Anda di halaman 1dari 26

P R E S E N TA S I K A S U S

DEMAM BERDARAH DENGUE

T R I A S P U T R A PA M U N G K A S
FA D H I L L A H S YA F I T R I S

1102011286
1102011091

Identitas Pasien

Nama

: An. C

Usia
Jenis Kelamin
Alamat
Tgl masuk RS
No.RM

: 5 tahun
: Perempuan
: Kebon Turi
: 28 maret 2016
: 912773/41699

Keluhan Utama
: Demam 4 hari SMRS
Riwayat penyakit sekarang :

Pasien datang ke IGD RSUD Arjawinangun dibawa oleh


ibunya dengan keluhan demam sejak 4 hari SMRS, demam
timbul mendadak saat sore hari, dan demam turun bila diberi
paracetamol.
Keluhan demam disertai timbul rasa mual, muntah 1x
berisi makanan, kepala terasa pusing, sakit pada perut
dibagian kanan atas, serta pasien mudah lelah dan nafsu
makan menurun.
Keluhan mimisan, gusi berdarah, BAB hitam dan cair tidak
ditemukan. Keluhan kejang, batuk, pilek, sesak nafas, buang
air kecil sulit, keluar cairan dari telinga disangkal. Pasien
memiliki riwayat berobat dengan keluhan yang sama
sebelumnya ke bidan tetapi setelah mendapat pengobatan
keluhan tidak berkurang. Riwayat kejang sebelumnya tidak
ada.

Status generalis

Keadaan umum
Kesadaran

: Tampak sakit sedang


: Kompos mentis

Tekanan darah
Nadi

: 94x/menit

Respiratory rate
Suhu

:-

: 38,5C

: 25x/menit

Keadaan Umum

Kepala

: normocephal

Mata : CA-/-, SI -/-

Hidung

: rhinnorea -/-

Telinga

: sekret -/-, hiperemis -/-

Mulut : mukosa bibir lembab, pembesaran

Leher : pembesaran KGB (-)

Thorax

Cor

Abdomen
: teraba supel, BU (+), Nyeri tekan (-),
hepar teraba 3cm BAC

Akral : hangat ++/++, petekie -/-

tonsil-/-

: VBS ka=ki, rh -/-, wh -/-

: Bj I-II reg, g (-), M(-)

Pemeriksaan penunjang
tanggal 28/03/16
LAB

RESULT

UNIT
Darah rutin
gr/dL
%
10^3uL
10^3uL
mm3
f
pg
g/dL
fL

NORMAL

HB
HT
WBC
PLT
Eritrosit
MCV
MCH
MCHC
RDW

13,6
38,4
5,18
59
5,36
71,7
25,4
35,5
14,6

Eosinofil

0,3

Basophil

6,0

0-1

Segmen

19,3

45-75

Limfosit

45,0

20-40

Monosit
Stab

12,7
22,6

%
%

3-16
35-47

Glukosa

185

Kimia klinik
mg/dL

10,0-15,0
31,0-45,0
4000-11000
150000-450000
4,4-6,0
79-99
27-31
33-37
33-47
0-3

70-150

FOLLOW UP
29/03/16
S:

Demam sejak kamis (5 hari yang lalu), mual (-), muntah (-), mimisan (-),
nafsu
makan berkurang, BAB mencret (-) dan BAK normal
O: N
: 110x/menit
RR : 24x/menit
S
: 38,0C
BB : 12 kg
Kepala
: normocephal, Conjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Leher
: pembesaran KGB (-)
Pulmo
: VBS +/+, rh -/-, wh -/COR
: bunyi jantung I-II reg, Gallop (-), murmur (-)
Abdomen
: supel, BU (+), nyeri tekan (-), hepar teraba 3cm BAC
Akral
: hangat ++/++, edema tungkai --/--, petekie -/A
: DHF hari ke 6 dengan gizi buruk
P
: IVFD RL 12 tpm
Antrain 3x120mg
Ranitidine 2x12mg
Diet makanan 3x340kkal/hari

Ta n g g a l 2 9 / 0 3 / 1 6
j: 00.22
LAB

RESULT

HB
HT
WBC
PLT
Eritrosit
MCV
MCH
MCHC

11,9
35,0
3,91
40
4,78
73,2
24,9
34,0

Eosinofi
l
Basophi
l
Segmen
Limfosit
Monosit
Stab

0,5

UNIT
Darah rutin
gr/dL
%
10^3uL
10^3uL
mm3
Fl
Pg
g/dL

NORMAL
10,0-15,0
31,0-45,0
4000-11000
150000-450000
4,4-6,0
79-99
27-31
33-37
0-3

4,3

0-1

23,8
38,5
10,1
22,9

%
%
%
%

45-75
20-40
3-16
35-47

Tanggal 29/03/16 j: 07.59


LAB

RESULT

HB
HT
WBC
PLT
Eritrosit
MCV
MCH
MCHC
Eosinophil
Basophil
Segmen
Limfosit
Monosit
Stab

Dengue blood IgM


Dengue blood IgG

11,2
32,7
4,15
44
4,42
73,9
25,3
34,2
0,2
4,4
32,3
38,1
7,7
21,7

UNIT
Darah rutin
gr/dL
%
10^3uL
10^3uL
mm3
Fl
Pg
g/dL

%
%
%
%
%
%

Imunoglobulin
Positif

positif

NORMAL

10,0-15,0
31,0-45,0
4000-11000
150000-450000
4,4-6,0
79-99
27-31
33-37

0-3
0-1
45-75
20-40
3-16
35-47

Follow up
20/03/16
S: demam (+), mual(-), muntah (-), intake cukup, BAK (+), BAB

normal
O: N : 96x/menit
RR : 24x/menit
S : 37C
BB : 12kg
Kepala : normocephal, CA -/-, SI -/Leher
: pembesaran KGB (-)
Pulmo : VBS +/+, rh -/-, wh -/COR
: Bunyi jantung I-II reg, gallop (-), murmur (-)
Abdomen : supel, BU (+), hepar teraba 3cm BAC,
Akral
: hangat ++/++, petekie -/A
: DHF hari ke 7
P
: IVFD 12 tpm
Ranitidine 2x12mg
Diet makanan 3x340kkal/hari

Tanggal 30/03/16 j: 07.46


LAB

RESULT

UNIT

NORMAL

Darah rutin
HB

11,5

gr/dL

10,0-15,0

HT

33,2

31,0-45,0

WBC

5,31

10^3uL

4000-11000

47

10^3uL

150000-450000

Eritrosit

4,51

mm3

4,4-6,0

MCV

73,5

Fl

79-99

MCH

25,4

Pg

27-31

MCHC

34,6

g/dL

33-37

0-3

PLT

Eosinophil

0,2

Basophil

5,7

0-1

Segmen

25,2

45-75

Limfosit

46m3

20-40

Monosit

7,1

3-16

21,2

35-47

Stab

Follow up
31/03/16
S: demam (-), mual (-), muntah (-), intake (+)
O: N : 94x/menit

R : 25x/menit
S : 37,0C
BB : 12 kg
Kepala : normocephal, CA-/-, SI -/Leher
: pembesaran KGB (-)
Pulmo : VBS +/+, rh -/-, wh -/COR
: bunyi jantung I-II reg, Gallop (-), murmur (-)
Abdomen : supel, BU (+), nyeri tekan (-), hepar teraba 3cm BAC
Akral
: hangat ++/++, edema --/--, petekie -/A
: DHF hari ke 8
P
: IVFD RL 12tpm
Ranitidine 2x12mg
Diet makanan 3x340mg

TINJAUAN PUSTAKA

Demam berdarah dengue

Yaitu penyakit demam akut yang disebabkan oleh


virus genus favivirus, famili faviviridae melalui
perantara nyamuk aedes aegepty.

Di indonesia DBD pertama kali dicurigai di Surabaya tahun


1968. Angka kesatikan di Indonesia akibat DBD terus
meningkat dan mencapai angka tertinggi tahun 1998
sebanyak 72.133 orang.

Etiologi

Virus
dengue

Group
arbovirus
genus flavivirus

Memiliki 4 jenis
serotipe yaitu
den-1, den-2,
den-3, den-4

P a t o fi s i o l o g i d e n g u e

Manifestasi klinis

Demam tinggi dan terus menerus 2-7 hari

Perdarahan (petekie, purpura, ekimosis, perdarahan gusi) dan


atau uji tourniqet positif

Pembesaran hepar

Syok (nadi lemah, tekanan darah menurun, akral teraba dingin dan
lembab pada ujung-ujung hidu, jari dan kaki. Disertai gelisah, sianosis
sekitar mulut

KLASIFIKASI
Derajat II:
Demam
Uji Tourniet (+)
Perdarahan spontan (+)
epistaksis, melena

Derajat I:
Demam
Uji tourniqet (+)

DBD menurut
WHO
Derajat III:
Demam
Perdarahan spontan
+/_ hepatomegali
Ditemukan gejala presyok

Derajat IV:
Demam
Perdarahan spontan
+/_ hepatomegali
Ditemukan syok renjatan

Laboratorium
Hasil LAB penunjang diagnosis
Trombositopenia (<100.000/uL)
Hematokrit meningkat >20% dibanding nilai

hematokrit pada masa sebelum sakit atau


masa konvalesen.

Pemeriksaan penunjang
Darah rutin
Pemeriksaan Serologi : IgM dan IgG dengue
Pemeriksaan NS-1
PT, APTT, fibrinogen,
Albumin, SGOT/SGPT
Ureum kreatinin

Penatalaksanaan
Penanganan DBD tanpa Syok

Penanganan DBD di ruang rawat

Penatalaksanaan dbd dengan


peningkatan ht >20%

Ta t a l a k s a n a s y o k

D A F TA R P U S TA K A
Arvin, Ann M. Demam. Dalam: A. Samik Wahab. Ilmu Kesehatan Anak Nelson.

Edisi bahasa Indonesia. Edisi 15. Vol 2. Jakarta: EGC. 2000.


Soedarmo, Sumarmo S. Poorwo. Demam Berdarah Dengue. Dalam Buku Ajar
Infeksi dan Pediatri Tropis. Ed. 2. Badan penerbit IDAI, Jakarta. 2005-2008. Hal;
155-181
World Health Organization (WHO). Technical Guides for Diagnosis Treatment,
Surveillance, Prevention and Control of Dengue Haemorrhagic Fever. Technical
Advisory Committee on Dengue Haemorragic Fever for the South-East Asian
and Western Pacific Region : 1975.
World Health Organization (WHO). Guide for diagnosis, treatment and control
of dengue haemorrhagic fever. 2nd ed. WHO Geneva:1980.
World Health Organization (WHO). Guide for diagnosis, treatment and control
of dengue haemorrhagic fever. 2nd ed. WHO Geneva:2009.
Infeksi virus dengue. Dalam buku pedoman diagnosis dan terapi (Panther). Ed.
4. 2012. Hal: 410-417.
Kristina, dkk. 2005.Demam Berdarah Dengue.Jakarta: Litbang Depkes RI.

Te r i m a k a s i h