Anda di halaman 1dari 7

ANGGARAN

PERUSAHAAN

Anggaran
Produksi

R. Muhammad Fadhil Junery, S.EI

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)


Syariah Bengkalis
RIAU

Anggaran Produksi
Anggaran

produksi

perancanaan

adalah

terperinci

suatau

mengenai

jumlah unit produksi selama periode


yang akan datang yang didalamnya
mencakup

rencana

(kualitas),

jumlah

mengenai

jenis

(kuantitas),

dan

waktu (kapan) produksi akan dilakukan.


2

Anggaran Produksi
Secara garis besar angaran peroduksi dapat
diformulasikan sebagai berikut :
Rencana penjualan

XXX

Persdiaan akhir

XXX +

Barang yang tersedia

XXX

Persediaan awal

XXX

Jumlah yang harus diperoduksi

XXX
3

Kebijakan Menyusun Anggaran


Produksi
1. Kebijakan yang mengutamakan stabilitas
tingkat produksi: jumlah yang dioproduksi
diwaktu yang akan datang stabil, meskipun
terjadi fluktuasi penjualan.
2. Kebijakan yang mengutamkan stabilitas
tingkat persediaan: jumlah unit yang
diproduksi dibiarkan berfluktuasi tetapi
persedian diusahakan setabil dari waktu
kewaktu. Caranya adalah dengan membagi
selisih antara persediaan awal dan
persediaan ahir dengan waktu (bulanan,
triwulan, semester).
4

Kebijakan Menyusun Anggaran


Produksi
3. Kebijakan yang merupakan kombinasi,
dimana tingkat produksi maupaun tingkat
persediaan
berfliktuasi.
Meskipun
persediaan telah ditetapkan dengan cara
kombinasi,
tetapi
perusahan
harus
menetapkan asumsi-asumsi lain agar
dapat
dicapai
keseimbangan
yang
optimum
antara
tingkat
penjualan,
persediaan dan produksi.

Exso III.1
PT. Bentan dengan pola penjualan sebagai berikut:
Triwulan I
: 24.000 Unit
Triwulan II
: 20.500 Unit
Triwulan III
: 20.500 Unit
Triwulan IV
: 24.000 Unit
Persediaan awal : 7.000 Unit
Persediaan akhir : 5.000 Unit
Tingkat peroduksi tidak boleh
difluktuasikan lebih dari 20% dari tingkat
produksi rata-rata.
Tingkat persediaan teriwulan I dan II
berfluktuasi 600 unit, sedangkan triwulan III
dan IV 400 unit.
6