Anda di halaman 1dari 20

PENGENDALIAN KUALITAS

PERTEMUAN 1
Mengenal Minitab
Minitab memiliki empat lembar kerja yang
memudahkan kita dalam melakukan input data,
pembacaan hasil analisis, maupun pengelolaaan file
file yang telah kita kerjakan. Keempat lembar kerja
tersebut adalah:
1. Worksheet(Lembar kerja data penelitian).
2. Session(Pembahasan).
3. Graphs(Grafik).
4. Project manager(Pengelolaan hasil analisis).

Lebar Kerja
session

Lebar Kerja worksheet

Kolom
Bari
s
Cells(Input
data)
Project manager

Langkah - langkah
Setelah anda mengenal program ini, selanjutnya di instal Minitab
Akan muncul tampilan
Lebar Kerja
session

Lebar Kerja worksheet

Kolom
Bari
s
Cells(Input
data)
Project
manager

Start All Pr ograms Minitab Minitab 17 Statistical Software

Regresi
Langkah-langkah operasional regresi:

Stat Re gression Re gression


Selanjutnya muncul dialog lalu di in-put datanya,
dari hasil analisisnya perlu diperhatikan:
Koefesien persamaan matematikanya apakah
signifikan?
Berapa besarnya koefesien
determinasi(kebulatan tekat/penentuan)?
Kelinearannya?

Kita harus mengetahui apakah koefesien signifikan


atau tidak, perludilakukan uji hipotesis terhadap
koefesien konstanta(a) dan koefesien respon
(X)vareabel prediktor bo
karena

bo b1 . . .bn koefesien dari x o x1 . .x n


untuk mengetahui apakah koefesien siknifikan atau
tidak, lakukan hipotesis terhadap koefesien
konstanta(a) dan koefesien bo

Ho = koefesien tidak signifikan atau bernilai nol


Ha = koefesien signifikan atau bernilai nol
Perhatikan nilai p-value pada dan bo bandingkan
dengan nilai . Karena nilai p-value < maka H0
ditolak jadi nilai koefesien baik a dan bo adalah
siknifikan.
Mengunakan t tabel disamping p-value dalam
melakukan hipotesis aturan yang berlaku t hitung >
t tabel t ;df
Dimana adalah tingkat signifikansi dan df adalah
degree of freedom.
Nilai R-Sq atau koefesien determinasi, digunakan
mengukur seberapa besar pengaruh vareabel x
terhadap prakiraan vareabel y.

Hipotesis linear model analysis variance. Disamping


pertimbangan nilai p-value anda dapat
mengunakan nilai F dalam hipotesis bila nilai F
hitung < F tabel model linear sebaliknya . . .
Df(degree of fredom)numerator = 1(banyaknya
vareabel pengamatan dikurangi 1), df
denomorator(banyaknya pengamatan dikurangi
banyaknya vareabel)= n 1,
dan = . .. . .(0,05)
Jika mendekati garis linear mengidetifikasikan
terdistribusi normal

Fase Pengukuran
Fase pengukuran tingkat kinerja dilakukan sebelum
mengukur secara riel pada suatu departemen.
Analisa Sistem Pengukuran(Gage Study)
Masalah yang sering muncul dalam pengukuran
adalah variabilitas pengukuran. Umumnya
variabilitas pengukuran dinyatakan
dalam varian
2
2 total 2 produk 2 gage

Varian total suatu pengukuran berasal dari varian


yang ditimbulkan produk(part to part) dan varian
akibat kesalahan pengukuran(gage)

Kesalahan sistem pengukuran digolongkan dalam dua kategori,


yaitu:
1. Akurasi, adalah perbedaan antara nilai pengukuran dengan
nilai aktual part. Akurasi dalam sistem pengukuran digolongkan
dalam tiga komponen, yaitu
a. Linearity: suatu ukuran yang menunjukan bagaimanan ukuran
part mempengaruhi akurasi dari sistem pengukuran.
b. Accuracy: suatu ukuran bias(pembiasan, perubahan arah,
pembelokan)dalam sistem pengukuran rata-rata yang diamati
dengan suatu master value.
c. Stability: suatu ukuran yang menunjukan bagaimana akuratnya
kinerja sistem setiap saat.
2. Presisi adalah vareasi yang anda lihat ketika pengukuran part
yang sama secara berulang dengan alat yang sama
Presisi dapat dikelompokan menjadi dua komponen:
3. Repeatability: variasi yang disebabkan oleh alat pengukuran
4. Peproducibility: variasi yang disebabkan oleh sistem
pengukuran.

Gage Run Chart


Digunakan untuk menilai secara cepat perbedaan
pengukuran di antara operator dengan part
Stat Quality Control Gage Study Gage Ran Chart
masukan var iabel PartNum pada kotak part numbers dengan klik pada kotak part
numbers. masukan var eabel operator pada kotak operator dan var eabel measurement
pada kotak measurement data. Klik OK

C1

C2

C3

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

C1

C2

C3

PartNum
6
6
6
6
6
6
7
7
7
7
7
7
8
8
8
8
8
8
9
9
9
9
9
9
10
10
10
10
10
10

Operator
1
1
2
2
3
3
1
1
2
2
3
3
1
1
2
2
3
3
1
1
2
2
3
3
1
1
2
2
3
3

Measurement
23
21
24
21
23
22
22
21
22
24
22
20
19
17
18
20
19
18
24
23
25
23
24
24
25
23
26
25
24
25

NO
PartNum
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
4
4
4
4
4
4
5
5
5
5
5
5

Operator
1
1
2
2
3
3
1
1
2
2
3
3
1
1
2
2
3
3
1
1
2
2
3
3
1
1
2
2
3
3

Measurement
21
20
20
20
19
21
24
23
24
24
23
24
20
21
19
21
20
22
27
27
28
26
27
28
19
18
19
18
18
21

31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60

operator 1

part

operator 2

operator 3

pengukuran 1

pengukuran 2

pengukuran 1

pengukuran 2

pengukuran 1

pengukuran 2

21

20

20

20

19

21

24

23

24

24

23

24

20

21

19

21

20

22

27

27

28

26

27

28

19

18

19

18

18

21

23

21

24

21

23

22

22

21

22

24

22

20

19

17

18

20

19

18

24

23

25

23

24

24

10

25

23

26

25

24

25

Gage Study(rossed)
Digunakan untuk menilai secara cepat perbedaan
pengukuran di antara operator dengan part. Ada
dua analisis, yaitu: ANOVA dan
X and R.

Pejelasan:
Perhatikan nilai p-value pada lembar kerja session,
interaksi variabel PartNum Operator memiliki nilai
0.970. Karena nilainya
Stat Quality Control Gage Study Gage R & R Study Crossed
masukan var iabel PartNum pada kotak part numbers dengan klik pada kotak part
numbers. masukan var eabel operator pada kotak operator dan var eabel measurement
pada kotak measurement data. Klik OK

Perhatikan nilai p-value pada lembar kerja session,


interaksi variabel partnum*operator memiliki nilai
0.970. Karena nilainya > 0.25 maka tidak terjadi
interaksi antara kedua vareabel tersebut.
Pada tabel Gage R&R, perhatika kolom%
Contribution(of Varcomp)nilai terbesar ada pada
part-to-part(88.21%), disusul
Repeatability(11.75%) dan
Reperoducibility(0.04%). Informasi tersebut
menunjukkan bahwa vareasi terbesar
disumbangkan oleh perbedaan ukuran antara part
dan buka karena kesalahaan sistem pengukuran.

Xbar-R Chart & Xbar-s Chart


IMR R/S
Control adalah fase mengontrol kinerja proses (x) dan
menjamin cacat tidak muncul. Alat yang paling umum
digunakan adalah diagram kontrol,
Fungsi umum:
1. Membantu mengurangi variabilitas.
2. Memonitor kinerja setiap saat.
3. Memungkinkan proses koreksi untuk mencegah
penolakan.
4. Trend dan kondisi diluar kendali terdeteksi secara
cepat.

Stat Quality Control Variables Chart For Subgroups xbar R atau xbar S tergantung konteknya / kasusnya
pada daftar dropdown. pilih observation for subgroup are in one row of columns.
maksudnya pilihan ini adalah setiap sampel pengama tan

pada subgroup , da tan ya dibuat dalam kolom kolom terpisah tidak dalam satu kolom
apabila data anda kumpulkan dalam. satu kolom, pilih All observation for chart are in one columns
kemudian anda tentukan jumlah sampel dalam subgroupny a
masukan var eabel pengama tan 1 dst pada kotak
Klik OK
apa bila anda membuat Xbar chart , R chart , S chart , sec ara terpisah
Pilih Stat Quality Control Variables Chart For Subgroups .......maka muncul pilihan ....sebagai berikut :

Sampel

Hasil Pengukuran
Pengamatan 1

Pengamatan 2

Pengamatan 3

Pengamatan 4

Pengamatan 5

2.38

2.45

2.40

2.35

2.42

2.39

2.40

2.43

2.34

2.40

2.40

2.37

2.36

2.36

2.35

2.39

2.35

2.37

2.39

2.38

2.38

2.42

2.39

2.35

2.41

2.41

2.38

2.37

2.42

2.42

2.36

2.38

2.35

2.38

2.37

2.39

2.39

2.36

2.41

2.36

2.35

2.38

2.37

2.37

2.39

10

2.43

2.39

2.36

2.42

2.37

11

2.39

2.36

2.42

2.39

2.36

12

2.38

2.35

2.35

2.35

2.39

13

2.42

2.37

2.40

2.43

2.41

14

2.36

2.38

2.38

2.36

2.36

15

2.45

2.43

2.41

2.45

2.45

16

2.36

2.42

2.42

2.43

2.37

17

2.38

2.43

2.37

2.39

2.38

18

2.40

2.35

2.39

2.35

2.35

19

2.39

2.45

2.44

2.38

2.37

20

2.35

2.41

2.45

2.47

2.35

Sampel

Pengamatan 1

Pengamatan 2

Pengamatan 3

73,995

74,005

74,001

74,010

74,005

74,008

74,015

74,020

74,017

73,985

73,999

73,995

74,008

73,997

74,003

74,013

74,001

74,005

73,989

74,003

74,009

74,018

73,997

74,006

74,003

73,995

73,989

10

73,991

73,995

73,997

11

74,002

74,007

74,011

12

73,999

74,003

74,008

13

74,004

73,994

73,998

14

74,017

74,008

74,020

15

73,991

73,997

73,995

IMR R / S
Pilih Stat Quality Control Variables Chart For Subgroups .Pilih kontek kasus I MR R / S
Sampel

Pengamatan 1

Pengamatan 2

Pengamatan 3

73,995

74,005

74,001

74,010

74,005

74,008

74,015

74,020

74,017

73,985

73,999

73,995

74,008

73,997

74,003

74,013

74,001

74,005

73,989

74,003

74,009

74,018

73,997

74,006

74,003

73,995

73,989

10

73,991

73,995

73,997

11

74,002

74,007

74,011

12

73,999

74,003

74,008

13

74,004

73,994

73,998

14

74,017

74,008

74,020

15

73,991

73,997

73,995

Untuk membuat suatu penelitian sec ara induvidual anda membuat Xbar chart , R chart , S chart , sec ara terpisah
Pilih Stat Quality Control Variables Chart For Subgroups .......maka muncul pilihan ....sebagai berikut :
Sampel

Pengamatan 1

Pengamatan 2

Pengamatan 3

73,995

74,005

74,001

74,010

74,005

74,008

74,015

74,020

74,017

73,985

73,999

73,995

74,008

73,997

74,003

74,013

74,001

74,005

73,989

74,003

74,009

74,018

73,997

74,006

74,003

73,995

73,989

10

73,991

73,995

73,997

11

74,002

74,007

74,011

12

73,999

74,003

74,008

13

74,004

73,994

73,998

14

74,017

74,008

74,020

15

73,991

73,997

73,995