Anda di halaman 1dari 39

Thermodinamika

Kuliah II
Pengertian-pengertian dasar dalam
thermodinamika
Oleh: Dr. A. Marzuki

Fisika FMIPA
Universitas Sebelas Maret
Rabu, 2 Maret 2011

Persamaan Keadaan (Equations of State)


Persamaan keadaan: Persamaan thermodinamika
yang menggambarkan hubungan antara
variable-variable kaeadaan dari suatu sistem
thermodinamika yang bearada dalam
kesetimbangan thermodinamika.
Bentuk umum (gas)

f P, V , T , m 0
f P, V , T , n 0

f P, , T 0

Persamaan Keadaan gas Ideal

PV nRT

atau

P RT

Nilai R:
8.3145 J mol-1 K-1
0.0831451 L bar K-1
mol-1 82.058 cm3
atm mol-1 K-1
0.0820578 L atom
mol-1 K-1 1.98722 cal
mol-1 K-1
-1
62.364
L
Torr
K
grafik -1hubungan antara:
mol

Buat
1.P dan T dengan V tetap
2.P dan V dengan T tetap
3.V dan T dengan P tetap
4.P dan 1/V dengan T tetap

Hukum-hukum tentang Gas


Hubungan anatara Tekanan dan
Volume: Hukum Boyle
Secara Matematik:
1
V constant
P

PV constant

P1 V1 P2 V2

Suatu sample gas ada dalam wadah dengan


volume 1.53 L dan tekanan 5.6x103 Pa. Hitung
volume gas jika pada suhu tetap tekanan gas
diubah menjadi 1.5x104 Pa?

Suatu sample gas diwadahi dalam suatu wadah bervolume 1.53 l tekanan
5.6x103 Pa. Jika tekanan dari gas tersebut diubah menjadi 1.5x104 Pa dan
suhu gas dibuat tetap, hitung volume gas dalam keadaan baru ini!

P1 V1 P2 V2

Hukum-hukum tentang gas


Hubungan antara suhu dan volume : Hukum Charles
Hukum Charles: Volume dari sejumlah tertentu dari

suatu gas pada tekanan tetap bertambah saat


suhunya bertambah.
Secara mathematik:
V
V1 V2
constant
V constant T
T
T1 T2
Suatu gas pada suhu 15C dan takanan 1 atm
mempunyai volume 2.58 L. Hitung volume dari gas
bila pada tekanan tetap suhunya dinaikkan menjadi
38C?

Contoh
Contoh hitungan
hitungan
Suatu gas pada suhu 15C dan takanan 1 atm mempunyai
volume 2.58 L. Hitung volume dari gas bila pada tekanan
tetap suhunya dinaikkan menjadi 38C?
V1 V2

T1 T2

Figure 10.9

Hukum-hukum tentang Gas


Hubungan antara Banyak gas dengan volume: Hukum
Avogadro
Hukum Avogadro: Volume dari suatu gas pada
suatu suhu dan tekanan yang tertentu besarnya
berbanding lurus dengan jumlah mol dari gas
tersebut
Secara matematik:
V constant n

V
V11 V
V22

n
n
n11
n22

Persamaan Gas Ideal


Hukum Boyle:

1
V (constant n, T )
P

Hukum Charles: V T (constant n, P )


Hukum Avogadro:V n (constant P, T )
Kita dapat menggabungkan hukum-hukum ini
dalam bentuk umum :
nT
V
P

Persamaan Gas Ideal


Persamaan gas ideal:
nT
V R

PV nRT

R = Konstanta gas
= 0.08206 Latm/molK = 8.3145 J/molK
J = kPaL = kPadm3 = Pam3
Gas real berkelakuan sebagai gas ideal pada P
rendah dan T tinggi.

Contoh
Contoh Soal
Soal
Gas H2 pada suhu 0C dan tekanan 1.5 atm mempunyai volume 8.56
L Hitung banyak mole dari gas H2 yang ada.
Pada suhu 25C dan tekanan 1 atm yang tetap, dalam suatu wadah
bervolume 12.2 L terdapat 0.50 moles gas O 2. Bila keseluruhan dari
gas ini diubah menjadi ozone ( O3 ), berapa volum dari gas ozone ini?
Suatu sampel gas diborane gas ( B2H6 ), suatu bahan yang menyala
bila terkena udara, pada suhu -15C dan volume 3.48 l mempunyai
tekanan 345 torr. Jika suhu dan tekanan diubah menjadi 36C dan
468 torr; hitung volume gas pada keadaan yang baru ini!
Berapa nilai molar volume dari gas ideal pada STP? [STP singkatan
dari Standard Temperature and Pressure: 0C and 1 atm. STP hanya
berlakuk untuk gases]

A sample of H2 gas has a volume of 8.56 L at a temperature of 0C and a


pressure of 1.5 atm. Calculate the moles of H2 present.

PV nRT

At a constant temperature of 25C and a pressure of 1 atm, a 12.2 L sample


containing 0.50 moles of O2 gas was converted to ozone ( O3 ). What would
be the volume of ozone?
V
V

PV nRT

V11 V22
n
n
n11
n22

Hukum Boyle
P1V1=P2V2

Boyles Law
(valid at low pressures)

The pressure-volume
dependence of a fixed amount
of perfect gas at different
temperatures. Each curve is a
hyperbola (pV = constant) and
is called an isotherm.

Hukum Charles
V1/V2=T1/T2
P1V1/T1=P2V2/T2

Charles Law

The variation of the volume of a


fixed amount of gas with the
temperature constant. Note that in
each case they extrapolate to zero
volume at
-273.15 C. The lines are
isotherms.

Permukaan Tiga Dimensi

Semua kedaan yang mungkin


dari keadaan gas dapat
digambarkan oleh permukaan
PvT . Kelakukan gas bila salah
satu dari tiga variabel keadaan
dibuat tetap juga ditunjukkan.

Persamaan gas ideal tidak dapat


digunakan secara baik untuk
menggambarkan hubungan antara P,
V dan T untuk gas-gas real.
Kelakuan dari gas-gas real
menyimpang dari kelakuan gas ideal
pada:
Suhu rendah
Tekanan tinggi

Suhu rendah

Tekanan Tinggi

Faktor compressibilitas

PV
z
RT

T=300K

Gas Ideal: z = 1
z < 1:

Gaya tarik menarik anatar molekul dominan

z > 1:

Gaya tolak-menolak antar molekul dominan

Persamaan Van der Waals

a
P 2 b RT

RT
a
2
b

nRT
n
p
a
V nb
V

a ukuran gaya tarik-menarik antar molekul


b koreksi ukuran molekul

Vid = Vobs - nb
b adalah tetapan gas yang nilainya
tergantung pada jenis gas

Pid = Pobs + a (n / V)2


a adalah tetapan gas yang nilainya
tergantung pada jenis gas

Ideal gas Law Pid Vid = nRT

P
obs

n
a
V
Pobs

V nb nRT

RT
a

Vm b Vm 2

Variable dan Diagram


Variable keadaan: p, V, n, T
Sulit untuk divisualisasikan dalam 2-D
Plot yang bermanfaat: p-V, p-T

Plot p-V
Gas Ideal

Source: Y&F, Figure 18.6

Real Substance

Source: Y&F, Figure 18.7

Plot p-T
Gas

Source: Y&F, Figure 17.5b

Plot p-T
Phase Diagram

Source: Y&F, Figure 18.24

p-V-T Surface
Gas Ideal

Source: Y&F, Figure 18.27

p-V-T Surface
Real Substance

Source: Y&F, Figure 18.26

Suhu kritis (Tc) Suhu terendah


dimana gas dapat dibuat menjadi
berfase cair (di atas suhu itu sudah
tidak mungkin).
Tekanan kritis (Pc) Tekanan minimum
yang dibutuhkan untuk membuat fase
cair pada suhu Tc .

Persamaan keadaan dari sistem tidak dengan bentuk P-V-T


Prinsip-prinsip thermodinamika berlaku secara umum dan tidak
terbatas pada gas, cairan dan padatan dalam tekanan hidrostatik
Ada pasangan sifat intensif dan extensif lain dari suatu sistem selain
selain P-V-T.
Apapun sistemnya, suhu merupakan sifat dasar dari sistem
thermodinamik

Kawat teregang

L L0 1
T T0
YA

L = panjang kawat >>>>>>>>


F= gaya tarik
>>>>>>>>
T= suhu
Y= modulus Young isothermal
A= luas penampang
= koeficien muai linear

variabel intensif
variabel extensif

Momem magnetig (M)

H
M CC
T
H= intensitas medan magnet seragam >>>>> variabel intensif
C=Tetapan karakteristik suatu material (tetapam Curie)
M= momen magnetik >>>>> variabel extensif
Momen dipol total (P)

P a T
T

Analog dengan momen magnetik tentukan mana yang variabel


intensif dan mana yang extensif

Sistem thermodinamika yang lain


Tegangan permukaan
Tc T

TC T0

Gaya elektromotif dari sel elektrolit

20 t 20 t 20
0

20 = Emf pada suhu

200

0 2

t 200

Compressibilitas dan expansivitas


Expansivitas

1 V

V T

Compressibilitas

1 V

V P

2
3

1
4
T
P1

T
P2

T1
P

T2

Compressibilitas, expansivitas dan fungsi keadaan


Kompressibilitas dan expansivitas dari suatu bahan dapat
ditentukan bila fungsi keadaannya diketahui demikian pula
sebaliknya.

V
V
dT

dP
T P
P T
dV VdT VdP
dV