Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN KASUS

OD RUPTUR BULBI

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Aq. M
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur
: 70 tahun
Agama
: Islam
Alamat
: Geres Lauq, Lotim
Status
: Menikah
Pekerjaan
: Petani
Tanggal periksa: 25 Januari 2014

ANAMNESA
Keluhan utama : mata kanan keluar darah
Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang ke
UGD RS SOEDJONO Selong dengan keluhan
mata sebelah kanan keluar darah secara terus
menerus sejak 5 jam yang lalu. Mata sebelah
kanan terasa sangat nyeri. Keluhan ini
dirasakan saat pasien sedang beristirahat,
pusing (+), mual (-) muntah (-). Riwayat demam
dan trauma pada mata sebelumnya disangkal
oleh pasien.

Pasien awalnya datang ke poli mata


mengeluhkan mata merah, gatal dan berair sejak
satu minggu yang lalu. Kemudian dipoli mata
pasien didiagnosis ulkus kornea dan diberi
pengobatan tetes mata. Setelah itu pasien pulang
dan mata sebelah kanan mengalami pendarahan
aktif.

Riwayat penyakit dahulu : pasien pernah


melakukan operasi katarak mata sebelah kiri
11 tahun yang lalu di RS Soedjono Selong.
Kedua mata diakui oleh pasien sudah
mengalalmi penurunan pengelihatan sejak lama.
Riwayat Hipertensi (+), riwayat DM (+), riwayat
trauma pada mata disangkal oleh pasien.

Riwayat penyakit keluarga


Tidak ada keluarga yang pernah mengalami
keluhan serupa seperti pasien. Keluarga yang
menderita HT, DM, asma disangkal.
Riwayat Alergi : pasien tidak memiliki alergi
terhadap obat-obatan maupun makanan

PEMERIKSAAN FISIK

Status generalis
Keadaan umum: sedang
Kesan sakit : berat
Kesadaran/GCS: compos mentis/E4V5M6
Vital Sign
TD: 250/120 mmHg
Nadi : 90x/menit
RR: 22x/menit

Pemeriksaan

OD

OS

Visus naturalis

Sulit dievaluasi

1/300

Pin hole

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Gerak mata

Tidak dilakukan

Normal

Lapang pandang

Tidak dilakukan

Sulit dievaluasi

Posisi mata

Tidak Normal

Normal

Udema

(+)

(-)

Lid retraction

(-)

(-)

Ptosis

(-)

(-)

Luka memar

(-)

(-)

Udema

(-)

(-)

Hiperemi

(+)

(-)

Luka memar

(-)

(-)

Injeksi siliar

Sde

(-)

Injeksi konjungtiva

Sde

(-)

Goresan luka

Sde

(-)

Palpebra superior

Palpebra inferior

Konjungtiva bulbi

Kornea

Jernih

Sde

(-)

Arcus senilis

Sde

(-)

Goresan luka

Sde

(-)

Kedalaman

Sde

Dalam

Hifema

(+)

(-)

Warna

Sde

Coklat

Bentuk

Sde

Ireguler

Bentuk

Normal

Normal

Ukuran

3-4 mm

3-4 mm

Refleks langsung

(+)

(-)

Refleks tidak langsung

(+)

(-)

Warna

Jernih

Jernih

Iris shadow

(+)

(+)

Palpasi

Kesan N

Tonometer Schiotz

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Sde

Sde

COA

Iris

Pupil

Lensa

Normal

TIO

Funduskopi

DIAGNOSIS
Rupture Bulbi OD
Katarak mature OS
Krisis Hipertensi + DM tipe II

PLANNING

Medikamentosa
Infus

NS 0,9 % 20 tpm
Cefotaxim inj 1 gram 2 dd1 iv
Asam traneksamat 500 mg inj 3 dd1 iv
Metformin 500 mg tab 2 dd1
Asam mefenamat 500 mg 3 dd 1 pc

Operatif
Terapi

pembedahan pada OD untuk menghentikan


pendarahan dengan melakukan eviserasi. Terapi
pembedahan akan dilakukan jika tekanan darah dan kadar
gula darah pada pasien menurun.

Usulan pemeriksaan :
EKG,

pemeriksaan lab GDS, GDP, CT/BT dan DL


Pengambilan hapusan konjungtiva memastikan
ada tidaknya proses infeksi dan uji sensitivitas
antibiotika

Tgl
25-01-14

Perjalanan Penyakit

Penatalaksanaan

TD : 240/120 mmHg

Planning :

KU : sedang

OD eksplorasi, eviserasi, GA

Kel : pada mata keluar darah aktif, nyeri (-)

Lab lengkap

OD : perdarahan aktif (+), nyeri (-)

Foto thorax

OS : tenang

Ekg

Assesment :

26-01-14

27-01-14

Cefotaksim 2 dd 1gr IV

Tranexamid Acid 3 dd 1 amp

Baquinor ED 3 dd gt 1 OD

Mefenamic Acid 500 mg 3 dd 1

TD : 150/90 mmHg

Planning :

KU : sedang

Kel : perdarahan (+)

Assesment :

OD : perdarahan aktif (+), nyeri (-)

Cefotaksim 2 dd 1gr IV

OS : tenang

Tranexamid Acid 3 dd 1 amp

Baquinor ED 3 dd gt 1 OD

Mefenamic Acid 500 mg 3 dd 1

OD eksplorasi, eviserasi, GA

TD : 150/80 mmHg

Planning :

OD : perdarahan aktif (-), nyeri (-)

OS : tenang

Assesment :

OD eksplorasi, eviserasi, GA

Cefotaksim 2 dd 1gr IV

Tranexamid Acid 3 dd 1 amp

Baquinor ED 3 dd gt 1 OD

Mefenamic Acid 500 mg 3 dd 1

28-01-14

29-01-14

30-01-14

TD : 150/80 mmHg

Planning :

KU : sedang

Kel : -

Assesment :

OD : perdarahan aktif (-), nyeri (-)

Cefotaksim 2 dd 1gr IV

OS : tenang

Tranexamid Acid 3 dd 1 amp

Baquinor ED 3 dd gt 1 OD

Mefenamic Acid 500 mg 3 dd 1

OD eksplorasi, eviserasi, GA

TD : 150/90 mmHg

Planning :

KU : sedang

OD eksplorasi, eviserasi, GA

Kel : -

Puasa

OD perdarahan (-), ruptur bulbi

Assesment :

OS tenang

Cefotaksim 2 dd 1gr IV

12.30 wita

Tranexamid Acid 3 dd 1 amp

OD post eviserasi ec ruptur bulbi

Baquinor ED 3 dd gt 1 OD

Mefenamic Acid 500 mg 3 dd 1

TD : 170/90 mmHg

Assesment :

KU : sedang

Cefotaksim 2 dd 1gr IV

Kel : -

Tranexamid Acid 3 dd 1 amp

OD : - anophtalmus

Baquinor ED 3 dd gt 1 OD

Mefenamic Acid 500 mg 3 dd 1

Rembesan darah (+)

Pus (-)

Jahitan rapat

OS : tenang

31-01-14

TD : 150/80 mmHg

Assesment :

KU : sedang

Cefotaksim 2 dd 1gr IV

Kel : -

Tranexamid Acid 3 dd 1 amp

OD : - anophtalmus

Baquinor ED 3 dd gt 1 OD

Mefenamic Acid 500 mg 3 dd 1

Rembesan darah (+)

Pus (-)

Jahitan rapat

OS : tenang

01-02-14

TD : 180/100 mmHg

Assesment :

KU : sedang

Cefotaksim 2 dd 1gr IV

Kel : -

Tranexamid Acid 3 dd 1 amp

OD : - anophtalmus

Baquinor ED 3 dd gt 1 OD

Mefenamic Acid 500 mg 3 dd 1

Rembesan darah (-)

Pus (-)

Jahitan rapat

OS : tenang

02-02-14

TD : 150/80 mmHg

BLPL

KU : sedang

Assesment :

Kel : -

Baquinor ED 3 dd gt 1 OD

OD : - anophtalmus

Mefenamic Acid 500 mg 3 dd 1

Rembesan darah (-)

Pus (-)

Jahitan rapat

OS : tenang

PEMBAHASAN

Ruptur bulbi didefinisikan sebagai putusnya


integritas dari membran luar mata; dalam
kondisi akut, cedera yang mengenai seluruh lapis
kornea atau sklera juga termasuk dalam cedera
bulbi terbuka.

ETIOLOGI
Cedera tumpul pada kecelakan kendaraan
bermotor,olahraga, atau trauma lain.
Penetrasi atau perforasi bulbi, akibat luka
tembak dan tusuk, kecelakaan pada tempat
kerja, dan kecelakaan lain yang melibatkan
proyektil atau benda tajam.

DIAGNOSIS

Gejala Klinis
Nyeri

mata yang hebat


Penurunan ketajaman penglihatan
Keluar cairan atau darah dari mata
Riwayat trauma, jatuh, atau adanya benda asing
yang masuk kedalam bulbi

Gejala

lainnya dari ruptur bulbi :

Nyeri

wajah

Pembengkakan

wajah, disekitar mata


Mata yang memar
Penglihatan ganda, ketika melihat keatas
Pupil abnormal
Gejala hifema; perdarahan di dalam mata, darah menutup
pupil
Mata merah; perdarahan menutup conjunctiva bulbi

PEMERIKSAAN FISIK

Laserasi seluruh lapisan sklera atau kornea,


subconjunctiva hemoragik berat (terutama
seluruh conjunctiva bulbi), COA yang dalam atau
dangkal jika dibandingkan dengan mata
kontralateral, pupil yang runcing atau ireguler,
iris TIDs, material lensa maupun vitreous di
COA, benda asing atau katarak pada lensa, atau
keterbatasan gerakan ekstraokuler. Isi intra
okuler dapat berada di luarbulbi.

Tekanan intraokuler yang rendah (walaupun


dapat pula normal atau meningkat, tapijarang(,
iridodyalisis, hifema, ekimosisperiorbital,
vitreous hemoragik, dislokasi atausubluksasi
lensa, dan TON. Commotio retinae, ruptur
koroid, dan putusnya retinadapat dijumpai
namun seringdisamarkan oleh vitreous
hemoragik.

PENATALAKSANAAN
Pemberian antibiotik spektrum luas parenteral
untuk mengurangi risiko endoftalmitis.
Pemberian alat pelindung pada mata untuk
menghindari trauma dan tekanan lebih lanjut

Tindakan bedah, jika persepsi cahaya pasien nol


(0) dan temuan yang ada mengarah pada trauma
okuler ekstrim (misalnya ruptur korioretinal
ekstensif, posterior, atau multipel dengan
kelainan yang mengancam integritas bulbi,
enukleasi primer perlu dipertimbangkan.

Pada kasus dengan benda asing yang masih


terdapat dalam bulbi, langkah yang umumnya
dilakukan adalah penutupan primer dari laserasi
korneoskleral. Hal ini dilakukan dengan
mengabaikan adanya vitreous hemoragik berat,
ablasio retina, atau disrupsi kapsul lensa.
Tindakan bedah termasuk penutupan bagian
korneayang ruptur.