Anda di halaman 1dari 34

PERSENDIAN

Kelompok 5:
1.Ericha Sevtiliana
2.Selvia Ulfah
3.Namira Andina
4.Nanda Trisandi
5.Jumhadi Vindo

Sendi
Adalah tempat dimana dua tulang
atau lebih saling berhubungan,
dimana di antara tulang-tulang ini
dapat terjadi pergerakan atau tidak
Menurut jaringan diantara tulang-tulang
ini,
sendi dapat dibagi atas:
- Sendi fibrosa
- Sendi kartilagenosa
- Sendi sinovial

Sendi Fibrosa
adalah suatu persendian, dimana
permukaan tulang yang bersendi
dihubungkan oleh jaringan fibrosa,
sehingga kemungkinan geraknya
sangat
sedikit
Contoh :
1. Sutura yang menghubungkan tengkorak
2. Art. Tibio fibularis inferior

Sendi Kartilaginosa
Terbagi atas :
1. Sendi kartilaginosa primer
adalah suatu persendiaan yang
tulang-tulangnya disatukan oleh
suatu lempeng atau potongan rawan
hyalin
pada persendiaan ini tidak ada
pergerakan yang mungkin dilakukan
Contoh:
Persatuan antara epifise dan diafise
Antara iga I dan manubrium sterni

2. Sendi kartilaginosa sekunder


adalah suatu persendian yang tulangtulangnya disatukan oleh suatu lempeng
rawan fibrosa dan permukaan sendi ini
diliputi oleh lapisan rawan hialin yang
tipis
pergerakan yang mungkin dilakukan
tergantung pada sifat fisik rawan fibrosa
Contoh:
Art. Intervertebralis
Symphisis osis pubis

Sendi Sinovial
Adalah suatu persendian yang
mempunyai kemungkinan gerak
banyak
sekali, karena terdapatnya
diskontinuitet diantara tulang-tulang
yang bersendi (terdapatnya rongga
sendi)
Ciri-ciri :
1. Ujung tulang bersendi dibedakan atas:
- caput artilacularis
- cavitas glenoidales

2. Cavum articularis
rongga yang terdapat di antara ujungujung tulang
3. Membran synovial
rongga sendi yang dibatasi oleh membran
synovial yang berjalan dari permukaan
sendi yang satu ke yang lainnya
Disebelah luar membran sinavial
dilindungi oleh kapsula sendi (articularis)
Permukaan sendi dilumasi oleh cairan
kental: cairan sinovial

4. Alat-alat khusus yang membantu:


a. Discus/meniscus Articularis
- yaitu irisan rawan fibrosa yang
terletak diantara permukaan sendi
- berfungsi sebagai:
* penyangga
* mengurangi gesekan diantara
ujungujung yang bersendi
b. Bantalan Lemak
- terletak antara membran synovial
dan capsula fibrosa atau tulang

c. Bursa Mukosa
- adalah alat pelumas yang terdiri atas
kantong fibrosa tertutup yang dibatasi
oleh membran halus yang lembut
- bursa dijumpai pada: tendo bergeser
pada tulang ligamentum atau tendo lain
d. Selubung Sinovial
- merupakan bursa berbentuk tubular
yang mengelilingi tendo

d. Ligamentum
- merupakn suatu tali/pita jaringan ikat
yang menghubungkan dua struktur
- terdiri atas:
a. jaringan serabut kolagen
dalam keadaan normal tidak dapat
diregangkan
b. jaringan serabut elastis
dapat kembali kepanjang semula
setelah diregangkan

Lig. Fibrosa/Kolagen
mencegah pergerakan sendi yang
berlebihan
Lig. Elastis
memegang peranan aktif dalam
menyokong sendi dan mengembalikan
tulang pada posisi asal setelah
melakukan pergerakkan

Derajat Pergerakan Sendi


Sinovial dibatasi oleh:
1. Bentuk tulang yang
membentuk sendi
2. Struktur anatomi sekitarnya
3. Ligamentum fibrosa yang
menghubungkan

Jenis-jenis sendi sinovial


Menurut susunan, permukaan dan
pergerakan yang mungkin dilakukan, sendi ini
terbagi:
1. Sendi Plana = Datar
- permukaan sendi datar atau hampir datar
sehingga memungkinkan tulang saling
bergeser satu sama lain
- pergerkan terbatas, sedikit miring & rotasi
- Contoh:
* art. Sterno cavicularis
* art. Acronio clavicularis

2. Sendi Engsel = Ginglimus = Hingo Joint


- sendi ini mirip engsel pada pintu
- sumbu gerak tegak lurus pada arah
panjang tulang
- gerakan yang bisa dilakukan
* Flexio
* Ixtensio
- contoh:
* sendi lutut
* sendi siku
* sendi mata kaki

3. Sendi Condyloidea
- sendi ini mempunyai permukaan konver
yang
nyata dan bersendi dengan
permukaan yang konkaf
- sumbu gerak dan panjang tulang paralel
- gerak yang bisa dilakukan:
* flexio
* extensio
* abduksi
* adduksi
* sedikit rotasi
- contoh:
* art. Metacapo. Phalangea
* art. interphalangea

4. Sendi Elipsoidea
- permukaan sendi berbentuk konvex
ellips yang sesuai dengan permukaan
sendi (konkaf ellips)
- contoh:
* art. Carpalia
- gerak yang bisa dilakukan:
* flexio
* extensio
* abduksio
* adduksio

5. Sendi Pasak/Sendi Kisar


= pivot art. = rotary art
- terdapat pasak tulang yang dikelilingi
oleh cincin ligamentum tulang
- sumbu gerak sesuai panjang tulang
- gerak yang bisa dilakukan: rotasio
- contoh:
* art. Atlanto-dentalis
* art. Radio ulnaris sup

6. Sendi Pelana = Art. Sellaris


= saddle shaplo
- permukaan sendi berbentuk konkavokonvex yang saling berlawanan dan
mirip pelana kuda
- gerakan yang dapat dilakukan:
* Flexio/extensio
* Abduksio/add
* Rotasio
- contoh : Art. Carpo-metacacarpa I

7. Sendi Peluru = ball and socket


= art. Globoidea
- pada sensi ini: kepala sendi berbentuk
bola, lekuk sendi berbentuk socket
- bentuk sendi ini memungkinkan
pergerakan yang sangat bebas yaitu:
flexi, ext, abd, add, rotasi dan
circumdixsi
- contoh:
* sendi bahu
* sendi panggul

Berdasarkan pergerakan, sendi dibagi


atas:
1. Synarthrosis
Sendi yang tidak dapat digerakkan sama
sekali dan mempunyai kesinambungan
termasuk:
Sutura
Schyndylesis

lempeng yang satu terjepit dalam takik


tulang yang lain
contoh: perhubungan kedua os. maxillaris

Gomphosis
tulang yang satu berbentuk kerucut
masuk kelekuk yang sesuai dengan
bentuk itu
contoh: gigi dengan acuroli, os.
Maxillaris dan os. Mandibularis
Synchondrosis
jaringan penghubung terdiri dari tulang
rawan
contoh: antara epiphysis dan diaphysis

2. Amphiarthrosis
gerakkannya sedikit, sebab
komponen
sendi tidak cukup
contoh: diantara corpus vertebra yang
berdekatan
3. Diarthrosis
sendi yang kemungkinan gerak luas
sekali, karena terdapat diskontinuitet
diantara tulang-tulang tersebut

Stabilitas Sendi
Tergantung pada:
1. Bentuk, ukuran dan permukaan sendi
contoh: ball & socket pada sendi
panggul
2. Ligamentum
- Lig. Fibrosa mencegah pergerakkan
sendi yang berlebihan
- Lig. Elastik
mengembalikan ke panjang asalnya
setelah teregang

3. Tonus Otot
- merupakan faktor utama mengatur
stabilitas
Persyaratan Sendi:
Kapsula dan ligamentum
mendapat banyak suplai saraf sensoris
Rawan sendi
mempunyai sedikit ujung saraf

Hukum Hilton
Saraf yang
mempersarafi sendi
juga mempersarafi otot
yang menggerakkan
sendi dan kulit sekitar
insertio otot tersebut

Berdasarkan sumbu gerak


Persendian dibagi atas:
1. Sendi Sumbu Satu
a. sendi engsel (ginglymus)
- sumbu gerak tegak lurus pada
arah
panjang tulang
- contoh: * art. interhpalangea
* humero ulnaris
* talo cruralis

b. sendi kisar (art. Trochoidea)


sumbu gerak kira-kira sesuai
dengan arah panjang tulang
contoh:
* art. Radio ulnaris
* art. Atlanto dentalis
2. Sendi Sumbu Dua
kedua sumbu gerak berpotongan tegak
lurus
a. sendi telur (art. Ellipsoidea)
kepala sendi cekung berbentuk ellips
dengan
sumbu panjang dan sumbu
pendek
contoH : art. radiocarpea

b. Sendi pelana (art. Sellaris)


permukaan sendi berbentuk pelana,
artinya dalam arah yang satu
permukaan itu cembung dalam arah
yang lain cembung
contoh: art carpo. Meta carpa I
3. Sendi Sumbu Tiga (arthrodia)
Sendi yang mempunyai kemungkinan
gerak terluas
Kepala sendi berbentuk bola

Terdiri atas:
* art. Globoidea (peluru)
lekuk sendi mencakup kurang dari
setengah kepala sendi
contoh : art. Humeri
* Teno arthrosis sheroidea / sendi buah
pala
kemungkinan gerak lebih sedikit, karena
lekuk sendi mencakup lebih dari
setengah kepala sendi
contoh : art. coxas