Anda di halaman 1dari 26

Batu Saluran Kemih

Cinta Ayuning Tyas Pinem

DEFINISI
Batu saluran kemih adalah massa keras

seperti batu yang terbentuk di sepanjang


saluran kemih dan bisa menyebabkan
nyeri, perdarahan, penyumbatan atau
infeksi. Batu bisa terbentuk di dalam ginjal
maupun
di
kandung
kemih.
Proses
pembentukan batu disebut urolitiasis. Batu
ini terbentuk dari pengendapan garam
kalsium, magnesium, asam urat, atau
sistein.

EPIDEMIOLOGI
Penelitian yang dilakukan Hardjoeno dkk tahun 2002-

2004 di RS dr.Wahidin Sudirohusodo Makasar


berdasarkan jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki 79,9
%, wanita 20,1%.
Analisis jenis batu berdasarkan kelompok umur: kalsium
oksalat 50-60 tahun, batu asam urat 60-65 tahun dan
batu struvit 20-55 tahun.
RSUP Sanglah Denpasar tahun 2007 jumlah pasien rawat
inap BSK 113 orang, berdasarkan umur tertinggi 46-60
tahun 39,8%, jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki
80,5%.
Di RS Amerika kejadian batu ginjal dilaporkan 7-10
pasien untuk 1000 pasien RS dan insidens dilaporkan 721 pasien untuk 10.000 orang dalam setahun.

ETIOLOGI
Terbentuknya batu saluran kemih diduga

ada hubungannya dengan gangguan aliran


urin (fimosis, BPH, refluks vesicouretra),
gangguan
metabolik
(hiperkalsuria,
hiperuremia), infeksi saluran kemih, benda
asing (kateter), dehidrasi dan keadaankeadaan lain yang belum terungkap
(idiopatik).

Faktor Pembentukan Batu


Faktor intrinsik:
Umur: Paling sering pada usia 30-50 tahun
Jenis kelamin: Laki-laki 3 kali lebih banyak

dari wanita
Herediter (keturunan) : penyakit ini diduga
diturunkan dari orang tuanya.

Faktor Pembentukan Batu


Faktor ekstrinsik:
Geografi: Banyak di daerah pegunungan,

stone belt.
Iklim dan cuaca: Banyak ditemukan pada
daerah panas
Asupan air
Diet
Jenis pekerjaan: Banyak pada yang sering
duduk, sedentary life.
Kebiasaan menahan berkemih

Teori proses pembentukan batu


saluran kemih
Terdapat banyak teori
Teori supersaturasi
Teori matriks
Teori tidak adanya inhibitor
Teori epistaksi
Teori kombinasi
Teori infeksi

Jenis-jenis Batu Saluran Kemih


Batu kalsium: 70-80% dari kasus BSK
Batu asam urat: 5-10% dari kasus BSK
Batu struvit: 15-20% dari kasus BSK
Batu sistein: 1-2% dari kasus BSK

Jenis-jenis Batu Saluran Kemih

Manifestasi Klinis
Nyeri ringan sampai berat
Nyeri kolik: Peristaltik otot sistem

kalises/ureter
Nyeri non-kolik: Peregangan kapsul ginjal
Demam apabila terjadi infeksi

Batu Ginjal
Nyeri di daerah pinggang dapat dalam

bentuk rasa pegal hingga kolik atau nyeri


yang terus menurus dan hebat.
Batu yang mengisi pelum dan lebih dari
dua kaliks ginjal memberikan gambaran
yang menyerupai tanduk rusa sehingga
disebut batu staghorn.

Batu Ureter
Batu yang tidak terlalu besar didorong oleh

peristaltik otot pelvikaliks dan turun ke


ureter menjadi batu ureter.
Nyeri
kolik yang disebabkan karena
sumbatan pada ureter. Nyeri disertai mual
dengan atau tanpa muntah dengan nyeri
alih yang khas. Selama batu bertahan di
tempat yang menyumbat, selama itu kolik
akan berulang sampai batu bergeser dan
memberi kesempatan pada urin untuk
lewat.
Tidak
jarang terjadi hematuria yang
didahului oleh serangan kolik

Batu Kandung Kemih


Gejala khas adalah berupa gejala iritasi

antara lain : nyeri pada saat BAK, perasaan


tidak enak sewaktu BAK dan kencing tibatiba terhenti kemudianmenjadi lancar
kembali dengan perubahan posisi tubuh.
Nyeri pada saat miksi seringkali dirasakan
(refered pain) pada ujung penis, skrotum,
perineum, pinggang sampai kaki.
Pada
anak sering enuresis nokturna,
disamping sering menarik-narik penisnya
(pada anak laki-laki) atau menggosokgosok vulva pada anak perempuan.

Batu Uretra
Biasanya

berasal dari batu ginjal/ureter


yang turun ke buli-buli kemudian masuk ke
uretra
Gejala yang di timbulkan antara lain miksi
tiba-tiba berhenti hingga terjadi retensi
urine, yang mungkin sebelumnya didahului
dengan nyeri pinggang.
Batu yang berada di uretra anterior
seringgkali dapat diraba oleh pasiien
berupa benjolan keras di pars bulbosa
maupun pendularis atau kadang tampak di
meatus uretra eksterna
Pada uretra posterior, nyeri dirasakan di

DIAGNOSIS
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan radiologik
Pemeriksaan laboratorium

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto polos abdomen

JENIS BATU

RADIO OPASITAS

Kalsium

Opak

MAP

Semi-opak

Urat/Sistein

Lusens

PEMERIKSAAN PENUNJANG

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pielografi intra vena
Menilai keadaan anatomi dan fungsi ginjal
Melihat batu non-opak

PEMERIKSAAN PENUNJANG

PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG: Gambaran echoic shadow
Pemeriksaan mikroskopik urin: Mencari

kristal
Renogram: Menilai fungsi ginjal & batu
staghorn
Analisis batu
Kultur urin
DPL

TATALAKSANA
Terapi konservatif: Apabila diameter batu

<5mm
Minum 2 liter per hari: Untuk diuresis
Diuretik : memperlancar aliran urin
NSAID : mengurangi nyeri

Maksimal 6 minggu, keluhan yang diderita


ringan.

TATALAKSANA
dan ureter

ESWL: Batu kurang dari 3cm, pada ginjal


Endourologi
Percutaneous Nephro Litholapaxy
Litotripsi: Batu buli-buli/uretra
Ureteroskopi
Ekstraksi Dormia

Bedah terbuka
Pemasangan stent

TATALAKSANA

PENCEGAHAN
Minum cukup agar tidak dehidrasi
Usaha produksi urin 2-3 liter per hari
Kurangi asupan zat pembentukan batu
Aktivitas harian yang cukup

KOMPLIKASI
Striktur uretra
Hidronefrosis
Pielonefrosis

TERIMA KASIH