Anda di halaman 1dari 19

REGIONAL ANESTHESIA IN PATIENTS

WITH PREGNANCY INDUCED


HYPERTENSION
Oleh :
Indry purnamasari
Pembimbing
dr. M.F. Susanti, Sp.An
dr. Dadang Mulyawan, Sp.An

PENDAHULUAN
Pre eklampsi merupakan hipertensi
dalam kehamilan yang memberikan
komplikasi pada 5%-7% dari seluruh
kehamilan.
Diklasifikasikan sebagai hipertensi
(140/90mmHg) dan proteinuria yang terjadi
setelah usia kehamilan 20 minggu.
Keadaan akan semakin berat pada 25 % parturien
saat tidak terdiagnosis atau terobati.

Penggunaan anestesi umum


menimbulkan resiko tinggi
pada parturien

pendarahan otak dan


edema,
Gangguan aliran
darah uteroplasenta.

Anestesi regional
Anestesi spinal : onset cepat,dan efektif penggunaannya
dengan low local aneshtetic.
dan juga terdapatnya penambahan adjuvant yang dapat
memperpanjang anestesi dan efek analgesik pada periode
post operasi
Anestesi epidural : top up doses,modifikasi dan
perpanjangan blok yang melalui cateter dengan stablitas
hemodinamik yang lebih baik dibandingkan dengan
anestesi spinal
Anestesi kombinasi : onset cepat,kualitas
analgesik/anestesi yang baik dengan penggunaan kateter
epidural.namun teknik ini membutuhkan waktu dan sulit
untuk dilakukan

Penggunaan neuraxial anesthesia untuk


sectio caesarean menurunkan kadar
ketokolamin serum dan meningkat kan
aliran darah uteroplasenta.

(1)Pertimbangan anestesi untuk persalinan caesar pada


kehamilan dengan hipertensi tanpa HELLP syndrome

Teknik Neuraxial anestesi lebih baik


daripada anestesi umum untuk persalinan
caesar elektif tanpa sindrom hellp.

SPINAL ANESTESI (1)


Spinal anestesi secara umum lebih baik
karena sederhana untuk dilakukan,onset
cepat, blok yang rapat,dan analgesik
yang baik untuk post operasi.
Tidak dibuktikan ada efek terhadap skor
apgar dan pH arteri umbilikalis pada
preeklampsia.
Insiden hipotensi 2 kali lebih rendah
terjadi terhadap normal parturien.

Anestesi epidural (1)


Anestesi epidural pada CS delivery dengan infus
kristaloid 500-1000 ml cukup meminimalkan
kejadian hipotensi pada parturien non-preeklampsi.
Dosis 0,5% bupivacaine (3ml) dalam 1 dosis cukup
untuk analgesi dermatom sensori level T8/T10
dengan monitoring TTV maternal dan fetal heart.
Penggunaan fentanyl (<2 mcg/Kg) dapat
meningkatkan durasi anestesi.
Penggunaan epinephrine-containing Las tidak
memperlihatkan perubahan pada skor apgar dan
umbilcal blood gases.

Anestesi Combined spinal epidural


Pada CSE memperlihatkan hemodinamik
yang lebih stabil
Tidak ada perbedaan pada neonatal
outcome antara anestesi spinal dan anestesi
epidural
pada severe preeklampsiDosis intratecal
bupivacaine 7,5mg dengan fentanyl 25 mcg
menunjukkan stabilitas hemodinamik yang
lebih baik daripada 10 mg intratecal
bupivacaine dengan 25 mcg

Pertimbangan anestesi untuk CS delivery


pada PIH dengan HELLP syndrome
Koagulopathy terjadi yang biasanya
disebabkan oleh rendahnya kadar
trombosit dan terkadang bisa menjadi DIC.
Masalah? Ya.karena pada teknik anestesi
neuraxial terdapat resiko epidural
hematoma.
namun,pada suatu penelitian
retrospective,insiden spinal hematoma
dengan hellp syndrome pada teknik
anestesi spinal tidak signifikan pada level
trombosti 90.000 atau lebih.

Namun,kita bisa mempertimbangkan


GA,karena threshold GA dengan platelet
60.000.
Ketika GA dipertimbangkan,intubasi yang
cepat,tersedianya diffcult airway cart dan
obat-obatan untuk mengontrol tekanan
darah mungkin dapat meminimalisirkan
komplikasi.

Pertimbangan anestesi untuk


emergency cesarean delivery
Manajemen anestesi pada parturien
preeklampsi dengan emergency CS
delivery bergantung pada keparahan
daripada preeklampsi dan status
fetomaternal.

Komplikasi teknik anestesi neuraxial


pada parturien preeklampsi
Epidural hematom
Spinal hematom

kesimpulan
Penggunaan anestesi regional pada
parturien dengan preeklampsi ringan lebih
aman untuk persalinan dan CS delivery.
Evaluasi terhadap insiden koagulopathy
pada severe preeklemsia atau
trombositpenia untuk mempertimbangkan
anestesi regional
Penggunaan teknik anestesi non neuroaxial
lebih aman pada parturien eklampsi dengan
atau tanpa kerusakan organ.

Referensi
1. ACOG Committee on Practice Bulletins Obstetrics.
ACOG
practice bulletin. Diagnosis and management of
preeclampsia
and eclampsia. Number 33, January 2002. Obstet
Gynecol
2002;99:15967.
2. Ness RB, Roberts JM. Epidemiology of hypertension.
In:
Lindheimer MD, Roberts JM, Cunningham FG, editors.
Chesleys
3. Villar J, Say L, Gulmezoglu AM, Marialdi M, Lindheimer
MD,
etran AP, et al. Preeclampsia eclampsia: a health problem for.