Anda di halaman 1dari 6

SISTEM SARAF OTONOM

(SSO)

Nurul Istiqomah Zulma


2011 031 0040

SISTEM SARAF OTONOM (SSO)


Sistem saraf otonom adalah bagian sistem saraf tepi

yang mengatur fungsi viseral tubuh.


Sistem saraf otonom terutama diaktifkan oleh pusatpusat yang terletak di medula spinalis, batang otak,
dan hipotalamus.
Juga, bagian korteks serebri khususnya korteks
limbik, dapat menghantarkan impuls ke pusat-pusat
yang lebih rendah sehingga demikian mempengaruhi
pengaturan otonomik.
Sistem saraf otonom terdiri dari dua subsistem yaitu
sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis
yang kerjanya saling berlawanan.

PEMERIKSAAN SSO
SKIN

Kekeringan kulit dengan anhidrosis. Suntikan


intradermal pilocarpine dapat menilai kelenjar
keringat yang menghasilkan triple response
(eritem, bengkak/membesar, wheal).
CARDIOVASKULAR

Ukur tekanan darah dan denyut jantung saat pasien


tidur terlentang dan saat setelah berdiri selama
minimal 3 menit. Abnormal terjadi hipotensi
ortostatik dengan/tanpa kompensasi takikardi.

Continue...
DISFUNGSI SFINGTER
- Gangguan pada medulla spinalis bagian bawah
(kornu medularis atau kauda equina) retensi
urin. Vesica urinaria dapat teraba dan sering infeksi.
- Gangguan lesi inkomplit pada bagian lebih tinggi
medulla spinalis dinding VU mudah terangsang
sehingga terjadi inkontinensia urgensi urin.
- Pada gastrointestinal, terjadi konstipasi absolute,
dan inkontinensia overflow feses.
DISFUNGSI SEKSUAL, terjadi pada laki laki berupa
impotensi ereksi.

Continue...
PUPIL

Pemeriksaan refleks cahaya (redup dan terang)


terhadap pupil (miosis dan midriasis) seperti
pemeriksaan nervus cranial III.
KELENJAR LAKRIMAL

Lesi infranuklear pada ganglion geniculate


menyebabkan penurunan produksi air mata.
Tes Schirmer evaluasi sekresi airmata. Kertas
lakmus steril lebar 0,5 cm dipilin dan ditempatkan pada
forniks konjungtiva dengan posisi mata tertutup
lembut. Setelah 5 menit, ukur panjang kelembapan
kertas lakmus. Normal lebih dari 10 mm.

TERIMA KASIH