Anda di halaman 1dari 25

STRATEGI TB DENGAN

DOTS
Murdilan

Situasi Global
9,4 juta insiden TB tahun 2009, 1,1
juta TB dengan HIV
1,7 kematian akibat TB dimana 0,2
juta TB dengan HIV tahun 2009
Insidens TB global tahun 2009
137 kasus/100.000 penddk
Insidens MDR 440.000 dengan
kematian 150.000 orang tahun 2008

The five countries rank of incident TB


cases*)

1. India
2. China
3. South
Africa
4. Nigeria
5. Indonesia
Insidens Indonesia : semua kasus TB
228/100.000
Sedang BTA (+) 102/100.000

Milenium Development Goals


(MDGs)
MDG 1:
MDG 3:
women
MDG 4:
MDG 5:

eradicate extreme poverty and hunger


promote gender equality and empower
reduce child mortality
improve maternal health

MDG 6: combat HIV/AIDS, malaria and


tuberculosis

MDG 7: ensure environmental sustainability


MDG 8: develop a global partnership for
development

Sejarah DOTS
1993: KNCV
memperkenalkan
DOTS di Indonesia:
uji cobs di Sulawesi
Tengah dan Sulawesi
Utara
Penerjemahan
Pedoman DOTS ke
bahasa Indonesia
1994: Ekspansi ke 4
Propinsi di Sulawesi.

1994 Uji coba di Jambi &


Jawa Timur ; dengan
bantuan dari NTP, WHO,
KNCV
1995: DOTS menjadi
strategi Program Nasional

Langkah selanjutnya
1999 - 2000 : fase persiapan
Pengembangan Rencana Strategis 5
tahun & Rencana capacity building
Revisi Pedoman DOTS &
Pengembangan Materi pelatihan: pelatihan
yang terstandarisasi, active learning, berbasis pada
keterampilan

Pelatihan Master Trainer


Pembentukan management system
untuk peningkatan SDM
Melibatkan partners Gerdunas

Langkah selanjutnya
2001 2003 : Akselerasi Ekspansi DOTS

100% staff Propinsi & Kab/Kota


> 90% Staff Puskesmas
Seluruh BP4 terlatih Strategi DOTS

Setiap propinsi memiliki tim inti


fasilitator pelatihan untuk terus
melakukan pelatihan untuk staf
petugas kesehatan.

Langkah selanjutnya
2003 - 2005 : Quality DOTS Expansion
Penguatan DOTS di level UPK
Pelibatan RS, fasilitas/UPK LSM,
penyedia pelayanan kesehatan
lain/swasta, tempat kerja, penjara,
fasiltas kesehatan Polisi, tentara, dsb.
Pengembangan Kurikulum : Fakultas
Kedokteran, Keperawatan, Kesehatan
Masyarakat, dll

Pelibatan organisasi organisasi


profesi melalui ISTC (koordinasi oleh
IDI)

Jumlah Penderita TB yg ditemukan & diobati

Program Nasional TB
memberikan pengobatan
pada semua jenis penderita
TB yaitu :

Angka Penemuan Kasus (CDR) & Angka


Keberhasilan Pengobatan (SR)

90

91

91
87 86 86 87 89

81

80

74

70
54

SR

60

80

87 69.6
70
68 75.7
69.1

54

58

50

40
30

29

30

19 20 21

20
10
1.4

4.6

7.5

60
50

37.6

40

91

CDR

100

20

12

10
0

1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
SR

CDR

INDIKATOR OUTPUT
Penemuan Penderita &
Keberhasilan Pengobatan

TB Paru BTA positif


TB Paru BTA negatif
TB Ekstra Paru

Thn 2008 telah diobati


283.657 penderita TB
(160.269 BTA pos)
CDR diharapkan meningkat
terus
SR bisa dipertahankan diatas
85% sejak tahun 2000

Prevalence Rate 2004


(hasil prevalence survey 2004)

INDIKATOR IMPACT

Prevalence Rate &


Incidence rate
Prevalence rate diketahui
dari Survei Prevalensi yang
dilakukan pada akhir 2004
Angka Prevalensi TB Paru
BTA Pos = 125 / 100.000
penduduk
Incidence Rate
(Insiden/100.000 penduduk)

Incidence Rate (Angka


Kejadian Kasus Baru)
dihitung berdasar hasil survei
prevalensi dan average
disease periode tahun
2004 110 / 100.000
penduduk

PROGRAM
KINI

5
5 ELEMEN
ELEMEN STRATEGI
STRATEGI DOTS
DOTS

Jaminan
Ketersediaan OAT
Yg bermutu

Komitmen politis
1

Diagnosa dengan
mikroskop

3
Directly Observed
Treatment Short-course

Monitoring dan
evaluasi

Pengobatan
jangka pendek dgn
pengawasan langsung

POLITICAL COMITMENT

Coordinator
Services

: The head of Medical

Section
Secretaries
: Promotion staff
Services coordinator
: 5 Clinical doctor as
coordinator
The member
: Nurse, analyst,

Process : TB patient services


STRATEGI

D
O
T
S

DOTS TEAM
Doctor, nurse, analyst,
farmacist,promotion
staff

ISTC : 2008

TB DIACNOSTIC

Staff: 5 clinical lab. with


analyst technician
Lab facilities :
1.Binocular microscopes
2.ZN Reagent A,B,C
3. Spiritus lamp
4. Ose
5. Slide
6. Sputum pot

Method :
Smear examination with Ziehl Neelsen
Cross check by Provincial health
lab. per quarter

3. TREATMENT

PRINCIPAL of TREATMENT : OAT with observed by PMO

OAT used appropiate with TB type diagnosis


TB Drug : FDC (Fix Dose Combination :
Category I and II / or Combipac Catagory
I,II,III
PMO : be able patent family/friend, health
worker or cader
TB promote : for PMO and patient

rn
e
c

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


DINAS KESEHATAN
BALAI PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU
(BP4)
Jl. May. Jen. D.I. Panjaitan No. 49 Yogyakarta 55143
Telp. 0274- 376491-381254
Fax. 0274-411281

om
r
f
In

n
co

SURAT PERNYATAAN PASIEN


SAYA YANG BERTANDA TANGAN DIBAWAH INI :
I. NAMA
ALAMAT
UMUR
PEKERJAAN

:
:
:
:

...............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

II. NAMA PMO


: .............................................................................................................
ALAMAT
: .............................................................................................................
UMUR
: .............................................................................................................
PEKERJAAN
: .............................................................................................................
HUB. DG PASIEN : ..............................................................................................................
Menyatakan dengan sungguh-sungguh untuk sanggup berobat secara teratur memilih di BP4
Yogyakarta. Apabila saya
menyalahi aturan pengobatan yang ada di BP4 Yogyakarta, saya bersedia di ingatkan sesuai
dengan prosedur
pengobatan yang ada.
MENYETUJUI,
TANGGAL
PETUGAS

YANG MENYATAKAN,
PASIEN

PMO

ACTIVITIES to PREVENT TB DO

TRACING

if the patient delate from


the schedule to get drug
(2 days)

a. Home visit
b. Phone to patient
c. Cooperation with PHC
and District TB
supervisor

RECORDING-REPORTING

Admission filling for TB form: TB 01 s/d TB 12

Self procurement for all TB form

Routine validation and evaluation


A. Time

: quarterly

B. Intern LC organized by DOTS team, ekstern (health


services
unit for TB programm organized by District health
office

Computerized TB patient data (TB 03)

5. OAT SUSTAINABILITY

OAT planning :
a. By DOTS team, pharmacist, assistant pharmacist, storeroom
staff
b. Yearly
d. drug classification, drug regimen, source

OAT Monitoring and evaluation:

a. By Medical Services section, storeroom staff


b. Quarterly
c. The aim : to identify expired drug, stock and drug quality

DOTS Corner

Centre of TB information
Activities:
councelling for TB patient and PMO,
identify TB classification and type,
determine for tharapy catagory, give OAT
monitoring theraphy
make reference to VCT for suspect pasient
with HIV sign or risk
Center for delivered and recieved patient
TB RR management

CDR
CDR
CureRate
Rate
Cure

Health
Centres

LC contribution to TB
program performance as a HC

Convertion
Convertion
Rate
Rate
Error
Rate
Error Rate
LaboratoryCross
Cross
Laboratory
Check
Check

CDR
CDR

Lung
clinic

CureRate
Rate
Cure

ConvertionRate
Rate
Convertion
ErrorRate
Rate
Error

CDR
CDR

Hospital

CureRate
Rate
Cure
ConvertionRate
Rate
Convertion

ErrorRate
Rate
Error

Provincial
health lab
Resistance
Resistance
Surveilance
Surveilance

NT
E
I
T
A
TB P FROM
E
COM

DATANG SENDIRI
PUBLIC PRIVATE
HOSPITAL
PRIMARY HC

AA
Y
A
I
B
PEM
N

ADA PERDA
TARIP / RETRIBUSI

Dari Propinsi
- OAT
- Mikroskop
ADA APBD BP4
- Reagen
- OBAT SE
- RR
- Tracing
- Alat lab.

- Mampu
: bayar untuk sputum, karcis
- Tidak mampu : - Jamkesma
- Jamkessos
- Jamkesda
- JPKM

Implementasi P2TB
yang Efektif dan Efisien
Komitmen dari para pengambil keputusan
Interaksi antar staf di semua tingkat
merupakan sebuah Tim yang besar yang
termotivasi dan penampilan kerja yang baik.
Penggunaan biaya yang efisien dan efektif
Kegiatan terfokus dan menurut skala
prioritas
OAT yang tidak terputus
Intensive monitoring dan supervisi