Anda di halaman 1dari 67

2.

SISTEM BOILER
CFB

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

SEJARAH BOILER

Boiler uap pertama kali ditemukan pada abad pertama oleh


bangsa Alexsandria yang walaupun penggunaannya uapnya
belum untuk keperluan yang berguna tetapi hanya untuk
pergerakan sebuah mainan. Kemudian pada tahun 1698
seorang kebangsaan Inggris mempatentkan sebuah pumpa
yang digerakkan oleh tenaga uap.

Hero Engine

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

BOILER PIPA API


Pada jenis Boiler pipa api, gas panas hasil pembakaran
(flue gas) mengalir melalui pipa-pipa yang dibagian
luarnya diselimuti air sehingga terjadi perpindahan panas
dari gas panas ke air dan air berubah menjadi uap.

Keterbatasan dari boiler pipa api


adalah tekanan uap tidak dapat
dibuat terlampau tinggi karena
ketebalan drum akan sedemikian
tebalnya sehingga tidak
menguntungkan.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

BOILER PIPA AIR


Pada boiler (Boiler) jenis ini, air berada didalam pipa
sedangkan gas panas berada diluar pipa. Boiler pipa air dapat
beroperasi dengan tekanan sangat tinggi (lebih dari 100 Bar).

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

STOKER TYPE BOILER


Stoker Type Boiler adalah sistem pembakaran yang
terjadi di boiler dengan memasukan bahan bakar
padat pada bed pembakaran yang tetap, udara yang
digunakan untuk proses pembakaran dengan
kecepatan yang kecil, ukuran untuk tipe boiler ini
terbatas sehingga kemampuan untuk menghasilkan
uap maksimum 50,4 kg/s. Keuntungan tipe boiler ini
adalah dapat merespon secara tiba-tiba perubahan
beban dan dapat membakar bahan bakar dalam
jumlah besar sekaligus. Bahan metal tipe ini harus
mempunyai ketahanan terhadap panas yang tinggi
karena pembakaran di ruang bakar melebihi 1093
oC, sehingga membutuhkan perhatian yang sangat
besar dalam pemeliharaannya.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Stoker
type
boiler

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

SISTEM PULVERIZED
Bahan bakar Padat pada Pulverized ini adalah bahan
bakar yang berbentuk tepung halus, bahan bakar yang
halus seperti tepung ini bercampur dengan udara di
burner yang kemudian menuju boiler. Aliran bahan bakar
yang menuju furnace boiler bercampur dengan udara
dan terbakar di furnace.
Keuntungan sistem pulverized ini dibandingkan dengan
stoker adalah :
Merespon cepat dalam perubahan beban;
Menaikkan efisiensi thermal;
Kemampuan memasukkan sejumlah besar bahan bakar
melalui burner;
Kebutuhan tenaga kerja untuk pengoperasiannya lebih
sedikit.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pulverized
Type

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

SISTEM FLUIDIZED BED


Jenis boiler yang telah dijelaskan sebelumnya
memiliki keuntungan dan kelemahan, pada tipe
boiler ini memiliki sedikit kelemahan, karena
kelemahan tersebut dapat diminimalisir, yaitu :
Mempunyai pembakaran yang sempurna tanpa
ada kelebihan carbon yang tidak terbakar;
Temperatur pembakaran diantara 800 900 oC
sehingga mampu menguraikan sulfur (SO2)
dengan menginjeksi limestone (CaCO3) langsung
ke dalam furnace

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Jenis-jenis Fluidized Bed


Boiler

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Tata
Letak
Boiler
Batubar
a CFB

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

PRINSIP KERJA CFB


BOILER
Pada furnace boiler tipe CFB kecepatan gas lebih
cepat daripada boiler fluidized bed yang sistem
bubling. Agar kepadatan yang ada didalam
furnace yaitu bed material dapat terangkat, dan
mengalir maka diperlukan nilai kecepatan gas
minimum agar partikel dapat terangkat dan keluar
furnace.
Pembakaran bahan bakar padat didalam furnace
terjadi akibat turbelensi, berbenturan dengan
media pembakar yaitu pasir. Sisa bahan bakar
padat yang belum terbakar akan sirkulasi melalui
cyclone/compact separator.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Kecepatan gas pada


jenis-jenis boiler

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Overvi
ew
Boiler
CFB

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

UDARA INDUCE DRAFT


FAN
Induced Draft Fan (IDF) berfungsi sebagai
pengatur tekanan di furnace (ruang bakar)
agar tetap minus. IDF merupakan double
inlet Sentrifugal fan dengan penggerak
motor listrik. Selain itu fungsi IDF adalah
memindahkan gas pembakaran (gas buang)
dan partikel yang menyertainya ke atmosfir
melewati precipitator dan cerobong (stack).
Aliran yang melalui fan di kontrol dengan
mengatur variable inlet vanes (VIV).
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Induced Draft Fan

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Fungsi ID Fan adalah :


Mempertahankan furnace pressure
negative
Membuang sisa hasil pembakaran
(abu) yang ditangkap oleh Electro
Static Precipitator (ESP) menuju
cerobong asap (stack/chimney)
Memberikan kestabilan dan
keseimbangan aliran udara dari
operasi fan-fan (IDF, HPAF, SAF, PAF)
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

UDARA HIGH PRESSURE


AIR FAN
HPAF merupakan fan tekanan positif
dengan low volume yang berfungsi
untuk mensirkulasikan kembali bed
material yang terbawa dan sisa batubara
yang tidak terbakar menuju furnace
melalui Solids Return Legs serta sebagai
Wall Seal antara compact separator dan
furnace. Kelabihan tekanan pada HPF
akan dikurangi menuju SAF.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

High Pressure Air Fan


(HPAF)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Aliran udara pada HPAF ini mengalir


menuju :
Compact Separator, yang fungsinya
memisahkan batubara/bed material
berdasarkan beratnya, yang ringan/abu
akan terangkat menuju duct flue gas,
sedangkan yang masih berat akan
kembali ke ruang bakar (furnace).
Stripper Cooler, yang fungsinya untuk
mendorong aliran bottom ash menuju
sisi Stripper.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

UDARA SECONDARY AIR


FAN
SAF merupakan fan tekanan positif yang
berfungsi sebagai penyuplai udara untuk
menyempurnakan proses pembakaran serta
untuk mereduksi pembentukan emisi gas buang
yang membahayakan. Secondary air mengalir
melalui nozzle pada front wall dan rear wall yang
berada diatas nozzle primary air. Secondary air
juga sebagai penyuplai udara panas (hot air)
menuju front wall fuel feed air bustle dan udara
dingin (cool air) sebagai seal air pada coal
feeder untuk menahan tekanan dari coal feeder.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Secondary Air Fan (SAF)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

UDARA PRIMARY AIR FAN


PAF merupakan fan tekanan positif yang berfungsi
sebagai penyuplai udara pembakaran utama yang
dipanaskan terlebih dahulu melalui air heater. Baik
dalam pembakaran burner menggunakan HSD maupun
pembakaran didalam furnace menggunakan batubara.
Primary Air dari PAF digunakan untuk menfluidisasi bed
material melalui grid nozzle pada lantai furnace (diatas
windbox). Selain itu, primary air juga mengalir melalui
nozzle pada front wall dan rear wall yang berada diatas
nozzle grid floor fluidisasi sebagai penyempurna
pembakaran. PAF menyuplai maksimal 65% udara
pembakaran. Cool primary air yang diambil sebelum air
heater digunakan pada stripper cooler untuk
mengumpulkan dan mendinginkan bed ash.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Primary Air Fan

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

PEMBAKARAN
Proses pembakaran yang terjadi pada boiler CFB dapat
dijelaskan sebagai berikut, pasir yang merupakan bed
material pertama kali akan dipanaskan oleh pembakaran
burner sampai temperatur bed 600oC. Fungsi pasir adalah
sebagai media penyerap panas, penyimpan panas dan
pelepas panas. Setelah temperatur bed tercapai 600 oC
maka batubara dapat dimasukkan secara perlahan-lahan
dengan jumlah yang minimum, dengan bertambahnya
temperatur bed maka pemasukan batubara dapat
ditambah sesuai dengan kebutuhan. Seiring
bertambahnya pemasukan batubara maka flow dari udara
pembakaran harus juga bertambah, perbandingan udara
dan bahan bakar batubara harus diatas 5,8 kali.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Proses
pembakar
an yang
terjadi di
furnace

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

SISTEM BAHAN BAKAR


MINYAK
Bahan bakar minyak digunakan ketika
awal start boiler (firing) dengan
menggunakan Burner. Pembakaran
dengan menggunakan minyak ini
digunakan sampai unit berbeban sekitar
30 40 MW, burner dioperasikan juga
bila bed temperatur dibawah 760 oC, bila
temperatur bed dibawah 650oC tidak ada
burner yang operasi maka boiler MFT.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Diagram alir HSD menuju


burner

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

BURNER
Ada dua cara/jenis pemanasan awal di dalam
furnace, dengan sistem pembakaran awal
didalam furnace itu sendiri dan pembakaran awal
dari luar furnace dengan menggunakan burner.
Pada pembakaran awal didalam furnace oil gun
terdapat di dinding-dinding furnace. Sedangkan
untuk pembakaran awal diluar furnace dilakukan
di burner dan panas hasil pembakaran di burner
akan dibawa melalui duct burner menuju wind
box yang kemudian ke ruang bakar/furnace
melalui nozzle-nozzle distributor.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Lay Out Duct Burner

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pemasuka
n
batubara
menuju
furnace

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

SISTEM GAS BUANG


Pada sistem PLTU terdapat sistem yang memanfaatkan
dan mengatur aliran sistem gas buang (flue gas). Gas
buang adalah gas sisa hasil pembakaran. Gas buang
masih memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan kembali
yaitu temperaturnya. Gas buang memiliki temperatur yang
masih tinggi sekitar + 700oC sehingga dapat digunakan
sebagai pemanas steam superheater, udara (air heater)
dan pemanas air pengisi di economizer. Sistem gas buang
adalah sistem yang mengatur temperatur gas buang
dengan pemanfaatannya di steam superheater,
economizer dan air heater, mengatur tekanan ruang bakar
sesuai dengan desainnya (+ -60 s/d -200 Pa), mengatur
temperatur ideal yang keluar dari air heater (+ 250oC),
serta memonitor emisi gas buang.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Sistem Aliran Udara dan Gas


Buang

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

HEAT RECOVERY AREA


Pembakaran antara bahan bakar dan udara akan
menghasilkan flue gas (gas buang) yang mengalir menuju
keatas furnace, kemudian mengalir melalui sisi kanan dan kiri.
Batubara dan bed material yang ikut terbawa oleh gas buang
akan dipisahkan oleh Cyclone Separator (Vortex Vinder) secara
alami. Batubara dan bed material yang berat akan terpisah
menuju Downleg Separator dan dikembalikan menuju furnace
dengan bantuan High Pressure Fan (HPF). Sedangkan gas
buang akan dihisap oleh Induced Draft Fan (IDF) mengalir terus
menuju Cross Over, Finishing Superheater (FSH), Primary
Superheater (PSH), Economizer, Air Heater, Electro Static
Precipitator (ESP) dimana kandungan abu dari gas buang akan
ditangkap dan dibuang menuju ash silo. Selanjutnya gas buang
yang sudah bersih dibuang keatmosfer melalui cerobong asap
(stack/chimney).
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

kompone
nkompone
n didalam
HRA

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Heat
Recovery
Area (HRA)
pada Boiler
di PLTU
Labuhan
angin

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

ELECTRO STATIC
PRECITATOR (ESP)
ElectroStatic Precipitator (ESP) adalah
salah satu alternatif penangkap debu
dengan effisiensi tinggi (mencapai diatas
90%) dan rentang partikel yang didapat
cukup besar. Dengan menggunakan
electro static precipitator (ESP) ini,
jumlah limbah debu yang keluar dari
cerobong diharapkan hanya sekitar 0,16
% (efektifitas penangkapan debu
mencapai 99,84%).
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Electrostatic precipitator
overview

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Persentase penangkapan
partikel debu pada ESP

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Cara kerja dari electro static precipitator (ESP)


adalah :
1. Melewatkan gas buang (flue gas) melalui suatu medan
listrik yang terbentuk antara discharge electrode dengan
collector plate, flue gas yang mengandung butiran debu
pada awalnya bermuatan netral dan pada saat melewati
medan listrik, partikel debu tersebut akan terionisasi
sehingga partikel debu tersebut menjadi bermuatan
negatif (-).
2.
Partikel debu yang sekarang bermuatan negatif (-)
kemudian menempel pada pelat-pelat pengumpul
(collector plate), lihat gambar 4. Debu yang dikumpulkan
di collector plate dipindahkan kembali secara periodik
dari collector plate melalui suatu getaran (rapping). Debu
ini kemudian jatuh ke bak penampung (ash hopper), lihat
gambar 1 dan 2, dan ditransport (dipindahkan) ke flyash
silo dengan cara di vakum atau dihembuskan.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Bagian-bagian dari
electrostatic precipitator

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Proses ionisasi

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

1.

2.

3.

4.

Proses pembentukan medan listrik :


Terdapat dua jenis electrode, yaitu discharge electrode yang
bermuatan negatif dan collector plate electrode bermuatan
positif.
Discharge electrode diletakkan diantara collector plate pada
jarak tertentu (memiliki jarak antara discharge electrode
dengan collector plate).
Discharge electrode diberi listrik arus searah (DC) dengan
muatan minus (lihat gambar 3.7.), pada level tegangan antara
55 75 kVDC (sumber listrik awalnya adalah 380 volt AC,
kemudian dinaikkan oleh transformer menjadi sekitar 55 75 kV
dan dirubah menjadi listrik DC oleh rectifier, diambil hanya
potensial negatifnya saja).
Collector plate ditanahkan (di-grounding) agar bermuatan
positif. (5) Dengan demikian, pada saat discharge electrode
diberi arus DC maka medan listrik terbentuk pada ruang yang
berisi tirai-tirai electrode tersebut dan partikel-partikel debu
akan tertarik pada pelat-pelat tersebut, gas bersih kemudian
bergerak kecerobong asap.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Prinsip Sirkulasi
Alami pada
Boiler

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Sirkulasi Air
dan Uap di
Boiler

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

ECONOMIZER
Economizer adalah Heat Exchanger (penukar kalor) yang
dipasang pada saluran air pengisi sebelum air masuk ke
Boiler Drum. Konstruksi Economizer berupa sekelompok
pipa-pipa kecil yang disusun berlapis-lapis. Di bagian
dalam pipa mengalir air pengisi yang dipompakan oleh
Boiler Feed Pump dan dibagian luar pipa mengalir gas
panas hasil pembakaran yang terjadi di ruang bakar.
Karena temperatur gas panas lebih tinggi dari temperatur
air pengisi maka gas panas menyerahkan panas kepada
air pengisi sehingga temperatur air pengisi menjadi naik
dan diharapkan mendekati titik didihnya, tapi jangan
melampaui titik didih karena akan menyebabkan
terbentuknya uap di dalam pipa Economizer dengan
akibat lebih lanjut terjadi overheating pada pipa tersebut.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

BOILER DRUM
Boiler Drum adalah bejana tempat menampung air yang
datang dari Economizer dan uap hasil penguapan dari Tube
Wall ( Riser). Kira-kira separuh dari drum berisi air dan
separuhnya lagi berisi uap.
Level air didalam drum harus dijaga agar selalu tetap kira-kira
separuh dari tinggi drum. Banyaknya air pengisi yang masuk
ke dalam drum harus sebanding dengan banyaknya uap yang
meninggalkan drum, sehingga level air terjaga konstan.
Pengaturan level didalam Boiler Drum dilakukan dengan
mengatur besarnya pembukaan Flow Control Valve. Apabila
level didalam air drum terlalu rendah/tidak terkontrol akan
menyebabkan terjadinya Overheating pada pipa-pipa Boiler,
sedangkan bila level drum terlalu tinggi, kemungkinan butirbutir air terbawa uap ke turbin dan mengakibatkan kerusakan
pada turbin.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Boiler
Drum

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

HEADER
Dari header air akan masuk ke tube
wall (riser) untuk diubah menjadi uap
dan kembali ke Boiler. Header (low
header) merupakan tempat
penampungan air yang berasal dari
down comer.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

TUBE WALL (RISER) DAN


DOWN COMER
Selain berfungsi untuk membuat air menjadi uap, tube
wall juga mencegah penyebaran panas dari dalam
furnance ke udara luar dan untuk lebih menjamin agar
panas tersebut tidak terbuang ke udara luar melewati
tube wall, maka dibalik tube wall (arah udara luar)
dipasang dinding isolasi yang terbuat dari mineral fiber.
Sedangkan pada down comer merupakan pipa yang
berukuran besar, menghubungkan bagian bawah boiler
drum dengan lower header. Down comer (pipa turun)
tidak terkena panas secara langsung dari ruang bakar.
Dan untuk menghindari kerugian panas yang terbuang
pada down comer, maka down comer diberi isolasi.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Sirkulasi Uap Menuju


Superheater

Aliran sirkulasi uap yang terjadi adalah sebagai


berikut :
Uap jenuh dari steam drum dialirkan ke primary
superheater. Primary superheater terletak dibagian
belakang dari Boiler dan menerima gas relatif dingin.
Pipa-pipa biasanya diatur dengan konfigurasi
horizontal.
Uap yang dipanaskan ini selanjutnya mengalir ke
secondary superheater yang terletak pada bagian
gas sangat panas. Sebagian dari superheater terletak
tepat diatas ruang bakar dan menerima panas radiasi
langsung dari ruang bakar. Kemudian dari secondary
superheater, uap mengalir ke turbin tekanan tinggi.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Sirkulasi Uap Reheater

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Sirkulasi Air Pengisi


Boiler

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

SISTEM AIR PENGISI


BOILER
Tujuan menaikkan suhu air pengisi Boiler adalah :

Menghindarkan thermal stress


Mengurangi kerja Boiler
Mendinginkan alat bantu
Menaikkan effisiensi Boiler.
Tujuan menaikkan kemurnian air pengisi adalah
mencegah deposit, kerak dan korosi pada pipa
pemanas, pipa boiler, suhu turbin.

Tujuan menaikkan tekanan air pengisi Boiler adalah :


Agar tidak menjadi uap
Agar dapat masuk ke boiler drum.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pemanas Air Pengisi


Tekanan Rendah
Pemanas tipe tube/pipa :
Pemanas tipe ini terdiri dari 2 jenis yaitu :
Pemanas air pengisi aliran tunggal
Pemanas air pengisi aliran ganda.
Cara pemanasan adalah dengan mengalirkan air pengisi
didalam pipa dan uap pemanas diluar pipa-pipa.
Pemanas air pengisi aliran tunggal.
Tipe pemanas ini seperti terlihat pada gambar 32 , air mengalir
dari pompa kondensat dan masuk ke pemanas pada sisi
masuk kotak air (water box) mengalir didalam pipa U dan
meninggalkan pemanas melalui sisi keluar kotak air.
Uap pemanas dialirkan diluar pipa-pipa dan diarahkan oleh
baffle-baffle dan dikeluarkan sudah berbentuk air (kondensasi).

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Konstruksi Pemanas
Tekanan Rendah

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pemanas air pengisi aliran ganda


Air pengisi mengalir melalui satu setengah dari ikatan
pipa kemudian melalui begian tengah dari kotak air
dan melalui setengah bagian yang kedua dari ikatan
pipa seperti terlihat pada gambar. Penyekat ini juga
berperan sebagai penyangga pipa-pipa.
Satu atau lebih ventilasi dipasang untuk
mengeluarkan gas yang tidak dapat mengembun dari
rumah (shell) pemanas, ventilasi ini dikembalikan
kekondensor utama dan dikeluarkan dari sistem oleh
pompa vakum(ejector). Uap yang terkondensasi
dikeluarkan dari sisi bawah rumah pemanas melalui
sistem pengeluaran pemanas (heater drains).

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Two-pass
Low
Pressure
Heater

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pemanas Tipe
Kontak
Langsung
(Direct
Contact Heat)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pemanas Kontak Langsung


(Direct Contact Heater)
Pada tipe ini uap dan air pengisi bercampur bersama-sama
dengan baik. Air pengisi yang masuk ke heater dikabutkan
dengan perantaraan nozzle-nozzle dan bled steam yang
masuk akan langsung bercampur dengan air yang dikabutkan
tadi dan jatuh ke tray yang dibuat bertingkat-tingkat.
Dengan bercampurnya uap dan air tadi berarti berarti panas
yang dikandung oleh uap akan dipindahkan secara langsung
ke air pengisi, karenanya uap tadi menjadi air kondensasi dan
bersama air pengisi keluar dari heater sebagai air pengisi,
sehingga di heater tipe ini tidak diperlukan sistem drain.
Bila ada gas-gas atau uap yang tidak dapat terkondensasi
dibuang dengan pipa ke condensor dan akan dapat dibuang
dengan sistem ejector yang terpasang di condensor.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Deaerator
Konstruksi dan operasi bagian de-aerating adalah sama
dengan pemanas hubung langsung, dimana air
dikabutkan dengan perantaraan nozzle-nozzle menjadi
bentuk butir yang halus dan kemudian bercampur
secara langsung dengan uap. Gas-gas yang tidak
terkondensasi dikeluarkan dari sisi atas unit deaerating
dan setelah melalui suatu kondensor ventilasi (vent
kondensor), kemudian dialirkan kembali kekondensor
utama untuk dikeluarkan dari sistem oleh pompa (udara)
vakum.
Tangki penyimpan adalah cadangan untuk kebutuhan
seluruh sistem dan memasok untuk perubahan
kebutuhan air dan menyediakan cadangan untuk
keadaan darurat (sebagai contoh turbin trip).
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pemanas Air Pengisi


Tekanan Tinggi (HP
Heater)
Pemanas dapat dipisahkan kedalam beberapa bagian

dasar :
Bagian de-superheating dimana uap superheat pertamakali
mengalir pada saat memasuki pemanas.
Bagian pemanas utama
Ini merupakan bagian terbesar dari pemanas air pengisi,
disini uap mengembun setelah memberikan panasnya pada
pipa-pipa yang berisi air pengisi.
Bagian pendinginan pembuangan (drain cooling)
Air kondensasi dari uap mengalir sekeliling pipa-pipa pada
sisi masuk (inlet) ke pemanas yaitu sisi air pengisi yang
terdingin, sehingga memanfaatkan uap dengan lebih baik.
Casing (shell) dari baja tuang.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Typical
High
Pressure
Feedheat
er

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

SISTEM SOOTBLOWER
Jenis jenis atau tipe sootblower ini terbagi 3 (tiga), yaitu : Tipe
Fully Retracable,Half Retracable dan Rotary.
Fully Retracable
Fully retracable adalah tipe sootblower yang pipa Sootblowernya
berada diluar dan masuk kedalam ketika beroperasi dan setelah
itu kembali keluar, berada pada area superheater.
Half Retracable
Half retracable adalah tipe sootblower yang pipa sootblowernya
setengah berada didalam dan setengah lagi berada diluar. Pipa
tersebut masuk secara keseluruhan kedalam ketika beroperasi
dan setelah itu kembali seperti semula, ini berfungsi untuk
membersihkan permukaan pipa economizer.
Rotary
Rotary adalah tipe sootblower yang pipa sootblowernya berada
didalam ketika beroperasi pipa akan berputar satu putaran
penuh, kesemuanya pipa sootblower ini berada di area air
heater.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Sootblower system

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

SISTEM PEMBUANGAN BOTTOM


ASH

SISTEM BOTTOM ASH SCREW


Sistem pembuangan bottom ash dengan menggunakan Ash
Screw ini proses kerjanya bottom ash yang mengalir dari
furnace terbuang keluar melalui screm yang didinginkan
oleh aliran air pendingin.
SISTEM BOTTOM ASH STRIPPER COOLER
Sistem pembuangan bottom ash dengan stripper cooler ini
memiliki beberapa ruang dalam proses pendinginan bottom
ash yang mengalir dari furnace. Ruang tersebut adalah
stripper, cooler 1, cooler 2 dan cooler 3. Urutan aliran
bottom ash keluar dari furnace menuju stripper kemudian
ke cooler 1 setelah itu ke cooler 2 dan terakhir ke cooler 3,
ketika proses aliran didalam stripper dan cooler terjadi ash
yang ringan akan kembali kedalam furnace.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Stripper
Cooler

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal