Anda di halaman 1dari 50

Dra. Indarwatie N.

Apt, MM
Jakarta, 22 - 26 Februari 2 0 16

PENDAHULUAN
Linen adalah unsur penting di Rumah Sakit
Semua ruangan di RS memerlukan dan
menggunakan linen
Penanganan linen kotor sangat penting
guna mengurangi resiko infeksi nosokomial
Manajemen linen dimulai dari perencanaan
penanganan linen bersih, penanganan linen
kotor (pencucian) hingga pemusnahan

Dasar Pelayanan
Antara lain :
Linen
Di
RS
- UU No. 23 TH. 1992 tentang kesehatan
-

PP No. 27 TH. 1999 tentang amdal


Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1992 tentang penyediaan
air bersih dan air minum
Permenkes No. 986/Menkes/Per/XI/1992 tentang penyehatan
lingkungan RS
Keputusan Menkes RI No.983/Menkes/SK/XI/1992 tentang
pedoman organisasi RS
Standar pelayanan RS TH. 1999
Pedoman manajemen linen di RS Depkes RI Direktorat Jenderal
Pelayanan Medik 2004
Keputusan Menkes No.1204/Menkes/SK/X/2004 tentang
persyaratan kesehatan lingkungan RS
Standar pelayanan minimal RS Direktorat Bina Pelayanan
Medik Depkes th 2008

Tujuan
Tersedianya linen yang higienis, bersih
dan siap pakai
Meningkatkan mutu pelayanan di RS
Pengertian
Definisi : - linen
- linen RS : - linen terinfeksi
- linen non infeksi
- Laundry

Jenis Linen
Linen medis adalah linen yang digunakan
untuk kegiatan medis dimana
harus memenuhi semua standar
yang telah ditentukan.
Contoh : Laken/sprei,stik laken,jas operasi dll
Linen non medis adalah linen yang
peruntukannya untuk menunjang
kegiatan medis yang hanya
memenuhi standar material dan
ukuran
Contoh : Taplak meja, Gordyn

Linen yang berkali-kali dipakai =- dicuci


- bisa didaur
ulang
Linen sekali pakai :
- Tidak bisa dicuci (terbuat dari bahan
khusus)
- Setelah dipakai dimusnahkan dibakar
- Tidak dapat didaur ulang
- Harga mahal

Bahan linen berasal dari :


a. Alam
: Hewan :Wool, Sutera
Tumbuh2an : Katun
b. Produksi manusia :
Sintetis
:Polyester
Semi sintetis :Polykatun

Berat Linen
BAHAN
BeratJENIS
linen antara lain

BERAT/GRAM

Laken/sprei

Katun

700

Selimut

Katun

350

Handuk

Katun

600

Handuk tangan

Katun

200

Piyama

Katun

200

Standar Linen
Standar Linen Rumah Sakit:
1.
Standar Desain.
2.
Standar Material.
3.
Standar Ukuran.
4.
Standar Jumlah.
5.
Standar Kelayakan.

Sentralisasi Linen
Adalah terpusatnya semua kegiatan linen pada satu
titik sehingga semua kegiatan linen berawal dan
berakhir ditempat yang sama.

Desentralisasi Linen
Adalah terpusatnya semua kegiatan linen pada
ruangan-ruangan yang melakukan kegiatan linen.

Semi Sentralisasi Linen


Adalah penggabungan antara sentralisasi dan
desentralisasi.

SKEMA MANAJEMEN LINEN DI


RS
Perencanaan
Proses

pengadaan
Pengadaan
Penerimaan

Pemberian identitas
Distribusi ke unit-unit
terkait yang membutuhkan
Pemanfaatan linen oleh
Unit-unit terkait

Rusak

Hilang
Perbaikan

Pencatatan/pelaporan

Musnahkan

Pengelolaan linen
Struktur Organisasi Pengelolaan
Linen di
Direktur Umum, SDM
RS Persahabatan
& Pendidikan

Ka. Inst. Sterilisasi


Sentral & Binatu
Wa. Ka. Binatu &
Penjahitan
PJ. Administrasi &
Pemeliharaan

PJ. Pencucian &


Distribusi

Prosedur Pelayanan
Linen
1. Perencanaan
Pada perencanaan linen RS perhatikan KOMPOSISI
LINEN.
Pengertian yang mengandung arti :
- Ruang Pakai linen
- Komposisi serat linen
- Technologi tekstil
- Produksi linen
Pada dasarnya linen mempunyai usia produksi,
rata-rata ketahanan linen adalah 350 kali cuci
standar, 200 kali cuci laundry normal, 150 kali
cuci laundry RS.
Parstok yang digunakan dalam perencanaan akan
memungkinkan perencanaan linen berikutnya.

Linen direncanakan
Hal yang dibutuhkan :
1.Jumlah bed yang ada
2.BOR yang ditetapkan
3.Jenis linen yang dibutuhkan
4.Par-stok yang digunakan

2. Standar kebutuhan linen


Ideal = jumlah stok 5 par
3 par berputar di ruangan:1 par untuk dipakai, 1 par dicuci,
1 par cadangan,
2 par disimpan
Contoh :
- Kebutuhan linen dikamar pasien:
Penggantian linen 2 hari sekali, kapasitas RS 500 TT, BOR 80 %
lama pencucian 1 hari, stok linen 3 par ( x 500 x 80% x 1 x 3 =
600 set)
- Kebutuhan linen kamar operasi :
Jumlah kamar Operasi 10 OK, frekuensi Op 10 x / hari, 1 Op oleh
7 operator, stok linen 3 par (10x10x7x1x3 = 2100)

3. Menghitung biaya
pemakaian linen
Harga linen sekali pakai = Harga linen
(item)/150
= (faktor a)
Berat linen (item) x harga cuci linen per kg =
biaya perawatan linen tsb (faktor b)
Untuk linen OK membutuhkan biaya tambahan
CSSD : berat linen x harga CSSD linen per kg =
biaya CSSD linen OK (faktor c)

Menghitung biaya
pemakaian linen
Biaya linen :
Rawat Inap/Poli : faktor a + faktor b
Tindakan operasi : faktor a + faktor b
+ faktor c

Contoh: Estimasi Biaya


Linen
KEBUTUH Harga/ Ber Pema Biaya
Biaya Biaya Total
Inap/Rawat
AN LINEN
Ptg Rawat
at
kaian Pemak
Pencu Pera Biaya
Line
aian
ci
watan
Jalan A n C (A / C) an (BxD) (Z+V)
=Z

=V

B
1

Seprei/lake 185,500, 0.50


n
(160x270)

150

1,236.6
7

7.000.
00

3.500.0
0

4.736.
67

Perlak
(65x110)

51.500,
-

0.38

150

343.00

7.000.
00

2.660.0
0

3.003.
33

Stiek
Laken
(70x160)

47.500,-

0.14

150

316.67

7.000.
00

980.00

1.296.
67

Sarung
Bantal
(50x70)

39.000,-

0.03

150

260.00

7.000.
00

210.00

470.00

4.550.0

4.990.

66.000,-

Sirkulasi Linen

Sirkulasi Linen
1. Pengumpulan
- Melibatkan dua pihak yaitu ruangan &
laundry
- Hindari penambahan kotoran
- Gunakan wadah berbeda untuk linen
infeksius dan non infeksius
2. Transportasi Linen
- Dapat merupakan bahaya potensial dalam
menyebarkan mikro organisme bila linen tidak
tertutup.
- Troly pengangkut linen kotor berbeda dengan troly
pengangkut linen bersih
- Troly pengangkut linen kotor segera dibersihkan di
laundry dengan klorin 0,5 %
- Hindari membawa linen kotor berlebihan

3. Penerimaan linen kotor


a. Petugas
-

Cuci tangan dan menggunakan APD


Pemeriksaan secara berkala setiap 6 bulan
Pemberian vaksin hepatitis B
Tidak dianjurkan bekerja jika ada gangguan
pada kulit

b. Prosedur :
- Linen kotor diterima, dicatat jumlah satuan,
asal ruangan
- Penimbangan sesuai barang yang diterima
- Melakukan pemilahan berdasarkan kriteria (linen
infeksi/non
infeksi, jenis dan tingkat kekotoran).

4. Pemuatan, pencucian dan pemerasan


- Pemuatan
Kapasitas yang dianjurkan linen dengan kotoran ringan 90 %, sedang 85
%,
berat 75 %
- Pencucian
a. Sebelum melakukan pencucian lakukan pemanasan/ disinfeksi untuk
membunuh seluruh organisme yang mungkin tumbuh dalam semalam
dimesin-mesin cuci
b. Faktor yang harus diketahui dalam proses pencucian:
- Jenis bahan dan zat warna yang akan dicuci
- Jenis kotoran dan tingkat kekotoran
- Tipe mesin cuci
- Kualitas air
- Jenis bahan pencuci yang digunakan
- Energi dan waktu

Jenis kotoran:
a. Washable dirt (protein, pigmen, karbohidrat)
b. Dirt soluble in solvent (lemak, minyak)
c. Bleachable dirt (natural/artifisial dye stuff)
Tingkat kekotoran:
a. Ringan (light soiled)
b. Sedang (medium soiled)
c. Berat (heavy soiled)

Jenis-jenis mesin untuk laundry


a. Washer
b. Extractor
c. Washer/extractor
d. Tumbler
e. Ironer/presser

Kualitas air untuk laundry


a. Hardness sebagai
b.

0 90 ppm

Ca & Mg
: 0-30 ppm
Cl
: 0-50 ppm
Na
: 0-50 ppm
Fe
: 0,06- 0,1 ppm
Alkalinity sebagai
0 - 90 ppm
HC03
: 0 - 90 ppm
C03
: 0-10 ppm
PH
: 6,5-7

Bahan pencuci yang digunakan :


1. Emulsifier
2. Alkali
3. Detergent
4.Chloro Bleach
5. Oxygen Bleach
6. Neutralizer
7. Softener
8. Starch

Energi dan Waktu


Waktu :
Waktu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan
temperatur dan bahan pencuci guna mencapai hasil cucian
yang bersih dan higienis.

Suhu
Suhu yang direkomendasikan untuk linen:
- Katun 90 C
- Polykatun 80C
- Polyester 75C
- Wool dan sutra 30C

FAKTOR UTAMA
OPTIMALISASI PENCUCIAN
TIME
TEMPERATUR

MAN
POWER
PROCEDUR

CHEMICAL
MECHANICAL
ACTION

Proses pencucian
1.
2.
3.
4.

Prewash
Mainwash
Rinse/pembilasan
Pemerasan

5. Proses pengeringan
Adalah proses lanjutan setelah pencucian yang
bertujuan menghilangkan kandungan air pada
linen.

6. Proses pelipatan
Adalah proses yang dilakukan setelah linen selesai
disterika, tujuannya adalah mempermudah :
penyimpanan, pemakaian, penghitungan dan
menjaga
agar linen tidak kusut lagi.

7. Penyimpanan : linen room


1.Standar
2.Standar
3.Standar
4.Standar

rak linen
pencahayaan
sirkulasi udara
kelembaban

8. Distribusi linen
1. Aspek administrasi yang penting
yaitu pencatatan linen yang keluar
2. Sistem FIFO
3. Pengepakan pada linen yang dibawa
4. Troly yang digunakan bersih
5. Pencatatan dan pelaporan yang
akurat

Sistem distribusi yang


baik

Harus dapat :
1.Menjaga supply barang secara konstan
2.Menjaga barang dalam kondisi yang baik
3.Minimalkan kehilangan linen karena kerusakan
4.Menggunakan sarana transportasi yang
tersedia secara efisian
5.Mengurangi pencurian dan penggelapan
6.Memberikan informasi perkenaan linen yang
dibutuhkan

Untuk pelayanan laundry:


1.
2.

Tidak adanya kejadian linen yang hilang


Ketepatan waktu penyediaan linen untuk
ruang rawat inap

Limbah Linen
Kegiatan RS selalu menghasilkan
limbah baik padat, cair ataupun gas
(ada juga limbah radioaktif)
Salah satunya adalah limbah linen
dimana linen tidak dapat didaur ulang
sehingga semua linen RS setelah
masa pakai habis harus dimusnahkan
atau dibakar dalam incenerator

No

Basic set
umum
Jumlah

Nama Linen

Basic set
thorak
Jumlah

Basic
orthopedi
kaki/tangan

Laken kepala

Laken kaki

Stik laken

Sarung meja mayo

Perlak kecil

Perlak besar

Handuk tangan kecil

10

Jas Operasi

Sarung cauter

10

Sarung suction

11

Sarung diatermi

12

Sarung tangan

13

Jas operasi cadangan

10

Contoh baju OK

Proses pencucian linen kotor

Proses pengeringan dan Penyetrikaan

Penyimpanan : - Rak Linen

- Lemari linen

Linen siap didistribusikan

Pengepakan linen kotor

Kesimpulan
- Manajemen linen dan laundry di RS perlu
dipahami, ditaati dan di laksanakan oleh
petugas yang bersangkutan
- Linen adalah investasi, harganya mahal dan
perlu tata kelola yang baik
- Perlu kerja sama lintas sektoral di RS
- Dapat menghasilkan linen yang bersih,
higienis dan siap pakai.
- Pada
akhirnya
meningkatkan
mutu
pelayanan di RS.

STANDAR PROSEDUR MINIMAL LAUNDRY

KETERSEDIAAN PELAYANAN LAUNDRY


ADANYA PENANGUNG JAWAB PELAYANAN LAUNDRY
KETERSEDIAAN FASILITAS DAN PERALATAN
PELAYANAN LAUNDRY
KETEPATAN WAKTU PENYEDIAAN UNTUK RAWAT
INAP DAN RUANGAN PELAYANAN
KETEPATAN PENGELOLAAN LINEN INFEKSIUS
KETERSEDIAAN LINEN
KETERSEDIAAN LINEN STERIL UNTUK RUANGAN
OPERASI