Anda di halaman 1dari 134

PARASITOLOGI III

ARTHROPODA

Urutan penggolongan klasifikasi


binatang

Phylum
Klas
Ordo
Familia
Tribus
Genus
Species.

URUTAN-URUTAN
PHYLUM

PHYLUM PROTOZOA
PHYLUM COELENTERATA
PLATYHELMINTHES
PHYLUM NEMATHELMINTHES
PHYLUM ANELIDA
PHYLUM MOLUSCA
PHYLUM ARTHROPODA
PHYLUM CHORDATA

TANDA PENGENAL
ARTHROPODA
1. Ruas-ruas tubuh membentuk
dua atau tiga bagian tubuh yg
jelas terpisah
2. Tubuh dan anggota tubuh
beruas-ruas
3. Tubuh lateral simetris
4. Anggota tubuh berpasangan.

SIFAT SIFAT
ARTHROPODA
1. Mempunyai kerangka luar yg secara berkala
ditanggalkan selama mengalami pertumbuhan
2. Alat pencernaan masih sederhana, berupa tabung
dengan mulut dan anus yg terpisah
3. Peredaran darah terbuka
4. Rongga badan mengandung cairan darah
5. Susunan syaraf terdiri atas ganglion dengan serabutserabut syaraf.
6. Sistem pernafasan terdiri atas stigma sebagai lubang
untuk jalan nafas dengan trakhea dan trakhoeli
sebagai saluran-saluran udara.
7. Sistem pengeluaran berupa saluran-saluran Malpighi
yang bermuara pada saluran makanan bagian
belakang.

Phylum ARTHTROPODA dibagi


menjadi empat kelas yaitu:
1. Kelas CRUSTACEA
misal
udang
2. Kelas MYRIAPODA
misal lipan
3. Kelas ARACHNOIDEA misal
tungau
4. Kls HEXAPODA (INSECTA) misal
nyamuk

Nyamuk termasuk kelas HEXAPODA, maka uraian


selanjutnya hanya mengenai HEXAPODA ( INSECTA)

Tanda pengenal
HEXAPODA/INSECTA ialah :
1. Tubuh terdiri atas 3 bagian yang
terpisah jelas menjadi : kepala,
dada dan abdomen (bagian
belakang).
2. Mempunyai sepasang antena
(sungut).
3. Mempunyai tiga pasang kaki

LANJUTAN.
4. Bagian luar tubuh tertutup oleh
lapisan keras yg disebut
eksoskeleton
5. Mempunyai satu mata majemuk
6. Sistim peredaran darah terbuka
7. Biasanya mengalami proses
metamorfosis

Berdasarkan bentuk sayap, tipe mulut serta


perbedaan lainnya, kelas SERANGGA dibagi menjadi
beberapa Ordo, diantaranya yang penting :

1. Ordo ODONATA
misal capung
2. Ordo ORTHOPTERA misal
belalang
3. Ordo HEMIPTERA
misal kutu
busuk
4. Ordo ANOPLURA
misal kutu
kepala
5. Ordo SIPMONAPTERA misal
pinjal

Ordo DIPTERA merupakan


ordo dengan jumlah anggota
terbanyak. Ordo ini dengan
mudah
dapat
dibedakan
dengan ordo lainnya dari
kelas
HEXAPODA
oleh
karena hanya mempunyai
sepasang
sayap,
yaitu
pasangan
sayap
depan.
Pasangan sayap belakang

Ordo DIPTERA dibagi menjadi


beberapa
FAMILIA,
diantaranya
yang
penting
adalah :

- Fam. CULICIDAE
misal
nyamuk
- Fam. MUSCIDAE misal lalat
rumah
- Fam. TABANIDAE
misal lalat
kandang

Familia CULICIDAE dibagi menjadi


dua Sub-familia, yaitu :

1.Sub-familia CULICINAE
2.Sub-familia CHABORINAE

Sub-familia CULICINAE adalah nyamuk yang


sebenarnya dengan tanda pengenal sebagai
berikut :

1. Proboscis panjang dan


menghisap darah
2. Urat-urat pada sayap bersisik
3. Sisik-sisik pada pinggir sayap
menjadi jumbai

Sub familia culicinae dibagi


menjadi 3 tribus
1. Culicini
2. Anophelini
3. toxorhynchilini

PENGGOLONGAN KLASIFIKASI
NYAMUK
- PHYLUM
ARTHROPODA
- KLAS
HEXAPODA/insecta
- ORDO
DIPTERA
- FAMILIA
CULICIDAE
- SUB FAMILIA CULICINAE
- TRIBUS
ANOPHELINI, CULICINI
- GENUS
ANOPHELES, AEDES,
CULEX
- SPESIES
ANOPHELES
SUNDAICUS DLL

SIKLUS HIDUP NYAMUK


Terdiri dari empat stadia
1. stadium dewasa
2. stadium telur
3. stadium jentik
4. stadium kepompong

STADIUM NYAMUK DEWASA


- dari kepompong keluar nyamuk dewasa
jantan dan betina dgn perbandingan 1 : 1
- nyamuk jantan lebih dulu keluar dari
betina
- dan langsung kawin
- betina istrahat 1 2 hari kemudian
mencari darah
-kemudian menunggu untuk bertelur dan
tergantung pd temperatur dan
kelembaban

STADIUM TELUR
- telur akan diletakkan pd
tempat yg berair
- telur akan kering dan rusak
pd keadaan kering tapi ada
beberapa nyamuk telurnya bisa
bertahan dlm waktu yg lama
meskipun dlm lingkungan
tanpa air ( Aedes )
- kebiasaan meletakan telurnya
berbeda-beda tergantung jenis

STADIUM JENTIK
- sg dikenal tadium jentik dikenal
empat tingkatan jentik yg dikenal
INSTAR
- untuk identifikasi jentik diambil
instar empat
- stadium jentik memerlukan waktu
satu minggu
- pertumbuhannya dipengaruhi oleh
beberapa faktor al: temperatur, bahan
makanan, binatang air lainnya
(predator )

STADIUM KEPOMPONG
- Kepompong adalah stadium
terahir nyamuk dlm air
- tidak memerlukan makanan
dan inaktif
- terjadi pembentukan sayap
- memerlukan zat asam
- stadium kepompong
memerlukan waktu 1 2 hari

TEMPAT PERINDUKAN
NYAMUK

A.
A.
A.

sundaicus
nigerrimus
maculatus

DAUR HIDUP NYAMUK


Dalam kehidupan nyamuk selalu
memerlukan tiga macam tempat
yaitu :
a. tempat untuk berkembang
biak (breading places )
b. tempat untuk mendapatkan
umpan/darah ( feeding places )
c. tempat untuk beristirahat
( resting places )

Tempat berkembang biak


dlm siklus hidup nyamuk ada
empat stadia yaitu : nyamuk
dewasa, telur, jentik dan
kepompong
tiga diantaranya ada di air atau
tempat yg mengandung air
( breeding places )
tiap jenis nyamuk dgn breeding
places yg berbeda

Macam macam
breeding places
Berdasarkan kadar garam
a. air payau yaitu campuran air
tawar dan air laut
b. air tawar

Berdasarkan keadaan sinar


matahari
- yg langsung dpt sinar matahari
( an. Sundaicus )
- yg terlindung dari sinar matahari
( an. Vagus)

. Berdasarkan aliran air


- air yg tidak mengalir
- air yg sedikit mengalir.

Stadium dalam air bagi nyamuk


sejak telur hingga kepompong
memerlukan waktu 8 12 hari
Waktu yg perlukan sangat
dipengaruhi oleh temperatur air

Tempat untuk mendapatkan


umpan/darah
a. nyamuk yg senang mencari
darah manusia
b. nyamuk yg senang mencari
darah binatang

Waktu aktif mencari darah


a. nyamuk yg aktif pada malam
hari
b. nyamuk yg aktif pada siang
hari

Berdasarkan perilaku aktif mencari


darah
a. nyamuk masuk rumah, langsung
menggigit, kemudian meninggalkan rumah
b. nyamuk masuk rumah, hingap didinding,
lalu menggigit, dan meninggalkan rumah
c. nyamuk masuk rumah, lalu menggigit,
dan menggigit lagi lalu meninggalkan
rumah
d. nyamuk masuk rumah, hinggap
didinding, menggigit, hinggap didinding
lagi baru meninggalkan rumah

Tempat untuk istrahat


- nyamuk akan istrahat selama
2 3 hari setelah perutnya
penuh dgn darah untuk
meletakkan telurnya
- tempat istrahat nyamuk
a. di dalam rumah/bangunan
lain
b. di luar rumah/bangunan
lain atau di alam

Tempat yg di gunakan
nyamuk untuk isterahat
a. aman dari musuh
b. lembab
c. terlindung dari sinar
matahari

Spesies adalah sekumpulan dari


individu yg sama yg dpt kawin
satu sama lain dan menghasilkan
keturunan
Spesies yg sama di kelompokkan
dlm satu kelompok yg di sebut

genus

VEKTOR PENYAKIT
PROTOZOA
Protozoa adalah hewan bersel
satu yg dpt melakukan semua
fungsi kehidupan seperti :
- pencernaan
- respirasi
- eskresi
- reproduksi

Vektor adalah golongan


arthropoda yg dpt
memindahkan/menularkan suatu
penyakit dari sumber/reservoir
ke penjamu potensial
Vektor mekanis adalah yg hanya
menempatkan mikro organisme
penyebab pd kaki atau bagian
badan lainnya
Vektor biologis adalah dimana
unsur penyebab mengalami

Malaria
Vektor malaria adalah nyamuk
anopheles betina
Apabila vektor mengisap darah,
sporozoit yg terdpt dlm kelenjar
luda nyamuk akan masuk melalui
luka tusuk
Dlm 1 jam bentuk terbawa oleh
darah menuju hati kemudian
masuk dlm sel hati dan akan
mulai berkembang

Setelah meninggalkan hati akan


masuk ke sel darah merah
Apabila tdk dimusnahkan oleh daya
tahan tubuh atau pengobatan maka
jumlah parasit dlm sel darah merah
meningkat dan disertai gejala klinis
empat jenis malaria yg dapat
menginfeksi anusia yaitu plasmodium
falciparum, p ovale, p. malariae dan
p. vivax beredar dlm peredaran darah
dlm bentuk seksual dan aseksual

Apabila gametosit tertelan


nyamuk maka akan menjadi
matang dan tumbuh dl usus
nyamuk
Malaria merupakan penyakit yg
terutama ditemukan di pedesaan
dan penularannya tergantung
dari nyamuk anopheles betina

Plasmodium falciparum yg
dianggap paling berbahaya
Masa inkubasi biasanya berkisar
7 30 hari
Periode terpendek ditemukan pd
falciparum yaitu 7 14 hari, p.
vivax dan p. ovale 8 14 hari dan
p. malarie 7 30 hari

Serangan malaria biasanya


berlangsung selama 6 10 jam
dgn tiga tingkatan :
1. Tingkatan dingin ( dingin,
gemetar )
2. Tingkatan panas ( demam, sakit
kepala, muntah pd anak-anak )
3. Tingkatan berkeringat
( berkeringat, kembali kesuhu
normal, kelelahan )

Epidemiologi malaria
Penyakit malaria dpt di tularkan
dari orang ke orang lain melalui
nyamuk
Agent nya adalah Plasmodium
spp
Host adalah manusia
faktor host adalah status sosial
ekonomi, adat istiadat dan
budaya serta imunitas

Environmental adalah
lingkungan
faktor tsb adalah : cuaca, suhu,
curah hujan, lama hidup, jarak
terbang dan resistensi terhadap
insektisida
Pengendalian malaria di daerah
endemik adalah untuk
menurunkan dampak malaria
terhdp kesmas

HOST
(Pejamu)

Manusia (host
intermediate)
Nyamuk Anopheles
(host definitive)

Pengendalian malaria dilakukan


secara tidak langsung yaitu :
1. pengendalian nyamuk
anopheles yg menjadi vektor
penyakit
2. Menghindari gigitan nyamuk
3. Tidur memakai kelambu
4. Memakai obat penolak nyamuk
5. Tdk mengunjungi lokasi rawan
malaria

Pengendalian nyamuk secara


kimiawi dgn mengunakan
insektisida yaitu penyomprotan
rumah
Pengendalian dgn cara sanitasi
yaitu pembersihan sarang2
nyamuk
Pengendalian malaria harus
terkordinasi

VEKTOR PENYAKIT
CACING
Filariasis adalah infeksi yg
disebabkan oleh berbagai jenis
nematoda
Hidup dalam kelenjar limfa
Vektornya adalah berbagai jenis
nyamuk

Penyakit filaria disebut juga


elephantiasis atau kaki jagah
Infeksi penyakit ini terutama pd
tungkai atau tangan yg
menyebabkan pembengkakan

Jenis jenis filariasis


1. filariasis yg disebabkan oleh
wucheria bancrofti
2. filariasis yg disebabkan oleh
brugia malayi
3. filariasis yg disebabkan oleh
brugia timori

Filariasis yg disebabkan oleh


wucheria bancrofti
Ad. Infeksi yg disebabkan oleh
cacing nematoda yg tinggal dlm
saluran dan kelejar limfa dari
penderita
Cacing betina menghasilkan
mikrofilaria yg dpt mencapai
aliran darah dlm 6 12 bulan
setelah infeksi.

MORFOLOGI
Larva I panjang 147 mikron,
bentu seperti sosis, ekor panjang
dan lancip
Larva II panjang 450 mikron,
bentuk lebih gemuk dan panjang
daripada bentuk L1,ekor pendek
serti kerucut
Larva III panjang 1200 mikron,
bentuk langsing

Lanjutan
Mikrofilaria panjang 250
mikron
Cacing dewasa (makrofilaria)
halus panjang seperti benang
warna putih kekuningan
Cacing jantang panjang 40 mm
ekor melingkar
Cacing betina panjang 65
100mm, ekor lurus dan tumpul

Penyakitnya disebut
wukekeriasis
Hospesnya adalah manusia
Vektornya
- di daerah perkotaan oleh
nyamuk culex
- di daerah pedesaan oleh
nyamuk anopheles atau aedes

SIKLUS HIDUP
Diperlukan manusia dan nyamuk
untuk melengkapi siklus
hidupnya
nyamuk mendapat infeksi dgn
menelan mikrofilaria dlm darah
yg diisapnya
mikrofilaria akan masuk dlm
lambung nyamuk dan akan
bermigrasi ke otot-otot thoraks
dan berkembang menjadi larva

Larva akan menuju labela


nyamuk dan masuk kedlm kulit
hospes definitif melalui luka
tusukan ketika sedang mengisap
darah
Larva infektif masuk ke limfatik
perifer dan akan tumbuh
menjadi dewasa betina dan
jantan
Akan terdeteksi di sirkulasi
perifer dlm 8 12 bulan setelah

Perbedaan jenis filarial


1. Mikrofilaria yg ditemukan dlm
darah pd malam hari
( periodisitas nokturnal ) dgn
konsentrasi maksimal pukul
22.00 hingga 02.00
2. Mikrofilaria yg ditemukan dlm
darah terus menerus dgn
konsentrasi maksimal pd siang
hari ( diurnal ) vektornya ad.
Nyamuk aedes yg menggigit pd

Infeksi W. bancrofti tersebar di


daerah tropis dan subtropis
Vektornya ad. Nyamuk
Anopheles dan Culex
Perlindungan dpt di tingkatkan
dgn penggunaan repelen
serangga dan kelambu serta
melakukan kontrol vektor
Peningkatan kebersihan untuk
mengurangi tempat perindukkan

Brugia malayi
Disebabkan oleh cacing
nematoda Brugia Malayi dan
Brugia Timori
Di temukan pd masyarakat
pedesaan yg tinggal di
persawahan terbuka
Manifestasi klinik mengenai
ekstremitas bagian bawah

Vektor utamanya adalah nyamuk


mansonia spp, Anopheles spp,
Aedes spp
Hospes reservoir adalah
manusia, babi, kucing dan kera
Penyakitnya adalah filariasis
malayi

MORFOLOGI
Mikrofilaria panjangnya 230
mikron
Cacing dewasa (makrofilaria)
bentuknya halus seperti benang,
warna putih kekuningan
Cacing jantan panjangnya 23
mm, ekornya melingkar
Cacing betina panjangnya 55
mm, ekornya lurus

Brugia timori
Di temukan di pulau timor dan
bagian tenggara kepulauan
indonesia
Manifestasi klinik sama brugia
malayi

MORFOLOGI
Mikrofilaria panjangnya 280
mikron
Cacing jantan panjangnya 23
mm, ekor melingkar
Cacing betina panjangnya 39
mm, ekor lurus

Masa penularan
Tdk langsung menular dari orang
ke orang
Manusia dpt menularkan melalui
nyamuk pd saat mikrofilaria
berada pd darah tepi
Mikrofilaria akan terus ada dlm
darah selama 5 10 tahun atau
lebih sejak infeksi awal
Nyamuk akan infektif sekitar 12
14 hari setelah mengisap darah

Cara pencegahan
Penyuluhan pd penderita di
daerah endemis mengenai cara
penularan dan cara
pengendalian vektor
Identifikasi vektor dgn deteksi
adanya larva infektif dlm
nyamuk
Pengendalian vektor serta
pengendalian lingkungan
Pengobatan massal pd penderita

Penanganan penderita
1. Laporkan pd instansi kesehatan
terdekat
2. Isolasi tdk dilakukan, penderita
dilindungi dari gigitan nyamuk
untuk mengurangi penularan
3. Penyelidikan kontak dengan
sumber infeksi
4. Pengobatan specifik

Penanggulangan wabah
Pengendalian vektor pada daerah
dgn tingkat endemisitas tinggi

DAUR HIDUP FILARIASIS


Cacing
dewasa dlm
kelenjar dan
saluran limfa
L3
kelenjar/saluran
limfa L4 L5

L3 (infektif)
masuk tubuh
melalui gigitan
nyamuk

Manusia, kera,
kucing

Terhisap
nyamuk L1
L2 L3

mikrofila
ria dalam
darah

1. Nyamuk mengisap darah manusia


2. Filaria dewasa hidup dalam limfa
3. Cacing dewasa menghasilkan mikrofilaria
dan bermigrasi ke saluran darah
4. nyamuk mengisap darah dan mencerna
mikrofilaria
5. Mikrofilaria melepaskan kulit dan
penetrasi perut dalam nyamuk
6. Berkembang menjadi larva L1
7. Menjadi larva L3
8. Bermigrasi ke kepala dan probosis nyamuk

VEKTOR PENYAKIT VIRUS,


RIKETSIA DAN BAKTERI
VIRUS ad penyebab peny. yg
mempunyai ukuran yg sgt kecil, dpt
menimbulkan peny cacar , morbili,
hepatitis, rabies dll peny tsb di
tularkan secara langsung
Virus ad. agen infektif untuk banyak
jenis penyakit tanaman dan hewan
termasuk manusia al : cacar, rabies,
influenza, demam berdarah,
chikungunya, encephalitis dll

Sejumlah virus tertentu hidup


berasosiasi dg serangga, sekitar 90
virus telah diisolasi dari berbagai
jenis nyamuk
Arbovirus atau arthropod borne
viruses ad virus2 yg hidup bertahan
di alam melalui kontak biologis
antara inang2 vertebrta yg peka dan
athropoda yg hidup dgn mengisap
darah

RIKETSIA ad. parasit yg sifatnya


intraseluler dgn ukuran besar
berada di antara bakteri dan
virus, membutuhkan sel hidup
untuk pertumbuhan dan
perkembangan mis. Penyakit
scrub
tifus
yg ditularkan
oleh
BAKTERI
adalah
merupakan
pinjal
tikus
tumbu-tumbuhan
bersel tunggal
yg menyebabkan bermacammacam penyakit seperti TBC,
tifus abdominalis, meninggitis dll

Vektor penyakit virus


Demam virus yang di tularkan
oleh phlebotomine atau demam
lalat gurun ( sand fly fever )
Merupakan penyakit daerah
subtropis dan tropis
Yaitu daerah dgn periode cuaca
kering dan panas panjang

Reservoir
reservoir utama adalah lalat
gurun pasir
virus bertahan dlm telur lalat
(transovarium )

cara penyebaran
melalui gigitan lalat pasir (sand
fly) yg terinfeksi
menggigit pd malam hari

DENGUE HEMORHAGIC
FEVER
Identifikasi
penyakit virus berat yg di
tularkan oleh nyamuk
virus dengue adalah anggota
genus flavivirus, famili arbovirus
virus dengue terdpt serotipe
DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4

VEKTOR
Virus dengue di tularkan dari
orang ke orang melalui gigitan
nyamuk Aedes
Virus dengue bertahan melalui
siklus nyamuk aedes aegypti ke
manusia di daerah tropis

Cara penularan
Di tularkan melalui gigitan nyamuk yg
infektif terutama aedes aegypti yg
mengigit pd siang hari
Tidak di tularkan langsung dari orang
ke orang
Nyamuk akan infektif selama hidupnya
setelah mengisap darah penderita
Ditemukan di daerah perkotaan
Masa inkubasi dari 3 14 hari

Siklus penularan
Nyamuk aedes betina akan
terinfeksi virus dengue pd saat
mengisap darah seseorang yg
demam akut
Masa inkubasi ekstrinsik selama
8 - 10 hari, kelenjar ludah
nyamuk akan terinfeksi dan virus
akan di tularkan ketika nyamuk
menggingit dan mengeluarkan
cairan ludahnya dlm luka

Gejala awal, penyakit sec.


mendadak dgn demam, pusing,
nyeri otot, munculnya bintik
merah pd bagian tubuh tertentu
dan terjadi perdarahan pd mulut
hidung dan telinga

Pengawasan penderita
1. Laporkan pd instansi kesehatan
terdekat
2. Isolasi hindari gigitan nyamuk
pd siang hari
3. Lakukan investigasi terhadap
kontak dan sumber infeksi
4. Lakukan pengobatan suportif
dan penunjang
5. Pada kasus yg lebih berat
sebaiknya gunakan cairan

Cara pencegahan
- penyuluhan pd masyarakat
dan PSN 3M
- lakukan survey untuk
mengetahui tingkat kepadatan
nyamuk, perindukan dan
habitatnya

penanggulangan wabah
- temukan dan musnahkan
species aedes di lingkungan
pemukiman, tabur bubuk abate

PENGENDALIAN VEKTOR
Pengendalian adalah upaya yang
di lakukan untuk menekan
populasi serangga yg menjadi
vektor dari penyakit sampai
berada dibawa batas
kemampuan dlm menularkan
penyakit
Pemberantasan adalah upaya
yang di lakukan untuk mencari
dan menghilangkan serangga

Pengendalian vektor
dilakukan dgn cara :
1. Pengendalian kimiawi yaitu segala
macam cara pengendalian vektor dgn
menggunakan bahan kimia, antara lain
:
A. sebagai racun,
B. Sebagai penghambat
pertumbuhan
C. Sebagai hormon.

2. Pengelolaan lingkungan yaitu


menyangkut modifikasi
lingkungan tempat tinggal
penduduk
3. Pengendalian cara biologis
yaitu cara pengendalian dgn
menggunakan bahan lain yg
merupakan musuh-musuh alami
vektor
4. Pengendalian cara genetik yaitu
melepaskan vektor jantan yg
telah di sterilkan.

Hal hal yg perlu


diperhatikan sebelum
dilakukan pengendalian
1. Keadaan dan perilaku vektor yg
menjadi sasaran
2. Metode yg di pilih
3. Kualitas operasi yg menyangkut
ketepatan waktu, dosis, jenis
dan keadaan insektisida yg di
pakai, luas wilayah yg di cakup

Pengendalian cara kimia


Segi positif
1. sangat efektif
2. mudah di kerjakan
3. efek terlihat jelas dalam
waktu yg relatif singkat

Segi negatif
1. terjadi pencemaran
lingkungan
2. terjadi keracunan langsung
pd manusia
3. dapat membunuh organisme
bukan sasaran
4. timbulnya kekebalan
serangga terhadap insektisida
yg sering digunakan.

Dalam memilih insektisida


perlu mempertimbangkan
hal- hal :
1. selektif artinya efektif untuk
serangga sasaran, tetapi
relatif aman atau daya bunuh
terhadap musuh alami
serangga sasaran hendaknya
sekecil mungkin
2. bahaya terhadap manusia
dan hewan piaraan serta alam

Lanjutan
3. dengan biaya yg murah
4. segala sesuatu yg
berhubungan dgn aplikasi
mudah di dpt dan mudah di
lakukan
5. status kerentanan serangga
sasaran terhadap insektisida
yg di gunakan masih
memungkinkan

Pengendalian cara kimia


terhadap nyamuk dewasa
Residual sprying yaitu
penyemprotan dinding dgn
residu insektisida dalam rumah
Insektisida yg di gunakan adalah
yg mempunyai residu efek cukup
lama
Tergolong insektisida dgn
peracunan lewat kontak , seperti
DDT, Icon dll

Yang perlu diperhatikan dalam


penyemprotan dinding
1. Penyemprotan harus
menyeluruh
2. Semua permukaan dinding dan
perabot rumah tangga harus
lengkap tersemprot
3. Dosis harus terpenuhi
4. Harus teratur, waktu harus
tepat.

Space spraying / Pengabutan /


Foging (penyemprotan ruang )
Fogging tidak mempunyai efek
residu, hasiatnya akan hilang
bersamaan dg hilangnya kabut
dari udara atau ruangan
Insektisida yg di gunakan adalah
insektisida yg mempunyai efek
knock down.

Penggunaan obat nyamuk bakar


- cara ini tidak membunuh
nyamuk, tetapi hanya
berfungsi untuk menghalau
nyamuk atau untuk
menjauhkan dari gigitan
nyamuk

Pemberantasan cara kimiawi


terhadap jentik
Untuk nyamuk: dgn
menggunakan temephos (abate),
1 gram untuk 10 liter air
Menggunakan solar atau macammacam oil, baik dicampur atau
tanpa insektisida
Sedangkan untuk serangga lain
dgn menggunakan diasinon 1 %

INSEKTISIDA
INSEKTISIDA ad bahan kimia yg bersifat
racun digunakan untuk memberantas
insekta/vektor/serangga
Insektisida terdiri dari :
a. Imagosida : bahan kimia untuk
membunuh serangga dewasa
b. Larvisida : bahan kimia yg digunakan
untuk membunuh larva serangga
c. ovisida : bahan kimi yg ditujukan
untuk membunuh telur

BERDASARKAN TEMPAT MASUK


INSEKTISIDA DLM TUBUH
VEKTOR
a. racun kontak ( kontak poison ):
racun yg masuk dlm tubuh serangga
melalui kulit serangga
b. racun perut ( stomact poison )
racun yg masuk dlm tubuh serangga
melalui mulut atau alat pencernaan
serangga

Lanjutan
c. fumigans : racun yg masuk
dlm tubuh serangga melalui
saluran pernapasan
d. repellent : bahan kimia yg di
tujukan untuk menjauhkan
manusia dari serangga yg
menjadi vektor penyakit

BERDASARKAN SUSUNAN BAHAN


KIMIA
a. anorganik ( arsen, fluorine dll
)
b. botanical ( pyrethrium,
retonen )
c. chlorinated hydrocarbon
( DDT, chlordane )
d. organophosphor ( malathion,
diazinon dll )

METODE PENGGUNAAN
INSEKTISIDA
HAL-HAL YG HARUS DI PERTIMBANGKAN
DLM MEMILIH INSEKTISIDA UNTUK
PENGENDALIAN SERANGGA
a. species serangga atau vektor yg di
tuju
b. stadium serangga atau vektor
c. lingkungan hidup daerah yg akan
diberantas
d. sifat-sifat biologi serangga

PEMBAGIAN INSEKTISIDA
A.Insektisida yg di hasilkan oleh
alam ( yg di hasilkan oleh
tumbuh-tumbuhan )
misalnya nikotin, piretrium,
rotenon dll.
B. Insektisida yg dihasilkan oleh
pabrik sebagai bahan sintetik
misalnya : DDT, diasinon,
malathion dll.

BENTUK INSEKTISIDA YG DIGUNAKAN


UNTUK PENGENDALIAN VEKTOR

1. BENTUK
2. BENTUK
3. BENTUK
4. BENTUK
5. BENTUK

SPRAY
AEROSOL
DEBU
GRANULA
UMPAN

1.BENTUK SPRAY
A. space spraying : untuk
membunuh vektor dewasa yg
sedang terbang melalui
kontak kulit
B. residual spraying :
menempatkan insektisida pd
permukaan dinding dan
bagian bangunan lainnya yg
merupakan tempat istirahat
vektor dan berfungsi sebagai

2. AEROSOL : insektisida bentuk


partikel yg sangat halus
dpt digunakan didlm dan
diluar ruangan sebagai
racun kontak dpt
berbentuk asap, gas dan
kabut
3. DEBU : insektisida konsentrasi
rendah ( >10 % ) yg
terikat dgn bedak, di
gunakan dgn cara
menaburkan ke

4. GRANULA : insektisida yg di
larutkan di gunakan di
daerah rawa-rawa yg di
tumbuhi tanaman air
sebagai tempat
berkembang biaknya
vektor
5. UMPAN : insektisida yg di
campurkan dgn
makanan.

RESISTENSI INSEKTISIDA
Suatu vektor dikatakan resisten
terhadap isektisida bila dgn
menggunakan dosis yg biasa
digunakan tdk dpt membunuh
vektor

Sebab terjadinya
resistensi
- sistim enzim yg mampu
menetralisir racun
- adanya timbunan lemak dlm
tubuh vektor
- stadium vektor
- generation time
- kompleksitas gen

BILA TERJADI RESISTENSI


INSEKTISIDA
a. Dosis harus di tingkatkan
b. Menciptakan insektisida
baru
c. Menganti insektisida yg lain

PENYAKIT YG DISEBABKAN OLEH


SERANGGA
SEBAB-SEBAB TIMBULNYA PENYAKIT DI
KELOMPOKKAN 3 ASPEK
1. PENYEBAB ( agent )
penyebab suatu penyakit dapat
berupa :
- bakteri / baksil : TBC, Cholera
- hewan bersel satu : plasmodium
- cacing : filaria
- virus
: demam berdarah

2. INDUK SEMANG ( host )


Mahluk hidup ( hewan atau
manusia ) yg dapat di jadikan
tempat bagi penyebab untuk
hidup dan berkembang biak
contoh :
- plasmodium
malaria ( nyamuk +
manusia )
- baksil pes ( pinjal
+ tikus + manusia )

3. LINGKUNGAN
( environmental )
adalah keadaan alam sekitar
penyebaran dan induk
semang antara lain:
- iklim
- keadaan perumahan
- keadaan sanitasi
lingkungan
- jenis tumbuh-tumbuhan
dan hewan

HUBUNGAN TIMBAL
BALIK
LINGKUNG
AN

PENYEB
AB

INDUK
SEMANG

SERANGGA SEBAGAI PENULAR


PENYAKIT
SEBAGAI VEKTOR PENULAR DARI
MIKROORGANISME PENYAKIT
SEBAGAI TUAN RUMAH
PERANTARA (INTERMEDIAT
HOST)

SEBAGAI VEKTOR PENULAR


PENYAKIT
SERANGGA ATAU VEKTOR
SECARA AKTIF MENULARKAN
MIKROORGANISME PENYEBAB
PENYAKIT DARI PENDERITA
KEPADA ORANG SEHAT YAITU :
A. SEBAGAI VEKTOR MEKANIK
B. SEBAGAI VEKTOR BIOLOGI

SEBAGAI VEKTOR MEKANIK


ADALAH SERANGGA ATAU
VEKTOR HANYA BERTINDAK
SEBAGAI PEMBAWA
MIKROORGANISME PENYEBAB
PENYAKIT YG BERASAL DARI
PENDERITA KEMAKANAN ATAU
MINUMAN ORANG SEHAT
DLM TUBUH SERANGGA ATAU
VEKTOR MIKROORGANISME
PENYEBAB PENYAKIT TDK

SEBAGAI VEKTOR BIOLOGI


DIMANA DLM TUBUH
SERANGGA ATAU VEKTOR
MIKROORGANISME PENYEBAB
PENYAKIT MENGALAMI
PERUBAHAN BENTUK, JUMLAH
ATAU SIFATNYA ( BIOLOGICAL
TRANSMISSION ).

PROSES PENULARAN BIOLOGI OLEH


VEKTOR
1. serangga atau vektor mengisap MO
penyebab penyakit
2. dlm usus MO mengalami multiplikasi
3. MO berkembang di epitel usus atau
menembus langsung dinding usus
4. penyebaran keseluruh jaringan
5. konsentrasi MO kejaringan tertentu
6. penularan melalui gigitan, tinja MO
melalui mulut

TIGA JENIS PENULARAN


BIOLOGI
1. CYCLO-PROPOGATIVE
TRANSMISSION
ad. Dlm tubuh vektor, MO
penyebab penyakit mengadakan
perubahan bentuk (siklikal) dan
bertambah jumlahnya akibat
multiplikasi
Contohnya :
Plasmodium penyebab
malaria oleh nyamuk anopheles.

2. CYCLO-DEVELOPMENTAL
TRANSMISSION
ad. Dlm tubuh vektor, MO
penyebab penyakit hanya
mengalami perubahan
bentuk/morfologi, jumlah tdk
bertambah.
Contohnya :
cacing wucheria bancrofti
penyebab filaria yg ditularkan
oleh nyamuk culex.

3. PROPOGATIVE TRANSMISSION
ad. Jika MO penyebab penyakit
dlm tubuh vektor mengadakan
multiplikasi, tapi tdk mengalami
perubahan bentuk/morfologinya
Contohnya :
penularan penyakit pes, kuman
pasteurella pestis akan
memperbanyak diri dgn cepat
dlm tubuh pinjal tikus

VEKTOR SEBAGAI INTERMEDIAT


HOST
SERANGGA ATAU VEKTOR SEBAGAI
INTERMEDIAT HOST ad. Vektor
menularkan MO penyebab penyakit
secara pasif, yg aktif memasukkan
stadium infektif MO penyebab
penyakit kedlm tubuh tuan rumah ad
tuan rumah sendiri,
misalnya: memasukkan makanan dan
minuman yg tercemar oleh MO
penyebab penyakit kedlm mulutnya.

Contoh :
dlm tubuh cyclops ( Crustacea ) larva
cacing Diphyllobothrium latum
mengadakan perkembangan dan
pertumbuhan menjadi larva cacing yg
mampu menembus tubuh ikan
dlm tubuh ikan akan terbentuk larva
cacing yg infektif bagi tubuh manusia
jika manusia makan ikan yg
mengandung larva cacing infektif, maka
dlm tubuh manusia akan menjadi cacing
dewasa

Jadi manusia akan terinfeksi dgn


parasit jika makan daging ikan
yang tidak di masak dgn baik

MIKROORGANISME PENYEBAB
PENYAKIT YG DITULARKAN VEKTOR
1. PROTOZOA
a. Entameba histolitika dpt menimbulkan
penyakit disentri ( musca domestica )
b. Leismaniasis oleh phlebotomus secara
biologis pd manusia, anjing dll
c. Plasmodium oleh nyamuk anopheles
secara biologis
d. Trypanosoma gambiense oleh lalat
secara biologis
e. Amubiasis ( mekanis )

2. CACING
vektor sebagai intermediat
hiost dlm siklus hidup cacing
baik cestod, trematoda,
nematoda, baik secara mekanis
( ascariasis ) maupun biologis
( filariasis )
3. JAMUR
bebrapa jenis jamur dpt
ditularkan secara mekanis oleh
lalat ( aspergilus )

4. BAKTERI
berbagai jenis bakteri
ditularkan secara mekanis dan
biologis oleh vektor
mekanis :
- shigella dan salmonella
- bacillus anthraksis
biologis :
- pasteurelle pestis
- borellia penyebab relapsing
fever

5. VIRUS
vektor dpt menular virus
secara mekanis:
- virus polio oleh lalat
- virus coxackie oleh lalat
secara biologis :
- arbovirus ( arthropods borne
virus )

6. RICKETTSIA ( secara biologis )


- ricketsia prowaseki penyebab
typhus oleh pediculus humanus
corporis
- ricketsia mooseri penyebab
murine typhus oleh
sphonaptera
- ricketsia tsutsumugamusi
penyebab scrup typhus oleh
tungau
- ricketsia akari penyebab

GANGGUAN YG DISEBABKAN
SERANGGA

SERANGGA DAPAT
MENYEBABKAN PENYAKIT,
KELAINAN PD ORGAN ATAU
JARINGAN TUBUH SERTA
GANGGUAN TERHADAP
KETENANGAN HIDUP.

GANGGUAN TERSEBUT AL
:
1. ENTOMOFOBI
2. GANGGUAN KETENANGAN HIDUP
(annoyance)
3. KEHILANGAN DARAH
4. KERUSAKAN ALAT INDRA
5. RACUN SERANGGA
6. DERMATOSIS
7. ALERGI
8. MIASIS

1. ENTOMOFOBI
ad. Rasa takut yg berlebihan
terhadap serangga
biasa terjadi pd wanita dan
anak-anak.
2. ANNOYANCE
ad. Bila di jumpai di dlm rumah
banyak serangga sep. lalat &
nyamuk, maka penghuni rumah
akan mengalami sukar tidur dll.

3. KEHILANGAN DARAH
ad. Kehilangan darah akibat
ggigitan serangga atau vektor
pengisap darah
4. KERUSAKAN ALAT INDRA
ad. Akibat masuknya serangga
atau vektor di mata atau
gosokan pd mata, bagian tubuh
vektor yg keras dpt
menimbulkan luka pada mata

5. RACUN SERANGGA
Banyak vektor yg dpt
menghasilkan racun dan pdt
menimbulkan keluhan, gejala
ringan, gejala berat bahkan
menimbulkan kematian akibat
sengatan maupu n gigitan yg
beracun.
6. DERMATOSIS
ad. Gigitan serangga atau
vektor pd kulit yg dpt

7. ALERGI
ad. Kepekaan yg berlebihan
(hypersensitifitas) terhadap
protein yg berasal dari tubuh
vektor atau produk yg di
hasilkan oleh vektor
8. MIASIS
ad. Invasi pd organ dan
jaringan tubuh manusia dan
hewan yg masih hidup oleh larva
serangga atau vektor Jumlah