Anda di halaman 1dari 42

SELAMAT DATANG

DINKES/ME

PENYAKIT APAKAH
TBC
PENY MENULAR LANGSUNG YANG
DISEBABKAN OLEH KUMAN
MICOBAKTERIUM TUBERKULOSIS

BUKAN PENYAKIT KETURUNAN,


KUTUKAN ATAU OLEH GUNA-GUNA

GEJALA PENDERITA TBC PADA


ORANG DEWASA
GEJALA UTAMA :

BATUK BERDAHAK TERUS MENERUS


SELAMA 2 MINGGU ATAU LEBIH.

GEJALA TAMBAHAN :

DAHAK BERCAMPUR DARAH, BATUK


DARAH, SESAK NAPAS & NYERI DADA,
BADAN LEMAH, NAPSU MAKAN (-), BB
TURUN, BERKERINGAT MALAM TANPA
KEGIATAN DAN MERIANG > 1 BULAN

CARA PENULARAN PENYAKIT TBC


Batuk/Bersin

Menyebarkan
kuman keudara dlm
bentuk droplet

Menyebar
keseluruh tubuh

Terhirup dan
masuk paru paru

DAMPAK SAKIT TBC

1 (SATU) PENDERITA TBC


MENULARKAN KEPADA 10 15
ORANG

PENDERITA TBC KEHILANGAN


WAKTU PRODUKTIF 2-4 BULAN

20-30% PENDAPATAN
KELUARGA HILANG

PENDERITA TBC SERING


DIKUCILKAN

SEJARAH PENGENDALIAN TB NASIONAL

TUJUAN NASIONAL
PROGRAM
PENANGGULANGAN
PENYAKIT TBC

MENURUNKAN ANGKA
KESAKITAN
DAN ANGKA KEMATIAN AKIBAT
TBC

PENGENDALIAN PENYAKIT TB
MISI

VISI

1. Menjamin setiap

pasien TB
mempunyai akses thd
TB
yan bermutu
TIDAK LAGI
2. Menurunkan resiko
MENJADI
penularan
MASALAH
3. Mengurangi dampak
KESEHATAN
sosek akibat TB

PENGENDALIAN PENYAKIT TB

TUJUAN
MENURUNKAN ANGKA
KESAKITAN, KEMATIAN,
MEMUTUSKAN MATA RANTAI
PENULARAN SERTA MENCEGAH
TERJADINYA MDR TB

PENGENDALIAN PENYAKIT TB

TARGET
PENEMUAN TB BTA(+) PALING
SEDIKIT 70% DARI PERKIRAAN
KASUS
KESEMBUHAN MINIMAL 85%

PENGENDALIAN PENYAKIT TB

KEBIJAKAN

PENANGGULANGAN TB
DILAKSANAKAN SESUAI AZAZ
DESENTRALISASI
PENANGGULANGAN TB DG
STRATEGI DOTS
PENGUATAN KEBIJAKAN UNTUK
MENINGKATKAN KOMITMEN
DAERAH

PENGENDALIAN PENYAKIT TB

KEBIJAKAN

PENEMUAN DAN PENGOBATAN TB


DILAKUKAN OLEH SELURUH UPK
PENANGGULANGAN TB
DILAKUKAN MELALUI PROMOSI,
PENGGALANGAN KERJASAMA DAN
KEMITRAAN
PENINGKATAN KEMAMPUAN
LABOR

PENGENDALIAN PENYAKIT TB

KEBIJAKAN

OAT CUMA-CUMA DAN DIJAMIN


KETERSEDIAANYA
KETERSEDIAAN SDM YANG
KOMPETEN
PENANGGULANGAN TB LEBIH
DIPRIORITASKAN KEPADA
KELOMPOK MISKIN DAN RENTAN
THD PENY. TB

PENGENDALIAN PENYAKIT TB

KEBIJAKAN

PASIEN TB TIDAK DIJAUHKAN DR


KELUARGA, MASY DAN
PEKERJAANNYA
MEMPERHATIKAN KOMITMEN
INTERNASIONAL DALAM MDGs

PENGENDALIAN PENYAKIT TB

KEGIATAN
PENEMUAN DAN PENGOBATAN
PERENCANAAN
PEMANTAUANAN DAN EVALUASI
PENINGKATAN SDM
PENELITIAN
PROMOSI
KEMITRAAN

Puskesmas
Puskesmas

Klinik
Klinik

DPS
DPSSpesialis
Spesialis

RSTP
RSTP

Pemerintah

DPSumum
umum
DPS

Pasien
Pasien TB
TB

Rumah Sakit

BBKPM/
BBKPM/
BKPM/BP4
BKPM/BP4

Swasta

16

Kriteria Suspek TB MDR


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Kasus gagal pengobatan kategori 2


Pasien TB tidak konversi pengobatan ulang (kategori 2)
Pasien TB yang pernah diobati dengan pengobatan TB yang
tidak standar, termasuk pemakaian OAT lini kedua seperti
kuinolon dan kanamisin (pengobatan Non DOTS)
Pasien TB gagal pengobatan dengan kategori 1
Pasien TB dengan hasil pemeriksaan dahak tetap positif setelah
pengobatan bulan ketiga (OAT kategori 1)
Pasien TB kambuh
Pasien TB yang kembali setelah lalai/default (setelah
pengobatan kategori 1 dan atau kategori 2)
Suspek TB yang kontak erat dengan pasien TB-MDR, termasuk
petugas kesehatan yang merawat pasien TB-MDR
Ko-infeksi TB-HIV yang tidak respons secara klinis terhadap
pengobatan TB

kesimpulan
TB resisten obat adalah TB yang disebabkan

kuman mtb telah kebal terhadap oat


TB MDR adalah Resisten terhadap paling tidak
isoniazid dan rifampisin
Penyebab timbul TB MDR adalah pengobatan TB
yang tidak sesuai standar (ISTC)

Mencegah TB MDR itu dengan sesegera mungkin menemukan

& merujuk pasien suspek TB MDR sesuai Kriteria


Dibutuhkan kolaborasi dan dukungan semua pihak dalam
mengobati TB MDR

Temukan dan Rujuk suspek TB MDR

SITUASI PROGRAM P2 TBC


KABUPATEN MUARA ENIM
TAHUN 2008-2015

KADINKES MUARA ENIM

PERSENTASE PENEMUAN KASUS BARU BTA


(+)
90

83.5

84.2

84.2

70

70

70

50.14

50.52

80
73.1
70 70

60

50 49.12

46.87

40
34.9
30

32.3

34.2

32.6

20

10

0
2010

2011

2012

2013

DINKES/ME

CAPAIAN CNR DAN CDR DI KABUPATEN MUARA ENIM


TAHUN 2007 SD 2015

180
158

160

161

140
120
100 91

112
99

93

CNR

88
76

80

CDR

75

60
37.1
40

38.6

36.2

34.9

32.3

34.2

32.6

2008

2009

2010

2011

2012

2013

43.5

45.3

2014

2015

20
0
2007

23

DINKES/ME

GRAFIK SR DI KABUPATEN MUARA ENIM


TAHUN 2008 SD 2014
97

96
96

95
95

94
94

93

93

93

2012

2013

93

92
92

91

90
2008

2009

2010

2011

2014

24

2. ANGKA KONVERSI PENDERITA BTA POSITIF DI KABUPATEN MUARA


ENIM
TAHUN 2006-2015 (SD TW 3 )

Menggambarkan keberhasilan pengobatan dan pengawasan pengobatan

3. ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) DI KABUPATEN MUARA


ENIM
TAHUN 2005-2014

Menggambarkan keberhasilan penatalaksanaan kasus

4. ANGKA KESALAHAN BACA LAB (ERROR RATE) DI


KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2005-2015

Menggambarkan keakuratan diagnostik Tb

DINKES/ME
CNR PERPUSKESMAS DI KABUPATEN MUARA ENIM
TAHUN 2014 DAN SD 2015
300

250

200

150

100

50

28

DINKES/ME

GRAFIK PENEMUAN SUSPEK PER UPK DIBANDINGKAN


TARGET DI KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2015
1,200

1,000

800

600

400

200

29

DINKES/ME

GRAFIK PENEMUAN KASUS BTA (+) DIBANDINGKAN TARGET


PERPUSKESMAS DI KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2015
120

100

80

60

40

20

30

DINKES/ME

CASE DETECTION RATE (CDR) PERPUSKESMAS


DI KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2015
120.0

100.2

100.0

92.7

90.0

80.0

62.3
60.0
47.8
40.0

40.1
32.9

47.6

43.9
34.9

34.4
29.3
20.0

20.0

22.6

26.1

29.9
25.2

14.1
5.7

0.0

0.0

31

DINKES/ME
ANGKA KONVERSI RATE PER PUSKESMAS DI KABUPATEN
MUARA ENIM
TRIWULAN III TAHUN 2015
120

100

100

100

100

100

100

100

97
93

100

100

100

100

100

100

100

92
88
82

84

80

60

40

20

32

DINKES/MEENIM
CURE RATE PER PUSKESMAS DI KABUPATEN MUARA
TAHUN 2014
120.0

100.0

100.0 100.0 100.0


93.3

96.7 97.4

100.0 100.0

100.0
92.9

100.0 100.0 100.0 100.0 100.0

100.0

92.9
81.3

78.0

80.0

60.0

40.0

20.0

0.0

0.0

33

ANGKA KESALAHAN BACA LABORATORIUM PER UPK DI


KABUPATEN MUARA ENIM SD TRIWULAN II TAHUN
2015
120
100

80

60

40

20

DINKES/ME

HASIL KOORDINASI TB CARE AISYIYAH


DAN KADER PKK TERHADAP
PENANGGULANGAN TB
DI KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN
2015

35

GRAFIK PENEMUAN SUSPEK OLEH KADER PERPUSKESMAS DI


KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2015
600

500

400

300

200

100

GRAFIK PENEMUAN BTA(+) OLEH KADER DI


KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2015
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0

GRAFIK PENEMUAN SUSPEK OLEH KADER


PKK DI BANDINGKAN TARGET PERDESA DI
KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2015 (SD
AGST)
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0

GRAFIK PENEMUAN BTA(+) OLEH KADER PKK DI BANDINGKAN


TARGET PERDESA DI KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2015
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0

PERSENTASE KASUS BARU BTA + , RUJUKAN


AISYIYAH , KADER PKK , LAPORAN RUMAH SAKIT DAN
UPK SD TRIWULAN 3 TAHUN 2015
RSUD

K AISYIA

K PKK

PKM

8%

24%

64%

4%

KESIMPULAN

PENYAKIT
TB,
MERUPAKAN
MASALAH
KESEHATAN
DI
KABUPATEN MUARA ENIM
UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT TB DILAKUKAN BERSAMA
SAMA OLEH PEMERINTAH KABUPATEN MUARA ENIM, DAN
DIBANTU OLEH MASYARAKAT (AISYIYAH)

HASIL KERJASAMA ANTARA PEMERINTAH DENGAN COMMUNITY TB


CARE AISYIYAH DLM PENGENDALIAN PENYAKIT TB DI KAB. M.E,
HASILNYA SANGAT BAIK DILIHAT DARI PESENTASE BTA + RUJUKAN
KADER BERADA PADA ANGKA YANG PANTASTIS Persentase kumulatif :
24 % dan kader PKK sebesar 4% (Target 5%) dari semua kasus TB
BTA (+) yang ditemukan dan diobati di Kabupaten Muara Enim,
Harapan :

Dari hasil kerja kader yang sudah dilatih pada tahun 2014, 2015 akan
menambah prestasi kita dalam mengendalikan peny TB pada tahun
2016 dan tahun tahun mendatang di Kab. Muara Enim.

KAB MUARA ENIM

SMAS
SEHAT MANDIRI AGAMIS SEJAHTERA

SEHAT :
PENYAKIT TB
TIDAK LAGI MENJADI MASALAH KESEHATAN
DI KAB. MUARA ENIM

Terima Kasih