Anda di halaman 1dari 23

SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KADAR GLUKOSA


DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA
PASIEN RAWAT JALAN DI RST WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO

Oleh :
DIAS KURNIAWAN
G1A012114
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
JURUSAN KEDOKTERAN UMUM
PURWOKERTO
2016

BAB I
PENDAHULUAN

Data dari studi global


menunjukan bahwa jumlah
penderita Diabetes Melitus
pada tahun 2011 telah
mencapai 366 juta orang

DM

Jika tidak ada tindakan yang


dilakukan, jumlah ini
diperkirakan akan meningkat
menjadi 552 juta pada tahun
2030

Hasil Riset Kesehatan Dasar


pada
tahun
2008,
menunjukan
prevalensi
Diabetes Melitus di Indonesia
meningkat sampai 57%

Pola
Makan
Pola makan merupakan suatu cara
atau usaha dalam pengaturan jumlah
dan jenis makanan dengan maksud
tertentu
seperti
mempertahankan
kesehatan, status nutrisi, mencegah
atau membantu kesembuhan penyakit

Menurut syahbudin (2002), pada


kenyataannya lebih dari 50% pasien
diabetes
tidak
melaksanakan
nasehat mengenain perencanaan
makan yang dianjurkan

Salman (2003) dalam penelitiannya


membuktikan bahwa pasien Diabetes
Melitus
yang
menerapkan
standar
dietnya, terutama gizi makro maka
kadar glukosa darahnya dapat di
kendalikan/terkontrol.

Penelitian yang di lakukan oleh


Widijastuti
(1993)
membuktikan
bahwa ada pengaruh yang sangat
kuat antara pola makan terhadap
tinggi rendahnya kadar glukosa darah

B. Rumusan Masalah
1. Apakah jenis makan berhubungan
dengan pengendalian kadar glukosa darah?
2. Apakah jumlah kalori berhubungan
dengan pengendalian kadar glukosa darah?
3. Apakah jadwal makan berhubungan
dengan pengendalian kadar glukosa darah?

C. Tujuan Penelitian
I. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan pola makan dengan
pengendalian kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2
II. Tujuan Khusus
Untuk mengetahui hubungan jenis makanan dengan
pengendalian kadar glukosa darah
Untuk mengetahui hubungan jumlah kalori dengan
pengendalian kadar glukosa darah
Untuk mengetahui hubungan jadwal makan dengan
pengendalian kadar glukosa darah

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Ilmu Pengetahuan Hasil penelitian ini
diharapkan
dapat
bermanfaat
untuk
memberikan gambaran dan menambah kajian
mengenali penyakit Diabates Melitus tipe 2
dalam kaitannya dengan pola makan dan
pengendalian kadar glukosa darah serta dapat
dijadikan
sebagi
bahan
infomasi
bagi
penelitian selanjutnya.
2. Bagi Masyarakat Penelitian ini diharapkan
dapat
menambah
wawasan
kepada
masyarakat, terutama bagi pasien DM tipe 2
mengenai pola makan dan pengendalian kadar
glukosa darah. III. Bagi Peneliti penelitian ini
diharapkan
dapat
mengembangkan
keterampilan dalam mempraktekan metode

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Diabetes Mellitus adalah


suatu penyakit yang ditandai
dengan kadar glukosa darah
lebih dari normal.

A. Pengertian
Diabetes Melitus

Gejala :
1. banyak minum (polidipsi)
2. banyak makan (poliphagia)
3. banyak buang air kecil (poliuri)
4. badan lemas serta penurunan
berat badan yang tidak
jelaspenyebabnya

kadar gula darah pada


waktu puasa 126 mg/dL
dan kadar gula darah
sewaktu 200 mg/dL

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 2

B. Klasifikasi

Diabetes Gestasional

PraDiabetes

Rusaknya
sel-sel

pankreas karena pengaruh


dari luar (virus, zat kimia
tertentu, dll).

Desensitasi/kerusakan
reseptor insulin (down
regulation) di jaringan
perifer

C. Patofisiologi

Desensitasi
penurunan
glukosa
pada
pankreas.

atau
reseptor
kelenjar

D.

Gambaran

Klinis

Gejala :
1. banyak minum (polidipsi)
2. banyak makan (poliphagia)
3. banyak buang air kecil (poliuri)
4. badan lemas serta penurunan
berat badan yang tidak
jelaspenyebabnya

E.

Keluhan dan gejala yang


khas ditambah hasil
pemeriksaan glukosa darah
sewaktu >200 mg/dl, glukosa
darah puasa >126 mg/dl

Diagnosa

DM

Tes Toleransi Glukosa Oral


(TTGO)

Karakteristik Pasien :

Kerangka
Teori

Usia

Jenis kelamin

Tingkat pendidikan

Tingkat pendapatan

Pekerjaan

Obat :

Jenis

Dosis

Kepatuhan
Minum Obat

Pola Makan :

Jenis Bahan
Makanan

Jumlah Kalori

Kadar
Glukosa
Darah

Jadwal makan

Ada/tidak
komplikasi DM

Penyuluhan dan
konsultasi kesehatan

Aktivitas Fisik :

Ringan

Sedang

Berat

Kerangka Konsep
Jenis Bahan
Makanan

Pola makan
pasien DM

Jumlah
Kalori

Jadwal
Makan

Kadar
Glukosa
Darah

III. METODE
PENELITIAN

Sampel
Kriteria inklusi:
1. Pasien dengan diagnosis DM
tipe 2

Kriteria eksklusi:

2. Melakukan terapi DM di klinik


rawat jalan RST Wijayakusumua
Purwokerto.

1. Ibu hamil atau menyusui

3. pengguna OHO kombinasi


metformin dan Glibenclamid

3. Pasien DM yang telah mengalami komplikasi

4. bertempat tinggal di wilayah


banyumas

2. Memiliki penyakit neurodegeneratif yang


mempersulit komunikasi

Alat:
1. Rekam medis hasil pemeriksaan
laboratorium pasien sampel

Bahan:
1.

Data primer hasil pengisian kuesioner


secara langsung dari pasien DM tipe 2 di
klinik rawat jalan yang termasuk kriteria
inklusi

2.

Data sekunder berupa kadar glukosa darah


dan kadar HbA1c dari rekam medis hasil
pemeriksaan laboratorium di RST
Wijayakusuma Purwokerto

2. Kuisioner penelitian, formulir recall


makanan 24 jam
3. Rekapitulasi jenis bahan makanan
yang di konsumsi
4. Rata-rata jumlah kalori dan tingkat
konsumsi, serta jadwal makan
sampel

Metode Penelitian:
metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross
sectional).
Rancangan Percobaan:
Rancangan sampling penelitian ini adalah penelitian survei
deskriptif (observasional) analitik yang berbentuk studi seran
lintang (cross sectional). Studi seran lintang (cross sectional)
merupakan studi yang pengukurannya hanya dilakukan sekali
dalam waktu yang bersamaan (Sastroamoro, 2008).

Variabel dan Definisi Operasional


Variabel
1 Pola makan

2 Glukosa darah

Definisi Operasional

Skala

Pola
makan
merupakan Ordinal
susunan jenis dan jumlah
makanan yang dikonsumsi
seseorang atau kelompok
orang pada waktu tertentu.
Pola makan terdiri menjadi 3,
yaitu jenis makanan, waktu
makanan, dan pola makan
Nominal
Pemeriksaan glukosa darah
sewaktu >200 mg/dl dan
glukosa darah puasa >126
mg/dl untuk menegakkan
diagnosis Diabetes Melitus

Cara Mengukur Variabel


Data pola makan dikumpulkan
dengan recall 24 jam, jumlah hari
untuk recall berdasarkan pada
rumus perhitungan berikut :
N = (Z. CV/D)2 (Willet, 1990)
Keterangan :
n : jumlah hari recall
Z : simpangan normal Zo nilai
pengukuran 95% (1.96)
Cv : koefisien variasi lemak = 3%
(willet, 1990)
D : tingkat kesehatan = 30%
N = (1,96.0,3/0,3) = 3,84 di
bulatkan = 4 hari

Tata Urutan
Kerja

2. Tahap pelaksanaan :
a) Memilih sampel penelitian sesuai dengan kriteria
Inklusi dan eksklusi
b) Pengisian lembar persetujuan sebagai sampel
c) Pengumpulan data pola makan dengan formulir
recall 24 jam dan rekapitulasi

1. Tahap persiapan :
a) Konsultasi dengan pembimbing,
meyusun proposal penelitian,
serta seminar proposal
b) Pengurusan izin penelitian

d) Pencatatan data kadar glukosa darah puasa dan


2 jam pp dan HbA1c sampel dari data hasil
pemeriksaan laboratorium RSUD
3. Tahap pengolahan dan analisis data :
e) Melakukan pengentrian data jumlah kalori
dengan menggunakan program Nutriclin.
f) Melakukan analisis univariat dan bivariat setiap
variabel dengan program SPSS 22 for Windows.
4. Tahap penyusunan laporan.

Analisis Data

Analisis Bivariabel

Waktu dan Tempat Penelitian


Waktu
September Desember
2016

Tempat
RST Wijayakusuma Purwokerto sebagai tempat pengambilan data
Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman sebagai tempat
analisis data dan penyusunan laporan penelitian.