Anda di halaman 1dari 12

KALSEDON

OLEH
FEBE M. LOBO
FERIYANTI B. AMTIRAN

I. PENDAHULUAN
Mineral Kalsedon dengan rumus kimia SiO2 juga termasuk batuan
mulia dimana memiliki kilap kaca dan umumnya kalsedon warnanya
bervariasi (kelabu sampai kuning madu),. Kekerasan kelsedon
termasuk dalam skala 7 dan berat jeninya 2.60 dan ceratnya berwarna
putih, belahan kalsedon tidak jelas dan pecahannaya termasuk
konkoidal. Kalsedon berbentuk kristalin dan sifat dalam kalsedon
adalah rapuh, kalsedon bersifat diamagnetik dan tidak dapat ditembus
oleh cahaya dan Klasedon berasosiasi dengan batuan gunung api.
Dimana mineral kalsedon termasuk dalam batu mulia bertemperatur
rendah. Jika ditinjau dari ukuran dan bentuk, kalsedon termasuk dalam
batu mulia berbentuk isian atau lempungan.

Kalsedon merupakan salah satu variasi mineral silika yang


terbentuk oleh pengendapan bertahap sehingga memberikan
kenampakan berlapis dari larutan silika koloid tidak jenuh di dalam
rongga atau celah-celah batuan perangkap. Silika koloid (agar-agar
silika) tersebut berasal dari mineral lempung atau batuan piroklastik
yang mengalami proses diagenesa khususnya karena pengaruh air
tanah. Berbeda dengan opal, kalsedon berlubang-lubang lembut
sehingga memungkinkan diberi macam-macam warna didalamnya.
Warna yang utama dari kalsedon adalah hijau (dikenal sebagai
krisopras) tetapi ada juga yang berwarna merah ( Karnelian), coklat
(sordion),

menunjukan

perlapisan

yang

konsentris

perlapisan sejajar (oniks), oniks merah (Sardonik ).

(Agat),

II. GEOLOGI
2.1 CARA TERJADI
Proses Diferensiasi Magma
Proses ini sering disebut sebagai proses pembentukan
batuan beku, yaitu mengalirnnya cairan magma ke permukaan
bumi akibat terjadinya kekuatan alam seperti gunung api.
Ketika cairan magma mengalir ke permukaan bumi, terjadilah
kontak dengan batuan di sekelilingnya sehingga terjadi
penurunan temperatur di dalam tubuh magma

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa


proses difrensiasi magma dapat membentuk
batu mulia yang antara lain dapat
dikategorikan sebagai berikut :
Batu mulia bertemperatur tinggi, seperti
intan, safir, peridotit, dan lain-lain.
Batu mulia pegmatis, seperti emerland,
beril, krisoberilrubi topas, dan lain-lain.
Batu mulia bertemperatur rendah seperti
Kalsedon, agate(akik), jasper, opal, dan
lain-lain.

Ditinjau dari segi mula jadi (genesa),


Indonesia memiliki sumberdaya batu mulia
yang cuku besar, walaupun belum sampai
kepada
penentuan
kualitas
dan
kuantitasnya. Kalsedon banyak ditemukan
didaerah jawa barat, jawa tengah, jawa
timur, Nusa tenggara barat, dan maluku.
Kalsedon biasa dimanfaatkan sebagai batu
mulia. Penambangannya dilakukan dengan
peralatan
sederhana.

2.2 POTENSI DI INDONESIA


Kalsedon di indonesia ditemukan mengikuti jalur
penyebaran gunung api mulai dari Sumatera,
Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara
Timur hingga Sulawesi. Tempat-tempat tersebut
yang telah diusakan oleh rakyat adalah :Jawa
Barat ,Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa
Tenggara Barat, Maluku

III. PENAMBANGAN
3.1 Cara Penambangan
Kegiatan penambangan berbagai jenis batu mulia
hanya dilakukan oleh rakyat setempat secara
tradisional dan sederhana.
Umumnya kalsedon diolah oleh para perajin
menjadi batuan yang bernilai ekonomis, yaitu
sebagai perhiasan untuk manusia dan penambah
keindahan ruangan. Hal ini disebabkan oleh
begitu banyak dan beragamnya jenis batu mulia
yang ada di alam, serta bersifat unik (jarang atau
bahkan tidak ada yang mempunyai tekstur
serupa )

3.2 Pengolahan
Kalsedon yang berasal dari penambangan,
dipotong dengan gergaji batu, sesuai
dengan ukuran dan bentuk yang diinginkan.
Tahap berikutnya dipoles, kalsedon
dimnfaatkan sebagai batu mulia ataupun
untuk hiasan/ornamen

IV. KEGUNAAN
INDUSTRI PENGOLAHAN KALSEDON
Secara garis besar, industri pengolahan batu
mulia dapat diklasifikasikan kedalam 3 golongan
yaitu:
Indusri pengolahan berskala kecil (home
industri), yang antara lain dicirikan oleh tenaga
kerja setiap perusahaan di bawah 5 orang. Modal
usaha relatif kecil dan menggunakan peralatan
sederhana.
Industri pengolahn berskala menengah, yang
antara lain dicirikan oleh tenaga kerja berjumlah
5 15 orang.

Beberapa

produk

hasil

industri

pengolahan batu mulia antara lain mata


cincin, giwang, liontin gelang profil hewan
atau tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.

SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai