensitisasi

Type V : Anti Reseptor type

Autoimun
thyrotoxicosis

Type VI: Miscellaneous Type

NK

REAKSI HIPERSENSITIVITAS (WAKTU)

Debu

Penatalaksanaan alergi:

Medical Care.

Education.

Consultations.

Elimination of allergen.

Neutralization.

Avoid high-risk situations.


39

Medication

Medication : accidental may occur.

For patients with mild reaction :


treatment may be limited to an oral antihistamine.

For patient with significant systemic symptoms :


the treatment of choice is epinephrine injection.

Medical therapy of allergen induced allergic reactions :


the use of antianaphylactic agents, antihistamines,
bronchodilators, and corticosteroids is suggested.

40

INFECTION :

Berkembang biaknya penyakit pada hospes


disertai timbulnya respon imunologis dengan
gejala klinik atau tanpa gejala klinik
Manusia
host / penjamu
Penyakit
agent
Transmisi kuman adalah :
Proses masuknya kuman ke dalam penjamu
sehingga timbul radang / penyakit

Mikroorganisme

Virus
Prokariot: mycoplasma,
bacteri, ricketsia
Eukariot: protozoa, fungi

Cara penularan infeksi :


1. Kontak
Langsung, tidak langsung, droplet
2. Udara
Debu, kulit lepas
3. Alat
Darah, makanan, cairan intra vena
4. Vektor / serangga
Nyamuk, lalat

Pengertian prinsip pencegahan infeksi :


Suatu usaha yang dilakukan untuk mencegah
terjadinya resiko penularan infeksi mikro organisme
dari lingkungan klien dan tenaga kesehatan ( Nakes )
Tujuan :
Mengurangi terjadinya infeksi
Memberikan perlindungan terhadap klien, nakes

Ada 2 kategori organisme yang ada


1. Organisme residen ( flora normal )
S. aureus, diphteroids
( tidak hilang secara permanen )
2. Organisme transien
Karena kontak, contoh : E. Colli

Bakteri normal
Simbion: bakteri yang menguntungkan:
( enterobakter, membantu pembuatan vit K
dan sebagian vit B komplek )
Komensal: tidak menguntungkan
/tdk membahayakan
( bakteri usus, kulit, vagina
bersaing
dengan bakteri pathogen
Oportunistik : dalam keadaan tidak
menguntungkan menjadi pathogen
(E. coli-bakteri usus, pada sal. Kemih
ISK

Bakteri normal:

Kulit:
S.epidermidis
Micrococcus sp
Corynebacterium sp

Konjungtiva:
- Corynebacterium sp
- H. influenzae
- Neisseria sp
Telinga luar:
- Staphylococcus
aureus
- Corynebacterium sp

Vagina:
Pubertas dan sebelum
menopause;
- Staphylococcus
- Streptococcus sp
- Gardnerella vaginalis
Sebelum pubertas dan
setelah menopause:
- S. viridans
- Corynebacterium sp
- enterobacteria

Identifikasi bakteri
Untuk isolasi, identifikasi dan tes resistensi terhadap
antibiotika.
- Biakan
- Mikroskopik: motilitas, morfologi dan
pewarnaan
- Identifikasi: biokimia, serologi
Waktu pengumpulan:
- Urin & sputum; segera setelah bangun
tidur
- Darah; waktu demam dan
sebelum pemberian antibiotika

Abbas AK, Lichtman AH. Basic


immunology. Edisi ke-2. Philadelphia:
Saunders, 2004.

Roitt IM. Essential immunology; edisi ke-6.


Oxford: Blackwell Scioentific, 1998; 233-67.

49

50

51