Anda di halaman 1dari 30

CHEMICAL

CARCINOGENESIS
Oleh :
Dr. A. E. Manampiring, MKes

Karsinogenik adalah suatu bahan yang dapat

mendorong/menyebabkan kanker. Hal ini bisa


terjadi karena ketidakstabilan genomik atau
gangguan pada proses metabolisme seluler.
Faktor penyebab perkembangan kanker :
1. Lingkungan
2. agen kimia
Kanker adalah penyakit dimana ssel-sel rusak
di dalam tubuh tidak mengalami program
kematian sel, dan tumbuh secara tidak
terkontrol dengan metabolisme yang
menyimpang.

Karsinogen meningkatkan resiko terjadinya

kanker dengan merubah metabolisme seluler


atau merusak DNA langsung di dalam sel
sehingga mengganggu proses biologis dan
menginduksi pembelahan sel secara tidak
terkontrol dan akhirnya menyebabkan
terjadinya pembentukan tumor.
Biasanya, sel yang mengalami perubahan
DNA yang terlalu parah akan diarahkan untuk
masuk pada program kematian sel, tetapi jika
jalur program kematian sel ini rusak maka sel
akan berubah menjadi sel kanker.

Karsinogenesis kimiawi merupakan suatu proses multi-

tahap.
Sebagian besar karsinogen sebenarnya tidak reaktif

(prokarsinogen atau karsinogen proximate), namun di dalam


tubuh diubah menjadi karsinogen awal (primary) atau
menjadi karsinogen akhir (ultimate).
SitokromP450 suatu mono-oksidase dependen retikulum

endoplasmik sering mengubah karsinogen proximate


menjadi
intermediatedefisienelektron yang reaktif (electrophils).
Intermediate (zat perantara) yang reaktif ini dapat
berinteraksi dengan pusat-pusat di DNA yang kaya elektron
(nucleophilic) untuk menimbulkan mutasi.

Interaksi antara karsinogen dengan DNA dalam suatu

sel diduga merupakan tahap awal terjadinya


karsinogenesis kimiawi.
DNA sel dapat pulih kembali bila mekanisme
perbaikannya normal, namun bila tidak sel yang
mengalami perubahan dapat tumbuh menjadi tumor
yang akhirnya nampak secara klinis.
Ko-karsinogen (promoter) sendiri bukan karsinogen.
Promoter berperan mempermudah pertumbuhan dan
perkembangan sel tumor.
Waktu yang diperlukan untuk terjadinya tumor dari
fase awal tergantung pada adanya promoter dan
untuk
kebanyakan tumor pada manusia periode laten
berkisar dari 15 sampai 45 tahun.


KARSINOGENESIS

Kerusakan genetik (Mutasi genetik): herediter,

acquisita akibat karsinogen kimia, virus


onkogenik, radiasi
Sasaran kerusakan genetik terletak pada
normal regulatory gene yaitu growth
promoting oncogene & growth inhibiting
cancer suppressing gene
Merupakan proses multistep dg penyebab
multifaktor


KARSINOGENESIS

Pengaruh Lingkungan
Karsinogen yg terdpt pd tempat kerja (asbes,

paparan sinar matahari), makanan, rokok,


alkohol, mitra seksual
Herediter: retinoblastoma (gen Rb), tumor
Wilms, Poliposis adenomatosis familial kolon,
neurofibromatosis tipe 1

Transformasi neoplastik
Sel Normal Displasia Sel Ganas
Penelitian invitro & binatang coba

menunjukkan pengaruh:
- Karsinogen Kimia
- Virus Onkogenik
- Radiasi
- Agen Biologik (hormon, mitotoksin, parasit)

PROSES
KARSINOGENESIS
Interaksi awal antara suatu karsinogen

dengan sel tujuan berlangsung singkat dan


irreversibel.
Tahap ini di-sebut tahap inisiasi,

sedangkan tahap-tahap berikutnya belum


jelas,
ada dua buah hipotesa yang
menerangkannya.

Hipotesa I
Hipotesa pertama ini menerangkan bahwa tahap
inisiasi yang menimbulkan suatu sel kanker dan
tahap-tahap berikutnya tergantung dari kemampuan
pertumbuhan spesies seluler tersebut. Hal ini berarti
bahwa proses karsinogenesis merupakan proses
perkembangan atau evolusi dari suatu sel kanker.
Proses evolusi suatu sel kanker yang
ditimbulkan oleh suatu karsinogen.
Rangsangan Karsinogen
Neoplastik
kanker.

Sel Tujuan /Sel

Hipotesa II

Hipotesa kedua ini menerangkan bahwa tahap inisiasi


menyebabkan suatu perubahan pada sel nonneoplastik
sehingga dapat mengalami evolusi menjadi suatu sel
kanker.
Hal ini berarti bahwa proses karsinogenesis merupakan
proses perkembangan atau evolusi menjadi suatu sel kanker
Proses evolusi suatu sel nonneoplastic menjadi
suatu sel kanker yang ditimbulkan oleh suatu
karsinogen.
Rangsangan Karsinogenik
Sel Tujuan/ Populasi Sel Baru
Pertumbuhan
Neoplasia Jinak
Kanker atau
Neoplasia Tetap.


TAHAP-TAHAP KARSINOGENESIS

TAHAP INISIASI:

- Dipicu oleh insiator (bahan yg mampu menyebabkan


mutasi gen) initiated cells
Sel-sel masih mirip dg sel normal
TAHAP PROMOSI
Initiated cells dipicu oleh promotor (terus
menerus/berulang) transformed cells. Perubahan
informasi genetik, sintesis DNA, replikasi meningkat
lesi insitu.

TAHAPAN KARSINOGENESIS
TAHAP PROGRESI
Perubahan Protoonkogen menjadi onkogen
onkoprotein
Perubahan fenotip: klinik terdpt benjolan (tumor)
Perubahan karyotip kromosom
TAHAP INVASI & METASTASIS

Sel tumor infiltrasi & menyebar hematogen dan


limfogen

Penyebab kanker & faktor risiko


Penyebab kanker multifaktor dg tahapan

terjadinya: multistep (inisiasi, promosi,


progresi)
Faktor risiko: Keturunan, lingkungan, gaya
hidup
Faktor lingkungan hidup: Penyinaran, bahan
kimia, makanan, virus-parasit.

Bahan-bahan yang Diduga Pemicu Kanker.

Pemicu kanker pada dasarnya BELUM DIKETAHUI secara pasti,


namun terdapat bahan-bahan yang diduga sebagai pemicu
kanker. Bahan-bahan yang dimaksud disebut karsinogenik.
Bahan-bahan yang masuk dalam kelompok karsinogen yaitu:
1. Senyawa kimia, seperti aflatoxin B1, ethionine, saccarin,
asbestos, nikel, chrom, arsen, arang, tarr, asap rokok, dan
oral
kontrasepsi.
2. Faktor fisik, seperti radiasi matahari, sinar -x, nuklir, dan
radionukleide.
3. Virus, seperti RNA virus (fam. retrovirus), DNA virus
(papiloma virus, adeno virus, herpes virus), EB virus
4. Iritasi kronis dan inflamasi kronis dapat berkembang
menjadi kanker
5. Kelemahan genetik sel-sel pada tubuh, sehingga memudahkan
munculnya kanker.

Karsinogenesis bahan kimia tdd :


Karsinogenesis
Karsinogenesis
Karsinogenesis
Karsinogenesis

bahan kimia organik


bahan kimia inorganik
Film dan Serat
Hormonal

BAHAN KIMIA KANKER ?

Beberapa bahan kimia tertentu merupakan

faktor risiko terjadinya kanker


Contoh jelaga (ter), hasil pembakaran, asbes,

naftilin, aminodifenil, vinilklorid, kromium,


arsen
Tindakan pencegahan / keselamatan kerja

sangat penting utk pencegahan kanker.

Evaluasi Zat-zat Kimia yang Bersifat Karsinogen oleh


Inter-national Agency For Research On Cancer (IARC)
Pada Tahun 19711977

Pada tahun 19711977, International Agency for Research

on Cancer (IARC) mengambil inisiatif untuk mengevaluasi


zat-zat kimia yang bersifat karsinogen.
Sejumlah 368 jenis zat-zat kimia telah dievaluasi dan dari
jumlah ini 26 jenis zat kimia yang didapat dari proses
industri atau obat-obatan yang masuk ke tubuh manusia
melalui pernafasan atau mulut ternyata positif bersifat
karsinogen terhadap manusia, 221 jenis zat kimia positif
bersifat karsinogen terhadap binatang percobaan dan 121
jenis zat kimia lainnya mungkin bersifat karsinogen
terhadap manusia atau binatang percobaan.

Data bidang penggunaan utama 368 jenis zat-zat kimia


yang dievaluasi dalam 16 volume monograf IARC.
Bidang penggunaan utama
Zat-zat kimia untuk industri

Jurnlah zat kimia


173

Obat-obatan

84

Pestisida

34

Zat-zat yang terdapat di alam

32

Aditif zat makanan/kosmetik

31

Macam-macam zat kimia dan


analognya

Proses industri

Hasil sampingan industri

Jumlah

368

Bahan karsinogenik yang mungkin masuk


dalam tubuh
Bahan
karsinogenik

Sumber

Kemungkinan jenis
kanker

Ultraviolet A, B

Sinar matahari

Melanoma/kanker
kulit

Nitrosamin

Aditif natrium nitrit


pada sosis dan kornet
Kanker (umum)
(pewarna merah
daging), sate/BBQ

Benzo(a)piren

Rokok

Rhodamin B

Pewarna kertas tetapi


ditambahkan pada
Kanker kulit, kanker
makanan, minuman,
(umum)
kosmetika (warna
merah)

Kanker paru-paru

26 jenis zat kimia yang positif bersifat


manusia.
No Zat-zat kimia
Bidang
atau proses
penggunaan
utama

karsinogen terhadap
Organ
tubuh
tujuan

Cara
masuk ke
tubuh

1.

Aflatoksin
lingkungan

Industri

hati

Tertelan,
terhirup

2.

4-aminobifenil

Industri

Kandung
kemih

Terhirup-,
tertelan

3.

Senyawa
arsenat

Industri obat2an, Kulit, paru2, Terhirup,


lingkungan
hati
tertelan,
kulit

4.

Asbestos

Industri

Paru-paru,
Terhirup,
Ronggapleu terra
telan
saluranpenc
ernaan

No.

Zat-zat kimia
atau proses

Bidang
penggun
aan
utama

Organ tubuh
tujuan

Cara masuk
ke tubuh

7.

Benzidina

Industri

Kandung
kemih

Terhirup, tertelan, terserap kulit

8.

Bis (klorometil) - eter

Industri

Paru-paru

Terhirup

9.

Industri yang
menggunakan
kadmium
(mungkin
kadmium oksida).

Industri

Paru-paru, kel. Terhirup,


prostat
tertelan

10.

Kloramfenikol

Obat2an

Pembentukan
darah

Tertelan,
suntikan

No.

Zat-zat kimia
atau proses

Bidang
penggunaan
utama

Organ tubuh
tujuan

Cara
masuk ke
tubuh

11.

Klorometil metil
eter (mungkin
terasosiasi
dengan bis
(klorometil)ete

Industri

Paru-paru

Terhirup

12.

Kromium
Industri
(industriindustri
penghasl
Kromat)

Industri

Paru-paru

Terhirup

13.

Siklofosfamit

Obat2an

Kandung kemih

Tertelan,
suntikan

14.

Dietilstilbestrol

Obat2an

Vagina, rahim

Tertelan

No.

Zat-zat kimia
atau proses

Bidang
penggunaa
n utama

Organ tubuh
tujuan

Cara
masuk ke
tubuh

17.

Melfalan Obatobatan Sistim


pembentukan

Obat sistim
pembentuka
n darah

Paru-paru

Tertelan,
suntikan

18.

Gas mustard

Industri

Paru-paru

Terhirup

19.

2-naftilamina

Industri

Kandung kemih

Terhirup,
kulit,
tertelan

20.

Nikel

Industri

Rongga hidung

Terhirup

21.

N, N
bis(2kloroetil)2-naftilamina

Obat2an

Kandung kemih

Tertelan

22.

Oksimetolona

Obat2an

Hati

Tertelan

23.

Fenasetin

Obat2an

Ginjal

Tertelan

24.

Fenitoin

Obat2an

Ginjal

Tertelan

25.

Jelaga

Industri,

Paru2,kulit

terhirup

Radikal Bebas
Oksigen merupakan unsur penting bagi kehidupan organisme.
Sebagai kekuatan oksidan, oksigen molekuler di satu pihak

bermanfaat sebagai kemampuan dasar degradasi oksidatif,


yaitu sebagai substrat pada respirasi..
Di pihak lain, oksigen dapat menimbulkan kerusakan karena

berperan sebagai prekursor pada spesies oksigen reaktif


(reactive oxygen spescies, ROS) yang menimbulkan kerusakan
komponen intraseluler termasuk DNA. Untuk mengurangi
pengaruh kerusakan yang ditimbulkan oleh ROS, organisme
hidup mampu menjalankan mekanisme multisistem antiROS,
namun pada saat tertentu ROS diperlukan untuk kepentingan
biologis. ROS berperan sebagai pertahanan biologis, yaitu
fagositosis dan pesan jelek apoptosis, yaitu prgogram
kematian sel, dan mungkin sebagai komponen yang diduga
berperan pada sistem mutator dengan meningkatnya
penyimpangan genetik pada populasi

Walaupun oksigen (O2) esensial untuk

kebanyakan proses kehidupan, molekul tersebut


dapat berubah menjadi molekul yang memiliki
toksisitas tinggi. Satu dari kebanyakan senyawa
reaktif adalah superoksida anion (O2-) yang
merupakan radikal bebas.
Radikal bebas adalah atom atau molekul yang
mengandung elektron yang tidak berpasangan
pada orbit luarnya.
Molekul terdiri atas atom dengan elektron yang
berpasangan pada kulit terluarnya, namun pada
suatu kondisi, molekul atau atom yang memiliki
elektron yang tidak berpasangan biasanya
mengambil elektron lain dari sekitarnya untuk
dijadikan sebagai pasangannya.
Radikal bebas umumnya merusak molekul lain,
misalnya molekul pada sel.

Spesies oksigen reaktif selalu dihasilkan

secara normal dalam proses produksi


energi, sintesis senyawa biologis, dan
fagositosis pada sistem imun.
Di lain pihak peningkatan aktivitas

spesies oksigen reaktif bisa


menyebabkan sejumlah penyakit
termasuk penyakit jantung, kanker, dan
penuaan.

Cara Pencegahan
Untuk mengurangi efek karsinogenik ini

adalah dengan mengkonsumsi zat


antikarsinogenik dan dengan mengurangi
sedapat mungkin mengkonsumsi makanan
yang mengandung zat karsinogeniknya
tinggi.
kita perlu mengkosumsi zat2 anti

karsinogenik

KOMPONEN DIET ANTIKARSINOGEN


Vit. C dan E, betakaroten, selenium mrpk.

Antioksidans. Oksidan menybbkan mutasi gen.


Vit A berperan dalam regulasi pertumbuhan sel.
zat2 anti karsinogenik (al Organosulfur

compounds, Indoles, Monoterpenes, Flavonoids,


Tannins dan beberapa zat lainnya)

TERIMA KASIH