Anda di halaman 1dari 34

Identitas

Nama : Tn. S
Jenis kelamin : Laki laki
Umur : 44 tahun
Suku bangsa : Indonesia
Status perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : Karyawan swasta
Pendidikan : Sarjana
Alamat : Grogol Selatan, Kebayoran Lama
Tanggal masuk RS : 15 April 2014

Anamnesis

Keluhan utama

Benjolan pada buah zakar sejak 1


tahun yang lalu

Anamnesis

Riwayat penyakit sekarang

Pasien datang ke poliklinik bedah RSAL Mintohardjo


dengan keluhan adanya benjolan pada buah zakar.
Benjolan berjumlah satu disebelah kiri. Menurut
pasien ukuran benjolannya sebesar telur ayam.
Pada perabaan benjolan terasa lunak. Awalnya
benjolan bisa menghilang sendiri bila sedang dalam
posisi berbaring, tetapi 2 bulan terakhir benjolan
tidak dapat menghilang sendiri. Benjolan tidak
pernah terasa nyeri. Benjolan bisa membesar
dan mengecil. Biasanya benjolan akan membesar
saat mengejan dan batuk dan mengecil saat
berbaring istirahat.
Buang air kecil dan buang air besar pasien normal
tidak ada keluhan. Adanya demam, mual, kembung,
dan muntah disangkal.

Anamnesis

Riwayat penyakit dahulu

Riwayat penyakit keluarga

Riwayat batuk lama, hipertensi, DM, asma, sakit


jantung, paru, alergi, riwayat perawatan, dan
operasi sebelumnya disangkal.
Riwayat batuk lama, hipertensi, DM, asma, sakit
jantung, paru, alergi, riwayat perawatan, dan
operasi sebelumnya pada keluarga pasien
disangkal.

Riwayat kebiasaan

Pasien tidak merokok dan minum alkohol, pasien


jarang olah raga. Pasien bekerja sebagai
karyawan swasta di perusahaan produksi film dan
sering mengangkat barang berat.

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan Umum
Keadaan umum
: Tampak sakit ringan
Kesadaran
: Compos mentis
Tanda Vital

Tekanan Darah
: 120/80 mmHg
Nadi
: 84 x/menit
Suhu
: 36,5o C
Pernapasan
: 18 x/menit

Pemeriksaan fisik

Berat Badan
: 70 kg
Tinggi Badan
: 175 cm
Kesan Gizi
: Normal
Status Gizi
: BMI : 22,85

Pemeriksaan fisik

Kulit : Warna kulit sawo matang, tidak pucat,


tidak sianosis, tidak ikterik, tidak ada efloresensi
yang bermakna, teraba hangat dan tidak kering
Tanda Dehidrasi : ( - )
Cara Berjalan : Normal
Habitus : Atletikus
Sianosis : ( - )
Udema Umum : ( - )
Mobilitas ( aktif / pasif ) : Aktif
Umur menurut taksiran pemeriksa : Sesuai umur

Pemeriksaan fisik

KGB : Tidak teraba membesar


Kepala : Normochepali
Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Telinga, hidung, mulut : DBN
Thorax : Simetris

Paru : SN vesikuler, rhonci -/-, wheezing -/Jantung : BJ I/II reguler, mur-mur -, gallop -

Abdomen : Supel, hati limpa ginjal DBN, BU +


2x

Pemeriksaan fisik
Status lokalis
Inspeksi

Palpasi

Tampak benjolan, warna benjolan sama


dengan sekitarnya, hiperemis (-).
Suhu sama dengan sekitarnya, benjolan
berukuran 4 x 5 x 3 cm, konsistensi kenyal,
permukaan rata, nyeri tekan (-).

Pemeriksaan khusus

Finger tip test (+) benjolan menyentuh ujung


jari.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan radiologi (7 April 2014)

Tidak ditemukan adanya kelainan


radiologik.

Resume

Anamnesis

Pasien datang ke poliklinik bedah RSAL Mintohardjo


dengan keluhan adanya benjolan pada buah zakar.
Benjolan berjumlah satu disebelah kiri. Ukurannya
sebesar telur bebek. Pada perabaan benjolan terasa
lunak. Awalnya benjolan bisa menghilang sendiri bila
sedang dalam posisi berbaring, tetapi 2 bulan
terakhir benjolan tidak dapat menghilang sendiri.
Benjolan tidak pernah terasa nyeri. Benjolan bisa
membesar dan mengecil. Biasanya benjolan akan
membesar saat mengedan dan batuk dan mengecil
saat berbaring istirahat. Pasien tidak memiliki riwayat
batuk lama. Pasien bekerja sebagai karyawan swasta
di perusahaan produksi film dan sering mengangkat
barang berat.

Resume

Pemeriksaan fisik

Keadaan Umum : Tampak sakit ringan


GCS : E4 V5 M6
Tekanan Darah
: 120/80 mmHg
Frekuensi nadi : 84x/menit
Frekuensi nafas : 18x/menit
Suhu : 36.50 C
BMI : 22,85 (normal)

Diagnosis kerja

Hernia Scrotalis Sinistra Irreponibel

Penatalaksanaan

Herniotomy dan pemasangan Mesh

Penatalaksanaan

Instruksi post op

Bed rest
Infus D5 : RL = 3 : 2
Ceftriaxone 2 x 1 gr
Asam Mefenamat 3 x I tab
Neurodex 3x I tab

Prognosis

Ad vitam
: Bonam
Ad functionam : Dubia ad bonam
Ad sanationam : Dubia ad bonam

Hernia

Hernia
merupakan
protrusi atau penonjolan
isi suatu rongga melalui
defek atau bagian lemah
dari
dinding
rongga
bersangkutan
yang
menberi jalan keluar pada
alat tubuh selain yang
biasa
melalui
dinding
tersebut. Hernia terdiri
atas cincin, kantong dan
isi hernia.

Hernia
Hernia pada abdomen dapat terjadi pada
berbagai regio, diantaranya :

Lipat paha (inguinal) : Hernia inguinalis, hernia


femoralis
Anterior
: Hernia umbilikalis, hernia epigastrika,
hernia Spieghel
Pelvis : Hernia obturatorius, hernia skiatika,
hernia perineal
Posterior : Hernia lumbalis

Anatomi

Dinding
anterior
abdomen

Anatomi

Canalis
inguinalis

Anatomi

Funiculus spermaticus

Fisiologi canalis inguinalis


Mekanisme canalis inguinalis dalam mengatasi defek

Dinding anterior canalis inguinalis diperkuat oleh serabutserabut musculus obliquus abdominis internus dari
ligamentum inguinale, tepat di depan annulus inguinalis
profundus.
Dinding posterior canalis inguinalis diperkuat oleh conjoint
tendon tepat di belakang anulus inguinalis superficialis.
Pada waktu batuk dan mengedan seperti pada miksi,
defekasi, dan partus, serabut terbawah musculus obliquua
abdominis internus dan musculus transversus abdominis
yang melengkung membentuk atap canalis inguinalis akan
berkontraksi sehingga atap tersebut mendatar dan
menekan isi canalis ke dasar supaya menutup.
Bila diperlukan mengedan dengan kuat, secara alamiah
orang cenderung berada dalam posisi jongkok, articulatio
coxae fleksi untuk melindungi bagian bawah dinding
anterior abdomen dengan tungkai atas.

Klasifikasi hernia

Berdasarkan terjadinya, dibagi atas :

Kongenital
Akuisita

Berdasarkan sifatnya, dibagi atas :

Reponibel
Irreponibel
Inkarserata
Strangulata

Klasifikasi

Berdasarkan lokasi di regio inguinal,


terbagi atas :

Hernia inguinalis medialis/direk, terjadi


karena peninggian tekanan intraabdomen
kronik dan kelemahan otot dinding di
trigonum Hesselbach disebelah medial dari
arteri epigastrika inferior.

Klasifikasi

Hernia inguinalis lateralis atau indirek,


menonjol dari sisi lateral arteri epigastrika
inferior, keluar melalui dua pintu dan
saluran, yaitu anulus dan canalis inguinalis.
Hernia dapat meluas hingga menjadi hernia
skrotalis atau labialis

Etiologi
Kongenital
Didapat
Faktor yang mempengaruhi

Defek pada processus vaginalis


Peninggian tekanan intra abdomen
Batuk

kronik
Konstipasi
Ascites

Kelemahan dinding perut karena usia

Patofisiologi

Manifestasi klinis

Benjolan di lipat paha

Timbul saat mengedan, batuk, dan


mengangkat beban berat
Hilang saat berbaring

Perut kembung, mual, muntah


Gangguan BAB
Nyeri

Diagnosis

PF

Fingertip test

Penunjang

Lab darah
USG

Penatalaksanaan

Penanganan awal hernia di IGD

Analgetik
Tirah baring
Posisi Trendelenburg
Kompres dingin
Posisikan dua jari di ujung cincin hernia
untuk mencegah penonjolan yang berlanjut
selama proses reduksi penonjolan
Konsul bedah

Penatalaksanaan

Terapi pembedahan

Open anterior repair (cara Bassini, McVay,


Shouldice), secar umum melakukan rekonstruksi
dinding posterior dengan cara menjahit fascia
transveralis, musculus transversus abdominis dan
musculus obliquus abdominis internus yang
membentuk conjoint tendon dengan ligamentum
inguinale.
Open posterior repair (cara illiopubic tract repair,
teknik Nyhus), perbedannya dengan teknik
pertama adalah rekonstruksi dilakukan dari
bagian dalam.

Penatalaksanaan

Tension free repair dengan mesh (Teknik


Lichtenstein dan Rutkow), menggunakan
pendekatan awal yang sama dengan teknik
pertama, namun tidak menjahit lapisan
fascia untuk memperbaiki defek, melainkan
dengan menempatkan prostetik berupa
mesh. Cara ini dilakukan supaya tidak
menimbulka
tegangan
pada
dinding
abdomen sehingga hasil operasi lebih baik
dan angka kekambuhan berkurang.

Penatalaksanaan

Lapraskopi, cara yang dilakukan dapat


berupa
transabdomilan
preperitoneal
(TAPP) atau total extraperitoneal (TEP),
dengan cara meletakkan mesh secara
lapasaskopik.