Anda di halaman 1dari 64

SOSIALISASI

JABATAN FUNGSIONAL
PEREKAYASA
Disampaikan di
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN
JEMBATAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
Bandung, 22 September 2011

Oleh: H. SURATNO, SE, MM.


Kepala Bidang Akreditasi dan Penilaian Angka Kredit/ Perekayasa Madya

PUSAT PEMBINAAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN


BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
1

POKOK BAHASAN
1. Pendahuluan.
2. Jabatan Fungsional Perekaya ( JFP )

POLA KARIR PEGAWAI NEGERI


SIPIL
Jabatan
Struktural

Jabatan Fungsional
Umum (Staf)
Jabatan
Fungsional

Jabatan Fungsional

Tertentu

( Pasal 17 Ayat 2 UU No. 43 Tahun 1999 )

(Dengan Angka Kredit)

Tujuan Jabatan Fungsional


1.
2.
3.
4.
5.

Peningkatan profesionalisme PNS


Peningkatan produktivitas PNS
Peningkatan produktivitas unit kerja
Peningkatan produktivitas Instansi
Peningkatan karir PNS

Jul 22, 2016

MANFAAT dan KENDALA JABATAN


FUNGSIONAL
Manfaat :
1.

Kedudukan dalam organisasi jelas

2. Tugas terstruktur dan berjenjang


3. Kemandirian dalam tugas diakui
4. Adanya pengembangan sistem kompensasi
5. Dapat naik pangkat 2 tahun sekali, bila Angka
Kredit terpenuhi
6. Dapat mencapai Golongan ruang III/d (Fungsional
Keterampilan) dan mencapai Golongan ruang IV/e
(fungsional Keahlian)

Kendala :
Tidak memahami peraturan-peraturan yang berlaku
bagi Jabatan Fungsional tersebut.
Iklim lingkungan kerja tidak mendukung
Distribusi beban kerja tidak seimbang
Kurang kreatif dan kurang Mandiri
Minat baca kurang, kurang berani untuk menulis,
kurangnya semangat belajar
Tidak membuat catatan kegiatan/harian
Kurang membangun jejaring kerja (Network)

10

JABATAN FUNGSIONAL
PEREKAYASA

DASAR HUKUM

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur


Negara Nomor : PER/219/M.PAN/2008 Tentang
Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka
Kreditnya
Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN
Nomor: 267/Kp/BPPT/VIII/2009 dan Nomor 15
Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka
Kreditnya
Keputusan Kepala BPPT Nomor :
01/Kp/BPPT/I/2009 tentang Petunjuk Teknis
Jabatan Fungsional Perekayasa
Keputusan Kepala BPPT Nomor:
02/Kp/BPPT/I/2009 tentang Tata Cara Inpassing
Jabatan Fungsional Perekayasa

DEFINISI
PEREKAYASA
Perekayasa adalah jabatan yang mempunyai
ruang lingkup, tugas, tanggungjawab dan
wewenang untuk melakukan kegiatan
kerekayasaan dalam suatu kelompok kerja
fungsional pada bidang Penelitian Terapan,
Pengembangan, Perekayasaan, dan
Pengoperasian yang diduduki oleh PNS
dengan hak dan kewajiban yang diberikan
secara penuh oleh pejabat yang berwenang.
(PerMenPAN No.219/M.PAN/7/2008)

Teknologi

Technology is a perfect fusion of


Arts, Science, Engineering,
Economics, and Business

Teknologi adalah cara atau metode


serta proses atau produk yang
Arts
dihasilkan dari penerapan dan
pemanfaatan dari berbagai disiplin ilmu
pengetahuan yang menghasilkan nilai
bagi pemenuhan kebutuhan,
Business
Science
kelangsungan dan peningkatan mutu
kehidupan manusia.
Lima Unsur
( UU 18 Tahun 2002
Teknologi
Sisnas Iptek )
Teknologi adalah pengendalian alam
melalui penggabungan kekuatankekuatannya menuju suatu rancangan Economics
Engineering
yang bisa diwujudkan oleh pemahaman
manusia.

Definisi dan Pengertian Dasar (lanjutan)


Teknologi merupakan kesenyawaan sempurna (Perfect Fusion)
dari lima unsur utama yang membentuknya yaitu : seni-rupa
(arts) , sains (science) , teknik (engineering), ekonomi
(economics), dan bisnis (business)
Arts
Science

Disain Product
Disain Komunikasi Visual
Disain Interior
Seni Kriya

Matematika

Fisika

Kimia

Biologi

Geograf
Geofsika & Meteorologi

Astronomi

Pertanian

Psikologi

Engineering
Economics
Teknik Pertanian
Teknik Kimia
Teknik Mesin , Material & Produksi
Teknik Fisika , Instrumentasi & Optronika
Teknik Aeronautika & Astronautika
Teknik Arsitektur Naval & Maritim
Teknik Energi & Lingkungan
Teknik Farmasi & Medika
Ekonometri
Teknik Geologi & Geomatika
Akutansi
Teknik Geofsika
Teknik Mineral / Perminyakan Financial
Engineering
Teknik Biologi
Teknik Elektro , Elektronika & Komputer
Teknik Informatika & Komunikasi
Teknik Sipil & Planologi
Teknik Arsitektur
Teknik Industri
Teknik Nuklir

Business

Operation Research
Operation
Managmnt
Sales & Marketing

Kegiatan Kerekayasaan/Teknologi
secara runtun meliputi :
Domain Perekayasa
Researc
h

PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN

Penelitian

Mencari informasi ,
data atau
keterangan untuk
pembuktian
kebenaran atau
ketakbenaran suatu
hipotesis yang
bekaitan dengan
subjek ilmu
pengetahuan &
teknologi

Development

Pengembangan
Mengembangkan
kaidah dan teori
yang sudah terbukti
benar untuk
meningkatkan
pemanfaatannya
bagi terciptanya
suatu produk
teknologi

Engineering

Perekayasaan
Merealisasikan
hasil
pengembangan
dengan
menciptakan
nilai , produk atau
proses produksi
dengan
mempertimbangk
an semua aspek
unsur teknologi

Operation

Pengoperasian
Melaksanakan
penerapan
operasional
produk
perekayasaan
kepada
pelanggan

( UU No 18 , 2002 , Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan & Teknologi )

Kegiatan Perekayasa
Kegiatan teknologi untuk Perekayasa dengan demikian
dapat dikategorikan sebagai berikut

Research
Developmen

Explorasi , Survey , Observasi


Penelitian lanjut teoritikal t, eksperimental
Studi Kelayakan / Studi Banding Sistem Teknologi

Engineerin
g

Pengembangan Parametrik Kajian Teknologi


Pengembangan Kebijakan Teknologi
Desain Konseptual SW / HW
Desain Awal SW / HW

Operation
s

Uji Operasional & Evaluasi Produk


Modifikasi & Perawatan SW / HW
Engineering Services SW / HW
Routine Operation SW / HW
Marketing & sales SW / HW

Desain Rinci SW / HW [ uji lab & simul ]


Produksi / Konstruksi & Integrasi Prototip SW / HW
Produksi / Konstruksi & Integrasi Certified Product SW / HW
Uji kinerja prototip atau Certified product SW / HW
Audit Teknologi SW / HW
Uji Sertifikasi & Standardisasi SW / HW

Penelitian Terapan (R)


Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode
ilmiah secara sistimatis untuk memperoleh informasi, data, dan
keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian
kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan / atau hipotesis di
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan
ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
( UU 18 TAhun 2002 Sisnas Iptek )

Penelitian dilaksanakan secara:


teoritik, melalui model matematika, tautan antar teori.
experimental melalui percobaan laboratorium, explorasi, observasi,
survey. dll
Penelitian dilaksanakan secara bertahap, mulai dengan pengumpulan
data, pengolahan data, interpretasi hasil pengolahan data dan
penarikan kesimpulan
Penelitian Terapan : adalah kegiatan penelitian multi disiplin ilmu
pengetahuan yang dapat dilanjutkan melalui kegiatan pengembangan
dan perekayasaan

Pengembangan (D)
Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan
memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti
kebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan
dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru.
( UU 18 TAhun 2002 Sisnas Iptek. Juknis Perekayasa 2008)

Kegiatan melakukan pengembangan suatu hasil penelitian, secara experimental


maupun teoritik, untuk menarik manfaat yang bisa diterapkan melalui proses
[1] Desain konseptual suatu Produk Perekayasaan
( Engineering Product ) yang berkaitan dengan hasil Penelitian
sebelumnya
[2] Desain konseptual suatu Sistem Perekayasaan
( Engineering Systems ) dari gejala alami yang berkaitan dengan
subjek hasil penelitian sebelumnya
Pengembangan dilaksanakan secara bertahap, mulai dengan desain konseptual ,
desain awal, uji simulasi sub-skala serta komponen komponennya di
laboratorium hingga penetapan hasil desain.

Perekayasaan (E)
Perekayasaan adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi
dalam bentuk disain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai, produk,
dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut
pandang, dan/ atau konteks teknikal, fungsional, bisnis, sosial budaya, dan
estetika.
( UU No. 18 tahun 2002 sisnas iptek )
Kegiatan perekayasaan merealisasikan hasil Pengembangan menjadi Produk
Disain melalui proses Disain Rinci, Prototyping, Uji Sertifikasi dan Uji
Standardisasi.
Produk Disain adalah Produk Perekayasaan ataupun Sistem Perekayasaan,
yang dapat berupa Perangkat Keras ataupun Perangkat Lunak.
Uji Sertifikasi dari suatu produk Disain adalah uji kinerja dengan penekanan pada
terpenuhinya prestasi produk dan persyaratan keselamatan dan keandalannya.
Uji Sertifikasi dilaksanakan oleh Lembaga resmi Pemerintah atau Lembaga di
Luar negeri yang berwenang dalam bidang produk Disain tersebut
Uji Standardisasi dari suatu produk Disain adalah uji persyaratan keselamatan
dan keandalannya menurut standard minimal yang ditetapkan oleh lembaga
negara yang berwenang

Pengoperasian (O)
Kegiatan melakukan pengoperasian suatu produk atau sistem
perekayasaan yang meliputi uji operasional & evaluasi, Pemasaran,
Penjualan serta Pelayanan pasca jual ,modifikasi & perawatan untuk
tujuan non komersial maupun komersial
Produk atau Sistem Perekayasaan yang dioperasikan dapat berupa
produk / sistem yang diadakan dari luar atau produk / sistem
sebagai hasil Perekayasaan sendiri.
Pengoperasian dilaksanakan secara bersama-sama antara lembaga
Perekayasaan dengan Industri ( Jasa atau Manufacturing ), untuk
mengevaluasi hasil produk atau Sistem perekayasaan tersebut.

Sistem Tata Kerja Kerekayasaan


Tata Kerja Kerekayasaan Lama

Tata Kerja Kerekayasaan Yang disempurnakan


Organisasi Fungsional Kerekayasaan
Ka. Program

Kegiatan
Team
WorkWork
Kegiatan
Team

Perekayasa
Perekayasa

Peran dalam organisasi


Kerekayasaan tidak
diperhitungkan

Program
Scheduling
Program
Program
Financing
Manager

Gp Leader 1
WBS 1

Man power Planning


Product Quality

Chief Eng

Gp Leader 2

Gp Leader 3

WBS 2

WBS 3

WP 11 Leader 11
Eng Staff

Teknisi
WP 12 Leader 12
Eng Staff
Perekayasa

WP 13 Leader 13
Eng Staff

Teknisi

WP 31 Leader 31
Eng Staff

Teknisi
WP 32 Leader 32
Eng Staff

Teknisi
WP 33 Leader 33
Eng Staff

Teknisi

Peran dalam organisasi


Kerekayasaan diperhitungkan

TATA KERJA KEREKAYASAAN


Tata kerja kerekayasaan ( Engineering work system ) adalah tata kerja yang
dilaksanakan dalam suatu kelompok kerja fungsional yang menuruti kaedah
sebagai berikut :
1. Berdasarkan pada team - work yang multi disiplin keilmuan maupun
keahlian , dalam suatu wadah Organisasi Fungsional kegiatan
program .
2. Organisasi Fungsional kegiatan Program ini mempunyai struktur yang
terbagi dalam beberapa rincian kerja yang disebut Work Breakdown
Structures ( WBS) menurut disiplin keilmuan atau keahlian yang
berbeda.
3. Setiap WBS dibagi lagi dalam beberapa Paket Kerja ( Work Package
WP ) menurut bidang keilmuan / keahlian serumpun yang berbeda .

Tata Kerja Kerekayasaan ( lanjutan )


3. Organisasi Fungsional kegiatan Program ini dipimpin oleh
seorang Kepala Program ( Program Director ) yang dibantu oleh
seorang Insinyur Kepala ( Chief Engineer ) sebagai penanggung
jawab kualitas Sumber Daya Manusia yang terlibat maupun
kualitas produk teknologi ( Quality ) yang dihasilkan , dan
seorang Manejer Program ( Program Manager ) yang
bertanggung jawab pada pendanaan ( Cost ) dan Jadwal
Penyelesaian ( Delivery ) dari program teknologi.
4. Setiap WBS dikepalai oleh seorang Pemimpin Kelompok ( Group
Leader ) yang membawahkan beberapa kepala Paket Kerja yang
disebut Pemimpin ( Leader ) . Setiap Pemimp[in membawahkan
sejumlah Tenaga Insinyur ( Engineering Staff ) dan sejumlah Tenaga
Teknisi ( Technical Staff ).

Sifat Organisasi Fungsional Kegiatan Program


1

Organisasi Fungsional Kegiatan Program adalah organisasi


non permanen yang dibentuk khusus untuk menjalankan suatu
kegiatan program tertentu

2.

Organisasi Fungsional Kegiatan Program dilakukan oleh


personil dari Organisasi Struktural dari satu atau beberapa
lembaga atau departemen dan dapat pula diikut sertakan
personil yang dikontrak khusus karena pertimbangan
keahliannya.

3.

Organisasi Fungsional Kegiatan Program dipimpin oleh


seorang Kepala Program yang bertanggung jawab penuh
tentang keberhasilan program yang dijalankannya dan
bertanggung jawab kepada kepala unit struktural yang
memberikan program tersebut.

4. Organisasi Fungsional Kegiatan Program dapat diubah ubah


bentuk dan pelakunya tergantung kepada kebutuhan program
setiap fasa.
5. Organisasi Fungsional Kegiatan Program dibentuk saat
program dipersiapkan dan dibubarkan saat program dinyatakan
selesai.

Tipikal Organisasi Fungsional Kegiatan Program


Ka. Program
Program Scheduling
Program Financing

Chief Eng

Program
Manager

Man power Planning


Product Quality

Asisten Program Manager

Asisten Chief Engineer

Gp Leader 1
WBS 1

Gp Leader 2
WBS 2

WP 11 Leader 11
Eng Staff

Teknisi
WP 12 Leader 12
Eng Staff

WP 13 Leader 13
Eng Staff

Teknisi

Gp Leader 3
WBS 3

WP 31 Leader 31
Eng Staff

Teknisi
WP 32 Leader 32
Eng Staff

Teknisi
WP 33 Leader 33
Eng Staff

Teknisi

Khususnya untuk Chief


Engineer dan Program
Manager , karena sifat
pekerjaannya masing-masing
dapat dibantu oleh satu
sampai dengan empat asisten
yang disebut Asisten Chief
Engineer dan Asisten
Program Manager
Adapun terdapat Tiga tipe
Organisasi Fungsional
Kegiatan Program
1. Tipe C : WBS = 1
2. Tipe B : WBS > 1
3. Tipe A : WBS > 4 + Instansi
Luar
Untuk organisasi tipe C, Group
Leader merangkap sekaligus
sebagai Chief Engineer dan Kepala
Program

Di dalam Kementerian RI
Tipe A
Pengelompokan jenis
organisasi fungsional
pada Balitbangyasa
Departemen dengan
Direktorat Tenik dari suatu
Ditjen

Balitbang

KEMENTERIAN

Tipe C

Ditjen1

Ditjen2

Pusat1

Dit 1

Tipe B

Ditjen3

Deputi / LPND
Pusat 1
Dep 11

Bag 11
Bag 12

Pusat
WBS12
Bag
WP 21
11
Bag
WP 22
12

Pusat
WBS23
Bag
WP 31
21
Bag
WP 32
22

Dit 2

Dit Teknik
WBS3
WBS
WP
11
Bag31
WP 232
2
Bag
Bag 3

WP 33

Dep 12

Pusat2
WBS4
Dep21
WP
41
Dep22
WP 42

Pusat3
WBS5
Dep
WP 31
51
Dep 32

WP 52

Organisasi Tipe A : Program Bahan Bakar Nabati


Ka. Program

Chief Eng

Program
Manager

Man power Planning


Product Quality

Program Scheduling
Program Financing

Gp Leader1
WBS 1 : Bahan
baku &
Pembibitan

WP11 Bahan baku


Biodiesel

WP12 Bahan Baku


Bioethanol

Gp Leader 2
WBS 2: Proses
Pengolah BBN

WP21 Proses
Pengolahan Biodiesel

Lintas Deputi : TPSA , TAB , TIEM ,TIRBR


dan Dep ESDM dan Dep Perind

Gp Leader 3
WBS 3 : Pabrik
proses BBN skala
kecil , sedang &
Besar

WP31 Pabrik BBN


skala kecil /portabel

Gp Leader 4

Gp Leader 5

WBS 4 : Pengujian
kinerja BBN

WBS 5 :
Penerapan
Pemakaian BBN

WP51 uji BBN di sist


Otomotif

WP22 Proses
pengolahan
Bioethanol

WP13 Bahan Baku


Pure plant Oil
WP23Proses
Pengolahan BioOil

WP51 Penerapan
BBN pada alat
Pembangkit

Dep Perind
Dep ESDM

WP52 Penerapan BBN


pada sist. Otomotif
WP32 Pabrik BBN
skala sedang & besar

WP52 uji emis iBBN

WP53 Penerapan
BBN pada alat rumah
tangga

Interaksi Antara Organisasi Struktural &


Fungsional
Interaksi antara Organisasi program dengan Organisasi Struktural
hanya melalui Program Manager & Chief Engineer untuk
meminimalkan interface
Organisasi
Fungsional
Departemen/
LPND

Deputi 1

Deputi 2

Chief Eng

Program
Manager

Setama

Organisasi
Struktural

Ka. Program

Ast PM 1

Ast PM 3

Laporan
Keuangan &
Prosedur
Pencairan
Dana

Deputi 3

Dengan demikian hubungan


antar organisasi struktural dan
fungsional program adalah
antara Asisten PM dengan PPK
dan Unit Akutansi , untuk
masalah pendanaan , antara CE
dengan Dir Pusat / Ka Balai untuk
masalah SDM dan antara Ka
Program dengan Penanggung
jawab Kegiatan, untuk hasil
Program.

Deputi 5

Deputi 4
PPK ,
Unit
Akuntansi

Gp Leader 1

Gp Leader

Laporan hasil
Kegiatan

Pusat
Penanggung
jawab Kegiatan

Gp Leader 2

UPT /Balai
PPK
Unit
Akuntansi

Laporan
Keuangan &
Prosedur
Pencairan Dana

Status kualitas SDM yg terlibat

SISTEM INFORMASI DAN PELAPORAN DALAM


ORAGANISASI KEREKAYASAAN
Sistem Informasi
Sistem Informasi diantara perekayasa didalam organisasi fungsional kegiatan program
dilaksanakan melalui lembar kegiatan yang terdiri dari Lembar kegiatan ( Working
Sheets ) , lembar instruksi ( Instruction Sheets ) dan lembar keputusan ( Decision
Sheets ) sebagai pernyataan kegiatan untuk menginformasikan kegiatan kerja , rapat
koordinasi teknik , rapat pengambilan keputusan , dan sebagainya yang dilaksanakan
oleh para Perekayasa yang terlibat dalam organisasi kegiatan program tersebut.
Lembar Kerja ( Working Sheet ) : lembar pernyataan akan apa yang
dikerjakan oleh anggota program ( ES ,L , GL ,PM , CE ,PD ) dalam satu
minggu kerja
Lembar Instruksi ( Instruction Sheet ) : lembar pernyataan perintah
untuk melaksanakan kegiatan dengan metoda , cara atau tahapan
tertentu dengan aliran L ES,T atau GL L atau PD , CE , PM GL
atau PD CE , PM
Lembar Keputusan ( Decision Sheet ) : lembar pernyataan tentang
keputusan yang diambil dari suatu rapat tingkat WP , tingkat WBS , antar
WBS atau tingkat Pimpinan Program

Sistem Pelaporan
1. Tahap Persiapan : Kegiatan program dilaksanakan dengan mengacu pada
petunjuk program yang ditulis dalam bentuk Manual Program ( Program Manual )
yang dipersiapkan oleh Kepala Program , Chief Engineer dan Program Manager ,
pada awal program. Selain itu , tergantung pada sifat kegiatan , dapat pula
dipersiapkan manual-manual lain seperti Design Manual , Testing Manuals ,
Product Manual dan sebagainya.
2. Tahap Berjalan & Akhir : Sistem pelaporan jalannya kegiatan program
dilaksanakan secara bertahap melalui Technical Notes yang ditulis oleh para
Engineering Staff , Technical Report / Memorandum yang ditulis oleh para
Leader , Technical Document yang ditulis oleh para Group Leader dan Program
Document yang ditulis oleh Chief Engineer. Disamping itu ditulis pula laporan
Progress Control & Monitoring yang ditulis oleh Program Manager.
3. Setiap pelaporan dilakukan oleh 3 peran yaitu yang menyiapkan (prepared by),
yang memeriksa (checked by) dan yang mengesahkan (approved by)

Sistem Informasi ( lanjutan )


Sistem Informasi diantara Perekayasa
dalam kegiatan Teknologi diperlihatkan
dalam diagram berikut :

Kepala
Program

Program
Manager

Presentation Materials

Working sheet

Working sheet
Group
Leader

Leader

Instruction

Enginrg
Staff
Working
sheet

sheet

Enginrg
Staff
Working
sheet

Chief
Engineer

Instruction
Enginrg
Staff

Leader

Working
sheet

Working
sheet
Instruction
sheet

(a) Aliran Informasi didalam WP

Decision
sheet

sheet

Leader

Leader

Working
sheet

Working
sheet

Instruction
sheet

Instruction
sheet

(b) Aliran Informasi didalam WBS

Sistem Informasi ( lanjutan )


Presentation
Materials

Working
sheet
Decision
sheet

Program
Manager

Decision sheet
Working sheet
Kepala
Program

Instruction
sheet

Presentation
Materials

Chief
Engineer

Instruction
sheet

Instruction
sheet
Group
Leader

Group
Leader

Group
Leader

Working
sheet

Working
sheet

Working
sheet

Instruction
sheet
Decision
sheet
Presentation
Materials

Working
sheet
Decision
sheet

Instruction
sheet
Decision
sheet
Presentation
Materials

Instruction
sheet
Decision
sheet
Presentation
Materials

(c) Aliran Informasi didalam pimpinan Program

Interval Waktu Pelaporan ( Laporan )


Dengan demikian, apabila diringkas, maka interval penerbitan laporan dalam satu
tahun kegiatan program dapat digambarkan sebagai berikut:
Preliminary
Program
Review

Program
start

0
Program
Manual

Tech
Notes
Tech
Notes
Tech
Notes
Tech
Notes

Tech
Report
PCM
Tech
Docmn

Critical
Program
Review

Detail
Program
Review

6
Tech
Notes
Tech
Notes
Tech
Notes
Tech
Notes

Tech
Report
PCM
Tech
Docmn
Program
Docmn

Final
Program
Review

Tech
Notes
Tech
Notes
Tech
Notes
Tech
Notes

12
Tech
Report
PCM
Tech
Docmn
Program
Docmn

Seberapa banyak TN , TR / TM , TD , PD & PCM dibuat untuk setiap tahap kegiatan


program tergantung kesepakatan awal sejak program didefinisikan dan harus
secara tertulis dinyatakan dalam Program Manual.

JENJANG PEREKAYASA
Penjenjangan karir Perekayasa di dasarkan pada
[1] pengalaman
[2] peran
Perekayasa dalam mengerjakan program kerekayasaan
Pengalaman diperoleh mulai dari tingkat kesulitan rendah sampai
tingkat kesulitan tinggi dalam memecahkan persoalan kegiatan
teknologi
Peran diperoleh mulai dari peran anggota program sebagai
Engineering Staff sampai ketingkat pimpinan kelompok sebagai
Leader, Group Leader dan akhirnya ketingkat pimpinan program
sebagai Program Manager, Chief Engineer dan Program Director.
Peran para Perekayasa difasilitasi oleh Organisasi Fungsional dalam
melaksanakan kegiatan program , sedangkan pengalaman diperoleh
melalui peran serta Perekayasa dalam kegiatan Program yang berjalan
tiap tahun.

POLA PENGEMBANGAN KARIR

MUDA

1xL
Jul 22, 2016

PERTAMA

AK 1050

IVd

AK 850

IVc

AK. 700

IVb

AK. 550

IVa

AK. 400

IIId

AK 300

IIIc

AK 200

IIIb

AK 150

IIIa

AK 100

UTAMA

IVe

CE

MADYA

1 x GL
1 x PM

SK INSTANSI

MADYA

KP

GL

MUDA

1 x CE
1 x KP

JALUR KARIR

PERTAMA

UTAMA

KEPRES

PERSYARATAN PENDUKUNG

ES

Ass. CE

PM

Ass. PM

Ka. Program:
PRKYS UTAMA
PM: PRKYS MADYA

Ka. Program

Chief Eng

Program
Manager
Asisten PM

GL: PRKYS MADYA/ MUDA

Gp Leader 1
WBS 1

CE:PRKYS UTAMA

Asisten CE

Gp Leader
WBS

Leader: PRKY MUDA

WP 11 Leader 11
Eng Staff

Teknisi
WP 12 Leader 12
Eng Staff

WP 13 Leader 13
Eng Staff
Engineering Staff:

PRKYS MUDA/ PERTAMA


Teknisi

Gp Leader n
WBS n

WP 31 Leader 31
Eng Staff

Teknisi
WP 32 Leader 32
Eng Staff

Teknisi
WP 33 Leader 33
Eng Staff

Teknisi

Jenjang Perekayasa ( lanjutan )


Tingkatan kemampuan yang dituntut dalam penjenjangan perekayasa
adalah :

Perekayasa Pertama ( Engineer )


Mampu berperan dalam kegiatan program sebagai Engineering Staff.
Setelah mengikuti sedikitnya dua program , mampu berperan sebagai Leader

Perekayasa Muda ( Senior Engineer )


Mampu berperan dalam kegiatan program sebagai Engineering Staff dan
Leader . Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai Leader mampu berperan
sebagai Group Leader atau Program Manager

Perekayasa Madya ( Specialist Engineer )


Mampu berperan dalam kegiatan program sebagai Group Leader dan
Program Manager . Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai Group Leader
mampu berperan sebagai Chief Engineer atau Kepala Program

Perekayasa Utama ( Principal Engineer )


Mampu berperan dalam kegiatan program sebagai Chief Engineer & Kepala
Program. Sedikitnya telah tiga kali berperan sebagai Chief Engineer atau
Kepala Program .

Peran Perekayasa Dalam Penjejangannya


Peran Perekayasa dalam Organisasi kegiatan Program , menurut
penjenangannya dapat diringkaskan dalam tabel berikut

Jenjang

Peran

Eng.
Staff

Leader

Group
Leader

Progrm
Mngr

Chief
Engr

Kepala
Progrm

Keterangan

Pertama
Muda
Madya
Utama
Asisten PM atau Asisten CE dijabat oleh perekayasa dengan golongan
satu tingkat dibawah atasannya.
Disini jelas bahwa yang diharapkan nantinya populasi terbesar ada di tingkat
Perekayasa Muda dan Perekayasa Madya.

Fungsi Perekayasa Dalam Organisasi Fungsional


Kerekayasaan
Fungsi Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan dapat
dirincikan dari fungsi Perekayasa yang paling rendah hingga fungsi
Perekayasa yang paling tinggi, sebagai berikut.
Engineering Staff ( Staf Perekayasa ):
Melaksanakan kegiatan penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan
dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual untuk
spesifik bidang tertentu, dibawah koordinasi Leader.
Secara rinci Peran dan Tugas Engineering Staff adalah sebagai berikut:

Engineering Staff ( lanjutan ):


1. Melaksanakan desain konseptual;
2. Melaksanakan desain awal;
3. Melaksanakan desain rinci;
4. Melaksanakan perhitungan;
5. Melaksanakan pengujian;
6. Melaksanakan eksplorasi;
7. Melaksanakan observasi;
8. Melaksanakan pengukuran;
9. Melaksanakan modifikasi produk;
10. Melaksanakan perawatan produk;
11. Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi;
12. Melaksanakan studi banding sistem teknologi;
13. Menuliskan hasil pekerjaan diatas dalam sistem pelaporan yang telah
ditentukan , TN , dan melaporkan hasilnya kepada Leader
Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working
sheet), Benda kerja, foto, Log book, Technical Notes.

Leader ( Ketua Sub Kelompok)


Memimpin para Engineering Staff dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan,
pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam
Program Manual untuk spesifik bidang tertentu.

Secara rinci tugas Leader adalah sebagai berikut:


1. Memberikan supervisi pelaksanaan desain konseptual;
2. Memberikan supervisi pelaksanaan desain awal;
3. Memberikan supervisi pelaksanaan desain rinci;
4. Memberikan supervisi pelaksanaan perhitungan;
5. Memberikan supervisi pelaksanaan pengujian;
6. Memberikan supervisi pelaksanaan eksplorasi;
7. Memberikan supervisi pelaksanaan observasi;
8. Memberikan supervisi pelaksanaan pengukuran;
9. Memberikan supervisi pelaksanaan modifikasi produk;
10. Memberikan supervisi pelaksanaan perawatan produk;
11. Memberikan supervisi pelaksanaan studi kelayakan sistem teknologi;
12. Memberikan supervisi pelaksanaan studi banding sistem teknologi;
13. Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para
engineering staff tentang pekerjaan mereka;

Leader ( lanjutan )
14. Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja
(Work Package) yang dipimpinnya;
15. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Pemimpin
Kelompok (Group Leader) secara berkala (pemaparan, diskusi, dan
penyimpulan hasil);
16. Sebagai Leader memeriksa Techical Notes;
17. Sebagai Leader mempersiapkan Technical Report/ Technical
Memorandum.
Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working
sheet), Benda kerja, Log book, Lembar Instruksi Teknik (Instruction
Sheet), Lembar Keputusan (Decision Sheet), Materi Presentasi, dan
Technical Report / Technical Memorandum

Group Leader ( Ketua Kelompok )


Mengkoordinasikan para Leader dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan,
pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam
Program Manual sebagai pemadu beberapa bidang spesifik dalam satu kelompok
tertentu yang ia pimpin.
Secara rinci peran dan tugas Group Leader adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown


Structure) untuk masalah disain / testing / eksplorasi / observasi /
pengukuran / modifikasi / perawatan;
Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi
teknis diantara group yang terkait;
Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu,
pendanaan, dan pengadaan barang sesuai dengan WBS nya dengan
melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan;
Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama
Program Manager;
Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Program
Manager;
Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan Struktur Rincian
Kerja yang dipimpinnya;

Group Leader ( lanjutan )


7. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program
(Program Director) secara berkala (paparan, diskusi dan kesimpulan);
8. Mempersiapkan Design Manual/Engineering Manual/Test Manual /
Production manual;
9. Menyetujui Technical Notes;
10. Memeriksa Technical Report/ Technical Memorandum;
11. Mempersiapkan Technical Document.
Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working
sheet), Benda kerja, Log book, Lembar Instruksi (Instruction Sheet),
Kontrak Kerjasama, Lembar Keputusan (Decision Sheet), Materi
Presentasi, Lembar Usulan Spesifikasi Teknis, Design/Engineering/Test/
Production Manual, Technical Report /Technical Memorandum, Technical
Document.

Program Manager ( Manajer Program )


Melaksanakan tugas manajemen program yang meliputi perencanaan program
termasuk jadwal pencapaian sasaran serta aliran pendanaan. Program Manager
bertanggung jawab kepada Kepala Program. Program Manager dapat mempunyai
asisten sejumlah Satuan Kerja yang terlibat dalam program.
Secara rinci peran dan tugas Program Manager adalah sebagai berikut:
1. Memberikan metoda pengendalian proyek, dan sejenisnya untuk penjadwalan
dan pengendalian program;
2. Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak
terkait;
3. Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain;
4. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan
spesifikasi yang diusulkan Group Leader;
5. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang
berjalan, mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap
produk kerja
6. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan
barang;
7. Melaksanakan Progress Control and Monitoring;
8. Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di
hadapan Kepala Program secara berkala;

Program Manager ( lanjutan )


9. Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan bersama Kepala
Program dan Chief Engineer;
10. Memeriksa Program Manual;
11. Memeriksa Program Document;
12. Mempersiapkan dan memeriksa Progress Control and Monitoring.
Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working
sheet), kontrak kerjasama, Progress Control and Monitoring Report,
Lembar Instruksi (Instruction Sheet), Lembar Keputusan (Decision
Sheet), Materi Presentasi, Program Manual, Progress Control and
Monitoring, Program Document.

Chief Engineer ( Insinyur Kepala )


Melaksanakan pemantauan kualitas hasil program dari segi teknis seperti
pemenuhan persyaratan desain, penetapan SDM yang kompeten dan berkualitas
untuk program. Chief Engineer bertanggung jawab kepada Kepala Program dan
dapat mempunyai asisten sejumlah maksimal 4 orang.
Secara rinci peran dan tugas Chief Engineer adalah sebagai berikut:
1. Bersama Kepala Program dan Program Manager membentuk Organisasi Program;
2. Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program;
3. Mendiskusikan dan menetapkan SDM yang terlibat dalam program dengan para
Kepala Unit Struktural;
4. Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan
Group Leader;
5. Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin;
6. Memberikan saran perbaikan, alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi
dengan satu atau lebih Group Leader, untuk mendiskusikan hasil-hasil program
secara berkala;
7. Melakukan trade-off dan prioritasi hasil-hasil WBS untuk mendapatkan produk
akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran;
8. Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program
secara berkala;
9. Mempersiapkan Program Manual;

Chief Engineer ( lanjutan )


10. Memeriksa Design Manual/Engineering Manual / Test Manual /
Production manual;
11. Menyetujui Technical Report/Technical Memorandum;
12. Memeriksa Technical Document;
13. Mempersiapkan Program Document.
Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working
sheet), Benda kerja, Log book,Lembar Instruksi Teknis (Instruction Sheet),
Draft Surat Keputusan Tim Kerja, Lembar Keputusan (Decision Sheet),
Materi Presentasi, Program Manual, Design/Engineering/Test/Production
Manual, Technical Report/Technical Memorandum, Technical Document,
Program Document.

Program Director ( Kepala Program )


Kepala Program adalah Program Inisiator yang memberikan arahan tentang garisgaris besar kegiatan termasuk: state of the art, strategi keuangan program,
maupun eksekusinya
Secara rinci peran & tugas Kepala Program adalah sebagai berikut :

1. Melakukan perencanaan program bersama Program Manager dan


Chief Engineer, membentuk organisasi program, menentukan jumlah
WBS dan jumlah WP untuk setiap WBS;
2. Mengangkat personil personil yang terlibat dalam program serta
pejabat-pejabat fungsional atas usulan Chief Engineer, dan Program
Manager;
3. Mendiskusikan pelaksanaan program ditinjau dari segi teknik
ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Group
Leader, Program Manager dan Chief Engineer;
4. Memberikan saran-saran pada setiap fasa program review:
Preliminary, Detail, Critical dan Final Program Review;
5. Melaporkan pelaksanaan program serta mempertanggung jawabkan
hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang
memberi pekerjaan secara berkala;

Program Director ( lanjutan )


6. Memberikan presentasi mengenai program berjalan;
7. Memperagakan hasil-hasil program;
a. Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas
Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang;
b. Menyetujui Program Manual/ Design Manual / Engineering Manual /
Test Manual/ Production Manual / Technical Document / Program
Document, dan Progress Control and Monitoring.
Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah Lembar kerja (Working
sheet), Log book,Lembar Instruksi (Instruction Sheet), Lembar
Keputusan (Decision Sheet), materi Presentasi, Program Manual,
Design / Engineering/Test / Production Manual, Technical Report /
Technical Memorandum, Technical Document, Program Document.

JENJANG JABATAN, ANGKA KREDIT DAN


PANGKAT/GOLONGAN
NO
1.

2.
3.

4.

JABATAN
PEREKAYASA
PERTAMA
PEREKAYASA MUDA
PEREKAYASA MADYA

PEREKAYASA UTAMA

ANGKA
KREDIT

PANGKAT

GOLONGAN

100

Penata Muda

III A

150

Penata Muda Tk. I

III B

200

Penata

III C

300

Penata Tk. I

III D

400

Pembina

IV A

550

Pembina Tk. I

IV B

700

Pembina Utama
Muda

IV C

850

Pembina Utama
Madya

IV D

1050

Pembina Utama

IV E

Tunjangan Jabatan Fungsional


Perekayasa
Jenjang Jabatan
Perekayasa Utama
Perekayasa Madya
Perekayasa Muda
Perekayasa Pertama

Peppres Tunjangan
No : 31 Th 2007
Rp. 1.400.000
Rp. 1.200.000
Rp. 750.000
Rp. 325.000

Kepres Nomor 39 Tahun 1996.

LANGKAH-LANGKAH
PEMBINAAN KARIR JAB. FUNG.
PEREKAYASA
1. PENGANGKATAN PERTAMA
2. KENAIKAN JABATAN
3. KENAIKAN PANGKAT
4. PEMBEBASAN
SEMENTARA
5. PENGANGKATAN KEMBALI
6. PEMBERHENTIAN
55

I. PENGANGKATAN PERTAMA
Berijazah paling rendah Sarjana (S1) atau Diploma IV di
bidang teknologi sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan;
Pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a;
Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan
pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan
(DP-3), paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun
terakhir.

Pengangkatan pertama kali adalah pengangkatan untuk


mengisi lowongan formasi Jabatan Fungsional Perekayasa,
yang telah dipersiapkan pada waktu pengadaan Calon Pegawai
Negeri Sipil;
Paling lama 3 (tiga) tahun setelah diangkat harus mengikuti dan
lulus pendidikan dan pelatihan fungsional Perekayasa sesuai
dengan kualifikasi yang ditentukan oleh Instansi Pembina

PENGANGKATAN DARI JABATAN LAIN


Memenuhi syarat sebagaimana Pengangkatan
Pertama kali;
Memiliki pengalaman di bidang kerekayasaan
paling kurang 2 (dua) tahun;
Usia paling tinggi 50 tahun ( 5 tahun BUP );
Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau
pelaksanaan pekerjaan dalam daftar penilaian
pelaksanaan pekerjaan (DP-3) paling kurang
bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir;
Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil
adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya, dan
jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah
angka kredit yang ditetapkan (dari unsur utama dan
unsur penunjang) oleh pejabat yang berwenang
menetapkan angka kredit;

2.KENAIKAN JABATAN :
Syarat :
a)

Setiap unsur nilai DP3 sekurang-kurangnya


bernilai baik dalam 1 tahun terakhir.

a)

Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang


dipersyaratkan untuk naik jabatan setingkat
lebih tinggi;

a)

Sekurang-kurangnya telah 1 tahun dalam


Jabatan terakhir.

58

3. KENAIKAN
PANGKAT
Syarat :

a) Setiap unsur nilai DP3 sekurangkurangnya bernilai baik dalam 2 tahun


terakhir.
b). Memenuhi angka kredit untuk naik
pangkat setingkat lebih tinggi;
c). Sekurang-kurangnya telah 2 tahun
dalam pangkat terakhir.

59

PEMBEBASAN SEMENTARA DAN


DARI JABATAN PEREKAYASA
1. Perekayasa Pertama Gol Ruang III/a s/d IV/d
dibebaskan sementara dari jabatannya jika dalam
jangka waktu 5 (lima) tahun. dalam jabatan
terakhir tidak dapat mengumpulkan Angka kredit
untuk kenaikan 1 tingkat lebih tinggi;
2. Perekayasa Utama, Gol Ruang IV/e dibebaskan
sementara dari jabatannya jika setiap 2 (dua)
dalam jabatannya tidak dapat mengumpulkan Angka
kreditpaling rendah 50 (lima puluh) angka kredit
dari
kegiatan tugas pokok dan pengembangan
profesi.
60

6. PEMBERHENTIAN DARI
JABATAN :
Dalam jangka waktu 1 tahun sejak dibebaskan sementara
bagi Perekayasa Pertama, III/a s.d. Perekayasa Utama, Gol IV/d
tidak dapat mengumpulkan Angka kredit yang disyaratkan
Dalam jangka waktu 1 tahun sejak dibebaskan sementara
bagi Perekayasa Utama, Gol IV/e tidak dapat mengumpulkan
Angka kredit maintenance yang disyaratkan.
Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai
kekuatan hukum tetap.
Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan
keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum
tetap.
Berhenti sebagai PNS, karena permintaan sendiri atau
pensiun.

61

UNSUR DAN PROSENTASE KEGIATAN


I. PENDIDIKAN FORMAL
(S1/S2/S3)
1. Diklat berSTTPP
2. Pra Jabatan

II. KEGIATAN
KEREKAYASAAN

UNSUR UTAMA (> 80 %)

III PENGEMBANGAN PROFESI

UNSUR PENUNJANG (< 20 %)

IV. KEGIATAN PENUNJANG

Perhitungan Prestasi Kerja/angka kredit


JAB. FUNGSIONAL PEREKAYASA
Melakukan tugas di atas dan atau di bawah
jenjang jabatan:
Melakukan tugas di atas 1 (satu) tk. jenjang jabatan
dinilai 80%
dari besaran angka kredit untuk kegiatan yang
bersangkutan
Melakukan tugas di bawah 1 (satu) jenjang jabatan
dinilai 100 %
dari besaran angka kredit untuk kegiatan yang
bersangkutan

SUSUNAN TIM PENILAI :

Seorang ketua merangkap anggota,


Seorang wakil ketua merangkap anggota,
Seorang sekretaris merangkap anggota,
Ditambah sekurang-kurangnya 4 orang anggota ( 2
diantaranya Pejabat Fungsional Perekayasa).

Syarat :
1. Menduduki Jabatan / Pangkat paling rendah sama dgn yg dinilai.
2. Mampu untuk melakukan penilaian.
3. Dapat aktif melakukan penilaian.
MASA KERJA TIM PENILAI :
1. 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang 1 kali.
2. Anggota tim penilai yang telah menjadi anggota tim penilai 2 kali masa
jabatannya berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampau
tenggang waktu 1 kali masa jabatan.
64

TIM PENILAI
Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai yang dibentuk oleh
Instansi Pembina/BPPT, menilai JFP mulai dari
Perekayasa Madya yang akan naik golongan ke IV/b
sampai dengan Perekayasa Utama, Gol. IV/e.
Tim Penilai Unit Kerja adalah Tim Penilai Instansi yang
ada di Instansi Pembina.
Tim Penilai Instansi adalah TimPenilai JFP yang ada di
instansi Kementerian/LPNK.
Tim Penilai Provinsi adalah Tim Penilai JFP yang ada di
Provinsi.
Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim Penilai JFP
yang ada di Kabupaten/Kota

HUBUNGAN SINERGIS JABATAN


FUNGSIONAL PEREKAYASA

INSTANSI
PENGGUNA
JFTL

PEJABAT
BERWENANG

PENGELOLA
JFTL

INSTANSI
PEMBINA
JFTL

TIM PENILAI
JFTL

PEMANGKU
JFTL

Eselon I

JALUR KARIR
PNS

Eselon II

IV/e 1050
IV/d 850
IV/c 700

Eselon III

Angka kredit 200

Angka kredit 150

IV/b 550
IV/a 400

Eselon IV

III/d 300

Angka kredit 100

III/c 200

S3

Eselon V

S2

III/b 150
III/a 100

S1/D.IV
Ujian dinas

S2
Angka kredit 100
S1/D.IV

Ahli

II/d 80
II/c 60

SM/D.III

D.II

II/b 40

D.II

SLTA/D.I

II/a 25

SM/D.III

I/d
I/c
SLTP

I/b

SD

I/a

JALUR STRUKTURAL/REGULER/FUNG.

Angka kredit 20

Angka kredit 15

SLTA/D.I

Terampil
Angka kredit kumulatif

JALUR FUNGSIONAL TERTENTU

TERIMA KASIH
H. SURATNO, SE, MM.
ratno_end@yahoo.com

PUSBINDIKLAT BPP TEKNOLOGI


Lantai 12, Gedung 1 BPPT
Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat
Telp : 3168517/3168500, Fax. 021-3101416
HP : 08128330830

68