Anda di halaman 1dari 39

aaa

Jaringan
Penukar Panas

3/3/2015

aaa

Alat penukar panas (Heat Exchanger) adalah suatu


peralatan dimana terjadi perpindahan panas
dari suatu fluida yang mempunyai
temperatur yang lebih tinggi ke fluida lain
yang temperaturnya lebih rendah, baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Dalam hal ini Heat Exchanger digunakan sebagai
pemanas pendahuluan sebelum crude oil masuk
dalam furnace dengan menggunakan residu
sebagai media pemanasnya.

3/3/2015

aaa

Pada Heat exchanger tipe shell and tube,


dimana shell dilalui oleh fluida panas (residu)
sedangkan tube dilalui oleh fluida dingin
(crude oil).
Heat exchanger ini juga berfungsi untuk
enurunkan temperatur dari solar sebelum
masuk ke cooler.
Apabila heat exchanger tersebut telah
dioperasikan beberapa waktu, maka akan
terjadi penurunan unjuk kerja dari alat
3/3/2015

tersebut.

aaa

Penurunan unjuk kerja bisa jadi disebabkan


oleh terbentuknya kerak, korosi, kebocoran,
maupun aliran fluida yang menyebabkan friksi
terhadap dinding alat.
Penurunan kinerja ini bisa dilihat dari
parameter parameter seperti pressure drop
tinggi, serta dirt factor (Rd) melebihi harga
yang diizinkan.
Berdasarkan pada pertimbangan diatas maka
unjuk kerja alat penukar panas dapat
dievaluasi secara periodik.

3/3/2015

aaa

Perpindahan Panas
Perpindahan panas adalah proses pertukaran panas
yang terjadi antara benda panas dan benda dingin,
yang masing masing disebut source and receiver
(sumber dan penerima).
Ada 3 macam cara perpindahan panas yaitu konduksi,
konveksi dan radiasi.

3/3/2015

aaa

Perpindahan panas konduksi adalah


mekanisme perpindahan panas yang
terjadi dengan suatu aliran atau
rambatan proses dari suatu benda
yang bertemperatur lebih tinggi ke
benda yang bertemperatur lebih
rendah atau dari suatu benda ke benda
lain dengan kontak langsung.

3/3/2015

aaa

Dengan kata lain proses perpindahan panas


secara molekuler dengan perantaraan
molekul molekul yang bergerak.
Perpindahan panas konduksi dapat
berlangsung pada zat padat, cair dan gas.
Adapun untuk menghitung perpindahan
panas konduksi dapat dipergunakan rumus
sebagai berikut:

3/3/2015

aaa

3/3/2015

aaa

3/3/2015

aaa

Alat yang berfungsi untuk mentransfer


energi panas (entalpi) antara dua atau lebih
fluida, antara permukaan padat dengan
fluida, atau antara partikel padat dengan
fluida, pada temperatur yang berbeda serta
terjadi kontak termal

3/3/2015

10

aaa
Satu bagian terpenting dari heat exchanger
adalah permukaan kontak panas.
Pada permukaan inilah terjadi perpindahan
panas dari satu zat ke zat yang lain.
Semakin luas bidang kontak total yang
dimiliki oleh heat exchanger tersebut,
maka akan semakin tinggi nilai efisiensi
perpindahan panasnya.
Pada kondisi tertentu, ada satu komponen
tambahan yang dapat digunakan untuk
meningkatkan luas total bidang kontak
perpindahan panas ini.
3/3/2015

11

1. Heat Exchanger Tipe Kontak Tak Langsung

Heat Exchanger Tipe Kontak Tak Langsung


Heat exchanger tipe ini melibatkan fluida-fluida
yang saling bertukar panas dengan adanya
lapisan dinding yang memisahkan fluida-fluida
tersebut.
Sehingga pada heat exchanger jenis ini
tidak akan terjadi kontak secara langsung
antara fluida-fluida yang terlibat.
Heat exchanger jenis ini masih dibagi menjadi
beberapa jenis lagi, yaitu:

3/3/2015

12

Heat Exchanger Tipe Direct-Transfer

Heat Exchanger Tipe Direct-Transfer


Pada heat exchanger tipe ini, fluida-fluida
kerja mengalir secara terus-menerus dan
saling bertukar panas dari fluida panas ke
fluida yang lebih dingin dengan melewati
dinding pemisah.
Membedakan heat exchanger tipe ini dengan
tipe kontak tak langsung adalah aliran fluidafluida kerja yang terus-menerus mengalir
tanpa terhenti sama sekali.
Heat exchanger tipe ini sering disebut juga
dengan heat exchanger recuperator.
3/3/2015

13

Storage Type Exchanger

Storage Type Exchanger


Heat exchanger tipe ini memindahkan panas dari
fluida panas ke fluida dingin secara intermittent
(bertahap) melalui dinding pemisah.
Sehingga pada jenis ini, aliran fluida tidak secara
terus-menerus terjadi, ada proses penyimpanan
sesaat sehingga energi panas lebih lama tersimpan
di dinding-dinding pemisah antara fluida-fluida
tersebut.
Tipe ini biasa pula disebut dengan regenerative
heat exchanger.

3/3/2015

14

Fluidized-Bed Heat Exchanger

Fluidized-Bed Heat Exchanger


Heat exchanger tipe ini menggunakan sebuah komponen
solid yang berfungsi sebagai penyimpan panas yang
berasal dari fluida panas yang melewatinya.
Fluida panas yang melewati bagian ini akan sedikit
terhalang alirannya sehingga kecepatan aliran fluida
panas ini akan menurun, dan panas yang terkandung di
dalamnya dapat lebih efisien diserap oleh padatan
tersebut.
Selanjutnya fluida dingin mengalir melalui saluran pipapipa yang dialirkan melewati padatan penyimpan panas
tersebut, dan secara bertahap panas yang terkandung di
dalamnya ditransfer ke fluida dingin.

3/3/2015

15

Fluidized-Bed Heat Exchanger

Fluidized-Bed Heat Exchanger


3/3/2015

16

2. Heat Exchanger Tipe Kontak Langsung


Heat Exchanger Tipe Kontak Langsung
Suatu alat yang di dalamnya terjadi perpindahan panas antara
satu atau lebih fluida dengan diikuti dengan terjadinya
pencampuran sejumlah massa dari fluida-fluida tersebut
disebut dengan heat exchanger tipe kontak langsung.
Perpindahan panas yang diikuti percampuran fluida-fluida
tersebut, biasanya diikuti dengan terjadinya perubahan fase
dari salah satu atau labih fluida kerja tersebut.
Terjadinya perubahan fase tersebut menunjukkan terjadinya
perpindahan energi panas yang cukup besar.
Perubahan fase tersebut juga meningkatkan kecepatan
perpindahan panas yang terjadi. Macam-macam dari heat
exchanger tipe ini antara lain adalah:

3/3/2015

17

Immiscible Fluid Exchangers

Immiscible Fluid Exchangers


Heat exchanger tipe ini melibatkan dua fluida
dari jenis berbeda untuk dicampurkan sehingga
terjadi perpindahan panas yang diinginkan.
Proses yang terjadi kadang tidak akan
mempengaruhi fase dari fluida, namun bisa juga
diikuti dengan proses kondensasi maupun
evaporasi.
Salah satu penggunaan heat exchanger ini
adalah pada sebuah alat pembangkit listrik
tenaga surya berikut.

3/3/2015

18

aaa
Prinsip Kerja Boiler

Boiler adalah sebuah wadah tertutup berisi air atau


fluida lain untuk dipanaskan.

Sekalipun sebuah boiler tidak harus berfungsi untuk


mendidihkan fluida, namun kita lebih familiar dengan
boiler yang berfungsi untuk mendidihkan air
sehingga memproduksi uap air.

Sehingga pada umumnya boiler adalah sebuah alat


untuk memproduksi uap air.

3/3/2015

19

aaa

3/3/2015

20

Prinsip kerja boiler

Prinsip kerja boiler sebenarnya cukup


sederhana sama seperti pada saat kita
sedang mendidihkan air menggunakan panci.
Proses pendidihan air tersebut akan selalu
diiringi proses perpindahan panas yang
melibatkan bahan bakar, udara, material
wadah air, serta air itu sendiri.
Proses perpindahan panas ini mencakup tiga
jenis perpindahan panas yang sudah sangat
kita kenal yakni konduksi, konveksi, dan
radiasi.

3/3/2015

21

aaa

3/3/2015

22

aaa
Pada boiler pipa air di atas misalnya, sumber panas
didapatkan dari pembakaran bahan bakar di
dalam furnace.
Energi panas ini sebagian akan terpancar secara
radiasi ke pipa-pipa evaporator sehingga
memanaskan pipa-pipa tersebut.
Panas yang terserap oleh permukaan pipa akan
secara konduksi berpindah ke sisi permukaan
dalam pipa.
Di dalam pipa, mengalir air yang terus-menerus
menyerap panas tersebut.
Proses penyebaran panas antar molekul air di dalam
aliran ini terjadi secara konveksi.
Perpindahan panas konveksi antar molekul air, seakanakan menciptakan aliran fluida tersendiri terlepas
dengan aliran air di dalam pipa-pipa boiler.
3/3/2015

23

aaa
Gas hasil pembakaran yang mengandung energi panas
akan terus mengalir mengikuti bentuk boiler hingga ke
sisi keluaran.
Di sepanjang perjalanan, panas yang terkandung di
dalam gas buang akan diserap oleh permukaan tubing
boiler dan diteruskan secara konduksi ke air di dalam
pipa.
Secara bertahap, air akan berubah fase menjadi uap
basah (saturated steam) dan dapat berlanjut hingga
menjadi uap kering (superheated steam).

3/3/2015

24

aaa

Boiler atau ketel uap adalah suatu


bejana/wadah yang di dalamnya berisi air atau
fluida lain untuk dipanaskan.
Energi panas dari fluida tersebut selanjutnya
digunakan untuk berbagai macam keperluan,
seperti untuk turbin uap, pemanas ruangan,
mesin uap, dan lain sebagainya.
Secara proses konversi energi, boiler memiliki
fungsi untuk mengkonversi energi kimia yang
tersimpan di dalam bahan bakar menjadi energi
panas yang tertransfer ke fluida kerja.

3/3/2015

25

aaa

Bejana bertekanan pada boiler umumnya


menggunakan bahan baja dengan spesifikasi tertentu
yang telah ditentukan dalam standard ASME (
The ASME Code Boilers ), terutama untuk
penggunaan boiler pada industri-industri besar.
Dalam sejarah tercatat berbagai macam jenis material
digunakan sebagai bahan pembuatan boiler seperti
tembaga, kuningan, dan besi cor.
Namun bahan-bahan tersebut sudah lama
ditinggalkan karena alasan ekonomis dan juga
ketahanan material yang sudah tidak sesuai dengan
kebutuhan industri.

3/3/2015

26

aaa

Panas yang diberikan kepada fluida di dalam


boiler berasal dari proses pembakaran dengan
berbagai macam jenis bahan bakar yang dapat
digunakan, seperti kayu, batubara, solar/minyak
bumi, dan gas.

Dengan adanya kemajuan teknologi, energi


nuklir pun juga digunakan sebagai sumber
panas pada boiler.

3/3/2015

27

aaa

Dan berikut adalah beberapa jenis boiler:


1. Pot Boiler atau Haycock Boiler

3/3/2015

Merupakan boiler dengan desain paling


sederhana dalam sejarah.

Mulai diperkenalkan pada abad ke 18,


dengan menggunakan volume air besar
tapi hanya bisa memproduksi pada
tekanan rendah.

Boiler ini menggunakan bahan bakar


kayu dan batubara.

Boiler jenis ini tidak bertahan lama


penggunaannya karena efisiensinya yang
sangat rendah.
28

aaa

2. Fire-Tube Boiler (Boiler Pipa-Api)

3/3/2015

Pada perkembangan selanjutnya


muncul desain bari boiler yakni boiler
pipa-api.

Boiler ini terdapat 2 bagian di


dalamnya, yaitu sisi tube/pipa dan sisi
barrel/tong.

Pada sisi barrel berisi fluida/air,


sedangkan sisi pipa merupakan tempat
terjadinya pembakaran.

29

aaa

3/3/2015

Boiler pipa-api biasanya memiliki kecepatan produksi


uap air yang rendah, tetapi memiliki cadangan uap air
yang lebih besar.

30

aaa

3. Water-Tube Boiler (Boiler Pipa-Air)


Sama seperti boiler pipa-api, boiler pipa-air juga
terdiri atas bagian pipa dan barrel.
Tetapi sisi pipa diisi oleh air sedangkan sisi barrel
menjadi tempat terjadinya proses pembakaran.
Boiler jenis ini memiliki kecepatan yang tinggi
dalam memproduksi uap air, tetapi tidak banyak
memiliki cadangan uap air di dalamnya.

3/3/2015

31

aaa

3/3/2015

32

aaa

4. Kombinasi Boiler Pipa-Api dengan Pipa-Air


Firebox
Boiler jenis ini merupakan kombinasi antara
boiler pipa-api dengan pipa-air.
Sebuah firebox didalamnya terdapat pipa-pipa
berisi air, uap air yang dihasilkan mengalir ke
dalan barrel dengan pipa-api didalamnya.
Boiler jenis ini diaplikasikan pada beberapa
kereta uap, namun tidak terlalu populer
dipergunakan.

3/3/2015

33

aaa

Classification of
heat exchangers
(Shah, 1981).

3/3/2015

34

aaa

3/3/2015

35

aaa

3/3/2015

36

aaa

3/3/2015

37

aaa

3/3/2015

38

aaa

3/3/2015

39