Anda di halaman 1dari 19

Kasus Panjang

15 Juli 2014
Disusun oleh :
Cholifah Layli Qashas

Pembimbing:
dr. Herwindo Dicky, SpM

Latar Belakang

Tuberkulosis
pemasalahan kesehatan
global.
Indonesia peringkat
kelima setelah India,
Cina, Afrika Selatan, dan
Nigeria dari 22 negara
Tingkat prevalensi Tb
2008 mencapai 244 per
100.000 orang
(Departemen Kesehatan
RI, 2009).
Pasien dengan lung TB
sering sekali diikuti oleh

LAPORAN KASUS

Identitas Pasien
Nama : Tn. M
Umur : 37 tahun
Jenis kelamin: Laki-laki
MRS
: 28 Agustus
2013
No. Register:11132336
Keluhan Utama: Sesak

Anamnesa:
Pasien mengeluh sesak sejak 3 bulan
yang lalu, tidak terkait aktivitas, tidur
dengan 1 bantal. Riwayat kaki bengkak
tidak ada. Batuk sejak 3 bulan yang lalu,
memberat sejak 2 minggu, batuk
berdahak warna kekuningan, disertai
darah. Demam sejak 3 bulan yang lalu
kumat-kumatan, hilang timbul, keringat
malam hari +, mual +, nyeri ulu hati,
lemas sejak kurang lebih 6 bulan yang
lalu. Muntah -. Penurunan nafsu
makan +. Penurunan berat badan +
(12 kg dalam 3 bulan). Diare -. Nyeri
telan -. Sariawan -. Faktor resiko = tato -.
Free sex disangkal. Merokok -.
Riwayat Penyakit Dahulu:
DM (-), HT(-), TB (-), OAT (-)

Riwayat Penyakit Keluarga:


DM -, HT

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum:
tampak sakit sedang
Berat badan: 40 kg ;
tinggi badan 155 cm
Tanda Vital
Kesadaran
: compos
mentis (GCS 456)
Tekanan darah: 110/70
mmHg
Denyut nadi: 125x/menit,
regular
Temp. axilla : 36 C
Pernapasan: 32 x/menit
reguler

Kepala Leher : Anemis +/+, ikterik -/-,JVP


R + 0 cm H20, Pembesaran Lympha
nodule
(-), oral thrush (+)
Thoraks
: Pengembangan dada simetris,
nafas spontan adekuat
P/ S/S A v/ Rh -/+ wh -/S/S v/
+/+
S/S v/v
-/Jantung
: Iktus tidak terlihat, teraba
pada MCL S ICS V
RHM SL dextra
LHM iktus
S1S2 single
Abdomen : Flat, soefl, BS (+) N, hepar
lien sulit teraba
Extremitas : Edema -/-

Pemeriksaan
Penunjang
Darah Lengkap
Leukocyte 11.780
Hemoglobin 7,90
MCV
66,80
MCH
21,40
Hematokrit 25,40
Na 136
Kalium 5,44
Ureum 107,30
Kreatinin 1,68

Blood Gas Analysis


Suhu

36 C

pH

7,58

N : 7,35-7,45

pCO2

31,4 mmHg

N : 35-45

pO2

146,4 mmHg

N : 80-100

HCO3

29,3

N : 21-28

O2 Saturasi Arterial 98,5

N : >95

Base Excess

N : -3 - +3

7,1

Radiologi
Posisi AP, asimetris
Jaringan lunak: tipis
Tulang: Costae D/S = flattening
ICS D/S = widening
Trakea di tengah
Cor: Situs: N; Ukuran: CTR 50%
Bentuk: N
Hemidiafragma D/ S: domeshape
sinus costofrenicus: D/S: tajam
Pulmo :
D: fibroinfiltrat di semua area,
multiple cavitas diameter 1-2 cm,
air bronchogram S: fibroinfiltrat di
semua area, multiple cavitas di
area atas diameter 1-2 cm, air
bronchogram +
Kesimpulan:
Pneumonia
TB Paru far advanced lesion

PEMBAHASAN

Diagnosis Pterygium
ditegakkan melalui
anamnesa,
pemeriksaan fisik,
penunjang.

Gradasi klinis
menurut

Youngson

(Ilyas, 2007).

Diagnosis
banding

1.Pseudopteryg
ium
2.Pinguekula
(Kanski, 2006)

- Tidak melekat pada limbus kornea


-Tidak dapat dibedakan antara head, cap
dan body
- Cenderung keluar dari ruang fissura
interpalpebra

- Bentuknya kecil, meninggi, masa


kekuningan berbatasan dengan limbus pada
konjungtiva bulbi di fissura interpalpebra.
- Sering pada iklim sedang dan iklim tropis
- Paparan sinar ultraviolet bukan faktor
resiko

Penatalaksanaan

Komplikasi

(Jerome, 2009).

skar
merah
Pra skar
op:
Pra merah
op:
Degenarasi maligna

Prognosis

Kesimpulan

Terima
kasih

Beda pterigium dengan pseudopterigium

Sebab

Pterigium

Pseudopterigium

Proses degeneratif

Reaksi tubuh penyembuhan dari


luka bakar, GO, difteri, dll.

Sonde

Tak dapat dimasukkan di bawahnya

Dapat dimasukkan dibawahnya

Kekambuhan

Residif

Tidak

Usia

Dewasa

Anak

Indikasi Operasi
Pterigium yang menjalar ke kornea
sampai lebih 3 mm dari limbus
Pterigium mencapai jarak lebih dari
separuh antara limbus dan tepi pupil
Pterigium yang sering memberikan
keluhan mata merah, berair dan silau
karena astigmatismus
Kosmetik, terutama untuk penderita
wanita