Anda di halaman 1dari 15

Disusun oleh

:
:

fahmi mashuri (15120


Faisal Islam M.(151205)

DISTILASI/PENYULINGAN

suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan


atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.
Suatu proses yang menghasilkan uap dari suatu cairan yang dipanaskan
dalam suatu bejana, kemudian uap tersebut diembunkan dengan
menggunakan pendingin dan dikumpulkan dalam bejana lain.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap
ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan.

Metode ini digunakan untuk memisahkan salah


satu zat dari campurannya dan untuk
memurnikan zat dari pengotornya berdasarkan
perbedaan titik didih atau tekanan uap komponenkomponen dalam campuran.
Pada distilasi ada 2 dasar metode yang
digunakan :
1. Uap yang terbentuk diembunkan seluruhnya
dan ditampung tanpa ada yang dikembalikan
ke dalam bejana didih (no Reflux)
2. Uap yang terbentuk sebagian diembunkan
serta didinginkan pada tempat tertentu,
sedangkan sebagian lagi dikembalikan ke
dalam cairan yang dipanaskan (with Reflux).

DESTILASI SKALA LAB

Distilasi skala industri

Feed

prehea
ter

condens
or
accumulat
or
Reflux Pump
destilat

Feed
pump

reboiler

residue
Titik Didih: temperatur pada saat tekanan uap cairan (Ptot)= tekanan atmosfer (Patm)
Tekanan uap jenuh: tekanan yang dihasilkan oleh uap yg berkesetimbangan dengan cairannya

Pembagian Destilasi
1.

Distilasi berdasarkan prosesnya terbagi menjadi dua, yaitu :


a. Distilasi kontinyu
b.Distilasi batch

2.

Berdasarkan basis tekanan operasinya terbagi menjadi tiga, yaitu :


a. Distilasi atmosferis
b. Distilasi vakum
c. Distilasi tekanan

3.

Berdasarkan komponen penyusunnya terbagi menjadi dua, yaitu :


a. Destilasi system biner
b. Destilasi system multi komponen

4.

Berdasarkan system operasinya terbagi menjadi dua, yaitu :


a. Single-stage Distillation
b. Multi stage Distillation

Secara umum sebuah kolom distilasi terdiri dari :


Vessel atau kolom itu sendiri, dimana pada kolom ini lah terjadi pemisahan, aliran
yang terjadi didalamnya secara countercurrent, uap yang berasal dari reboiler naik
kebagian atas kolom, sedangkan liquid yang disupplai dari reflux turun kebawah.
Didalam kolom terdapat plate atau piring ( disebut juga dengan stage ) pada plate
ini lah terjadi proses pemisahan yang efektif.
Condenser, berfungsi untuk mengkondensasikan uap ( V ) yang berasal dari kolom,
condenser dapat mengkondensasikan seluruh uap yang berasal dari kolom ( disebut
juga dengan total kondenser, tidak dihitung sebagai 1 stage ), atau dapat pula
mengkondensasikan sebagaian uap ( partial kondenser, dihitung sebagai 1 stage )
Accumulator, berfungsi sebagai penyedia reflux ( R )
Reboiler , menguapkan kembali liquid yang berasal dari kolom distilasi ( L ) dan (
umumnya dihitung sebagai 1 stage )

Terdapat 4 macam Alira dalam proses distilasi, yaitu


1.Feed , yaitu aliran yang masuk kedalam kolom distilasi
2.Aliran Produk, aliran yang keluar dari kolom distilasi, yang
bagian atas disebut distilat [produk atas], yang bagian bawah
disebut produk bawah
3.Aliran internal [internal stream], yaitu aliran fluida yang
terjadi di dalam kolom distilasi. Ada dua aliran, yaitu aliran
uap [vapour stream] dan aliran cair [liquid stream]
4.Aliran refluks, yaitu sebagian distilat [produk atas] yang
dikembalikan ke kolom distilasi melewati puncak kolom

TEKANAN UAP DAN HUKUM


RAOULTS

Cairan dlm wadah tertutup didiamkan --- menurut teori


kinetik --- molekul zat cair pd permukaan terus menerus
meninggalkan permukaan zat cair dan masuk ke ruang
diatasnya, dsbl. Bila molekul yg meninggalkan = kembali
--- keadaan stb (berhenti) pada P ttt yg tergantung T
(keadaan uap jenuh)

Syarat Pemisahan dg Distilasi:


Senyawa-senyawa dalam campuran bersifat volatile /
mudah menguap, dengan tingkat penguapan
(volatilitas) masing-masing komponen berbeda-beda
pada suhu yang sama.
Pada suhu tertentu, fasa uap yang dihasilkan dari
suatu campuran cairan akan selalu mengandung
lebih banyak komponen yang lebih volatil & fasa
cairan akan lebih banyak mengandung komponen
yang kurang volatil.

Cairan yang seimbang dengan uapnya pada suhu


tertentu memiliki komposisi yang berbeda.

Dalam distilasi pada suhu tertentu, cairan


yang setimbang dengan uapnya
mempunyai komposisi yang berbeda
uap / destilat mengandung lebih banyak
komponen volatil.
Pada suhu yang berbeda, komposisi uapnya
juga berbeda.
Dengan demikian komposisi uap yang
setimbang dengan cairannya akan berubah
sejalan dengan perubahan waktu.

HUKUM RAOULT

French chemist Franois Marie Raoult (1830-1901)


Tekanan uap parsial suatu komp dlm suatu campuran
(larutan ideal) = tekanan uap komponen murni pada
temperatur tertentu dikalikan dg fraksi mol komponen dalam
fasa cairnya

Pi X i .Pi

Hukum Raoult :
PA = XA . P

o
A

PB = XB . PoB
Pt = PA + PB = XA . P

o
A

+ XB . P

o
B

Rumus di atas menunjukkan hub


antara tekanan uap dg komposisi
cairan
Bagaimana hubungan komposisi uap, tekanan uap
dan komposisi dalam keadaan cair pada tekanan
tetap ?

Jika XA dan XB adalah fraksi mol A dan B dalam keadaan cair,


serta YA dan YB adalah mol fraksi A dan B dalam keadaaan uap,
maka hubungan antara tekanan parsial dengan komposisi dapat
dituliskan sebagai berikut :

PA
YA
Pt

PB
YB
Pt

Dari hubungan di atas dapat dituliskan perbandingan antara P A


dengan PB sebagai berikut :
o

PA YA X A .PA
XA

o
Pb YB X B .PB
XB
Notasi merupakan bilangan
volatilitas relatif terhadap B yang
merupakan perbandingan tekanan
uap jenuh masing-masing
komponen, yaitu :

PA

PB

HUKUM RAOULT

Larutan ideal: larutan dengan gaya tarik menarik antar


molekul-molekul yg sejenis= gy tarik antar molekul-molekul
yg tdk sejenis, H pencampuran = nol
Contoh lar ideal:
metanol-etanol
benzena-toluena
heksana-heptana