Anda di halaman 1dari 34

-kiat Menurunkan a

mpertahankan Ber
Badan secara Seha

Secara Sehat
Kiat-kiat ini dikatakan secara
sehat karena sama sekali TIDAK
menggunakan obat pelangsing
atau senyawa kimia apapun yang
bertujuan untuk menurunkan
berat badan mengelola energi
yang masuk dan olah raga

Kriteria berat badan


Kurang
Normal
Gemuk (overweight)
Sangat gemuk (obesitas)
Indeks Massa Tubuh (IMT) :
Berat Badan (dlm kg)
IMT =
-------------------------------------------Kuadrat Tinggi Badan (dlm
meter)

Contoh
Bu Rini

tinggi badan 164 cm


berat badan 56 kg
Berat badan (kg) = 56

IMT =
--------------------------------------------------------Kuadrat tinggi badan (m)= 1,64 x 1,64
= 2,68
=

56 : 2,68 = 20,89

Kriteria Berat Badan Berdasarkan IMT

(menurut WHO = organissasi kesehatan

dunia)

IMT
< 18,5
18,5 - 24,9
25 - 29,9
30 - 34,9
35 - 39,9
> 39,9

Kriteria
Berat badan kurang
Berat badan normal
Berat badan lebih
Obesitas I
Obesitas II
Sangat obesitas

KRITERIA BERAT BADAN


BERDASARKAN IMT UNTUK
ORANG ASIA
IMT
18,5 - 22,9 :
23,0 - 24,9 :
25,0 - 29.9 :
1
> 30
:
tipe 2

Kriteria
Sedang
Preobesitas
Obesitas tipe
Obesitas

Bentuk Tubuh
a.

Proporsional : badan dan kaki seimbang:


ramping dan paha kecil

b. Badan normal, kaki pendek : pinggang


ramping, paha besar
c. Badan pendek, kaki panjang : pinggang
besar,
paha kecil
Tubuh besar karena tulang besar

Penyebab Obesitas

Konsumsi makanan dengan kalori yang melebihi


yang dibutuhkan tubuh

Faktor turunan dan


perkembangan

Penyebab obesitas
2. faktor turunan : menyumbang 33%
3. gaya hidup yang tidak membutuhkan gerak
badan yang cukup
4. faktor psikis : binge (makan terus menerus) dan sindroma makan
malam (makan malam lebih dari sekali)
5. penyakit-penyakit tertentu : kelainan syaraf --- makan
buuanyaak
6. obat-obatan tertentu : anti depresi, kadang-kadang pil KB

Di slide sebelumnya: Arthritis atau


yg tepat adalah OsteoArthritis (OA)
Seringkali orang mengatakan OA atau
pengapuran adalah pengoroposan tulang
atau osteopororsis (OP)
KEDUA HAL ITU SANGAT BERBEDA
Bila berat badan (BB) berlebih, akan lebih
cepat terkena OA, meski semua orang akan
terkena OA dengan bertambahnya umur

Perbedaan osteroarthritis atau


arthritis (OA ) dan osteoporosis (OP)
OA : dikenal dengan pengapuran : menipisnya
tulang rawan yang berada diantara sendi,
terutama lutut, sebagai reaksinya, akan
muncul tulang- tulang rawan berukuran kecil
dan runcing nyeri sekali umumnya di lutut
akibat obesitas
OP : pengoroposan tulang akibat kurang asupan
kalsium (kurang Ca dan atau kebanyakan
minum kopi, lebih dari segelas per hari selama ber
tahun-tahun)

Osteoporosis = tulang
keropos

Osteoporosis = tulang
keropos

Osteoporosis

OA: OSTEOARTRITIS:
pengapuran

OA: OSTEOARTHRITIS

OA: OSTEOARTHRITIS

Resiko Obesitas

Modal Utama

NIAT
YANG KUAT

BAYANGKAN APABILA

Tingkat Kesulitan Menurunkan Berat Badan


(BB) Berdasarkan Umur (pengalaman pribadi)
Umur di bawah 30 tahun, relatif mudah sekali
Umur > 30 dan < 40 tahun mulai sulit
Umur > 40 dan < 50 tahun agak sulit sampai
sulit tergantung aktivitas fisik (OR atau
kegiatan lain)
Umur > 50 tahun, SANGAT SANGAT SULIT
sampai
tidak bisa turun (karena sulit, bahkan
dikatakan hanya minum air putih
menyebabkan penambahan BB)

Umur > 50 tahun


meski sulit menurunkan BB, tetapi
dengan niat yang kuat BB bisa turun,
meski tidak semudah ketika berusia
di bawah 50 tahun., apalagi kalau
sudah menopause

K I AT K I AT

( K I A T- K I A T I N I M U R N I I D E
PENULIS DAN TELAH
D I T E R A P K A N S E J A K TA H U N
1 9 8 0 , S A AT KU L I A H S 1 )

TANAMKAN NIAT TERUS MENERUS DAN


KELOLA KALORI YANG MASUK

1. Untuk mengontrol berat badan, timbang badan


seminggu sekali atau tiap hari setiap bangun
tidur pagi hanya memakai BH dan CD, setelah
BAB dan perut dalam keadaan kosongberat
sebenarnya. Gunakan timbangan yang sama
dan di tempat yang sama

2. Tidak ngemil : makan makanan kecil diantara


makan besar. Sebaiknya ngemil buah yang tdk
berkalori tinggi (pepaya, bengkuang)
3. Tidak menggunakan daster ketika makan,
gunakan celana dengan pingang yang tidak

4. Makan pagi seperti raja, siang seperti orang biasa,


malam seperti dhuafa (terut usia>40 th atau
obesitas). Porsi nasi atau karbohidrat: pagi normal,
siang kurangi, malam sedikit . Usia diatas 50 thn
terutama obesitas, nasi atau karbohidrat (KH) sangat
sedikit setiap kali makan
5. Sedikit atau tidak makan nasi, makan tetap 3 x
sehari. Nasi diganti roti tawar, kentang, atau ubi rebus
dengan porsi lauk, buah dan sayur spt biasa, bahkan
buah dan sayur diperbanyak utk mengganjal lambung
spy tdk lapar. KH harus ada, supaya tidak pikun.
6. OLAH RAGA TERATUR, 3-4 kali seminggu @ min 30
menit atau 150 250 jam/minggu (rekomendasi ahli
kesehatan). Lari pagi atau jalan cepat, cepat sekali
menurunkan BB

7. Puasa sunah : Senin Kamis, Daud, tgl 13-15


tiap bulan. Waktu buka puasa, sedikit KH.
Besuk paginya, makan dengan KH banyak
8. Minum air putih sebelum makan dan atau
ketika nafsu makan meningkat (setiap hari
2 lt)
9. Tinggalkan meja makan sebelum kenyang
10. Tidak mendhedhel baju untuk dibesarkan
tapi turunkan berat badan kalau BB naik
11. Tidak mengukur badan setiap ke penjahit

12. Hindari eskalator atau lift ketika naik tangga


(ahli kesehatan : sebaiknya gunakan lift kalau
turun tangga utk mengurangi OA)
13. Punya aktivitas positif di luar rumah: pengajian,
arisan, line dance, reuni, menyanyi, jemput
anak (kalau ada kudapan, icipi sedikit saja)
14. Kerjakan sebanyak mungkin pekerjaan rumah
misalnya mengepel atau mencuci mobil
15. Tidak makan krupuk dan gorengan (weci, pisgor,
brontak), juga tidak minum manis berlebihan (>
2 gelas per hari). Kalau ingin sekali, minum air
putih sebelumnya dan makan sedikit saja.

SELAMAT MENCOBA
Semoga Berhasil