Anda di halaman 1dari 11

Eritema multiformis

Trisna Fajar
112015094

definisi
Eritema multiforme adalah suatu kondisi kulit yang berhubungan dengan
reaksi hipersensitifitas baik itu yang disebabkan karena infeksi maupun
karena obat-obatan. Bentuk kelainan kulit yang muncul berupa erupsi
polimorf yang terdiri dari makula,papula dan lesi target yang simetris
yang terdistribusi terutama pada ekstremitas bagian distal. Pada eritema
multiformis keterlibatan mukosa sangat minimal. Manajemen dari
eritema multiformis yaitu mengobati infeksi yang ada atau menghentikan
obat yang diduga menjadi penyebab munculnya EM. Pada kasus yang
ringan, dimana tidak terdapat gejala sisa dan kadang tidak memerlukan
pengobatan khusus. Pada kasus Eritema multiforme yang berulang di
terapi dengan menggunakan Acyclovir. Pasien yang resisten terhadap
Acyclovir atau tidak respon dengan pemberian acyclovir dapat diberikan
terapi Valancyclovir atau famcyclovir, yang memiliki bioavailabilitas oral
yang lebih baik dan dosis yang lebih mudah disesuaikan. Pada pasien
dengan eritema multiforme berulang meskipun terapi antiviral supresif
telah diberikan, harus tetap dirujuk ke dokter kulit untuk mendapatkan
perawatan lebih lanjut.

Etiologi dan patogenesis


Dicurigai bahwa kompleks imun didalam darah yang
mendorong timbulnya efek simptomatik diperantarai
komplomen, dikombinasi dengan limfotik dan neutrofilik yang
telah menstimulasi cedera vaskuler dapat berperan sebagai
patogen.
Faktor pemicu :
- Infeksi bakteri
- Infeksi jamur
- Virus
- Stres
- Emosi
- Alergi
- Obat-obatan(yang mengandung sulfa dan barbiturat)

patofisiologi
Patofisiologi erythema multiforme masih belum dapat dipahami
secara pasti; namun,sedikitnya herpes yang berkaitan dengan
erythema multiforme herpes-associated erythemamultiforme
[HAEM]) muncul karena hasil dari reaksi imunologis cellmediated(cell-mediated immune reaction) yang berkaitan dengan
antigen herper simplex virus (HSV).Reaksi imunologis
mempengaruhi HSV-expressing keratinocytes. Sel efektor
sitotoksik,limfosit T CD8+ di epidermis, mempengaruhi apoptosis
keratinosit dan berujung padanekrosis sel satelit. Sel-sel epidermis
di sekitarnya memiliki HLA-DR positive. Terdapatsuatu hubungan
antara HLA tipe A33, B35, B62 (B15), DR4, DQB1*0301, DQ3, dan
DR53dengan kekambuhan erythema multiforme (recurrent
erythema multiforme). Secara khusus,HLA-DQ3 terutama
berhubungan dengan recurrent erythema multiforme dan dapat
menjadi markeryang sangat membantu untuk membedakan HAEM
dari penyakit kulit lainnya.

Gejala dan gambaran klinis


- Makula seperti cincin dan merah-putih, konsentrik yang
timbul dengan cepat pada permukaan ekstensor lengan
dan kaki, lutut dan telapak tangan.
- Secara intraoral, terlihat makula merah, ulserasi multipel
dan erosi dengan permukaan fibrinosa yang kelabu putih.
Kelainan tersebut terbatas pada mukosa pipi, mukosa
bibir, palatum atau melibatkan seluruh daerah
- Pada awalnya, lesi berupa makula sirkuler (kecil dan
merah )kemudian membesar dan membentuk daerah
putih dan pucat atau jernih ditengahnya, kemudian
ditengahnya membentuk vesikel dan bula. Vesikel dapat
timbul tanpa disadari dan pecah membentuk ulkus

klasifikasi
Eritema multiforme minor
Terjadi pada kira-kira 80% kasus. Secara klinis
lesi berbentuk makular, papular, atau urtikarial, serta
iris klasik atau lesi target, yang tersebar di distal
ekstremitas.

Eritema multiforme major
Merupakan bentuk penyakit yang lebih parah
dengan lesi target yang lebih besar dengan
keterlibatan membran mukosa. Onset biasanya tibatiba, meskipun kemungkinan karena adanya masa
prodromal selama 1-13 hari sebelum erupsi muncul.

diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan
gambaran klinis yang ditemukan,
namun kriteria atau jenisnya sangat
sulit ditentukan. Walaupun begitu,
beberapa kasus dimana gejala klinis
tidak khas dapat terlihat secara jelas
pada pemeriksaan histologi.

DD
Sindrom Stevens Johnson
Selalu terdapat lesi pada membran mukosa. Secara klinis
tersebar luas, target atipik serta tanda-tanda pokok. Pada
pemeriksaan patologi ditemukan dermatitis pada permukaan serta
nekrosis epidermal. Perjalanan penyakit bersifat akut.

Urtikaria
Pada urtikaria tidak terdapat lesi pada membrane mukosa.
Secara klinis lesi bersifat sirsinar dan sementara. Terdapat edema
dan perlangsungannya lebih akut dari pada eritema multiforme.
Erupsi obat makulopapular
Lesi pada membran mukosa jarang didapatkan (biasanya
pada bibir). Terdapat lesi mirip lesi target polimorfik yang
tersebar, makula, papula serta plak.

penatalaksanaan
Untuk semua bentuk eritema
multiforme, penanganan yang paling
penting adalah
penanganan simtomatik, yaitu
antihistamin oral, analgesik,
perawatan kulit, dan soothing
mouthwashes (yaitu dengan
membilas mulut dengan warm saline
water atau dicampur
dengan difenhidramin, xylocaine,

prognosis
Eritema multiforme berjalan
sebagai penyakit yang ringan pada
banyak kasus dan pada masingmasing individu serangan mereda
dalam 1-4 minggu. Dan biasanya tidak
terjadi sekuel. Kecuali untuk
hipopigmentasi transien atau
hiperpigmentasi pada beberapa
kasus.

Daftar pustaka
Canelukisari. 2010.Erythema-Multiforme
Isik, et al.2007. Multidrug-Induced
Erythema Multiforme. J Investig Allergol
ClinImmunol2007; Vol. 17(3): 196-198.
Ankara : Esmon Publicidad. Available at:
http://www.jiaci.org/issues/vol17issue03
/12.pdf
(Am Fam Physician 2006; 74: 1883-8.
Copyright 2006 American Academy
of Family Physicians.)