Anda di halaman 1dari 26

PROSESING JARINGAN

Kuliah SitoHistoTeknologi
Akademi Analis Kesehatan Bina Husada
Kendari, Januari 2013

Tissue Processing
Histoteknologi

: proses pembuatan
jaringan sampai siap dipakai
(dipelajari dan diamati).
Manfaatnya :
Mengawetkan
Mencegah pembusukan
Memudahkan pewarnaan sel

Hampir

semua jaringan tubuh tidak


memiliki warna

Proses Pembuatan
Preparat
Preparat

Rutin :

Sederhana, Sering di Laboratorium

pendidikan
Pewarnaan HE
Preparat

Khusus :

Rumit dan Sulit


Pewarnaan Khusus (perak, lemak,

neuraglia)

Tahapan Proses Preparat


Rutin
Pengawetan/Fiksasi

(Fixation)
Pengeringan (Dehidration)
Pembeningan (Clearing)
Pembenaman (Embedding)
Pencetakan (Blocking)
Pengirisan Block Jaringan (Sectioning)
Penempelan irisan pada kaca objek (Pastening)
Pewarnaan (Staining)
Penutupan preparat pada kaca penutup
(Mounting)
Pelabelan preaparat (Labeling)

Tujuan Pewarnaan
1. Mempermudah melihat bentuk
mikroorganisme
2. Memperjelas ukuran dan bentuknya
3. Melihat struktur luar dan struktur dalam
jasad renik.
4. Melihat reaksi kuman terhadap pewarna
yang diberikan sehingga sifat-sifat fisik
dan kimia dapat diketahui.

Langkah Utama Teknik Pewarnaan

1. Pembuatan olesan / apusan jasad


renik
2. Fiksasi :
> secara pemanasan
> dengan aplikasi bahan kimia
seperti sabun, formalin, fenol.
3. Aplikasi zat warna :
> tunggal,
> lebih dari satu zat warna

Pewarnaan Sederhana

Berbagai macam tipe morfologi bakteri


(kokus, basil, spirilum) dapat dibedakan
dengan menggunakan pewarna sederhana
Mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan
satu macam zat warna saja.
Beberapa
zat
warna
yang
sering
digunakan :
> Biru metilen (30-60 detik),
> Ungu kristal (10 detik)
> Fukhsin-karbol (5 detik).

Pewarnaan Differential

Pewarnaan bakteri yang menggunakan lebih dari


satu zat warna seperti :
> pewarnaan gram dan pewarnaan tahan asam.
Pewarnaan Gram
metode Gram adalah suatu metode untuk
membedakan spesies bakteri menjadi dua
kelompok besar, yakni gram-positif dan gramnegatif, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding
sel bakteri.

Tahap Pewarnaan GRAM

Pengecatan Gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu :


1. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet)
berwarna ungu.
2. Pengintesifan cat utama dengan penambahan
larutan mordan JKJ.
3. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol
asam.
4. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin
Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak
mempertahankan zat warna metil ungu pada
metode pewarnaan Gram.
Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna
metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol

Pewarnaan Tahan
Asam

Pewarnaan ini ditujukan terhadap bakteri yang


mengandung lemak dalam konsentrasi tinggi
sehingga sukar menyerap zat warna,
Jika bakteri diberi zat warna khusus misalnya
karbolfukhsin melalui proses pemanasan, maka akan
menyerap zat warna dan akan tahan diikat tanpa
mampu dilunturkan oleh peluntur yang kuat
sekalipun seperti asam-alkohol.
Karena itu bakteri ini disebut bakteri tahan asam (BTA).
Teknik pewarnaan ini dapat digunakan mendiagnosis
keberadaan bakteri penyebab tuberkulosis yaitu
Mycobacterium tuberculosis .
Ada beberapa cara pewarnaan tahan asam, namun
yang paling banyak adalah cara menurut ZiehlNeelsen.

Contoh bakteri Gram


> Bakteri gram Posittif

> Bakteri gram Negatif

Pewarnaan Khusus
Pewarnaan khusus untuk melihat struktur tertentu

Pewarnaan Spora

Dibuat suspensi kuman, ditambah carbol fuchsin sama banyak.


Dipanaskan selama 6 menit pada api kecil
Dibuat sediaan dan dikeringkan.
Dimasukkan kedalam H2SO4 1 % selama 2 detik
Dimasukkan kedalam alkohol sehingga tidak ada lagi warna merah
mengalir.
Sediaan dicuci dengan air.
Diwarnai dengan methylen blue selama 1 menit , dicuci dan dikeringkan.
Diperiksa dibawah mikroskop

Pewarnaan flagel
Memberi suspensi koloid garam asam tanat yang tidak stabil,
sehingga terbentuk presipitat tebal pada dinding sel dan
flagel.

Gambar bakteri pewarnaan


Flagel

Pewarnaan Khusus Lainnya


a. Pewarnaan Neisser (granula volutin),
b. Pewarnaan Yodium (granula glikogen) :
Cara Kerja :
Dibuat sediaan kuman dan fiksasi
Diwarnai dengan zat warna toluidin blue, didiamkan selama
1menit.
Dicuci dengan air mengalir.
Dialiri dengan larutan yodium.
Dicuci dengan air mengalir
Ditambahkan zat warna Safranin, didiamkan selama 1mnt.

Cat dibuang, isapkan dengan tissue, keringkan di udara.

Interpretasi hasil : Granula : hitam dan Badan bakteri : merah

Istilah Pengamatan
Preparat
Asidofilik

: asam
Basofilik : basa
Argirofilik : perak
Chromalfin : kromium
Metakromasia : anilin -- kromotopis
Periodic Acid Shiff (PAS) : glikogen
Sudanofil : lemak, lipid

Hasil Pewarnaan
Histologis

Preparat Jaringan Kulit

Preparat Inflamasi

Bone
Marrow

PAP Smear

Pemeriksaan sederhana yang dikembangkan


oleh Dr. George N. Papanicalaou
Penapisan awal dari gejala kanker leher rahim
Pemeriksaan sitologi eksfoliative dengan
memeriksa sel-sel epitel cervix yang lepas.
Tujuan tes Pap Smear :
menemukan sel abnormal atau sel yang dapat
berkembang menjadi kanker termasuk infeksi
HPV.

Pemeriksaan PAP Smear


WAKTU

ALUR :
SAMPEL :
SARANA dan
FIKSASI :

PRASARANA :

ALAT dan BAHAN :


TEKNIK PEMERIKSAAN

TERIMAKASIH...