Anda di halaman 1dari 22

Pemeriksaan

Trauma Inhalasi

Prinsip pemeriksaan
Pemeriksaan keadaan umum pasien saat
datang ke unit gawat darurat
Memantau status oksigenisasi pasien
(pulse oxymetry dll)
Analisa gas darah periksa
karboksihemoglobin
Foto thoraks berdasarkan indikasi

Soot tinged sputum/ black sputum/


carbon sputum

Vital sign
Lakukan pemeriksaan keadaan umum
Pada inspeksi dapat ditemukan kulit
kemerahan cherry red akibat
karboksihemoglobin di intravaskular
Pada auskultasi dapat ditemukan bising
napas stridor akibat obstruksi saluran
pernapasan atas (edema laring akibat
paparan suhu tinggi)

Cherry red skin color

Auskultasi stridor

Pemeriksaan
Penunjang

Analisa gas darah

Pada kasus trauma inhalasi karbon


monoksida, perlu dipantau status oksigen
dan kadar karboksihemoglobin untuk
memantau perkembangan terapi yang
diberikan pada pasien

Tujuan dilakukan analisa gas


darah adalah untuk mengetahui:
pH darah
Tekanan parsial Karbon Dioksida (PCO2)
Bikarbonat (HCO3-)
Base excess/deficit
Tekanan Oksigen (PO2)
Kandungan Oksigen (O2)
Saturasi Oksigen (SO2)

Faktor-faktor yang berkontribusi pada nilainilai analisa gas darah yang abnormal

Obat-obatan dapat meningkatkan pH darah: sodium bikarbonat


Kegagalan mengeluarkan semua udara dari spuit nilai
PaCO2 yang rendah dan nilai PaO2 meningkat
Obat-obatan yang dapat meningkatkan PaCO2
aldosterone,metolazone, prednisone, dll
Obat-obatan yang dapat menurunkan PaCO2
acetazolamide, dimercaprol, methicillin sodium, tetracycline, dll
Obat-obatan yang dapat meningkatkan HCO3- alkaline salts,
diuretics
Obat-obatan yang dapat menurunkan HCO3- acid salts.
Saturasi oksigen dipengaruhi tekanan parsial oksigen dalam
darah, suhu tubuh, pH darah, dan struktur hemoglobin.

Analisis kadar HbCO


(Spectropometric)

Keuntungan :
Dapat

digunakan
secara luas
Kepekaannya tinggi
Keselitifannya cukup
baik
Tingkat ketelitiannya
tinggi

Pulse oxymetry

Untuk mengukur
saturasi Hb yang
meningkat palsu
akibat ikatan Co
terhadap Hb.

Elektrolit

Untuk memonitor abnormalitas elektrolit


sebagai hasil dari resusitasi cairan dalam
jumlah besat.

Laringoskopi dan Bronkoskopi


Fiberopik
Keduanya bisa sebagai alat diagnosis
atau terapeutik
Bronkoskop, biasanya sering didapatkan
gambaran jelaga, ulserasi, sekresi
mukopurulen.

Foto X-Ray
Perlu untuk kasus keracunan gas dan
saat terapi oksigen hioerbarik diperlukan.
Biasanya ada gambaran : ground-glass
appearance, perkabutan parahiler, dan
intra alveolar edema menunjukkan
prognosis jelek.

Foto x-ray : smoke inhalation


injury

CT-Scan

Perlu untuk kasus keracunan CO atau


perubahan status mnental yang tidak pulih
dengan cepat.

MRI
Bisa untuk deteksi lesi fokal dan
demyelinasi sebstansia alba
MRI sering untuk follow up pasien.

Terima Kasih