Anda di halaman 1dari 12

Terapi Modalitas

 Terapi modalitas adalah suatu kegiatan


dalam memberikan askep baik di institusi
pelayanan maupun di masyarakat,yang
bermanfaat bagi keswa dan berdampak
terapeutik.
 Pencapaian tujuan terapi modalitas
tegantung pada keadaan kesehatan klien
dan tingkat dukungan yang tersedian.
 Tujuan yang spesifik dari terapi modalitas
menurut “gostetamy 1973” :
 Menimbulkan kesadaran terhadap salah satu perilaku
klien
 Mengurangi gejala
 Memperlambat kemunduran
 Membantu adaptasi dengan situasi yang sekarang

Membantu keluarga dan orang-orang yang berarti

Mempengaruhi keterampilan merawat diri sendiri

Meningkatkan aktifitas

Meningkatkan kemandirian
 Lingkup terapi modalitas :
 Terapi lingkungan
 Terapi keluarga

Terapi modifikasi perilaku
 Terapi rehabilitasi
 Psikoanalisa psikoterapi

Terapi psikodarma
 Terapi aktivitas kelompok
Terapi lingkungan
 Merupakan struktur lingkungan fisik dan sosial
dari program terapi psikiatrik dimana setiap
interaksi dan kegiatan bersifat terapeutik untuk
klien.
 Atau pengaturan lingkungan yang membantu
klien untuk mengatasi masalah perilaku dan
untuk mengunakan kemampuan psikososial
yang lebih adaptif,diri sendiri,orang lain dan
lingkungan.
 Tujuan terapi lingkungan :
 Mengembangkan harga diri
 Meningkatkan rasa percaya pada orang lain

Meningkatkan kemampuan untuk
mengembangkan hubungan baik dengan
orang lain
 Membekali klien kemampuan untuk kembali
ke masyarakat dan dapat menjalankan
kehidupan fisik dan sosial seoptimal mungkin.
 Karakteristik :
 Demokratis
• Berdasarkan pada kesamaan sosial dan distribusi
kekuatan klien serta perawat saling melengkapi
dalam informasi dalam berbagai tanggung jawab
untuk membuat keputusan,merencanakan dan
mengelola lingkungan terapeutik.
 Komitmen-ikatan
• Rasa keterikatan dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawab,klien diharapkan berpartisipasi
secara aktif dalam aktivitas  sharing pikiran dan
perasaan.
 Bermasyarakat
• Klien hidup dalam ikatan dengan orang lain secara
dekat.
• Penggunaan kelompok yang lebih luas
memfasilitasi perkembangan menjadi unit yang
kohesif.
• Perlu diciptakan lingkungan yang dapat
memstimulasi interaksi sosial klien untuk
bermasyarakat.
 Kemanusiaan
• Tiap individu (klien dan perawat) diharapkan dapat
membina interaksi yang empati.
• Penerimaan,perhatian dan saling menghormati.
 Prinsip :
 Perilaku merupakan respon terhadap lingkungan.
• Respon klien diperoleh dengan memberikan stimulaasi yang
bervariasi atau mengurangi stimulus dari lingkungan.

Reinforcement ( + ) mempengaruhi perilaku.
• Klien dimotivasi untuk menggunakan respon adaptif
berdasarkan reinforcement yang diterima dari perawat.

Metode reinforcement : penghargaan
• Manusia mempunyai kebutuhan untuk kontak sosial 
dicapai melalui interaksi kelompok.
 Klien dapat mengemukakan pendapat dan
mengekspresikan perasaan.
 Setiap individu mempunyai kemampuian
untuk menolong  dengan dukungan
yang adekuat klien mempunyai potensi
yang digunakan sebagai alat untuk terapi
terhadap dirinya.
 Sakit dan terapi  dua keuntungan
untuk belajar tentang diri,orang lain dan
bagaimana hubungan dengan orang lain.
 Teknik untuk menciptakan lingkungan terapeutik :
 Komponen fisik

Gedung dengan perlengkapan ruang makan,ruang tamu,kamar
mandi  ditata dengan mempertimbangkan privacy klien

Penempatan kalender,jam dinding  harus setiap saat dapat
dilihat klien
 Komponen intelektual
 Stimulasi sensori dari lingkungan dan sikap perawat
 Dengan memberi sapaan,senyuman,sentuhan secara
periodic  mengembalikan orientasi klien terhadap
realitas.
 Komponen sosial
 Ditujukan untuk meningkatkan interaksi,komunikasi dan keterlibatan
dalam pengambilan keputusan.
 Komunikasi penting
• Perawat dapat membimbing dan mengarahkan klien dalam interaksi
sosial.
 Komponen Spiritual

Ditujukan untuk memaksimalkan arti pengalaman
 Mengembangkan rasa damai,meningkatkan hubungan dengan
manusia dan alam kebebasan secara kreatifitas dalam berekspresi.
 Perawat memberi dorongan pada aktifitas yang diinginkan oleh klien.
 Pendekatan terapeutik yang melihat masalah individu dalam konteks
lingkungan khususnya keluarga dan menitikberatkan pada proses
interpersonal.