Anda di halaman 1dari 28

Sgd 2

Skenario 2
Modul perilaku dan jiwa

Skenario 2
symptoms dan signs

Seorang laki-laki berusia 35 tahun dengan pekerjaan


sebagai pegawai Administrasi di Departemen
Psikiatri Fakultas Kedokteran swasta di Kota ini. Sejak
satu bulan yang lalu mengalami gangguan psikosa.
Pada pasien ini telah terdapat gangguan pada alam
pikiran, alam perasaan, alam perilakunya. Tetapi
kemampuan mengingat pasien tetap cukup baik.
Keadaannya menjadi seperti begini terjadi secara
tiba-tiba dan tidak ditemukan stressor psikososial
yang berarti. Dari alloanamnese ditemukan bahwa
pada masa remaja pernah menderita penyakit
Typhus Abdominalis dan pada saat itu kesadarannya
jauh menurun. Pasien sudah dibawa berobat ke
dokter dan saat ini tidak ditemukan gangguan pada
status internus dan neurologicus.

TERMINOLOGI
1. Gangguan Psikosa merupakan gangguan mental yang
menyebabkan ketidakmampuan seseorang menilai
realita dengan fantasi dirinya. Hasilnya, terdapat realita
baru versi orang psikosis tersebut.
2. Stressor Psikososialsetiap keadaan atau peristiwa yang
merupakan perubahan dalam kehidupan seseorang,
sehingga orang teresebut terpaksa mengadakan adaptasi
untuk menanggulangi stressor yang timbul.
3. Status Internus pemeriksaan fisik secara umum sesuai
dengan bidang penyakit dalam untuk mengetahui
penyakit-penyakit yang diderita pasien.
4. Status Neurologicus pemeriksaan fisik di bidang
neurologi

IDENTIFIKASI MASALAH
1. Apa ada hubungan typhus abdominalis dngan
gangguan psikosa yang dialami ?
2. Apa saja faktor yang dapat menyebabkan
seseorang mengalami gangguan psikosa secara
tiba-tiba ?
3. Apa saja pembagian psikosa ?
4. Pada os terdapat gangguan alam pikiran, alam
perasaan, alam perilaku tapi kenapa
kemampuan mengingat os normal ?
5. Apakah ada hubungannya pekerjaan dengan
keluhan os ?

ANALISA MASALAH
1. Apa ada hubungan typhus abdominalis
dngan gangguan psikosa yang dialami ?
Jawab : tidak ada hubungan
2. Apa saja faktor yang dapat menyebabkan
seseorang mengalami gangguan psikosa
secara tiba-tiba ?
Jawab : faktor biologis dan faktor genetik
3. Apa saja pembagian psikosa ?
Jawab : ganggun fungsional dan
gangguan organik

ANALISA MASALAH
4. Pada os terdapat gangguan alam pikiran,
alam perasaan, alam perilaku tapi kenapa
kemampuan mengingat os normal ?
Jawab: karena tidak ada gangguan pada
neurologis pada os
5. Apakah ada hubungannya pekerjaan
dengan keluhan os ?
Jawab : ada, kemungkinan os berinteraksi
dengan pasien di lingkungan
pekerjaannya

MAPPING CONCEPT
Tanda dan gejala gangguan
psikiatrik

Kesadar
an
Perhatia
n
Emosi

Afek dan
Mood

Perilaku
motorik
Proses berfikir
bicara
presepsi
Daya
ingat

Afasia
Halusinasi dan
ilusi
Amnesia,
paramnesia dll

LO
tanda dan
psikiatrik

gejala

gangguan

BELAJAR MANDIRI
Sign (tanda) adalah temuan objektif yang di observasi oleh dokter.
Symptom (gejala) adalah pengalaman subjektif yang digambarkan
oleh pasien.
Tanda dan gejala gangguan psikiatrik
1. Kesadaran
Gangguan kesadaran
a. Disorientasi
b. Kesadaran yang berkabut
c. Delirium
d. Koma
e. Koma vigil
f. Keadaan temaram(twilight state)
g. Somnolensi

N
O

Jenis Penilaian

Eye(mata)

Nilai

Respon

a.Spontan

Mata terbuka secara spontan

b.Rangsangan suara

Mata terbuka terhadap


perintah verbal

c.Rangsang nyeri

Mata terbuka terhadap


rangsangan nyeri

d.Tidak ada

Mata tidak terbuka terhadap


rangsangan apapun

a.Orientasi baik

Orientasi baik dan mampu


berbicara

b.Bingung

Disorientasi dan bingung

c.Mengucapkan katakata yang tidak tepat

Mengulang kata-kata yang


tidak tepat secara acak

d.Mengucapkan katakata yang tidak jelas

Mengeram atau merintih

e.Tidak ada

Tidak ada respon

Respon Verbal

Respon motorik
a.Mematuhi perintah

Dapat bergerak mengikuti


perintah

b.Melokalisasi

Dapat melokalisasi nyeri

c.Menarik

Fleksi atau menarik saat


dirangsang

d.Fleksi abnormal

Membentuk posisi dekortikasi

e.Ekstensi abnormal

Membentuk posisi deserebrasi

f.Tidak ada

Tidak ada respon saat


direnspon apapun

2. Perhatian
Adalah jumlah usaha yang dilakukan untuk memusatkan
pada bagian tertentu.
Gangguan perhatian :
1. Distraktibilitas : ketidakmapuan untuk memusatkan
atensi
2. Inatensi selektif : hambatan hanya pada hal-hal yang
menimbulkan kecemasan
3. Hipervigilensi : pemusatan perhatian yang berlebihan
pada semua stimulasi internal dan eksternal
4. Trance : perhatian yang terpusat dan kesadaran yang
berubah biasanya terlihat pada hipnosis
Gangguan sugestibilitas
5. Folie a deux : penyakit emosional yang berhubungan
antara dua atau tiga orang
6. Hipnosis : modifikasi kesadaran yang diinduksi secara
buatan yang di tandai dengan peningkatan
sugestibilitas.

3. Emosi
Suatu kompleks keadaan perasaan dengan komponen psikis,
somatik dan prilaku yang berhubungan dengan afek dan mood.
Afek
Afek adalah ekspresi emosi yang terlihat, mungkin tidak konsisten
dengan apa yang dikatakan pasien.
1. Afek yang sesuai :kondisi irama emosional yang sesuai/sinkron
dengan gagasan,pikiran dan pembicaraan.
2. Afek yang tidak sesuai:ketidaksesuaian antara irama perasaan
emosional dengan gagasan,pikiran dan pembicaraan.
3. Afek yang tumpul:gangguan pada afek yang dimanifestasikan
oleh penurunan yang berat pada intensitas irama perasaan yang
diungkapkan keluar.
4. Afek yang terbatas:penurunan intensitas irama perasaan yang
kurang parah dari pada afek yang tumpul tetapi jelas menurun.
5. Afek yang datar:tidak adanya atau hampir tidak adanya ekspresi
afek,suara yang monoton,wajah tidak bergerak.
6. Afek yang labil : perubahan irama perasaan yang cepat dan tibatiba, yang tidak berhubungan dengan stimulasi eskternal.

Mood
Mood adalah suatu emosi yang meresap yang dipertahankan,
yang dialami secara subjektif dan dilaporkan oleh pasien dan
terlihat oleh orang lain.
1. Mood disforik :mood yang ridak menyenangkan
2. Mood eutimik : mood dalam rentang normal
3. Mood yang meluap-luap : ekspresi perasaan seseorang tanpa
pembatasan
4. Mood yang iritabel : ekspresi perasaan akibat mudah
diganggu atau dibuat marah
5. Pergeseran mood : osilasi antara euforia dan depresi atau
dibuat marah
6. Mood yang meninggi : suasana keyakinan dan kesenangan,
suatu mood yang lebih ceria dari biasanya
7. Euforia : elasi yang kuat dengan perasaan kebesaran
8. Kegembiraan yang luar biasa : perasaan kegairahan yang
kuat
9. Depresi : perasaan kesedihan yang psikopatologis
10. Anhedonia : hilangnya minat terhadap dan menarik diri
semua aktivitas rutin dan menyenangkan, seringkali dengan
depresi

Emosi yang lain


1. Kecemasan :perasaan kekhawatiran yang disebabkan oleh dugaan
bahaya, mungkin dari dalam atau dari luar
2. Kecemasaan yang mengambang bebas : rasa takut yang meresap,
tidak terpusat dan tidak terikat pada suatu gagasan tertentu
3. Ketakutan : kecemasan yang disebabkan oleh bahaya yang dikenali
secara sadar dan realistik
4. Agitasi : kecemasan berat yang disertai dengan kegelisahan motorik.
5. Ketegangan : peningkatan aktifitas motorik dan psikologis yang tidak
menyenangkan
6. Panik : serangan kecemasan yang akut,episodik,yang kuat dengan
perasaan ketakutan yang melanda dan pelepasan otonomik
7. Apatis : irama emosi yang tumpul disertai dengan pelepasan atau
ketidakacuhan
8. Ambivalensi : terdapat secara bersama-sama dua impuls yang
berlawanan terhadap hal yang sama pada satu orang yang sama dan
pada waktu yang sama
9. Abreaksional : pelepasan atau pelimpahan emosional setelah
mengingat pengalaman yang menakuutkan
10.Rasa malu : kegagalan membangun pengharapan diri
11.Rasa bersalah : emosi sekunder karena melakukan sesuatu yang
bersalah

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Gangguan psikologis yang berhubungan


dengan mood :

Anoreksia
Hiperfagia
Insomnia
Hipersomnia
Variasi diurnai
Penurunan libido
Konstipasi

4. Perilaku Motorik
Aspek jiwa termasuk impuls, motivasi, harapan, dorongan, instink
dan idaman seperti yang di eskpresikan oleh prilaku atau
aktivitas motorik seseorang.
a.Ekopraksia : peniruan pergerakan yang patologis seseorang pada
orang lain
b.Katatonia : kelainan motorik dalam gangguan nonorganik (sebagai
lawan dari gangguan kesadaran dan aktifitas motorik skunder
dari patologi organik)
c.Negativisme : tahanan tanpa motivasi terhadap semua usaha
untuk menggerakkan atau terhadap semua instruksi
d.Katapleksi : hilangnya tonus otot dan kelemahan secara
sementara yang dicetuskan oleh berbagai keadaan emosional
e.Streotipik : pola tindakan fisik atau bicara yang terfiksasi dan
berulang
f.Mannerisme : pergerakan tidak disadari dan bersifat habitual
g.Otomatisme : tindakan-tindakan yang otomatis yang biasanya
mewakili suatu aktivitas simbolik yang tidak disadari
h.Otomatisme perintah : otomatisme yang mengikuti sugesti
i.Mutisme : tidak bersuara tanpa kelainan struktural

j. Overaktivitas
- Agitasi psikomotor : overaktivitas motorik dan kognitif yang berlebihan,
biasanya tidak produktifdan sebagai respon atas ketengangan dari dalam
- Hiperaktivitas : kegelusahan dan aktivitas destruksif, sering kali disertai
dengan dasar patologi pada otak
- Tik : pergerakan motorik yang spasmodik dan tidak di sadari
- Tidur berjalan : aktivitas motorik saat tidur
- Akhatisia : perasaan subjektif pada ketegangan motorik akibat sekunder
medikasi antipsikotik atau medikasi lain yang dapat menyebabkan
gelisah
- Kompulsi : impuls tidak terkontrol untuk melakukan tindakan berulang
~dipsomania : kompulsi untuk minum alkohol
~kleptomania : kompulsi untuk mencuri
~nimfomania : kebutuhan untuk koitus yang kuat dan kompulsif pada
seorang wanita
~sitiriasis : kebutuhan untuk koitus yang kuat dan kompulsif pada lelaki
~trikotiomania : kompulsi untuk mencabut rambut
~ritual : aktivitas kompulsif otomatis dalam sifat menurunkan kecemasan
yang orisinil
- Ataksia : kegagalan koordinasi otot, irregularitas gerakan otot
- Polifagia : makan berlebihan yang patologis

k. Hipoaktifitas : peneurunan aktivitas motorik dan kognitif,


seperti pada retardasi psikomot, perlambatan pikiran,
bicara dan pergerakan yang dapat terlihat.
l. Mimikri : aktivitas motorik tiruan dan sederhana pada anakanak
m. Agresi : tindakan yang kuat dan diarahkan tujuan yang
mungkin verbal atau fisik, bagian motorik dan afek
kekerasan, kemarahan dan permusuhan
n. Memerankan : ekspresi langsung dari suatu harapan atau
impuls yang tidak disadari dalam bentuk gerakan
o. Abulla : penurunan impuls untuk bertindak dan berpikir,
disertai dengan ketidakacuhan tentang akibat tindakan
disertai dengan deffisit neurologis
p. Vagaboundage : jalan-jalan seperti berkelana tanpa tujuan
5. Proses pikir
Aliran gagasan, simbol dan asosiasi yang diarahkan oleh
tujuan dimulai oleh suatu masalah atau suatu tugas dan
mengarah pada kesimpuln yang berorientasi kenyataan.

Gangguan umum dalam bentu atau proses berpikir :


1. Gangguan mental :sindroma perilaku atau psikologis yang
bermakna secara klinis disertai dengan penderitaan atau
ketidakmampuan berhubungan sosial
2. Psikolosis : ketidakmampuan untuk membedakan
kenyataan dari fantasi,gangguan dalam menilai kenyataan
dengan menciptakan realitas yang baru
3. Tes kenyataan atau realitas : pemeriksaan dan
pertimbangan objektif tentang dunia diluar diri
4. Gangguan pikiran normal
5. Berpikir tidak logis
6. Dereisme : aktivitas mental yang tidak sesuai dengan
logika atau pengalaman
7. Berpikir autistik : istilah hampir sama dengan dereisme
8. Berpikir magis : suatu bentuk pikiran dereistik
9. Proses berpikir primer

Gangguan spesifik pada bentuk pikiran


1. Neologisme : kata-kata baru yang diciptakan oleh pasien
2. Word salad : campuran kata-kata dan frasa yang membingungkan
3. Sirkumsialitas : bicara tidak langsung , berputar-putar
4. Tangensialitas : tidak bisa menjawab seperti yang diinginkan
5. Inkoherensi : hampir sama dengan word salad
6. Perseverasi : respon terhadap stimuslus sebelumnya yang
menetap walaupun stimulus yang baru sudah diberikan
7. Vebrigerasi : pengulangan kata-kata yang tidak memiliki arti
8. Ekolalia : hampir sama dengan vebrigerasi tetapi penguncapannya
seperti mengejek atau terputus-putus
9. Kondensasi : penggabungan beberapa konsep menjadi satu
konsep
10. Jawaban yang tidak relevan
11. Pengenduran asosiasi aliran pikiran dimana gagasan-gagasan
bergeser dari satu subjek ke subjek laindalam cara yang tidak
sama sekali berhubungan
12. Keluar dari jalur
13. Lompat gagasan
14. Asosiasi bunyi
15. Penghambatan
16. Glossolalia

Gangguan spesifik pada isi pikiran


1. Kemiskinan isi pikiran
2. Gagasan yang berlebihan
3. Waham : keyakinan palsu yang tidak sejalan dengan kenyataan eksternal
a. Waham yang kacau dan aneh
b. Waham tersistemasi
c. Waham yang sejalan dengan mood
d. Waham yang tidak sejalan dengan mood
e. Waham nihilistik : bahwa dirinya dan orang lain dan dunia adalah tidak
ada/berakhir
f. Waham kemiskinan
g. Waham somatik : menyangkut fungsi tubuh pasien
h. Waham paranoid
Waham persekutorik : mengaku sering diganggu , disiksa, ditipu
Waham kebesaran : merasa dirinya yang paling penting secara berlebihan
Waham referensi : prilaku orang tertuju padanya, benda dan umumnya
negatif
i. Waham menyalahkan diri sendiri
j. Waham pengadilan
penarikan pikiran : pikirannya sudah dihilangkan oleh orang lain
penanaman pikiran : pikiran ditanam oleh orang lain
siar pikiran : pikirannya bisa didengar oleh orang lain
pengendalian pemeikiran : pikirannya telah dikenadalikan oleh orang lain

k. Waham ketidaksetiaan
l. Erotomania : seseorang sangat mencintai dirinya, sering terjadi pada
perempuan
m. Pseudologia phantastica : seseorang percaya pada fantasinya dan
bertindak atas kenyataan
4. Kecenderungan atau preokupasi pikiran : pemusatan isi pikiran pada ide
tertentu
5. Egomania : preokupasi dengan diri sendiri yang patologis
6. Monomania : preokupasi dengan suatu objek tunggal
7. Hipokondria : keprihatinan yang berlebihan pada kesehatan pasien yang
tidak nyata
8. Obsesi : pikiran yang tidak dapat ditentang oleh pasien meski tidak
dikehendaki pasien
9. Kompulsi : keinginan yang jika tidak ditahan akan menyebabkan
kecemasan
10. Koprolalia : pengungkapan kompulsif dari kata-kata yang kotor/cabul
11. Fobia : rasa takut yang persisten, irasional dan berlebihan dan selalu
terjadi pada satu stimulasi
a. Fobia sederhana : pada sesuatu yang jelas
b. Fobia sosial : pada keramaian
c. Akrofobia : takut pada tempat tinggi
d. Agorafobia : takut pada tempat terbuka

e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
12.

Algofobia : takut terhadap rasa nyeri


Allurofobia : takut terhadap kucing
Eritrofobia : takut pada warna merah dan tertuju ke darah
Panfobia : takut terhadap segala sesuatu
Klaustrofobia : takut tempat yang tertutup
Xenofobia : takut terhadap orang asing
Zoofobia : takut binatang
Noesis : suatu wahyu dimana terjadi pencerahan yang besar sekali disertai
dengan perasaan bahwa pasien telah dipilih untuk memimpin dan memerintah
13. Unio mystica: pasien secara mistic bersatu dengan kekuatan yang tidak
terbatas

6. Bicara
Gangguan bicara
14. Tekanan bicara
15. Kesukaan/ banyak bicara
16. Kemiskinan bicara
17. Bicara yang tidak spontan
18. Kemiskinan isi bicara
19. Disprosodi
20. Disatria
21. Bicara yang lemah atau keras secara kelebihan
22. Gagap
23. cluttering

Gangguan afasik
1. Afaksia motorik
2. Afaksia sensoris
3. Afaksia nominal
4. Afaksia sintatikal
5. Afaksia jargon
6. Afaksia global

7. Presepsi
Proses pemindahan stimulasi fisik menjadi informasi psikologis ,
proses mental dimana stimulasi sensoris dibawa ke kesadaran
Gangguan presepsi
7. Halusinasi : presepsi sensoris yang palsu yang terjadi tanpa
stimulasi eksternal yang nyata
. Halusinasi hipnagogik
. Halusinasi hipnopompik
. Halusinasi dengar
. Halusinasi visual
. Halusinasi penciuman
. Halusinasi pengecapan

2.

Halusinasi perabaan
Halusinasi somatik
Halusinasi liliput
Halusinasi yang sejalan dengan mood
Halusinasi yang tidak sejalan dengan mood
Halusinosis
Sinestesia
Trailing phenonemon
Ilusi : mispresepsi atau misintrepretasi terhadap stimulasi eksternal yang
nyata

8. Daya ingat
Merupakan Fungsi dimana informasi yang disimpan di otak yang selanjutnya
di ingat kembali ke kesadarannya
3. Amnesia
a. Anterograd
b. retrograd
2. Paramnesia
a. fausse reconannaisance
b. pemalsuan retrospektif
c. Konfabulasi
d. Deja vu

e.
f.
g.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Deja entendu
Deja pense
Jamais vu
Hipermnesia
Eidetic image
Screen memory
Represi
Letologika
Photographic memory

Referensi

Anda mungkin juga menyukai