Anda di halaman 1dari 17

MINERAL INTAN

OLEH
1. INTAN INDRIYANI
2. MARIO CARNO DE MAU

PENDAHULUAN

Pada umumnya bahan galian industri disetiap


negara sudah dikenal dan sangat populer, baik
dikalangan masyarakat kecil apalagi bagi para
pengusaha yang banyak menyimpan investasi
bagi usaha mereka sendiri. Salah satu bahan
galian tersebut adalah Mineral intan.
Mineral Intan dijadikan orang untuk
perhiasan. Mineral Intan yang digunakan
sebagai batu permata adalah batu yang
transparan, putih bersih, warnanya hijau jernih
atau berwarna biru muda.

Selain untuk perhiasan, intan digunakan


pada pahat diamond drilling, roda
gerinda, gergaji, pahat alat bor, untuk
memotong dan menggosok batu
permata, sebagai alat untuk pemotong
kaca. Intan merupakan kristal karbon.
Indeks refraksinya sangat tinggi dan
transparan. Intan yang berkristal rendah
dan berwarna gelap sering mempunyai
struktur serabut dan disebut bortz atau
kristal permata intan.

Geologi mineral intan


Cara terjadinya mineral Intan
-Intan : mineral yang sampai saat ini memiliki
tingkat kekerasan tertinggi (H=10)
- Tersusun dari ikatan atom-atom karbon
membentuk suatu struktur yang kompleks.
- Pembentukan intan memerlukan tekanan dan
suhu yang sangat besar.
- Intan terbentuk pada tekanan >~4.0 GPa dan
suhu ~1350C. kondisi seperti itu di bumi
hanya dapat terjadi pada kedalaman >150km
yang merupakan lapisan mantel atau selubung
bumi.

Salah satu mekanisme yang menyebabkan terbawanya


intan ke permukaan atau dekat ke permukaan adalah teori
mantel plume
Mantel plume simpelnya adalah akumulasi magma pada
suatu astenosfer yang berasal dari lapisan-lapisan di
bawahnya. Manifestasi permukaan dari mantel plume
adalah hotspot atau aktivitas volkanisme yang tidak
berhubungan dengan interaksi antar lempeng.
Magma yang bergerak ke permukaan / dekat permukaan
membawa material-material di sampingnya (asimilasi)
sehingga intan yang stabil (berbentuk padatan) pada
lapisan astenosfer pun ikut terbawa oleh naiknya plume
dan membeku membentuk suatu geometri menyerupai
pipa .
Batuan beku yang mengandung intan pertama kali
ditemukan di Kimberley, Afrika Selatan memiliki tekstur
dan komposisi yang khas, batuan tersebut bernama
kimberlit.

Intan terbentuk pada kedalaman 100 mil (161


Km) di bawah permukaan bumi, pada batuan
yang cair pada bagian mantel bumi yang
memiliki temperature dan tekanan tertentu
yang memungkinkan untuk merubah (mineral)
carbon menjadi intan.
Kebanyakan intan yang kita temukan sekarang
merupakan hasil pembentukan proses jutaanmilyar tahun yang lalu, erupsi magma yang
sangat kuat membawa intan-intan tersebut ke
permukaan, membentuk pipa kimberlite,
penamaan kimberlite berasal dari penemuan
pertama pipa tempat intan berada tersebut di
daerah Kimberley, Afrika Selatan.

Intan juga dapat ditemukan di dasar


sungai sebagai endapan yang kita
sebut sebagai endapan intan alluvial
Intan ditemukan di alam dalam bentuk
batu yang masih kasar, sehingga harus
melalui beberapa proses terlebih
dahulu agar tercipta sebagai perhiasan
yang berkilau untuk kemudian menjadi
barang yang komersil.

Saat ini ada 4 teori


pembentukkan intan yaitu:
1.
2.
3.
4.

Deep Source Eruption


Subduction Zone Diamonds
Asteroid Impact Diamonds
Diamond Formed in Space

Potensi Mineral Intan Di Indonesia


1. Penemuan intan di Indonesia antara lain:
1. Riau(S. Siabu, Kamper,Bangkinang): indikasi
pd endapan aluvial
2. KalBarat(Muara Mengkiang,Ngabang): rombakan
pd endapan aluvial
3. KalTeng(kampung sungai gula Kec. Permata Intan
Barito Utara: Endapan intan letakkan pd aluvial
4. Kalsel(Kab. Martapura, Simpang Empat,Kampung
Mataram, Sungai pinggir jalan Banjarmasin,dll):
terdapat dalam endapan krikil
5. Kaltim(Sekatak Bunyi) : indikasi pada endapan
aluvial

B. Pertambangan
Eksplorasi
Metode eksplorasi dilakukan untuk
mengetahui jumlah cadangan dan
kualitas endapan Intan.Beberapa
metoda eksplorasi dapat digunakan
diantaranya adalah dengan cara
pemboran (bor tangan atau bor mesin)
dan atau dengan pembuatan sumur uji.

Cara Penambangan Intan


Pencarian intan : membuat atau menggali
lubang didalam tanah yang sudah tentu
mengandung intan.
Ada 2 macam lubang : surut dan dalam.
Pemisahan tanah dengan intan dilakukan
dengan dulang (lingganan) yang terbuat
dari kayu.
Tempat mendulang batu dan tanah
dinamakan pendulangan.
Pendulangan terdapat disekitar Martapura
(Cempaka, Banyu Ireng, Ampar Tikar,dll)

Pengolahan

dan Pemanfaatan Intan

Bahan galian intan diasah dengan bentuk asahan


fasit, misalnya berlian, markis, pendelop dan
briolet.
Bentuk asahan berlian bermacam-macam yaitu:
berlian Swiss (sederhana), berlian gunting, berlian
raja (standar), berlian mawar, berlian magna,
berlian bintang bersinar.
Intan yang berukuran kecil biasanya diasah
menggunakan asahan berlian sederhana yang
hanya mempunyai fasit meja, fasit mahkota dan
fasit pavilium.
Intan yang berukuran besar diasah
menggunakan : asahan berlian standar

Mengasah intan dengan menggunakan


bentuk asah fasit, pengaturan sudut fasit
sangat penting.
Perbandingan panjang, lebar dan tinggi juga
merupakan factor yang harus diperhatikan.
Terdapat dua jenis intan yaitu intan bening
yang disebut intan mulia atau intan permata
dan intan hitam yang disebut intan industri.
Adapula yang disebut intan Matara, ialah
intan imitasi.
Intan ini termasuk batu permata yang
jarang dan sukar ditemukan, sehingga
dibuat suatu sintesis dan imitasiyna.

Harga atau nilai sebuah intan ditentukan 4 faktor


utama yaitu bias disebut 4 C yaitu berat (carat),
warna (colour), kejernihan atau kebersihan (clarity),
dan bentuk asahan (cut).
Intan dengan berat 0,5-2.0 karat sangat ideal karena
mudah dijual, serta dipakainya tidak terlalu mencolok.
Kejernihan sebuah intan diartikan bahwa intan
tersebut tidak mengandung atau mempunyai cacat,
termasuk pengotoran seperti gelembung atau mineral
lain.
Pengotoran atau cacat yang dimaksud di atas hanya
dapat dilihat oleh ahli permata atau intan (gunakan
alat lab). Mungkin intan kelas 6 atau 7 dapat diuji
dengan menggunakan peralatan sederhana misalnya
mikroskop birokuler.

Dalam hal ini perawatan dilakukan dengan


mencuci dan membersihkan. Alat-alat
yang diperlukan antara lain: Sikat halus
(missal sikat bulu mata), larutan yang
terdiri dari 20 ons natrium bikarbonat
(NaHCO3), 1 ons kaporit (CaOCI2), 1 ons
garam dapur (NaCl) dan 16 ons air.
Yang perlu di Perhatikan : jangan sekalikali melepaskan intan dari ikatannya,
karena dapat menyebabkan intan tersebut
menjadi cacat dan rusak(perlu perbaikan:
serahkan pada ahli permata).


1.
2.

Kegunaan Intan di Sektor Industri dan


konstruksi
Alat Pemotong
Alat Pemoles(mata gergaji,mata
pahatbor, pemotong kaca, dan bubuk
penggosok)

SEKIAN & TERIMA


KASIH