Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

Luka tusuk (vulnus functum) adalah luka


yang disebabkan oleh benda tajam seperti
pisau, paku dan benda tajam lainnya.
Luka
tusuk
sangat
berbahaya
bila
mengenai organ vital seperti paru, jantung,
ginjal maupu abdomen.1
Jika abdomen mengalami luka tusuk, usus
yang menempati sebagian besar rongga
abdomen akan sangat rentan untuk
mengalami trauma penetrasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 ANATOMI
Anatomi dalam dari abdomen meliputi 3
regio:
1. Rongga Peritoneal
2. Rongga Pelvis
3. Rongga Retroperitoneal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Otot Penyusun Dinding Abdomen4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Trauma Abdomen:
Trauma
abdomen
didefinisikan
sebagai
kerusakan terhadap struktur yang terletak
diantara
diafragma dan
pelvis yang
diakibatkan oleh luka tumpul atau yang
menusuk
a. Kontusio dinding abdomen disebabkan
trauma non-penetrasi
b. Laserasi, Jika terdapat luka pada dinding
abdomen yang menembus rongga abdomen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Klasifikasi Trauma Tembus Abdomen
Trauma pada abdomen dapat di bagi
menjadi dua jenis, yaitu:
1) Trauma penetrasi (trauma perut dengan
penetrasi kedalam rongga peritonium)
Luka

Tusuk
Luka Tembak
2)

Trauma non-penetrasi (trauma tumpul)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Patofisiologi Luka Tusuk Abdomen
Trauma tajam atau tusukan benda tajam
memberi jejas pada kutis dan subkutis, bila
lebih
dalam
akan
melibatkan
otot
abdomen, dan tusukan lebih dalam akan
menembus
peritoneum
dan
mampu
mencederai organ intraperitoneal atau
mungkin langsung mencederai organ
retroperitoneal bila trauma berasal dari
arah belakang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Manifestasi Klinis
a. Penurunan kesadaran (malaise, letargi,
gelisah) yang disebabkan oleh kehilangan
darah dan tanda-tanda awal shock
hemoragik.9
b. Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi
organ.
c. Respon stres simpatis.
d. Perdarahan dan pembekuan darah.
e. Kontaminasi bakteri dan kematian sel.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Penilaian Luka Tusuk Abdomen

Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik
3. Pemeriksaan penunjang
1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Penatalaksanaan:
Mengembalikan
fungsi vital dan optimalisasi
oksigenasi dan perfusi jaringan.
Menentukan mekanisme trauma.
Pemeriksaan
fisik yang hati-hati dan diulang
berkala.
Menentukan cara diagnostik yang khusus bila
diperlukan dan dilakukan dengan cepat.
Tetap waspada akan kemungkinan adanya cedera
vaskuler
maupun
retroperitoneal
yang
tersembunyi.
Segera menentukan bila diperlukan operasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Penanganan Pre Hospital dan Hospital
Pre hospital:
1. Airway
2. Breathing
3. Circulation
4. Disability
Hospital :
1. Skrinning pemeriksaan rontgen.
2. IVP atau Urogram Excretory dan CT
Scanning

BAB III TRAUMA TUSUK


ABDOMEN

Komplikasi
Akibat dari trauma tajam pada umumnya
adalah perdarahan, atau bila yang terkena
cedera adalah gaster, akan didapati
penyebaran asam lambung dalam rongga
peritoneum,
yang
akan
memberi
perangsangan yang cukup hebat, berupa
tanda-tanda peritonitis, Syok juga akan
terjadi apabila pasien tidak dilakukan
resusitasi secepat mungkin serta infeksi.

BAB III KESIMPULAN


Luka tusuk merupakan bagian dari trauma
tajam dimana luka tusuk masuk ke dalam
jaringan tubuh. Berbagai organ di perut
mudah terkena cedera akibat tusukan
tersebut bahkan cedera jaringan yang luas
bisa menimbulkan perdarahan yang hebat.
Pemeriksaan sistematis sangat diperlukan
untuk menentukan organ yang terkena dan
menentukan penanganan kedaruratan yang
tepat bagi pasien bisa segera dilakukan untuk
mencegah komplikasi yang mungkin timbul.

Terima Kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb