Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN

KASUS
Oleh :
CYNTHIA DAMAYANTI
112011101062
Pembimbing :
Dr. Bagas Kumoro, SpM
SMF MATA
RSD dr SOEBANDI JEMBER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER

2016

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Tn. S
Umur
: 48 tahun
Jenis kelamin
: Laki Laki
Alamat
: Umbulsari, Jember
Pekerjaan
: Guru
Status
: Menikah
No. RM
: 131507
Tanggal pemeriksaan : 14 Juli 2016

SUBYEKTIF
Keluhan Utama :
Mata kanan terasa kabur, mata kanan tidak dapat
melihat

Riwayat Penyakit Sekarang :


OD : Pasien datang ke poli dengan keluhan penglihatan
terasa kabur dan penglihatan menurun perlahan
setelah operasi katarak 4 tahun yang lalu

OS: Pasien datang ke poli dengan keluhan tidak bisa


melihat sejak 5 bulan yang lalu pasca operasi di
kencing setelah operasi pasien mengeluh sekali.
Riwayat Penyakit Dahulu
Operasi Katarak mata kanan (2012)
Operasi katarak pada mata kiri (desember, 2015)
DM(+) HT(-)

Riwayat Pengobatan :
Operasi Katarak mata kanan dan kiri
Diberi obat tetes mata

Riwayat Penyakit Keluarga :


Disangkal

OBYEKTIF

Status Generalis
KU
: Cukup
Kesadaran : Compos Mentis
Vital Sign
TD : 118/79 mmHg
RR : 20x/menit
Tax : 36,7oC
N : 84x/menit

STATUS
OPHTHALMOLOGY
OD

OS

Visus

0,5/60

Lp (-)

Palpebra

Edema (-)

Edema (-)

Konjungtiv
a

Hiperemi (-)

Hiperemi (-)

Sklera

Icteric (-), hiperemia (-)


,putih (+)

Icteric (-), hiperemi (-), putih


(+)

Kornea

Jernih

Jernih

BMD

Kesan dangkal

Kesan dangkal

Iris

Radier (+)

Radier (-)

Pupil

Reguler, 3 mm,
Refleks cahaya (+), isokor

Reguler, 3 mm,
Refleks cahaya (-), isokor

Lensa

IOL

IOL

TIO

14,6 mmHg

81,7 mmHg

OD

OS

RESUME
Pasien laki laki umur 48 tahun, datang dengah
keluhan mata kanan terasa kabur perlahan
semenjak 4 tahn lalu setelah operasi katarak
Mata sebelah kiri tidak bisa melihat semenjak 5
tahun yang lalu post operasi katarak, setetlah
operasi ipasien merasa sangat nyeri pada
matanya

DIAGNOSIS DAN TERAPI


Diagnosis Banding
ODS: pseudofakia
PDR
Blindness
DM
OS: Glaukoma Absolut

Diagnosis Kerja
ODS mikroaneurisma dan perdarahan akibat
retinohipertensi, oklusi vena retina
ODS perdarahan viterous dan neovaskularisasi akibat
kelainan vitreo-retinoa
OS Glaukoma Tekanan Rendah
OS Hipertensi Okular

Terapi :
Timolol 0,5 % eye drop 2 dd I gtt OS
Mydriatil 3 dd 1 gtt OD
Astenof
Na diklofenak 3 dd I

PLANNING OF ACTION
POA DIAGNOSIS
1. Slit lamp ODS
2. Tonometri Schiotz ODS
3. Ophthalmoskopi ODS
POA TERAPEUTIK
1. Slit lamp : melihat segmen anterior untuk
evaluasi hifema, edema kornea, toxic anterior
segment syndrome, uveitis anterior.
2. Tonometri Schiotz: untuk mengevaluasi adanya
glaukoma sekunder pasca pembedahan
3. Ophthalmoskopi
:
untuk
mengevaluasi
endoftalmitis

POA EDUKASI
Menjelaskan
kepada
pasien
bahwa
gangguan penglihatan pada mata kanan
dan kiri disebakan karena kelainan pada
retina akibat diabetes militus
Menjelaskan kepada pasien bahwa lensa
yang ditanam memang dianjurkan untuk
perbaikan penglihatan dikarenakan pasien
mengalami kerusakan permanen pada mata
kiri.

POA REHABILITASI
Dianjurkan untuk dilakukan pengobatan yang
teratur dan terkontrol, dan kontrol kembali
jika masih ada keluhan.
Prognosis
Prognosis visus penderita RD sangat
tergantung pada regulasi kadar gula yang
baik dan ketepatan pengobatan dengan foto
koagulasi LASER
Lebih awal pengobatannya lebih baik
prognosisnya

TERIMAKASIH