Anda di halaman 1dari 54

Impulse Control Disorder

(Gangguan Pengendalian
Impuls)
Annisa Rizki Utami

Gangguan Pengendalian
Impuls

Perilaku yang ditandai dengan dorongan

yang tidak tertahankan tanpa motif yang


jelas.
Tidak dapat menolak impuls, meskipun
secara sadar perilakunya dapat
direncanakan atau tidak.

Kategori Gangguan Pengendalian Impuls


menurut DSM-IV
1.Gangguan ledakan intermitten
2.Kleptomania
3.Piromania
4.Judi Patologis
5.Trikotolomania
6.Gangguan pengendalian impuls yang tidak

tergolongkan

Faktor Psikodinamik
August Aichhorn : terkait dengan

kelemahan ego yang berkaitan dengan


trauma psikis pada masa kanak-kanak
Otto Finichel : upaya untuk mengatasi
ansietas, rasa bersalah, depresi, dan afek
menyakitkan lainnya dengan cara
bertindak
Heinz Kobut : berkaitan dengan sensasi diri
yang tidak utuh

Faktor Psikososial
Dikaitkan dengan peristiwa kehidupan

dahulu, seperti pada anak yang tumbuh


dengan orangtua yang mengalami
kesulitan mengendalikan impuls
Kekerasan dirumah
Penyalahgunaan alkohol
Berganti-ganti pasangan seksual
Perilaku antisosial

Faktor Biologi
Percobaan telah menunjukan bahwa daerah otak tertentu,seperti

sistem limbic, adalah berhubungan dengan aktivitas impulsive


dan kasar dan daerah otak lainnya adalah berubungan dangan
inhibisi perilaku tersebut.
Hormon tertentu, khususnya testoteron, telah dihubungkan
dengan perilaku kasar dan agresif.
Beberapa laporan telah menggambarkan adanya hubungan
antara epilepsy lobus temporalis dengan perilaku kasar impulsive
tertentu
suatu hubungan perilaku agresi pada pasien dengan riwayat
cidera kepala
Gejala gangguan pengendalian impuls mungkin terus ditemukan
sampai masa dewasa pada orang yang diklasifikasikan sebagai
menderita gangguan deficit-atensi/hiperaktivitas dimasa anakanaknya. Neurotransmitter serotonin memperantarai gejala yang
terlihat pada gangguan pengendalian impuls.
Kelelahan, stimulasi yang tak henti-hentinya, dan trauma psikis
dapat menurunkan daya tahan dan secara sementara
menghentikan control ego.

Gangguan Ledakan
Intermitten
Intermitten Explosive Disorder

Gangguan Ledakan
Intermitten

Hilangnya kendali impuls yang agresif, dapat

menimbulkan serangan serius


Agresivitas yang ditunjukkan sangat jauh di
luat proporsi setiap stressor yang mencetuskan
Gejala yang mungkin timbul seperti sumpah
serapah atau serangan, muncul dalam
beberapa menit atau jam, dan tanpa
memandang lamanya
Gejala ini akan hilang spontan dan cepat
Setelah serangan, pasien terdapat penyesalan
dan menyalahkan diri

Epidemiologi
Laki-laki > perempuan
Kerabat biologis derajat pertama >>

Kormobiditas
Angka kebakaran yang tinggi akibat

perbuatan pasien
Penggunaan zat, gangguan mood, ansietas

Etiologi
Faktor Psikodinamik
Faktor Psikososial
Faktor Biologis
Faktor Genetik dan Familial

Diagnosis dan Gambaran


Klinis
Anamnesis
Masa
kanak-kanak,
ketergantungan
alkohol, kekerasan, dan ketidakstabilan
emosi
Riwayat
pekerjaan
pasien
buruk,
kehilangan pekerjaan
Masalah dalam perkawinan dan hukum

Diagnosis dan Gambaran


Klinis
Pemeriksaan fisik dan laboratorium
Tanda
neurologis ringan yang tinggi
(asimetri refleks)
Hasil EEG yang tidak spesifik
Hasil uji neuropsikologis yang abnormal
(kesulitan membalikkan huruf)
MRI dapat melihat perubahan di korteks
prafrontalis yang dikaitkan dengan hilangnya
pengendalian impuls

Diagnosis dan Gambaran


Klinis
Kriteria
Diagnostik
untuk
Gangguan
Eksplosif
intermiten
______________________________________________________
A.Beberapa episode terpisah kegagalan untuk menahan
impuls agresif yang menyebabkan penyerangan yang serius
atau menghancurkan barang-barang.
B.Derajat agresivitas yang diekspresikan selama episode
adalah jelas diluar proposi dari stressor psikososial yang
mencetuskannya.
C.Episode agresif tidak dapat diterangkan lebih baik oleh
gangguan mental lain (misalnya, gangguan psikotik,
episode manik, gangguan konduksi, atau gangguan defisitatensi/hiperaktivitas) dan bukan karena efek fisiologis
langsung
dai
suatu
zat
(misalnya,
obat
yang
disalahgunakan suatu medikasi), atau suatu kondisi medis
umum(misalnya,trauma kepala, penyakit Alzhaimer)
______________________________________________________

Diagnosis Banding
Gangguan psikotik
Perubahan kepribadian karena kondisi

medis umum
Gangguan kepribadian antisocial atau
ambang
Intoksikasi dengan zat psikoaktif

Perjalanan Penyakit dan


Prognosis

Dapat dimulai pada usia berapapun tetapi

biasanya dimulai dalam dekade kedua atau


ketiga.
Onset dapat tiba-tiba atau perlahan, dan
perjalanan gangguan dapat episodik atau
kronik
Pada sebagian besar kasus berkurang
keparahannya pada onset diusia
pertengahan. Tetapi, gangguan organik
yang timbul dapat menyebabkan episode
yang sering dan parah

Terapi
Kombinasi
pendekatan
farmakologi
dan
psikoterapeutik memiliki kesempatan berhasil yang
terbaik.
Antikonvulsan telah lama digunakan dalam
mengobati
pasien
eksplosif,
dengan
hasil
bermacam-macam.
Phenotiazine dan antidepresan. Jika terdapat
kemungkinan aktivitas mirip kejang subkortikal,
medikasi tersebut dapat memperberat situasi.
Benzodiazepine
Lithium (Ekskalith)
Carbamazepine (Tegretol)
Phenytoin (Dilantin)
Fluoxentin (Prozac) dan inhibitor ambilan

Kleptomania

Kleptomania
Kegagalan berulang untuk menolak impuls

mencuri benda yang tidak diperlukan untuk


penggunaan pribadi atau karena nilai uangnya
Benda yang diambil sering dibuang,
dikembalikan diam-diam, atau disimpan dan
disembunyikan
Tegangan yang memuncak sebelum tindakan
dan diikuti kepuasan dengan atau tanpa rasa
bersalah dan penyesalan atau depresi setelah
tindakan
Pencurian tidak direncanakan dan tidak
melibatkan orang lain

Epidemiologi
Prevalensi diperkirakan sekitar 0,6%
<5% dari pencurian ditoko yang

teriidentifikasi
Laki-lai : perempuan = 1:3

Kormobiditas

Gangguan impuls lainnya, gangguan mood,

ansietas, gangguan kepribadian, obsesif


kompulsif

Etiologi
Faktor Psikososial
Faktor Biologis
Faktor Genetik dan Familial

Diagnosis dan Gambaran


Klinis

Dorongan impuls berulang, mengganggu

dan tidak dapat ditolak untuk mencuri


benda-benda yang tidak diperlukan
Pasien dapat menderita karena ditangkap
dan dapat timbul depresi dan ansietas
Sering memiliki masalah serius hubungan
interpersonal dan sering menunjukkan
tanda-tanda gangguan kepribadian

Diagnosis dan Gambaran


Klinis

Kriteria Diagnostik untuk Kleptomania


______________________________________________________
A.Kegagalan berulang dalam menahan impuls untuk
mencuri benda-benda yang tidak diperlukan untuk
keperluan pribadi atau untuk nilai uangnya.
B.Meningkatkan perasaan ketegangan segera sebelum
melakukan pencurian.
C.Rasa senang, puas, atau reda pada saat bersamaan
dengan melakukan pencurian.
D.Mencuri tidak dilakukan untuk mengekspresikan
kemarahan atau balas dendam, dan bukan sebagai
respons suatu waham atau halusinasi.
E.Mencuri tidak dapat diterangkan lebih baik oleh
gangguan konduksi, episode manik, atau ganguan
kepribadian antisosial.
______________________________________________________

Perjalanan Penyakit dan


Prognosis

Hilang timbul, tetapi cenderung menjadi

kronis.
Beberapa orang mengalami penderitaan
karena tidak mampu menahan impuls
untuk mencuri, diikuti oleh periode bebas
yang berlangsung beberapa minggu atau
bulan.
Prognosis dengan pengobatan dapat baik,
tetapi sedikit pasien datang mencari
bantuan atas keinginan mereka sendiri.

Terapi
Karena

kleptomania yang murni adalah


jarang, laporan pengobatan cenderung
merupakan penjelasan kasus individual
atau
sejumlah
kasus
yang
singkat.
Psikoterapi dan psikoanalisis berorientasi
tilikan telah berhasil tetapi tergantung
pada motivasi pasien.
Inhibitor
ambilan
kembali
spesifik
serotonin, seperti fluoxentine, tampaknya
efektif pada beberapa pasien kleptomania.

Piromania
Pyromania

Piromania
Perilaku membuat api secara berulang,

disengaja, dan berulang


Ketegangan sebelum melakukan
Terpesona, berminat, rasa ingin tahu dan tertarik
dengan api dan aktivitas serta perlengkapan
yang berkaitan dengan pemadaman api
Kesenangan, kepuasan, dan perasaan lega saat
membuat api atau saat menyaksikan atau
setelah kejadian
Pasien mungkin membuat persiapan yang sangat
teliti sebelum membuat api

Epidemiologi
Laki-laki > perempuan

Kormobiditas
Cenderung mengalami retardasi ringan
Gangguan penggunaan alkohol
Riwayat ciri antisosial seperti membolos,

kabur dari rumah


Pada anak dan remaja, sering dikaitkan
dengan gangguan hiperaktivitas/defisit
atensi

Etiologi
Faktor Psikososial
Faktor Biologis

Diagnosis dan Gambaran


Klinis

Sering secara teratur menonton kebakaran

dilikungan rumahnya, sering membuat


alarm palsu, dan menunjukkan minat
didalam alat-alat pemadam kebakaran
Rasa ingin tahu tampak jelas, tetapi tidak
menunjukkan penyesalan dan tidak peduli
terhadap kerugian nyawa dan harta

Diagnosis dan Gambaran


Klinis

Kriteria Diagnostik untuk Piromania


___________________________________________________________
A.Menciptakan kebakaran yang disengaja dan bertujuan pada
lebih dari satu kejadian.
B.Ketegangan atau rangsangan afekti sebelum tindakan.
C.Terpesona kepada, tertarik kepada, ingin tahu tentang, atau
terpikat kepada api dan knteks situasionalnya (misalnya,
paraphernalia, pemakainya, akibatnya).
D.Rasa senang, puas, atau reda jika menimbulkan kebakaran,
atau jika menyaksikan atau berperan serta dalam kejadiannya.
E.Menciptakan kebakaran bukan dilakukan untuk tujuan
moneter, sebagai ekspresi ideology sosiopolitik, umtuk
menyembunyikan tindakan kejahatan, untuk mengekspresikan
kemarahan atau balas dendam, untuk memperbaiki lingkungan
hidupnya, atau sebagai akibat gangguan pertimbangan
(misalnya, demensia, retardasi mental, intoksikasi zat)
F.Menciptakan kebakaran tidak dapat diterangkan lebih baik
oleh gangguan konduksi, episode manik, atau gangguan
kepribadian antisosial.
___________________________________________________________

Diagnosis banding
Gangguan kepribadian anti sosial
Skizofrenia
Demensia, retardasi mental, intoksikasi zat

Perjalanan Penyakit dan


Prognosis
Piromania

biasanya dimulai pada masa

anak-anak.
Prognosis untuk anak yang diobati adalah
baik. Prognosis untuk orang dewasa adalah
sukar,
karena
menyangkal
tindakan
mereka, menolak bertanggung jawab,
ketergantungan alkohol dan tidak adanya
tilikan.

Terapi
Terapi piromania adalah sukar karena tidak

adanya
motivasi
pada
diri mereka.
Penahanan mungkin merupakan metode
satu-satunya yang ada untuk mencegah
rekurensi. Karena sifat rekuren dari
piromania, tiap program pengobatan harus
termasuk
pangawasan
pasien
untuk
mencegah eposide berulang menciptakan
kebakaran.

Judi Patologis
Pathological Gambling

Judi Patologis
Judi maladaptif berulang dan menetap dan

menimbulkan masalah ekonomik serta


gangguan yang signifikan didalam fungsi
pribadi, sosial, dan pekerjaan

Epidemiologi
3% dari populasi umum
Laki-laki > perempuan

Kormobiditas
Gangguan penggunaan zat, gangguan

mood, gangguan hiperaktivitas/defisit


atensi, gangguan kepribadian antisosial,
ambang dan narsistik

Etiologi
Faktor Psikososial
Faktor Biologis

Diagnosis dan Gambaran


Klinis

Tampak terlalu percaya diri, terkadang

kasar, energik, dan boros


Perilaku kriminalnya tidak terlibat
kekerasan, seperti pemalsuan,
penggelapan, serta penipuan dan mereka
secara sadar berniat untuk mengembalikan
dan membayar kembali uang itu

Diagnosis dan Gambaran


Klinis

Kiteria Diagnostik untuk Berjudi Patologis


_________________________________________________
A. Perilaku berjudi maladitif yang persisten dan
rekuren seperti ditunjukan oleh lima (atau lebih)
berikut:
1.Preokupasi dengan berjudi (misalnya, preokupasi
dengan membayangkan pengalaman berjudi di masa
lalu, merintangi atau merencanakan adu untung di
masa mendatangan, atau memikirkan cara untuk
mendapatkan uang dengan berjudi)
2.Perlu berjudi untuk menambah jumlah uang untuk
mencapai kegembiraan yan diharapkan.
3.Berulang kali gagal untuk mengendalikan, berhenti
dan mundur, atau berhenti berjudi.
4.Gelisah atau tidak tenang jika berusaha menghindari
atau berhenti berjudi

Diagnosis dan Gambaran


Klinis
5.

6.

7.

8.
9.

Berjudi sebagai cara untuk meloloskan diri dari masalah


atau meghilangkan mood disforik (misalnya, perasaan tidak
berdaya, bersalah, kecemasan, depresi)
Setelah kehilangan uang dalam berjudi, sering kembali
keesokan harinya untuk mendapatkan lebih banyak
(mengejar kekalahannya)
Berbohong kepada keluarga, ahli terapi, atau orang lain
untuk menyembunyikan besar keterlibatannya dengan
berjudi.
Telah melakukan tindaka ilegal seperti pemalsuan, penipuan,
pencurian, atau penggelapan untuk membiayai berjudi.
Telah membahayakan atau kehilangan hubungan yang
penting, pekerjaan, atau kesempatan pendidikan atau karir
karena berjudi.

B. Perilaku berjudi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh


episode manik.
______________________________________________________

Perjalanan Penyakit dan


Prognosis
Fase kemenangan

Fase kekalahan progresif


Fase nekat
Fase putus asa

Terapi
Jika

berjudi disertai dengan gangguan


depresif,
mania,
kecemasan,
atau
gangguan mental lainnya, farmakoterapi
dengan antidepresan, lithium, atau obat
antiansietas dapat berguna.

Trikotilomania
Trichotillomania

Trikotilomania
Mencabut rambut secara berulang, yang

dapat menyebabkan kehilangan rambut


yang jelas
Peningkatan ketengan sebelum mencabut
rambut
Rasa menyenangkan, kepuasan dan lega
ketika mencabut rambut

Epidemiologi
Perempuan > laki-laki

Kormobiditas
Gangguan mood, ansietas, gangguan

penggunaan zat

Etiologi
Gangguan hubungan ibu dan anak, rasa

takut ditinggal sendirian, dan kehilangan


objek yang belum lama, sering kali
dinyatakan sebagai faktor penting yang
berperan dalam gangguan ini.
Penyalahgunaan zat
Trikotilomania semakin dipandang sebagai
memiliki substrat yang ditentukan secara
biologis yang mungkin mencerminkan
pelepasan aktivitas motorik yang tidak
sesuai

Diagnosis dan Gambaran


Klinis

Kriteria Diagnostik untuk Trikotilomania


_________________________________________________
A.Mencabut rambut sendiri secara rekuren yang
menyebabkan kebotakan yang jelas.
B.Penigkatan perasaan tegang segera sebelum
mencabut rambut atau jika berusaha untuk
menahan perilaku tersebut.
C.Rasa senang, puas, atau reda jika mencabut
rambut.
D.Gangguan tidak dapat diterangkan lebih baik oleh
gangguan menal lain dan bukan karena kondisi
medis umum (misalnya, kondisi dermatologis)
E.Gangguan menyebabkan penderitaan yang
bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi
sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya.
_________________________________________________

Perjalanan Penyakit dan


Prognosis

Trkotilomania biasanya dimulai pada masa


anak-anak atau remaja, tetapi onset telah
dilaporkan jauh lebih lanjut dalam kehidupan.
Onset yang lambat mungkin disertai dengan
meningkatnya kemungnan kronisitas. Pada
beberapa kasus gangguan telah menetap
selama lebih dari dua dekade.

Terapi
Tidak ada konsensus mengenai terapi yang terbaik untuk

trikotilomania. Terapi bisanya melibatkan dokter psikiatrik


dan dermatologi dengan bekerja sama. Metoda
psikofarmakologi yang telah digunakan adalah steroid
topical dan hydroxine hydrochloride, suatu ansiolitik dengan
sifat antihistamin; antidepresan; obat serotonergik; dan
antipsikotik. Bukti-bukti terakhir dengan kuat menunjukan
kemanjuran obat yag mengubah turnover serotonin sentral.
Pada pasien yang berespon secara buruk dengan inhibitor
ambilan kembai spesifik serotonin, penguatan dengan
pimozide(orap), suatu penghambat dopamin, dpat
menyebabkan perbaikan. Terapi lithium untuk trikotilomania
menyatakan kemungkinan efek lithium pada agresivitas,
impulsivitas, dan ketidakstabilan mood sebagai
penjelasannya. Lithium juga memiliki aktivitas serotonergik.
Hipnoterapi dan terapi perilaku telah disebutkan sebagai
cara yang potensial efektif dalam pengobatan gangguan
dermatologis dimana mungkin terlibat faktor psikologis.

Gangguan Pengendalian
Impuls Yang Tidak
Tergolongkan

Gangguan Pengendalian Impuls


Yang Tidak Tergolongkan
Belanja kompulsif
Kecanduan video game dan internet
Mutilasi diri sendiri secara berulang
Perilaku seksual impulsif
Mencubit kulit
Ketergantungan zat

Terima Kasih